Pelakor Halal

Pelakor Halal
Bab 23 Label Halal


__ADS_3

Riana mengerjapkan kedua kelopak mata nya. Hembusan nafas hangat menjalar di punggung leher nya membuat tubuh gadis itu meremang sekaligus menahan geli akibat kulit lehernya yang sensitif bersentuhan langsung dengan bulu halus yang berada di sekitar wajah Andrei.


Andrei tampak masih nyaman tertidur di belakang nya sambil memeluk nya dari belakang.


Sementara Dhika masih tampak terlelap di hadapan nya dengan bibir yang masih mengenyot botol susu nya, hingga membuat Riana tersenyum kecil melihat murid kesayangan yang kini menjadi keponakan nya itu mengeyot dengan mata terpejam.


Riana menepuk pelan punggung tangan Andrei yang melingkar di pinggang nya.


" Hem ". Hanya gumam khas bangun tidur yang membalas tepukan Riana.


Dengan gerakan perlahan Riana membalikkan tubuh nya menghadap kearah Andrei yang justru menelungkupkan wajah nya di ceruk leher Riana.


" Bangun, sudah mau masuk waktu shubuh A'a ". Andrei hanya mengangguk pelan sambil mendusel di ceruk leher Riana hingga membuat Riana tertawa kegelian.


" Geli atuh A'a ". Protes Riana lalu menangkup wajah Andrei dengan kedua telapak tangan nya.


" Mau mandi air hangat ? ". Andrei menggelang dengan kepala nya yang masih dalam tangkupan telapak tangan Riana.


" Mau sarapan apa? ". Tanya Riana, melepaskan wajah Andrei dari tangkupan nya.

__ADS_1


" Pengen nya sarapan Kamu, tapi kan Kamu baru kedatangan tamu nggak di undang ". Ucap Andrei merapatkan tubuh nya kepada Riana.


" Ish, maka nya pakai acara akad dadakan sih, makanya tamu nya jadi ikutan dadakan juga kan ". Riana tertawa kecil di balas Andrei dengan cubitan kecil di hidung Riana.


" Sabar ya A'a ". Ucap Riana yang di balas Andrei dengan menghela nafas lalu melerai pelukan kepada Riana.


" Nggak apa apa. Itu kan sudah tak istimewa Kamu setiap bulan nya. Lagi pula cuma seminggu mah kecil atuh ". Riana menepuk pelan bahu Andrei mendengar celotehan suami nya itu.


" Dengan menikahi Kamu secara mendadak, selain menjalankan sunnah Rasul juga sebagai pelengkap ibadah kita Neng. Dan yang paling penting A'a bisa nempel sama Kamu tanpa takut dosa, kan udah halal hehehehe ". Riana mencubit kecil pinggang Andrei dan di balas Andrei dengan mengigit kecil leher Riana.


" A'a, ih udah kaya Drakula aja, suka nya gigit gigit leher ". Protes Riana.


" Udah ah. Tuh udah adzan shubuh, sholat di masjid ya ". Andrei mengangguk pelan, lalu bangun dari posisi tidur nya.


" A'a mandi dulu, Kamu tolong bangunkan Dhika ya biar sekalian ikut A'a ke masjid ". Pinta Andrei yang kini di angguki Riana.


" A'a ganteng bangun yuk. Ikut Ayah ke masjid ". Riana menciumin leher Dhika yang sudah menjadi kebiasaan nya dalam membangunkan Dhika.


" Eum, Bunda masih ngantuk ". Rengek Dhika setelah beberapa kali di bangunkan Riana.

__ADS_1


" Nanti di tinggal Ayah ke Masjid lho. Kata nya mau beli sarapan di warung nya Emak Nyai ". Kedua bola mata Dhika langsung mengerjap dengan cepat ketika nama Emak Nyai si penjual sarapan kesukaan Dhika di sebutan oleh Riana.


" Oh iya. A'a lupa. Tapi A'a mandi nya nanti ya Bunda?. A'a lagi males mandi ". Rengek Dhika, padahal biasa nya kalau menginap di rumah Riana tanpa Andrei, Dhika selalu minta mandi pagi sebelum Riana mengajaknya sholat berjamaah di Masjid yang berada tidak jauh dari rumah nya.


" Iya, tapi nanti kalau pulang dari warung Emak Nyai mandi dulu ya, baru sarapan ". Ucap Riana yang di angguki Dhika.


Bocah kecil itu pun bergegas bangun dari tiduran nya. Dengan sigap Riana membersihkan wajah bantal Dhika dengan tidur basah yang aman untuk wajah Dhika.


Tak lupa gadis itu pun membersihkan tubuh Dhika dengan tissue basah sebelum memakaikan baju koko dan celana sarung nya.


" A'a udah bangun Bun? ". Tanya Andrei saat baru masuk kedalam kamar Riana setelah selesai mandi di kamar mandi yang berada di dekat dapur rumah Riana.


" Udah Ayah, tapi mandi nya nanti setelah selesai sholat di masjid sama mampir di warung nya Emak Nyai ". Jawab Riana seraya menyerahkan baju koko untuk Andrei.


" Wah udah ganteng anak nya Ayah. Yuk kita ke masjid habis itu kita ke warung Emak Nyai ". Andrei merentang kedua tangan nya dan Dhika pun langsung masuk ke dalam pelukan Andrei yang segera di gendong oleh Andrei.


" Bunda, habis mandi langsung ke warung Emak Nyai aja ya, biar kita sekalian sarapan di sana habis itu kita lihat pasar murah di lapangan ". Ucap Riana yang di angguki Andrei dan juga Dhika.


" Ayah sama A'a berangkat ke masjid dulu ya Bunda. Assalamu'alaikum ". Ucap Andrei dengan mengucapkan salam bersamaan dengan Dhika.

__ADS_1


" Waalaikumsalam ". Balas salam Riana yang di hadiahi Andrei dan Dhika kecupan di masing masing pipi nya.


__ADS_2