Pelangi'S Love Story

Pelangi'S Love Story
Eps 16


__ADS_3

Selesai bekerja Pelangi segera pulang dengan menaiki motornya. Karena tadi sudah diperbaiki. Dan mobilnya kembali dia masukkan ke garasi rumah Alex. Pelangi mampir dulu ke supermarket untuk membeli sedikit bahan makanan. Sepertinya hari ini dia akan memasak saja. Itu pun kalau di apartemen tidak ada mak lampir. Kalau ternyata mak lampir ada disana terpaksa dia harus makan diluar saja.


Pelangi masuk ke dalam supermarket. Dia memilih sayuran segar dan juga daging. Tapi tidak membeli dalam jumlah banyak. Mengingat dirinya naik motor.


“Kak Dafa? Ko’ ada disini?” sapa Pelangi yang tiba-tiba saja bertemu dengan Dafa, kakak sahabatnya.


“Iya nih lagi ngantar Mama belanja. Kamu juga lagi belanja?” tanyanya.


“Iya nih Kak. Kak Dafa lama disini?” Tanya Pelangi.


“Besok udah balik kayaknya. Pekerjaan udah numpuk soalnya.” Jawab Dafa.


Dafa adalah kakak dari Nancy yang tak lain adalah sahabat Pelangi. Memang Pelangi tidak terlalu akrab dengan laki-laki itu. Tapi yang Pelangi tahu bahwa Dafa adalah sosok laki-laki yang penyayang dan hangat terhadap siapapun, termasuk Pelangi yang sudah dianggap seperti adiknya sendiri.


Pelangi tahu kalau keluarga Dafa adalah keluarga yang sederhana dan berkecukupan. Dafa sendiri kerja di luar kota pada sebuah perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi. Dia juga akan pulang satu bulan sekali untuk melepas rindu dengan keluarganya.


“Oh ya sudah kalau gitu Kak. Aku duluan ya. Sampaikan salamku pada Tante.” Pamit Pelangi kemudian.


“Iya. Hati-hati di jalan Bre!” ucap Dafa dan diangguki oleh Pelangi.


Setelah itu Pelangi melajukan motornya menembus jalanan menuju apartemen. Dalam perjalanan Pelangi masih mengingat pertemuannya dengan Dafa. Entah kenapa dalam hatinya terbesit rasa kasihan pada Dafa. Laki-laki baik itu tidak tahu kalau sedang dibodohi oleh kekasihnya. Pelangi mau memberitahu pun merasa tidak memiliki hak. Dia berharap semoga saja Dafa segera putus dari mak lampir.


Sesampainya di basement, Pelangi melihat mobil Kenzo sudah terparkir disana. Jadi saat ini Kenzo sudah ada di apartemen. Pelangi segera masuk menuju unit apartemen. Dia tidak tahu di dalam ada mak lampir atau tidak. Dia juga sudah bertekat jika mak lampir ada disana, dia akan keluar seperti biasanya dan pergi ke unit apartemennya sendiri.


Cklek


Pelangi membuka pintu setelah menekan tombol passcode. Dia berbalik badan untuk menutup kembali pintu itu. Pelangi tidak mendengar suara seseorang dari dalam. Itu berarti mak lampir tidak ada disana. Namun alangkah terkejutnya saat Pelangi memasuki ruang tengah. Dia melihat dua insan beda gender itu sedang berpagut dalam kenikmatan. Posisi Eva duduk dengan kedua kakinya diletakkan di paha Kenzo. Sedangkan Kenzo memegang pinggang Eva. Mereka berdua tidak menyadari bahwa ada seseorang yang sudah masuk ke dalam apartemen karena terlalu asyik bercumbu. Sedangkan Pelangi berusaha menetralkan rasa keterkejutannya.


Perlahan Pelangi berjalan memasuki dapur. Bahkan Kenzo dan Eva masih belum menyadarinya. Namun saat pelangi memasukkan belanjaannya ke dalam lemari pendingin, tanpa sengaja lengannya menyenggol sebuah piring yang ada di rak sebelah lemari pendingin itu.

__ADS_1


Prangg


Bunyi keras piring berbahan melamin itu jatuh dan sontak saja menganggu adegan kemesraan dua insan yang sedang ada di ruang tamu. Pelangi segera memungut piring itu dan melangkah masuk ke kamarnya.


“Pelangi? Sejak kapan kamu di dapur?” Tanya Kenzo yang kini sudah ada di dapur.


“10 menit yang lalu.” Jawab Pelangi datar dan segera meninggalkan Kenzo.


“Shittt!!!!” umpat Kenzo sambil mengacak rambutnya frustasi.


Entah kenapa dalam diri Kenzo dihinggapi rasa bersalah pada istrinya. 10 menit yang lalu itu berarti saat dirinya sedang asyik berciuman dengan Eva. Lagi-lagi Kenzo merutuki kebodohannya. Dia bingung bagaimana nanti harus bersikap pada Pelangi setelah melihat adegan mesum tadi.


“Kenapa Ken?” Tanya Eva yang kini sudah masuk ke dapur.


“Nggak apa-apa. Lebih baik aku antar kamu pulang sekarang. aku masih ada pekerjaan yang masih belum selesai.” ucap kenzo akhirnya.


Sebenarnya Eva tahu saat ada seseorang masuk yang tak lain adalah Pelangi. Namun dia sengaja semakin memagut bibir Kenzo sekalian agar Pelangi tahu tentang gaya pacarannya dengan Kenzo selama ini.


“Ya sudah hati-hati.” Ucap Kenzo.


Setelah Eva pulang, Kenzo masih berdiam diri duduk di sofa ruang tengah. Dia masih bingung memikirkan bagaimana nanti jika bertemu dengan Pelangi.


Sedangkan Pelangi saat ini masih terbayang dengan perbuatan Kenzo dan Eva tadi. dia sangat risih dengan pemandangan seperti tadi. andai saja ini apartemen miliknya, sudah dipastikan akan mengusir Kenzo dan Eva saat itu juga.


Akhirnya Pelangi keluar kamar dan hendak memebeli makan di luar. Namun dia melihat keadaan apartemen sangat sepi, jadi dia memutuskan untuk memasak saja. Mungkin Kenzo dan Eva sudah berpindah tempat. Begitulah pikir Pelangi.


Pelangi mulai berkutat di dapur. Dia memasak yang simple saja, sesuai dengan bahan yang dia beli tadi. selesai masak dia segera menyiapkan masakan itu di piring. Namun betapa terkejutnya saat dia melihat sosok pria tampan sudah duduk di kursi meja makan itu.


“Maaf yang tadi.” ucap Kenzo dan membuat Pelangi kebingungan.

__ADS_1


“Maaf jika lo ngrasa nggak nyaman dengan apa yang lo lihat tadi.” ucap Kenzo lagi.


“Oh. Santai saja. Itu hak lo, ini juga apartemen lo.” Jawab Pelangi santai dan segera makan tanpa mempedulikan Kenzo.


Keesokan harinya. Pelangi sudah siap di rumah Omnya yang sebentar lagi akan terbang ke London. Pelangi tampak sedih karena sebentar lagi akan ditinggal oleh satu-satunya keluarga yang dia punya.


“Kenzo belum datang?” Tanya Agatha.


“Belum Tan. Mungkin masih dalam perjalanan.” Jawab Pelangi.


Beberapa saat kemudian Kenzo sudah datang. Mereka berempat segera pergi ke bandara dengan membawa satu mobil saja. Dalam perjalanan, Pelangi cenderung diam. Entah kenapa ada rasa tak rela saat akan ditinggalkan oleh Om dan Tantenya yang sudah dia anggap seperti orang tuanya sendiri.


Mobil yang mereka tumpangi sudah tiba di bandara. Kenzo membantu mengambilkan koper dan membawakannya. Pelangi berjalan beriringan sambil bergelayut di tangan Agatha.


“Tante nanti pasti akan sibuk dengan Leo dan tidak lagi perhatian sama Pelangi.” Ucap Pelangi.


“Hei, sejak kapan gadis tomboy ini mendadak mellow? Tante dan Om nggak akan seperti itu. Kamu sudah kami anggap anak sendiri, apa kamu lupa?” ucap Agatha dan Pelangi hanya cemberut.


Kenzo yang sejak tadi melihat adegan itu sedikit iba dengan istrinya. Sudah ditinggal oleh kedua orang tuanya, kini harus mengahadapi kenyataan bahwa Om dan Tantenya akan tinggal menetap di London. Kenzo juga teringat dengan pesan Richard tempo hari, agar menjaga dan menyayangi Pelangi.


“Apakah bisa gue nakhlukin hati dia?” Tanya Kenzo dalam hati.


.


.


.


*TBCh

__ADS_1


__ADS_2