
Hari berganti minggu, minggu berganti bulan. Hubungan Andrei dan Riana masih saja sebatas hubungan wali murid dan guru kelas.
Ya sejak awal tahun ajaran baru, Riana menjadi guru kelas Dhika, sehingga membuat pertemuan Andrei dan Riana pun semakin sering.
Walau pun hanya sebatas mengantarkan Dhika ke sekolah dan menjemput Dhika di rumah Riana, namun banyak para orang tua murid juga tetangga yang melihat kedekatan mereka sering menjodohkan mereka.
Sikap Andrei yang mulai terbuka bahkan a menggoda nya dengan kata kata gombal membuat Riana mencoba untuk membuka hati nya menerima kehadiran Andrei.
Namun Dia tak mungkin membuat Tiara sang sahabat nya itu kecewa apabila Riana dan Andrei memutuskan untuk bersama.
Seperti yang terjadi saat itu di kantin Kampus.
Tiara segera mengajak Riana ke kantin, setelah Riana menyelesaikan kelas nya.
" Duduk ". Titah Tiara yang mendudukkan tubuh Riana di salah satu kursi di kantin.
" Ampun deh Ra, udah kaya tersangka aja Aku " Protes Riana yang hanya di tanggapi Tiara dengan cembikan bibir nya.
" Jelasin hubungan Kamu sama Om nya Dhika? " Riana menggaruk belakang leher nya sambil mengalihkan pandangan nya kearah lain.
" Ck. Tinggal jawab Ri, susah amat sih ". Ucap Tiara dengan nada interogasi.
__ADS_1
" Ya mau di jawab gimana sih Ra. Orang hubungan Aku sama Kak Andrei cuma sebatas hubungan wali kelas dan wali murid aja kok ". Jawab Riana berusaha sesantai mungkin.
" Ck, anak kecil aja tau, kalau Om nya Dhika itu suka sama Kamu. Ya masa Kamu biasa aja ". Ucap Tiara.
" Masa sih?. "
Pletak
" Sakit Ra ". Protes Riana saat Tiara mendaratkan sentilan ke kening nya.
" Nggak usah pura pura once deh Ri. Emang Aku nggak pernah tau kalau sudah hampir setahun ini Kamu itu deket sama Om nya Dhika? ". Ucap Tiara kesal.
" Kamu marah? ". Riana balik bertanya.
" Maka nya Aku nggak nanggepin Kak Andrei, karena Aku tau Kamu pasti bakal marah ". Tiara membulatkan mata nya tak percaya dengan jawaban Riana.
" Maksud nya? ". Tanya Tiara.
" Kan Kamu udah lama naksir sama Kak Andrei. Maka nya Aku nggak tanggapin Kak Andrei ". Jawab Riana.
" Kamu suka sama Om nya Dhika? ". Riana terdiam dan hanya bisa menundukkan kepala nya.
__ADS_1
" Suka?. Apa dengan kata suka sudah bisa menggambarkan isi hati kita?. ". Riana membalikkan pertanyaan Tiara.
" Kalau di tanya suka?. Rasa nya biasa saja seperti Aku liat deretan para bias kesayangan. Tapi rasa, nyaman saat berdekatan itu yang nggak bisa Aku jabarkan ". Tiara mengerjapkan kedua kelopak mata nya tak percaya dengan penjelasan Riana.
" Apa ada rasa sakit kalau Aku deketin Om nya Dhika? ". Pancing Tiara.
Tak ada kata yang terucap dari gadis itu, hanya anggukan kecil saja cukup membuat senyum kecil Tiara terbit tanpa Riana sadari.
Ya Tiara tau Riana adalah gadis yang polos, sejak kedua orang tua nya meninggal Riana hanya fokus dengan sekolah dan bekerja. Bagi nya tak ada waktu untuk mengenal pria.
Bahkan tak jarang para pria yang mengungkapkan perasaan nya secara langsung dan tidak langsung harus menelan kekecewaan karena Riana menolak kehadiran mereka karena ingin fokus kuliah dan bekerja.
Untuk urusan jodoh, gadis itu hanya memasrahkan semua nya kepada yang Maha Kuasa.
" Oh ternyata si Pelakor kuliah di sini toh? ". Perbincangan Riana dan Tiara terhenti ketika tanpa permisi seorang yang selalu melebeli nya Pelakor itu berdiri di sisi kursi Tiara yang berhadapan dengan Riana.
Riana memutar malas kedua bola mata nya menanggapi ucapan wanita yang kini tengah menatap tajam kepada nya.
" Hati hati Kamu. Jangan sampai pacar atau tunangan Kamu di ambil sama Pelakor ini ". Ucap Wanita yang ternyata Andini yang masih belum bisa menerima keputusan kalau hubungan nya dengan Andrei sudah berakhir hampir setahun ini.
Wanita itu bahkan tanpa malu malu masih selalu mengunjungi bengkel tempat Andrei bekerja, walau pun harus mendapatkan penolakan dari Andrei berkali kali.
__ADS_1
" Maksud nya apa ya Tante? ". Andini membulatkan kedua bola mata nya menatap tajam kepada Tiara yang memanggil nya dengan sebutan Tante.
" Siapa sih Dia Ri? ". Tanya Tiara sambil memperhatikan Andini dari atas ke bawah.