Pelangi'S Love Story

Pelangi'S Love Story
Eps 29


__ADS_3

Setelah memperkenalkan dirinya sebagai suami Pelangi, Kenzo segera menarik tangan Pelangi menuju kasir sambil mendorong troli belanjaannya. Pelangi yang melihat sikap aneh Kenzo hanya bisa diam saja dan mengikuti langkah kaki pria yang berstatus sebagai suaminya itu.


Dalam hati Pelangi sedikit menyayangkan sikap Kenzo yang buru-buru mengajak keluar dari supermarket. Padahal dirinya ingin sekali mempertemukannya dengan Eva yang tak lain kekasihnya. bahkan Pelangi tidak bisa membayangkan bagaimana reaksi Eva saat terpergok sedang jalan dengan Dafa. Pasti akan terjadi perang dunia ke 3. Tapi sayangnya itu tidak terjadi.


“Makan di sana aja Ken!” pinta Pelangi sambil menunjuk sebuah warung makan pinggir jalan yang tampak ramai.


“Kamu tuh kebiasaan makan di tempat seperti itu.” Jawab Kenzo datar.


“Apa salahnya juga sih. Aku sering makan di tempat seperti juga nggak penyakitan.” Jawab Pelangi tidak terima.


“Biasakanlah makan di tempat yang bersih dan tempatnya nyaman. Jangan seperti itu. Aku nggak mau.” Jawab Kenzo.


“Udahlah aku mau pulang saja. Hilang selera makanku gara-gara debat ga penting.” Pungkas Pelangi dan segera membuang muka ke arah luar.


Kenzo hanya mendengus pasrah. entah kenapa rasa emosi saat bertemu dengan pria bernama Dafa yang sangat akrab sekali pada Pelangi, membuat dirinya harus berdebat hal nggak penting yang berujung seperti ini.


Sesampainya di basement, Pelangi segera mengambil barang belanjaannya dan segera masuk ke unit apartemen tanpa menunggu Kenzo. saat ini dirinya sangat kesal dengan Kenzo. setelah itu Pelangi meletakkan belanjaannya ke dalam lemari pendingin dan sebagian dimasak. Tidak membutuhkan waktu lama, masakan Pelangi sudah matang. Kemudian memutuskan untuk mandi terlebih dulu sebelum makan malam.


Kenzo yang tadi memilih mandi terlebih dulu, kini sudah duduk di ruang makan sambil menunggu istrinya yang masih mandi. beberapa saat kemudian Pelangi sudah selesai mandi dan keluar menuju ruang makan.


Dia melihat Kenzo sudah duduk menunggunya. Pelangi masih diam saja begitu juga dengan Kenzo.


“Sorry yang tadi. aku nggak bermaksud seperti itu.” Ucap Kenzo.


“Sudahlah nggak perlu dibahas lagi. Nggak penting juga. lagipula aku tidak terbiasa seperti cewek kamu yang sering kamu ajak makan di restaurant ternama.” Jawab Pelangi sambil menyuapkan makanan ke mulutnya.


“Aku nggak membandingkan kamu dengan dia. Tolong jangan bahas dia saat kita berdua.” Ucap Kenzo dan membuat Pelangi menghentikan kunyahannya.


“Memangnya kenapa? Kamu ingat status kita kan Ken? Kita hanya berteman. Dan jangan lupakan ucapan kamu sendiri yang akan menikahi Eva setelah perjanjian kita berakhir.” Ucap Pelangi memperingatkan.


Entah kenapa Pelangi merasa ada yang aneh di hatinya sejak dirinya menjalin pertemanan dengan Kenzo. pria itu diam-diam membuatnya nyaman. Dan Pelangi tidak mau terjadi sesuatu diantara dirinya dan Kenzo. Kenzo juga memperlakukannya lebih dari seorang teman.

__ADS_1


“Terserah kamu.” Ucap Kenzo dan segera berdiri meninggalkan Pelangi makan sendirian.


Kenzo sudah kehilangan nafsu makannya setelah mendengar perkataan Pelangi yang mengingatkan tentang perjanjian pernikahan itu. Perjanjian yang dibuatnya sendiri tapi justru menjadi boomerang untuk dirinya sendiri. Kenzo menyesal karena telah membuat perjanjian itu. Namun dia juga bingung bagaimana hubungannya dengan Eva.


Keesokan harinya, Setelah perdebatan itu, hubungan Pelangi dan Kenzo sedikit merenggang. Pelangi berbicara dengan Kenzo jika butuh saja. Selebihnya dia memilih menghindar. Kenzo pun juga demikian.


Hari ini Kenzo sedang meeting dengan salah satu kliennya yang baru saja menjalin kerjasama. Kenzo melihat pria seumuran dirinya itu tampak berwibawa dan sangat ramah. Dia berharap kerjasamanya kali ini berjalan dengan lancar.


“Selamat bekerja sama Tuan Kenzo. mulai sekarang kita akan sering bertemu untuk membahas masalah perusahaan.” Ucap Tuan Barra sambil menjabat tangannya.


“Iya terima kasih Tuan Barra.” Jawab Kenzo.


“Dan, ya maaf kemungkinan untuk seminggu ke depan saya akan mewakilkan asisten saya jika ada meeting dengan anda.” Ucap Tuan Barra dan membuat Kenzo mengerutkan keningnya.


“Maksud anda? Bukankah anda baru saja bilang kalau setelah ini kita akan sering meeting membahas kerjasama. Terus kenapa anda mewakilkan pada asisten anda?” Tanya Kenzo datar.


“Karena minggu depan saya akan berbulan madu ke Paris.” Jawab Tuan Barra sambil tersenyum.


Setelah meeting itu selesai, Kenzo memilih kembali ke kantor. karena masih pukul 2 siang. Jadi dia bisa melanjutkan pekerjaan kantornya. Dan sesampainya di ruang kerjanya, Kenzo terkejut saat melihat seorang wanita cantik sedang duduk manis di sofa.


“Hai Ken! Aku kangen banget sama kamu.” Ucap Eva langsung berdiri dan berhambur ke pelukan Kenzo.


“Ev, bukankah aku sudah bilanga jangan-“


“Tenang saja Ken. Aku tadi sudah berlaku sopan dan bilang ke sekretaris kamu kalau aku adalah teman kamu.” Potong Eva cepat sebelum Kenzo mengusirnya.


Kenzo segera melepas pelukan Eva dan duduk di kursinya sambil membuka kembali laptopnya. Entah kenapa dia tidak tertarik untuk bertemu dengan Eva. Mungkin karena hatinya saat ini sudah terisi dengan nama Pelangi.


“Kenapa sih Ken kamu aneh akhir-akhir ini?” tanya Eva yang sudah duduk di depan Kenzo.


“Sorry Ev, aku benar-benar sibuk.” Jawab Kenzo.

__ADS_1


“Ck, sibuk dengan istri kamu? Jangan kamu kira aku tidak tahu Ken kalau kamu reuni ngajak pelakor itu.” Ucap Eva berapi-api.


Deg


Kenzo terkejut. Bagaimana Eva bisa tahu kalau Pelangi ikut ke acara reuni itu.


“Aku tahu di story yang menandai akun kamu Ken. Tega kamu Ken menghianati aku. setelah lama kita menjalin hubungan, kamu menghianati aku.” ucap Eva sambil terisak.


“Sttt… Eva maafkan aku. aku terpaksa datang mengajak Pelangi karena memang undangan reuni itu diminta membawa serta pasangan masing-masing. Aku nggak punya pilihan lain Ev. Aku minta maaf. Tapi aku bersumpah kalau aku tidak melakukan apa-apa dengan dia. Kita tidur terpisah.” Ucap Kenzo sambil menenangkan Eva yang masih terisak dalam pelukannya.


Pelangi menutup perlahan pintu ruangan Kenzo agar tidak mengganggu adegan mesra antara Kenzo dan kekasihnya. Kedatangannya ke kantor karena ada hal yang ingin dia sampaikan pada Kenzo dan terpaksa harus dia batalkan setelah melihat adegan itu.


Pelangi memilih pergi ke café untuk menenangkan pikirannya yang tak menentu. Jujur saja dia masih teringat dengan perbuatan Kenzo dan Eva tadi. meski hanya berpelukan biasa, namun entah kenapa hati Pelangi terasa sesak.


Bruk


“Sorry!” ucap Pelangi bersamaan dengan suaara seorang pria yang menabraknya.


Pandangan mereka berdua bertemu setelah sama-sama berdiri.


“Aubre!”


“Varell!”


Ucapnya bersama dengan suara lirih.


.


.


.

__ADS_1


*TBC


__ADS_2