
Assalamu'alaikum Para Readers.
Alhamdulillah, berkat dukungan para readers novel ini sudah lulus kontrak... Yea ...
Terima kasih atas dukungan like, Komen, vote juga hadiah yang sudah para readers berikan. Mohon tetap dukung terus ya supaya Author jadi tambah semangat lagi buat nulis nya ðŸ¤ðŸ¤.
Wassalammualaikum
🌹🌹🌹🌹🌹
Andrei dan Riana lagi lagi mendapat panggilan dari pihak asuransi. Kali ini ada pengajuan penarikan pencairan dana asuransi milik Dito dan Misya dengan mengatas nama kan Maria, kakak dari Lina.
Karena Sutisna sendiri sudah di ketahui tidak memiliki sanak saudara, sehingga Dhika lah yang lagi lagi berhak menerima dana asuransi milik Dito dan Misya.
" Assalamu'alaikum Pak Andrei dan Bu Riana, ketemu lagi kita ". Sapa Pak Imam saat melihat kedatangan Andrei dan Riana.
" Waalaikumsalam Pak Imam ". Jawab sapa Andrei menjabat tangan Pak Imam, sementara Riana mengatupkan kedua telapak tangan nya kepada Pak Imam.
" Ini pencairan klaim asuransi terlama yang pernah saya tangani ". Andrei dan Riana bahkan tertawa mengikuti Pak Imam yang lebih dahulu mentertawakan ucapan nya.
" Mau bagaimana lagi Pak. Mungkin ini memang sudah jalan nya ". Balas ucap Andrei.
" Yang pasti nya bukan drama baru Pak ". Ucapan Riana lagi lagi mengundang tawa ketiga nya saat menuju ruangan Pak Imam, di mana sudah berada Maria dan Nathalie yang menuntun pencairan dana asuransi Dito dan Misya di alihkan kepada mereka.
__ADS_1
" Mari silahkan masuk Pak Andrei dan Bu Riana ". Pak Imam mempersilahkan Andrei dan Riana untuk memasuki ruangan nya.
Andrei membuka jalan untuk Riana agar masuk kedalam ruangan Pak Imam terlebih dahulu.
" Silahkan duduk Pak Andrei dan Bu Riana ". Pinta Pak Imam.
Andrei dan Riana duduk berdampingan dan saling berhadapan dengan Bu Maria Nathalie.
Nathalie tampak beberapa kali mencuri pandang kepada Andrei, namun Andrei tampak tak menghiraukan tatapan penuh damba dari Nathalie.
Riana bukan nya tidak tau kalau wanita muda yang duduk berhadapan dengan suami nya itu sibuk menebar pesona nya, namun sebisa mungkin Ibu dua anak itu tak memperdulikan tingkah sang wanita muda tersebut yang tak berhasil mendapatkan perhatian Andrei barang sekilas pun.
" Jadi baik dari pihak asuransi dan juga pengadilan yang sudah di sah kan secara hukum dan negara, maka dengan ini Kami memberitahukan kepada Bapak dan Ibu, bahwasanya uang premi itu wajib dan harus di serahkan kepada Ananda Dhika sebagai pewaris sah yang di akui oleh agama, hukum dan juga negara ". Ucap Pak Imam tegas.
Riana dan Andrei saling bertatapan dan menggelengkan kepala pelan, lain hal nya dengan Pak Imam yang terdengar menghela nafas dengan kasar.
" Sejak awal sejati nya premi asuransi Pak Dito dan Bu Misya memang jatuh ke tangan Dhika. Dan atas kemurahan hati Pak Andrei dan Bu Riana lah Pak Sutisna dan Bu Lina mendapatkan premi tersebut '. Ucap Pak Imam dengan nada tegas.
" Karena itulah kami dan pihak pengadilan mengembalikan kembali premi asuransi yang Bapak Sutisna terima kepada Ananda Dhika yang memang sejak awal berhak atas premi tersebut ". Ucap Pak Imam.
" Lalu bagaimana dengan nasib anak yang di kandung oleh anak saya?. Harus nya dia mendapatkan bagian dari Pak Sutisna bukan? ". Tanya Bu Maria kekeh.
" Maaf itu bukan menjadi urusan Kami ". Kali ini Riana angkat bicara.
__ADS_1
" Bukankah penjelasan dari Pak Imam sudah jelas Bu, bahwasanya sejak awal premi itu memang harus jatuh ke tangan Dhika bukan Pak Sutisna ". Ucap Riana.
" Lagi pula yang ibu maksud adalah premi asuransi milik Mas Dito dan Mbak Misya yang merupakan orang tua kandung Dhika. Bukan milik Pak Sutisna ataupun Bu Lina. Jadi mau bagaimana pun juga Ibu dan Mbak juga anak yang tengah Mbak kandung sama sekali tidak berhak meminta ataupun menerima sepeserpun atas premi asuransi Mas Dito dan Mbak Misya ". Ucap Riana tegas yang mewakilkan suara Andrei dan Pak Imam.
" Kalian serakah ". Pekik Bu Maria, membuat Riana menyunggingkan senyuman tipis.
" Siapa yang serakah?. Kami hanya membela hak anak Kami titik ". Ucap Riana tak kalah emosi.
Andrei mengenggam erat tangan Riana hingga membuat emosi Riana sedikit mereda.
" Saya kita tidak ada hal lain lagi yang akan di bahas bukan begitu Pak Imam? ". Tanya Andrei yang di angguki oleh Pak Imam.
" Kalau begitu Kami pamit undur diri, dan untuk premi asuransi Mas Dito dan Mbak Misya bisa langsung saja Bapak transfer ke tabungan pendidikan Dhika yang sudah saya kirimkan nomor rekening nya ". Ucap Andrei mengajak Riana untuk segera keluar dari ruangan Pak Imam.
" Baik Pak. Insya Allah siang ini akan Kami langsung debit kan ke rekening milik Dhika ". Pak Imam menjabat tangan Andrei sementara Riana mengatup kedua telapak tangan nya kepada Pak Imam.
" Kalau begitu, kami permisi terlebih dahulu Assalamu'alaikum ". Ucap Andrei yang turut mewakilkan Riana.
" Waalaikumsalam ". Balas sapa Pak Imam seraya mengantarkan pasangan suami istri itu keluar ruangan.
" Baiklah Ibu dan Mbak, seperti yang sudah di dengar tadi. Semua premi sudah diberikan kepada ahli waris nya. Jadi tidak ada lagi yang bisa kita bahas di sini. Mohon maaf Saya harus menghadiri jamuan makan siang dengan pihak Direksi perusahaan ". Ucap Pak Imam.
" Kalau begitu Kami permisi ". Ucap Bu Maria yang langsung menarik tangan Nathalie keluar dari ruangan Pak Imam.
__ADS_1
" Ck. Dasar serakah, sudah tau bukan hak nya masih menuntut yang akhirnya buka aib sendiri ". Decak Pak Imam yang segera beranjak keluar dari ruangan nya.