
Pelangi segera membawa tubuh Kenzo yang baginya sangat berat ke tempat tidurnya. Pelangi dapat melihat wajah Kenzo yang begitu pucat dengan keringat yang membasahi tubuhnya. Pelangi bingung harus berbuat apa. Dia sangat yakin kalau Kenzo seperti ini karena perutnya tidak bisa menerima makanan yang terlalu pedas.
Tiba-tiba saja muncul ide. Pelangi keluar dari kamarnya dan mengambil air putih yang dicampur dengan garam dan gula. Karena hanya itulah satu-satunya obat penambah cairan buat Kenzo setelah diare menyerangnya.
Selesai membuat minuman itu, Pelangi masuk lagi ke kamarnya. Dia harus memberikan minuman itu pada Kenzo secepatnya.
Puk puk puk
Pelangi menepuk-nepuk pipi Kenzo untuk membangunkannya. Pria itu masih merasakan lemas di tubuhnya dengan terpaksa membuka matanya. Kenzo melihat Pelangi duduk di hadapannya.
“Nih lo minum dulu!” ucap Pelangi sambil membawa segelas air yang sudah dilarutkan dengan gula dan garam.
Kenzo bangun dan meminum minuman pemberian Pelangi tanpa mengucapkan sesuatu. Karena dia masih merasakan badannya begitu lemas. Setelah minum, Kenzo kembali merebahkan tubuhnya dan menutup matanya lagi.
Pelangi memilih untuk tidur di sofa yang ada di dalam kamarnya karena memang unit apartemennya hanya ada satu kamar.
Karena pekerjaannya hari ini yang begitu melelahkan, tanpa menunggu lama, Pelangi sudah tertidur pulas di sofa.
Tengah malam Kenzo mengerjabkan matanya. dia melihat ruangan yang ia tempati saat ini tampak berbeda dengan tempat tidurnya. Ruangan kamar dengan warna dindingnya didominasi warna biru, membuat Kenzo heran dimana dirinya saat ini berada.
Kemudian Kenzo bangun dan melihat seseorang sedang terlelap di sofa tepat di depan tempat tidur. Kenzo teringat kejadian yang dialaminya tadi. yakni badannya yang tiba-tiba lemas karena diare yang menyerangnya. Hingga akhirnya dia pingsan.
Kenzo mengulas sedikit senyum di bibirnya saat mengingat begitu perhatiannya Pelangi padanya. Selama ini memang dia hampir tidak pernah sakit. Walaupun sakit, Kenzo merasa tidak pernah ada orang yang begitu perhatian seperti Pelangi.
Kenzo bangun dari tidurnya dan mendekati Pelangi yang sedang tidur. Baru kali ini Kenzo dapat melihat wajah cantik Pelangi dari dekat. Entah kenapa ada desiran aneh dalam diri Kenzo saat melihat wajah damai Pelangi saat tidur seperti ini. Kenzo mendekatkan wajahnya pada Pelangi.
Cup
Kenzo mengecup sekilas bibir Pelangi, kemudian menggendongnya dan merebahkannya di atas tempat tidur. Setelah itu Kenzo menyelimuti tubuh Pelangi.
Kenzo memilih tidur di sofa yang tadi dipakai Pelangi tidur namun dia sangat tidak nyaman, karena ukuran tubuhnya yang panjangnya melebihi ukuran sofa. Akhirnya Kenzo memilih tidur di bawah ranjang Pelangi yang disana ada karpet bulu yang menurutnya lebih baik daripada tidur di sofa.
Keesokan paginya Pelangi terbangun dari tidurnya. Dia segera beranjak dan pergi ke kamar mandi.
__ADS_1
Bruk
Pelangi tidak sengaja terjungkal ke lantai saat tidak bisa menyeimbangkan tubuhnya setelah kakinya menginjak sesuatu.
Pelangi marasa aneh dengan tubuhnya saat sudah jatuh ke lantai. Meskipun karpet bulunya terasa sdikit empuk, setidaknya dia merasakan sakit saat tiba-tiba jatuh. Tapi kenapa ini tidak sakit sama sekali. Pelangi membuka matanya perlahan dan betapa terkejutnya dengan sosok yang kini tengah berada dalam kungkungannya sambil menatapnya penuh arti.
“Ngapain lo disini?” Tanya Pelangi dan berusaha untuk bangun. Namun Kenzo menahan punggung Pelangi untuk tidak bangun terlebih dulu.
“Lepasin tangan lo!” berontak Pelangi.
“Thanks udah ngerawat gue semalam.” Ucap Kenzo.
“awwww shittt!!!” umpat Kenzo saat Pelangi bangun dan lututnya menekan asset berharga yang ada di bawah sana.
Pelangi pun tak kalah terkejut saat merasa ada sesuatu yang keras di bagian bawah tubuh Kenzo yang tidak sengaja ia tekan dengan lututnya.
Kenzo segera bangun dan keluar dari apartemen Pelangi dengan raut wajah merah padam karena masih merasakan sakit di asset berharganya. Sementara Pelangi merasa bersalah setelah sadar apa yang telah ia lakukan baru saja.
***
“Pa?” ucap Kenzo sedikit terkejut saat Papanya baru saja masuk ke ruangannya.
“Kenapa kamu masuk? Harusnya kan kamu masih cuti?” Tanya Damian heran.
“Oh, nggak apa-apa Pa. lagian Pelangi juga pergi ke bengkel.” Jawab Kenzo.
Damian tak banyak bicara. Pria itu masih memaklumi kalau anak dan menantunya masih perlu waktu untuk saling mengenal satu sama lain. Tapi Damian sangat geram dengan Kenzo yang masih saja berhubungan dengan wanita ular itu. Berdasarkan informasi dari orang suruhannya kalau kemarin setelah acara pernikahannya, Kenzo justru menghabiskan waktunya bersama kekasihnya. Bukan dengan istrinya.
“Richard meminta kamu dan Pelangi datang ke rumahnya nanti sepulang dari kantor.” Ucap Damian dan segera pergi meninggalkan Kenzo.
***
Saat jam pulang kantor tiba, Kenzo segera mengemasi berkas-berkasnya. Seperti yang diucapkan oleh Papanya. Sekarang dia akan pergi ke rumah Om Richard yang tak lain Omnya Pelangi. Namun Kenzo lupa kalau dirinya tidak memiliki no ponsel istrinya. Akhirnya Kenzo memutuskan untuk menjemput istrinya ke bengkel tempat Pelangi bekerja.
__ADS_1
Sesampainya di bengkel yang terlihat sudah mau tutup. Kenzo melihat istrinya sedang bercanda dengan teman-temannya yang rata-rata laki-laki semua. Kenzo dapat melihat senyum lebar istrinya saat sedang bercanda dengan temannya. Entah kenapa Kenzo merasa cemburu melihatnya. Karena saat bersama dirinya, perempuan itu selalu saja menampakkan wajah jutek.
Kenzo segera keluar dari mobil dan mendekati istrinya yang masih asyik bercanda dengan teman-temannya.
“Ngapain lo?” Tanya Pelangi seketika memudarkan senyumnya saat melihat Kenzo sudah berdiri di depannya.
“Ayo pulang!” ucap Kenzo dan langsung menarik paksa tangan Pelangi.
“Hei Bro! mau lo apain temen gue?” teriak Alex yang sudah berdiri di belakang Kenzo dan Pelangi.
“Bukan urusan lo. Dia istri gue, dan gue berhak ngapain aja sama istri gue.” Ucap Kenzo dengan lantang.
Alex yang ingin menghajar Kenzo pun dicegah oleh Pelangi.
“Gue aman. Lo tenang aja!” bisik Pelangi pada Alex dan Kenzo semakin menarik paksa tangan Pelangi untuk segera masuk ke dalam mobilnya.
Kini Pelangi dan Kenzo sudah berada di dalam mobil. Namun Kenzo tidak segera menjalankan mobilnya karena dadanya masih sesak dipenuhi oleh amarah saat melihat Pelangi sedang bercanda dengan teman laki-lakinya.
“Ngapain sih lo? Aneh banget.” Ucap Pelangi memecah keheningan.
Kenzo masih saja diam dan berusaha mengontrol emosinya. Pelangi yang melihatnya pun lama-lama jenuh. Dan memutuskan untuk keluar dari mobil. Namun Kenzo sudah mengunci pintu mobilnya.
“Bukain!” kesal Pelangi.
“Bisa nggak sih lo nggak ganjen sama semua laki-laki?” ucap Kenzo.
.
.
.
*TBC
__ADS_1