Pelakor Halal

Pelakor Halal
Bab 74 S2 Pasangan Halal


__ADS_3

Penampilan Acod seperti biasa selalu memukau. Mengenakan serangam olah raga panjang tak membuat nya kehilangan pesona ketampanan nya di bandingan yang lain nya yang mengenakan seragam basket pada umum nya.


Pakaian yang Acid kenakan selalu menutup aurat pria pada umum nya. Sehingga membuat para pengagum nya penasaran dengan bentuk yang berada di dalam balutan pakaian yang di kenakan nya.


Gadis bermasker itu tampak tersenyum bahagia saat tim basket kelas Acid memenangkan pertandingan dengan skor yang cukup tipis.


Kedua alis gadis bermasker itu menukik kala melihat Aisyah dan beberapa gadis tak berhijab nampak berjalan menghampiri tim Acid lebih tepat nya menuju ke Acid.


Dengan sigap gadis bermasker itu menyalip langkah para gadis yang hanya tinggal beberapa langkah lagi tiba di dekat Acid.


Acid mengernyitkan heran melihat gadis bermasker berdiri di hadapan nya yang kini tengah menatap nya dengan lembut.


Senyuman kecil terukir dari bibir Acid. Pandangan nya melihat dengan seksama penampilan gadis bermasker yang terlihat tersenyum dibalik masker nya.


" Cape ya ". Tanpa sungkan gadis bermasker itu mengusap keringat yang berada di kening Acid dengan menggunakan punggung tangan kanan nya. Bahkan Acid terlihat sedikit menundukkan tubuh nya agar gadis bermasker itu bisa mengusap keringat nya di bagian wajah nya yang lain.


Aisyah dan gadis lain yang akan menghampiri Acid menghentikan langkah nya kala melihat interaksi manis antara Acid dan gadis bermasker tersebut.


" Kapan sampai? ". Tanya Acid setengah berbisik.


Ya kalian benar, gadis berseragam putih abu abu hijab dan bermasker itu adalah Natasha. Istri Acid yang baru kemarin di halal kan oleh Acid, sehingga bisa dengan bebas tanpa batasan menyentuh tubuh remaja yang paling banyak di gandrungi para gadis maupun guru wanita single di sekolah itu.


" Sebelum Abang di kasih minuman ". Jawab Natasha menatap tajam Acid.


" Cemburu? ". Kedua bola mata Natasha memutar malas.


" Nggak lah, kan udah ada label Aku di sini ". Acid tertawa kecil lalu menangkap jemari Natasha yang sempat menepuk dada Acid.


" Haus Yang " Tanpa malu Acid menggandeng manja lengan Natasha dan menyandarkan kepala nya di bahu kiri Natasha.


" Lagian tadi sok sok an nolak minuman ". Ucap Natasha menyodorkan sebotol air mineral yang tadi sempat di minum nya.


Acid menerima minuman yang Natasha sodorkan lalu meneguk nya hingga separuh dan kemudian menyerahkan botol itu kembali kepada Natasha.


" Euy Radian, Gue laporin Ayah ya berani mesra mesraan sama yang bukan Mahram ". Sebuah teriakan suara bariton membuat Acid dan Natasha melihat kearah asal suara.


" Sori ya Bro, udah punya label halal euy ". Teriak Acid dengan menunjukkan jemari kelingking kiri nya yang sudah melingkar sebuah cincin berbahan Titanium.

__ADS_1


Kontan saja ucapan Acid membuat suasana menjadi riuh ramai karena Acid secara tidak langsung mengumumkan pernikahan nya. Walau pun sosok Natasha tetap di sembunyikan nya saat ini.


Aisyah memandang Acid dengan tatapan kecewa pun hal nya dengan para gadis lain nya.


" Mana boleh menikah kalau masih sekolah ". Teriakan Aisyah membuat suasana yang tadi nya ramai menjadi sunyi senyap.


" Nggak ada larangan menikah di Tata Tertib sekolah. Lagi pula saat ini kita hanya tinggal menunggu hasil kelulusan ". Acid terkejut saat mendengar suara Bastian menjawab pertanyaan Aisyah.


" Tapi tetap saja usia Radian masih belum cukup umur untuk menikah ". Ucap Aisyah tak mau kalah.


" Ck Dia udah kebelet nikah maka nya ngajuin dispensasi umur di KUA ". Natasha menepuk kencang bahu Bastian mendengar celotehan Bastian menjawab ucapan Aisyah.


" Ya Tuhan Cici ini sakit lho ". Protes Bastian kepada Natasha.


" Cici? Kamu kenal istri nya Radian? ". Tanya Aisyah penasaran.


" Ck, Radian udah sold out jadi nggak usah di kejar ". Jawab Bastian santai lalu menggandeng lengan kiri Natasha dan membawa Natasha pergi.


" Lepasin istri gue woy, ngajak ribut neh bocah ". Ucap Acid menarik Natasha dari Bastian.


" Biarin daripada Elo Mecin ". Bastian tergugu tak percaya menatap Acid yang berjalan menggandeng mesra lengan kanan Natasha menuju kantin sekolah nya.


Seorang Radian Andrian Rasyid membalas ucapan nya, padahal biasa nya remaja itu hanya menanggapi ucapan Bastian dengan senyuman.


" Inget gini gini Gue paman Lo ". Bisikan Acid sambil menepuk bahu kanan Bastian sebelum melangkah bersama Natasha menuju kantin membuat Bastian menggedik ngeri.


" Assalamu'alaikum ". Acid memberikan salam saat pi memasuki kamar nya selepas pulang dari Mushola pondok sehabis melaksanakan Sholat Ashar.


" Waalaikumsalam ". Jawab sapa Natasha lalu mencium punggung tangan kanan suami berondong nya tersebut.


Kedua alis Acid menukik saat melihat Natasha kembali sibuk mengeringkan rambut nya dengan handuk.


" Sudah selesai palang merah nya? ". Natasha hanya menganggukkan pelan kepala nya dan kembali menggeringkan rambut nya dengan handuk.


" Sini Aku bantu ". Acid meraih handuk Natasha dan kemudian membantu Natasha mengeringkan rambut nya.


Kedua nya saling berpandangan melalui kaca lemari hias

__ADS_1


Natasha yang duduk di atas kursi meja hias sesekali tampak tertunduk malu saat beradu pandang dengan Acid yang dengan setia menatap lembut wajah Natasha.


" Kenapa nggak pakai hair dryer aja buat ngeringin rambut nya? ". Acid bertanya.


" Kalau keseringan nggak bagus buat rambut.Nanti rambut nya bisa kering dan cepet rusak ". Jawab Natasha.


Acid hanya mengangguk anggukan kepala nya menanggapi pernyataan Natasha.


" Sudah, segini aja cukup ". Natasha menahan pergerakan tangan Acid untuk melanjutkan mengeringkan rambut nya dengan handuk.


" Ish, ngeliatin nya jangan kaya gitu atuh ". Ucap Natasha lalu menundukkan kepala nya malu, karena tatapan Acidasih saja terus ke arah nya.


" Kenapa?. Yang di liatin juga istri sendiri ". Protes Acid yang lalu membalikkan tubuh Natasha kearah nya.


Acod mengusap lembut pucuk kepala Natasha dan kemudian Natasha mendongakkan kepala nya menatap Acid yang kini mengalihkan usapan tangan nya kewajah mulus Natasha.


Natasha menutup kedua kelopak mata nya saat wajah Acid semakin mendekati wajah nya, namun hingga beberapa saat menikmati terpaan nafas harum mint Natasha membuka kedua kelopak mata nya.


Jarak wajah yang hanya di batasi hidung mancung mereka membuat wajah Natasha menjadi merah merona, apalagi Acid menampilkan senyuman yang seketika itu juga membuat tubuh Natasha lemas.


Tampan jangan di ragukan lagi. Akhlak yang baik Insya Allah sudah bisa di pastikan. Tak ada yang kurang dari Acid hanya usia nya saja yang terpaut membuat Natasha terkadang merasa insecure.


Apalagi saat melihat Acid di sekolah tadi yang banyak di tatapi mata mata memuja kaum hawa membuat Natasha semakin merasa kecil saat harus berhadapan dengan para gadis seusia Acid.


" Nungguin apa , sampai mata nya di tutup begitu ". Natasha memukul kesal pundak kanan Acid karena ucapan usil suami berondong nya.


Acid tertawa kecil melihat sang istri yang malu dengan wajah merona.


" Kita sholat sunnah dulu baru lanjut ". Acid menarik tubuh Natasha mengajak nya untuk berwudhu sebelum kebablasan melangkah menuju syurga dunia.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Izin Promo Novel baru nya Author abal abal ini ya Kakak reader's...



Jangan lupa mampir dan tinggalkan jejak like juga komen nya

__ADS_1


__ADS_2