Pelakor Halal

Pelakor Halal
S2 Keputusan Eiliyah


__ADS_3

Tok Tok Tok


" Teteh ". Eiliyah menghentikan kegiatan nya membaca Al-Quran saat mendengar suara Bunda memanggil nya dari balik pintu.


" Iya Bunda. Masuk aja ". Ucap Eiliyah yang akhir nya mengakhiri bacaan nya.


" Di panggil Ayah ". Ucap Bunda lembut. Eiliyah mengangguk pelan.


" Bunda ". Panggil Eiliyah sebelum sang Bunda beranjak meninggalkan kamar nya.


" Ara mau bicara sama Bunda boleh? ". Bunda tersenyum lalu menganggukkan kepala nya dan menghampiri putri semata wayang nya tersebut.


" Ada apa? ". Tanya Bunda setelah mendudukkan tubuh nya di pembaringan Eiliyah.


Eiliyah mendudukkan tubuh di lantai di hadapan sang Bunda yang tengah duduk di atas pembaringan Eiliyah.


" Eiliyah bingung Bunda ". Ucap Eil lembut seraya meletakkan kepala nya di pangkuan sang Bunda.


Dengan Lembut Bunda mengusap kepala sang putri yang masih berbalut mukena nya.

__ADS_1


" Apa yang bikin Kamu bingung? ". Tanya Bunda lembut.


" Siapa yang harus Ara pilih? ". Balik tanya Eil.


" Sudah tanya kepada Sang Pemilik Hati? ". Eil mengangguk pelan.


" Apa jawab Nya? ". Eil menengadahkan kepala nya menghadap Bunda nya.


" Hanya impian tentang masa lalu saat bersama... ". Eil menggantungkan ucapan nya.


" Berarti itulah jawaban Nya ". Balas cepat Bunda melanjutkan ucapan Eil.


" Tapi Eil tidak tega dengan Kak Zaki. Biar bagaimana pun juga Ayah sangat ingin Eil... ".


" Jika hati mu sudah bertanya dan Dia sudah menjawab Nya, ikutilah. InsyaAllah Dia lebih tahu mana yang baik buat KKu kelak Nak ". Eil mengangguk pelan.


" Bersiaplah. Ayah sudah menunggu kehadiran Kamu ". Eil menahan pergerakan sang Bunda yang hendak beranjak dari duduk nya.


" Ada lagi Teh? ". Eil mengangguk pelan, Bunda pun kembali duduk dengan tenang.

__ADS_1


" Apa lagi yang bikin Teteh ragu? ". Eil tampak engan berucap.


" Teh Fatimah ". Senyum Bunda terukir di wajah nya, lalu menangkup wajah Eil dengan kedua telapak tangan nya.


" Maka nya kalau di ajak VC A'a dulu ikutan. Kita itu dulu VC berengan sama A'a, Zaki, Keluarga kita dan Zaki mengundang Fatimah untuk bergabung di VC ".


" Ayah dan Bunda bahkan A'a tidak pernah membahas lebih lanjut hubungan dengan Fatimah, hanya saja memang ada permintaan dari pihak keluarga Fatimah yang meminta A'a untuk menjadi pendamping Fatimah ". Wajah Eil terlihat memucat mendengar ucapan Bunda.


" Tapi A'a menolak nya, dan mengatakan bahwasanya Dia sudah terikat hubungan sejak kecil dengan seorang gadis, yang parah nya sempat Ayah dan Bunda pikir itu adalah Nadira ". Bunda mengulum senyuman nya seolah menggoda Eil yang memperlihatkan wajah cemberut nya.


" Mana tau, ternyata diam diam tanpa sepengetahuan Ayah dan Bunda, kedua kesayangan Ayah dan Bunda sudah melangkah lebih jauh ". Ucap Bunda dengan kecewa.


" Maaf Bunda. Tapi Demi Allah, Kami hanya baru akan... ".


" Berarti Allah masih sayang kepada Kalian. Baru mau sudah di grebek dan di nikahkan secara mendadak ". Ucap Bunda.


" Sudah. Itu adalah masa lalu yang sudah Kalian jalani. Tinggal selanjutnya Kamu dan A'a memulai lembaran baru dengan benar ". Bunda menarik tubuh Eil kedalam pelukan nya.


" Bunda, Teteh itu Ayah udah manggil, lama amat sih. Ada Kiyai Ahmad sama Teh Fatimah di depan juga Bunda ". Terdengar suara Acid memanggil dari balik pintu.

__ADS_1


Eil menghela nafas pelan, sementara Bunda menggenggam erat jemari Eil seolah memberikan kekuatan akan masa depan nya.


" Bismillah... Insya Allah Kalian bisa ". Bisik Bunda mengajak Eil keluar dari kamar nya dengan terlebih dahulu mengambil niqab untuk menutupi wajah cantik nya.


__ADS_2