
Rambut hitam legam sebatas pinggang itu menguarkan harum strawberry yang menjadi wangi favorit Eil sejak masih kecil.
" Cantik nya istri A'a ". Puji Dhika membelai lembut rambut Eil. Semburat merah tampak menghiasi wajah cantik Dhika.
" Kalau A'a minta Bonus Pelengkap Ibadah sekarang apa boleh? ". Tanya Dhika hati hati.
Eil terdiam dan kemudian menganggukkan kepala nya pelan.
" Alhamdulillah. Tapi A'a minta bonus nya nanti aja ya. Kaya nya Kamu cape banget ". Eil menatap Dhika dengan lembut dan heran.
Dalam hati nya bertanya, bukankah semua pria yang meninakg selalu menginginkan segera malam pertama?.
" Kan nggak harus di lakukan pas malam habis akad juga Dek, masih ada waktu yang lain nya ". Eil terharu mendengar penjelasan Dhika.
Sejak dulu Dhika selalu paham dengan Eil. Saat Eil lelah berjalan Dia lah yang selalu siap sedia menggendong Eil. Saat Eil sakit Dia lah yang akan menjaga dan memberikan Eil makan dan obat.
Ya sejak Eil lahir, Dhika sudah berjanji akan selalu menjaga Eil sepanjang hidup nya. Karena itulah saat Dhika mulai akil baliq Dia meminta Eil kepada Ayah dan Bunda untuk di jadikan nya istri kelak.
Namun hal tersebut rupa nya tak pernah di anggap serius oleh Ayah juga Bunda nya.
Sehingga ketika Eil berusia 14 tahun, kala Tante Tiara mengajak keluarga nya berlibur ke kampung halaman nya, Dhika mengajak Eil melihat sawah.
Namun saat akan pulang tiba tiba hujan turun dengan deras nya, membuat Dhika yang kala itu berusia 19 tahun mengajak Eil untuk berteduh di dalam sebuah rumah singgah tempat para petani beristirahat.
__ADS_1
Pepatah yang mengatakan jangan pernah berdua dengan yang bukan Mahram, karena akan ada syetan nyata benar ada nya.
Entah dorong dari mana, Dhika kala itu menjadi gelap mata.
Yang awal nya hanya mengenggam tangan, mulai hendak menyatukan wajah, hingga tiba tiba beberapa petani yang akan berteduh itu pun melihat dan terjadilah penggerebekan dan para petani itu memaksa menikahkan mereka berdua di tempat itu juga di karenakan salah seorang dari petani itu adalah seorang alim ulama dan ada dua orang yang bisa menjadi saksi nya.
Dan akhir pernikahan mendadak itu pun terjadi.
Dhika mengusap lembut wajah mulus Eil, hingga membuat Eil menutup mata nya menikmati usap lembut tersebut.
Dhika pun mengumpat dalam hati, karena seperti apa yang sudah terucap lain dengan apa yang di rasakan terutama bagi sang adik yang kini berdiri menatang.
" Tidurlah, besok ada kuliah pagi kan? ". Eil mengangguk pelan. Dhika pun merapatkan tubuh nya memeluk Eil, berharap sang adik akan tenang dan kembali tidur.
Ah sungguh bukan hal yang baik pemirsa, niat hati memeluk pasangan halal nya untuk meredakan sang adik, justru sang adik malah berulah berontak untuk keluar.
Apa yang di rasakan Dhika ternyata di sadari oleh Eil. Gadis itu melerai pelukan nya lalu menatap wajah Dhika yang terlihat menahan ha*** nya.
" A'a pengen? ". Eil kembali merutuki mulut nya yang mengeluarkan pertanyaan bodoh. Bukan bodoh lebih tetap nya Eil mengutarakan pertanyaan yang membuat Dhika mengangguk salah tak mengangguk lebih salah.
Dhika hanya terdiam seraya menatap lembut Eil yang tengah tersenyum kepada nya.
" Lakukanlah. Insya Allah Eil siap memberikan hak A'a ". Eil menundukkan kepala nya dalam pelukan Dhika setelah berucap yang membuat Dhika pun tersenyum kecil.
__ADS_1
" Apa kami yakin? ". Eil mengangguk pelan.
" Gimana cara nya ya?. Masa nanya sama Ayah dulu ". Gumam Dhika yang terdengar Eil.
Eil menepuk pelan dada Dhika mendengar pertanyaan konyol suami nya.
" Apa lihat tutorial di ... ".
Plak
Kali ini lengan Dhika yang menjadi sasaran pukulan Eil.
" Dosa. Itu sama aja dengan zina mata ". Protes Eil yang di balas senyuman kecil Dhika.
" Ikuti insting aja ". Dhika mengangguk setuju dengan usulan Eil.
" Tapi kata nya kalau pertama itu sakit lho Dek. Apa Kamu nggak keberatan? ". Tanya Dhika.
" Mau sekarang atau nanti sakit nya sama kan?. Jadi buta apa nunggu nanti kalau ternyata sakit juga ". Jawab Eil membuat wajah Dhika pun tersenyum.
" Kita mulai sekarang? ". Eil mengangguk pelan malu malu.
" Kalau begitu kita wudhu lalu sholat dulu. Memohon agar dilancarkan bonus pelengkap ibadah nya dan agar kelak kita di karuniai anak anak yang Sholeh dan Sholeha ". Ucap Dhika yang di Aamiin kan Eil.
__ADS_1
Kedua nya pun beranjak dari pembaringan menuju kamar mandi untuk berwudhu dan melakukan sholat sunah, sebelum memulai menjemput bonus pelengkap ibadah.