
" Bunda ". Panggil Dhika saat bocah kecil itu masuk kedalam rumah setelah selesai bermain bersama teman sebaya nya di lapangan yang berada tidak jauh dari rumah Riana yang kini di jadikan sebagai Rumah Belajar setelah Riana memilih tinggal di rumah Andrei pasca menikah dengan Andrei beberapa bulan yang lalu.
" Waalaikumsalam A'a ". Riana mencubit gemas pipi chubby Dhika yang memamerkan deretan gigi ompong nya dengan senyuman kecil.
" Assalamu'alaikum Bunda. Baby Utun ". Riana mengusap lembut pucuk kepala Dhika mana kala Dhika merebahkan tubuh mungil nya di pangkuan Riana dengan kepala menghadap perut Riana.
" Baby Utun lagi ngapain? ". Tanya Dhika sambil mencium perut Riana yang mulai terlihat buncit karena memasuki usia kehamilan 5 bulan.
" Hahaha, Baby Utun mau main sama A'a ya ". Celoteh Dhika saat Baby Utun menanggapi pertanyaan nya dengan memberikan tendangan kecil dari dalam perut Riana.
" Iya A'a ". Riana yang menjawab pertanyaan Dhika dengan menirukan suara anak kecil.
" Bunda, nanti kalau Baby Utun udah lahir A'a boleh ajak main di lapangan kan? ". Riana mengangguk pelan sambil mengusap lembut pucuk kepala Dhika.
" Boleh, tapi tunggu Baby Utun nya bisa jalan dulu ya A' ". Dhika mengangguk pelan.
" Eits jangan bobo dulu, A'a mandi dulu sebentar lagi Ayah pulang. Kalau A'a belum mandi nanti nggak di ajak Ayah jalan jalan lho ". Dhika mengangguk lalu beranjak dari posisi dan kemudian berjalan menuju kamar mandi.
__ADS_1
" Mau Bunda mandiin nggak A'? ". Tanya Riana menghampiri Dhika yang sudah berada di dalam kamar mandi.
" Nggak usah Bunda. A'a udah bisa mandi sendiri ". Jawab Dhika yang mulai mengguyur tubuh kecil nya dengan air yang berada di dalam ember berisi air hangat yang sudah di siapkan Riana.
" Pinter nya A'a Baby Utun. Jadi sayang banyak banyak sama A'a ". Ucap Riana dengan menirukan suara anak kecil saat Dhika sudah selesai mandi dan tengah menggosok tubuh nya dengan handuk kecil.
" Sini Bunda bantu pakai baju ya ". Dhika mengangguk seraya berdiri di hadapan Riana yang tengah duduk di atas lantai ruang tamu.
Dengan penuh kasih sayang Riana membalurkan minyak telon ke tubuh mungil Dhika. Satu setel pakai bergambar Iron Man di pakaikan ke tubuh mungil bocah yang semakin hari semakin chubby dan menggemaskan tersebut.
" Nggak mau pakai bedak. A'a bukan Wina ". Rengek Dhika saat Riana akan membuka botol bedak bayi.
" Assalamu'alaikum ". Sapa Andrei dengan melongok kepala nya dari balik pintu.
" Waalaikumsalam Ayah ". Balas sapa Riana dan Dhika bersamaan.
" Wah A'a udah mandi jadi tambah ganteng euy ". Puji Andrei sambil menerima ciuman di punggung tangan kanannya dari Dhika.
__ADS_1
" Udah wangi juga ". Ucap Andrei mencium pucuk kepala Dhika.
" Bunda udah mandi belum ? ". Wajah Riana merona karena kecupan singkat dan curi curi yang dilayangkan Andrei di bibir nya tanpa ketahuan Dhika.
" Kebiasaan ih ". Bukan menjawab tapi protesan berupa pukulan kecil di sarangkan Riana di bahu Andrei.
" Tambah cantik, kalau lagi malu malu ". Bisik Andrei yang terang terangan mengecup pucuk kepala Riana yang berbalut hijab senada dengan baju gamis yang tengah di pakai nya.
" Ayah ih. Jangan deket dekat sama Bunda ". Protes Dhika yang mendorong pelan tubuh kekar Andrei yang seolah tengah mengurung Riana.
" Ayah buruan mandi. Badan Ayah bau oli. Kasian Baby Utun nanti ikutan bau oli ". Andrei dan Riana tergelak menanggapi protes Dhika kepada Andrei.
" Iya Ayah mandi dulu. Ayah pinjam Bunda nya dulu ya. A'a main dulu sama Teh Sifa di depan ya ". Dhika mengangguk lalu beranjak menuju teras untuk menjumpai Sifa salah seorang pengajar di Rumah Belajar Riana yang setiap sore selalu ramai oleh para anak anak seusia Dhika untuk belajar.
" Mau ngapain ?". Tanya Riana saat menyambut ukuran tangan Andrei.
" Pamungkas kangen sama sarung nya ". Bisik Andrei merangkul pinggang Riana dan mengajak nya masuk kedalam bilik kamar Riana yang kini sudah di lapisi peredam suara serta kamar mandi di dalam kamar nya.
__ADS_1
Riana menepuk pelan dada Andrei yang di balas Andrei dengan menyembunyikan kepala Riana di dada nya.