Pelakor Halal

Pelakor Halal
Bab 82 S2 Ending


__ADS_3

" Kita ke Rumah Sakit sekarang ".


Acid pun segera memacu kendaraan mereka saat lampu lalu lintas sudah berwarna hijau menuju Rumah Sakit terdekat.


sepasang perjalanan menuju Rumah Sakit lantunan Surat Maryam, Surat Yusuf dan sholat tak henti henti nya di ucapkan Natasha juga Acid.


Sesekali Acid mengusap lembut perut Natasha saat melihat Natasha meringis.


Setelah memarkir mobil nya Acid segera membopong tubuh Natasha memasuki ruangan IGD.


Setelah di IGD Natasha pun langsung di bawa ke ruang khusus maternal, karena setelah di periksa di IGD tenyata sudah memasuki pembukaan enam.


Ayah dan Bunda pun segera meluncur ke Rumah Sakit sesaat setelah Acid mengabarkan kepada Mereka bahwasanya Natasha akan segera melahirkan.


Sementara Eil dan Dhika dan keluarga kecil nya saat ini sedang berada di kampung Tiara untuk meninjau pesantren yang akan menjadi anak cabang pesantren nya saat ini, sehingga keluarga kecil itu tidak bisa menemani Natasha melahirkan.


Acid menatap penuh hari kala seorang perawat menyerahkan sesosok bayi laki laki yang sudah di bersihkan.


Dengan suara lantang dan terharu Acid mengumandangkan adzan di telinga kanan putra pertama nya tersebut.


Kemudian melanjutkan melantunkan iqamah di telinga kiri putra nya yang langsung diberi nama Daffa Arrasyid.


Setelah selesai mengazani putra pertamanya Acid pun segera menyerahkan putra nya tersebut kepada Natasha untuk mulai melakukan IMD ( Inisiasi Menyusui Dini ).


Setelah itu perawat kedua memberikan kepada Acid putra kedua nya.


Acid pun kemudian mengazani putra kedua nya di telinga kanan di lanjutkan dengan iqamah di telinga kiri putra kedua nya yang diberi nama Daffi Arrasyid.

__ADS_1


Acid pun menyerahkan Daffi di sebelah kiri Natasha guna mengikuti kegiatan sang abang yang ternyata masih belajar mencari sumber kehidupan baru nya.


Acid tak henti henti nya mengecupi pucuk kepala Natasha kala ibu dua anak itu tengah mengajari kedua jagoan nya belajar mencari sumber kehidupan hingga membuat kedua nya kesal dan kemudian menangis karena tak jua berhasil menemukan sumber kehidupan nya.


Dengan telaten dan penuh perhatian Acid menuntun kedua putra nya untuk mencari sumber kehidupan baru mereka dan mereka pun langsung terdiam kala sudah berhasil menemukan sumber yang di cari mereka.


Beruntung sebelum melahirkan Natasha sudah mulai melakukan terapi pijat pada sumber kehidupan putra nya tersebut.


Sehingga ketika pada saat Mereka lain, Mereka sudah bisa menikmati sari dari sumber kehidupan mereka tersebut.


" Heleh, pinter ya kaya Apha nya ". Gumam Acid saat melihat kedua buah hati tampak begitu bersemangat menikmati sari sumber kehidupan nya tersebut.


" Bicara nya nggak bisa di kondisi kan dulu? " Ucap Natasha sungkan karena Acid mengucapkan celotehan nya di hadapan Bunda yang membuat Bunda memutar malas kedua bola mata nya.


" Lambe mu Cid Cid ". Bunda pun akhirnya menepuk pelan bibir Acid hingga membuat Ayah muda itu terkekeh geli.


" Ini yang mana Daffa yang mana Daffi Cid, Bunda bingung bedain mereka, habis nya sama semua nya ". Ucap Bunda kebingungan saat menggendong salah satu bayi kembar Acid dan Natasha.


" Wajah nya sama Dek, jadi pasti nggak bakal ada yang bisa bedain mereka ". Ucap Bunda.


Beberapa jam setelah kedua jagoan Acid dan Natasha lahir, keluarga Natasha pun berkunjung ke Rumah Sakit.


Kedua orang tua Natasha sangat antusias menyambut kedatangan dua jagoan di keluarga Mereka.


Dhika dan keluarga kecil nya baru tiba keesokan nya hari nya untuk menjenguk Si Kembar.


" Ganteng banget euy, nggak mirip Bapak nya tapi ". Celoteh Eil membuat bibir Acid langsung mengerucut.

__ADS_1


Pasal nya bukan hanya Eil saja yang mengutarakan hal tersebut. Semua yang melihat kedua anak nya selalu bilang Mereka mirip Natasha.


Bisa dibilang Acid hanya mewariskan hidung nya saja, sedangkan yang lain nya mirip Natasha.


Bahkan warna kulit kedua bayi tersebut seperti nya akan mengambil gen ibu nya yang putih pucat tidak seperti ayah nya yang khas kulit orang Indonesia pada umum nya.


" Heleh, gitu aja manyun ". Dhika menepuk punggung kanan Acid sambil tertawa kecil.


" Untung atuh ngambil gen Kak Nana, rambut gondrong, mata sipit, kulit putih beuh kalau udah pasti mirip mirip oppa oppa Korea ini mah ". Celoteh Tiara yang datang berkunjung bersama Dhika.


" Iya, coba kalau ngambil gen nya Acid kecil rambut nya botak, mata nya belo. Bisa bisa di katain Upin Upin si kembar ". Celoteh Dion membuat ruangan penuh gelak tawa dan hanya menyisakan Acid yang bibir nya semakin mengerucut.


" Udah dong. Kasian atuh Apha nya si kembar di ledekin melulu ". Ucap Natasha seraya mengusap lembut punggung tangan Acid.


" Yang penting mah, masih ada gen Apha nya di hidung si kembar. Jadi nasib Apha nya nggak tragis tragis amat ". Celoteh Ayah yang membuat ruang perawatan Natasha pun kembali ramai dengan gelak tawa.


" Sudah sudah. Kasian atuh anak bungsu nya Bunda di godain melulu ". Ucap Bunda.


" Alhamdulillah, sekarang keluarga kita bertambah lagi anggota keluarga nya. Semoga kelak Anak Cucu dan penerus kIta menjadi anak anak yang sholeh dan sholehah. Anak anak yang selalu membawa kebaikan dan keberkahan bagi kita semua. Anak anak yang kelak bisa menjadi penolong Kita di akhirat nanti. Aamiin ". Do'a Ayah yang di Aamiin kan oleh semua nya.


Kebahagiaan Ayah dan Bunda kini semakin bertambah lengkap.


Tak ada lagi yang mereka pinta hanya berharap keluarga mereka kelak bisa membawa kebaikan bagi mereka dan sekitarnya.


Semoga kisah mereka bisa menjadi inspirasi dalam kehidupan sehari-hari.


Terima kasih sudah memberi dukungan like dan komen nya.

__ADS_1


Sampai bertemu lagi di karya Author lain nya.


Wassalammualaikum...


__ADS_2