
" Jelaskan ". Ucap Riana setelah tiba di rumah setelah menjemput Eiliyah dari rumah keluarga Bharata.
Andrei menggaruk punggung leher nya lalu mendudukkan tubuh nya di hadapan Riana yang tengah duduk di atas kasur setelah meletakkan Eiliyah yang tengah tertidur di dalam box bayi nya.
" Yang mana sayang? ". Ucap Andrei meletakkan dagu nya di pangkuan Riana seraya menggoda Riana dengan menaik turunkan alis nya kepada
" Mbak Misya ". Ucap Riana mengusap lembut wajah Andrei yang tengah menatap nya dengan lembut.
" Kenapa nggak bilang kalau Mbak Misya saudara tiri? ". Andrei menghela nafas pelan.
" Mbak Misya memang saudari tiri A'a. Almarhumah anak bawaan dari Mama dan A'a bawaan dari Ayah. Saat Ayah dan Mama menikah A'a baru berusia Dua tahun ". Andrei menjeda sebentar kisah nya.
Kisah hidup yang ingin di kubur nya dalam dalam mengenai keluarga nya.
" Ibu A'a dan Papa Mbak Misya adalah rekan kerja, dan ternyata mereka selingkuh ". Andrei merebahkan kepala nya di pangkuan Riana.
" Maaf Sayang, Aku nggak tau kalau...".
" Nggak apa apa Humaira, cepat atau lambat Kamu harus mengetahui nya ". Riana mengusap lembut rambut Andrei yang masih merebahkan kepala nya.
" Mereka berdua pergi entah kemana, hingga membuat Mama Kak Misya menjadi depresi. Ayah yang merupakan sahabat Mama Kak Misya pun merasa iba dengan keadaan Mama, hingga akhir nya saat usia A'a 2 tahun mereka menikah ".
" Usia A'a dan Mbak Misya hanya beda setahun. Kami bersama sejak kecil dan hal itu lah yang membuat hubungan kami sebagai saudara semakin erat. A'a pun baru mengetahui Mbak Misya bukan kakak kandung A'a saat Mbak Misya akan menikah, dan A'a tidak bisa menjadi wali nikah nya. Lalu kemudian Papa Bharata yang merupakan rekan kerja Ayah yang mengetahui masa lalu Kami pun menceritakan secara detail hal tersebut ". Ucap Andrei mengangkat kepala nya guna melihat wajah Riana.
" Setelah A'a tau Mbak Misya bukan saudara kandung, apa pernah A'a menyukai nya? ". Kening Andrei mengernyit mendengar pertanyaan Riana.
__ADS_1
" Pertanyaan bodoh apa itu? ". Andrei berbalik bertanya.
" A'a begitu sayang dan sangat menjaga Dhika, padahal A'a tau kalau Dhika bukan keponakan kandung, apa karena... ".
" Mas Dito adalah sahabat A'a. Dia mentor A'a selain Papa Bharata. Jangan bilang Neng cemburu karena A'a menyayangi Dhika dan menganggap A'a mempunyai rasa terhadap Mbak Misya? ". Andrei memotong ucapan Riana.
Andrei memandang Riana dengan tatapan kecewa. Helaan nafas kecil pun terdengar dari Andrei.
" Tak pernah ada rasa cinta sedikit pun untuk Mbak Misya. A'a menyayangi Dhika karena biar bagaimana pun Dhika adalah keponakan A'a, di tambah amanat Mas Dito yang meminta A'a untuk menjaga Dhika dari keluarga nya ". Ucap Andrei.
" Setelah selesai dengan Andini, A'a hanya mencintaimu tak ada yang lain kecuali Yang Maha Kuasa ". Andrei menggenggam erat kedua telapak tangan Riana.
Walau pun Dia kecewa dengan tuduhan Riana, namun sebisa mungkin Andrei tidak menunjukkan nya kepada Riana.
Andrei mendudukan tubuh nya di samping Riana, dan kemudian memeluk nya dengan erat.
" Jangan pernah meragukan perasaan A'a buat Eneng. Eneng adalah pelengkap A'a dalam menjalani hidup dunia dan Insya Allah akhirat nanti ". Riana memeluk dengan erat tubuh Andrei.
" Neng adalah wanita yang membuat hidup A'a sempurna, jadi buang jauh jauh pikiran buruk apalagi meragukan perasaan A'a buat buat Neng ". Riana mengangguk pelan.
" Setelah tau Dhika bukan keponakan kandung A'a apa rasa sayang Eneng sama Dhika akan berubah? ". Riana melerai pelukan nya kepada Andrei, mereka pun saling bertatapan.
" Apa A'a lupa kalau Eneng sudah lebih dahulu menyayangi Dhika di bandingkan A'a? ". Andrei menghela nafas pelan mendengar ucapan Riana.
" Kenapa?. Mau bilang kalau A'a cemburu sama Dhika, karena Eneng lebih dahulu sayang sama Dhika di bandingkan A'a? ". Andrei mengerucutkan bibir nya hingga membuat Riana mencubit singkat bibir Andrei tersebut.
__ADS_1
" Ingat, waktu pertama ketemua sama A'a, A'a tuh masih punya pasangan yang sampai sekarang masih belum bisa move on. Sampai sekarang juga mantan nya A'a masih suka datang pura pura servis kendaraan ". Kini Riana yang mengerucutkan bibir nya saat bertemu beberapa kali dengan Andini yang masih suka datang menemui Andrei dengan alasan menservis kendaraan.
" Tapi kan bukan A'a yang kerjain ". Bela Andrei yang seakan sudah paham kearah mana pembicaraan selanjut nya.
" Nggak usah ngurusin mantan cuma bikin emosi aja. Mending kita ngurusin lahan garapan nya pamungkas, mumpung anak anak lagi bobo neh ". Bisik Andrei yang di hadiahi pukulan Riana di lengan kiri nya.
" Kebiasaan kalau udah deket deket pasti modus mengatasnamakan pamungkas ".
" Bukan modus sayang, tapi... ".
" Iya tau sayang, menjalankan sunah Rasul dan melengkapi ibadah. Tapi nanti malam aja ya, kasian Dhika kalau nanti bangun tidur lapar nggak ada makanan. Eiliyah juga kasian kalau ASI Bunda nya nggak banyak, gara ngurusin Pamungkas yang bisa sampai sejam lebih sekali masuk kedalam sarung nya ".
Bukan nya kesal dengan penolakan Riana, Andrei justru senang, karena Riana lebih mendahulukan kebutuhan anak anak di bandingkan nya.
" Makin sayang dan cinta deh sama Bunda nya Dhika juga Eiliyah ". Andrei mengecup lembut kening Riana.
" Makin cinta juga sayang yang banyak banyak sama Ayah nya Dhika juga Eiliyah kalau bisa menolak mantan buat servis kendaraan ". Balas Riana yang justru menghadiahkan kecupan kecil di bibir Andrei hingga membuat Andrei terkejut.
" Baiklah, mulai besok Ayah nya Dhika dan Eiliyah akan membuat selembar yang di tempel di depan bengkel kalau perlu nanti buat banner dengan tulisan Mantan Dilarang Servis ". Riana mengangguk setuju ucapan Andrei.
" Boleh juga tuh ide nya. Jadi makin sayang dan cinta sama Ayah nya Dhika juga Eiliyah ". Riana mengalungkan tangan nya ke leher Andrei dan dengan tiba tiba langsung melu*** bi**r Andrei yang lagi lagi membuat Andrei terkejut akan ulah Riana.
" Menggoda suami itu pahala nya berlimpah sayang ". Bisik Riana saat selesai melu*** bi**r Andrei, seraya mengigit kecil cuping telinga kanan Andrei.
" Sayang ". Gerutu Andrei saat akan membalas ulah Riana, namun Riana justru melepaskan kedua tangan nya dari Andrei dan kemudian berlari keluar kamar sambil tertawa kecil.
__ADS_1