Pelakor Halal

Pelakor Halal
Bab 59 Magamoon


__ADS_3

" Ehm ... Apa Ayah dan Bunda sudah siap untuk mengetahui siapa dalang di balik berita yang beredar luas saat ini? ".


Bukan hanya kedua orang tua nya yang mengangguk Eiliyah pun ikut menganggukkan kepalanya menjawab pertanyaan Dhika.


" Menurut Ayah dan Bunda siapa dalang sebenarnya? ".


Ayah berdecak kesal saat Dhika terlihat mengulur jawaban.


" Paling juga keluarga nya Teh Fati ". Celetukan Acid membuat semua nya mengalihkan pandangan kearah remaja yang tiba tiba menjawab pertanyaan Dhika.


" Sok tau ". Ucap Dhika.


" Ya siapa lagi atuh A' tersangka nya kecuali mereka ". Sungut Acid kesal yang langsung mendudukkan tubuh nya di samping Bunda nya.


" Nggak boleh suudzon Dek ". Ucap Eiliyah membuat Acid mengerucutkan bibir nya.


" Betul kata Teteh, Dek ". Sahut Bunda membuat Acid menghela nafas berat.


" Tapi apa yang Acid bilang memang ada benar nya, namun bukan dari keluarga inti nya, melainkan Tante tiri nya lah yang menyebarkan fitnah ini ".


" Tante tiri? ". Tanya keempatnya serempak.


Dhika menganggukkan kepala nya pelan.


" Tante tiri yang nggak pernah bisa move on dari mantan pacar nya ". Saat kedua anak nya kebingungan dengan maksud ucapan Dhika, Bunda dan Dhika justru melihat kearah Ayah dengan mengulum senyuman nya.


" Maksud A'a? ". Tanya Ayah berpura-pura tak mengerti.


" Ck, Nggak usah pura pura nggak tau deh Yah. Siapa lagi sih mantan yang nggak bisa move selain... ".


" Stop ". Ayah langsung menginterupsi ucapan Bunda.


" Siapa Bun? ". Tanya Eiliyah penasaran dengan mantan yang tak bisa move on sampai hampir dua puluh tahun.

__ADS_1


" Siapa lagi kalau bukan... ".


" Tante Andini ? ". Keempat nya melihat kearah Acid yang melanjutkan ucapan Bunda.


" Kok kamu tau Andini Dek? ". Tanya Bunda heran.


" Oh, tau Bunda. Dia pernah ke sekolah Ade, terus kenalin diri nya sebagai mantan nya Ayah ". Jawab Acid santai, namun tidak dengan Ayah yang tampak geram.


" Kenapa Kamu nggak bilang Dek ? ".


" Itu nggak penting Yah. Lagi pula itukan masa lalu ". Jawab Acid santai.


" Cantik nggak Dek? ". Tanya Eiliyah hingga membuat Ayah nya menatap Eil dengan kesal, sementara Bunda justru terlihat santai dalam menanggapi pembahasan tentang Andini.


" Cantikan Bunda lah. Dia mah puntung neraka Teh ". Sungut Acid.


" Astaghfirullahalazim Dek. Nggak boleh kaya gitu atuh ngomong nya ". Bunda berucap setelah menepuk pelan bahu Acid.


" Lah emang iya Bunda. Wanita yang mengumbar aurat nya itu kan memang puntung nereka ". Ucap Acid yang di angguki Ayah dan Dhika.


" Apalagi sih Mangamoon A' ". Cicit Acid meminta penjelasan panggilan plesetan untuk Andini.


" Mantan Gagal Move On " Celetuk Bunda yang di tertawai keempat nya.


" Lanjut A' ". Titah Ayah, agar Dhika melanjutkan kembali cerita tentang dalang di balik berita yang beredar itu.


" Setelah Tante Andini putus dari Ayah, beberapa tahun kemudian Mama Tante Andini menikah dengan Abah dari Kiyai Ahmad ".


" Apa... ". Dhika sampai menutup ketika keempat anggota keluarga nya itu berteriak terkejut dengan kencang.


" Astaghfirullah, bisa budeg nih kuping nya A'a ". Protes Dhika.


" Kok bisa?. Maksud Ayah kok Abah Kosasih bisa kenal sama keluarga Andini? ". Ucap Ayah heran.

__ADS_1


" Kepo mantan nih cerita nya? ". Tanya Bunda.


" Bukan begitu Bunda. Setahu Ayah, Abah Kosasih itu kan tinggal di Sukabumi, sementara keluarga Andini di Jakarta. Belum lagi keluarga Andini itu kan jauh dari kata agamis, sedangkan Abah Kosasih itu kan seorang pemuka agama di daerah nya ". Jawab Ayah yang benar ada nya.


" Jadi gini yah. Papa dan Mama Tante Andini itu sudah bercerai setelah Ayah dan Tante Andini putus. Mama Tante Andini pun ikut kajian dengan Uma Hanna istri nya Abah Kosasih. Nah seiring waktu berjalan, Abah Kosasih tertarik kepada Mama Tante Andini dan boom sejak 15 tahun yang lalu Tante Andini resmi menjadi anak tiri Abah Kosasih ". Ucap Dhika hingga membuat Ayah dan Bunda menggelengkan kepala nya.


" Sejak Mama nya menikah dengan Abah Kosasih, Tante Andini memilih menikah dengan pria pilihan Papa nya dan tinggal di Singapura, namun pernikahan tersebut hanya berlangsung selama sepuluh tahun sebelum suami nya meninggal dunia. Setelah suami nya meninggal dunia, Dia pun kembali ke Indonesia, dan mulai lah sering bertemu dengan Mama nya yang sampai saat ini masih menjadi istri kedua atau ketiga nya Abah Kosasih ya, ah A'a lupa ".


Dhika menjeda sesaat penyataan yang di dengar nya dari Om Putra sebelum kembali melanjutkan kisah nya.


" Dan ketika cukup kenal dengan keluarga tiri nya, Tante Andini mulai semakin mempengaruhi Kiyai Ahmad untuk mendekati keluarga kita ".


" Mendoktrin Fatimah terutama Kiyai Ahmad tentang keuntungan kalau berhasil menikah kan Fatimah dengan A'a membuat mereka melaksanakan rencana tersebut tanpa sepengetahuan Abah Kosasih ".


" Setelah Abah Kosasih meninggal dan Kiyai Ahmad menggantikan posisi nya rencana itu semakin di matangkan dengan mengganti seorang anak didik di pesantren Kiyai Ahmad yang seharusnya berangkat ke Kairo di gantikan Fatimah dengan alasan anak tersebut kekurangan biaya untuk berangkat ".


" Kalau rencana mereka berhasil maka secara tidak langsung Tante Andini akan menjadi kerabat dengan kita, dan bisa menggoda Ayah agar bisa kembali kepada nya ".


Bunda meremas jemari dengan kesal. Ternyata setelah memiliki keluarga sendiri Andini masih juga terobsesi dengan suami nya.


Ayah mengenggam erat jemari Bunda untuk meredam emosi Bunda.


" Jadi benar dalang semua nya adalah keluarga Fatimah? ". Tanya Bunda.


" Mengingat hubungan Mama Tante Andini dengan keluarga Fatimah bisa di bilang iya Bunda. Namun, semua berita yang beredar itu atas ulah Tante Andini sendiri ".


" Maksud nya? ". Tanya Ayah dan Bunda bersamaan.


" Tante Andini memanfaatkan keserakahan Kiyai Ahmad yang ingin mengusai pesantren kita jikalau A'a dan Fatimah menikah. Namun semua rencana mereka justru berantakan. Dan hal itu membuat Tante Andini merubah rencana nya dengan mengangkat berita fitnah tersebut ke media ". Ucap Dhika panjang lebar.


" Jadi Tante Andini sempat mendengar perbincangan Kami dengan Fatimah di Cafe, jadi Dia pun menyebarkan berita tersebut memulai akun media sosial Fatimah, dan sayang nya Fatimah bukan mencegah nya justru malah mendiamkan nya, sehingga berita itu pun semakin tersebar luas ". Ayah dan Bunda terlihat menghela nafas.


" A'a sudah meminta agar kasus ini dilanjutkan secara hukum, karena secara tidak langsung sudah membuat nama baik kita tercemar Yah ". Ucap Dhika yakin.

__ADS_1


" Karena berita ini secara tidak langsung membuat Kita terutama citra pesantren menjadi jelek dan tercemar akibat fitnah yang di sebarkan Tante Andini tersebut ". Ucap Dhika yang di angguki oleh Ayah.


" Jadi apa solusi yang Putra tawarkan ? ".


__ADS_2