Pelangi'S Love Story

Pelangi'S Love Story
Eps 24


__ADS_3

Setelah menyuruh istrinya memasak, Kenzo meninggalkan perempuan itu sendirian. Pelangi pun akhirnya menuju dapur dan siap memasak untuk Kenzo. dan tak lama kemudian Pelangi telah selesai memasak.


Pelangi mengetuk pintu kamar Kenzo untuk memberitahu kalau makanannya sudah siap. Dan Kenzo membuka pintu kamarnya.


“Sudah selesai gue masaknya.” Ucap Pelangi.


“Ya udah, yuk temenin gue makan.” Ajak Kenzo.


“Lo aja. Gue udah kenyang.” Jawab Pelangi namun tangannya segera dicekal oleh Kenzo.


“Ayolah, gue nggak mau makan sendirian.” Bujuk Kenzo.


Akhirnya Pelangi terpaksa menemani Kenzo sarapan. Dia pun ikut makan dengan mengambil sedikit nasi. Karena sebelum sampai apartemen tadi dia sudah mampir ke salah satu rumah makan untuk mengisi perutnya.


Kenzo dan Pelangi makan dalam keadaan hening. Pelangi hanya menundukkan kepalanya sambil menikmati makanannya. Sedangkan Kenzo mengunyah makanannya sambil memperhatikan wajah istrinya. Entah kenapa sekarang Kenzo sangat suka memperhatikan wajah tanpa senyuman itu. Rasanya ada rasa aneh di hatinya saat tidak melihat wajah garang Pelangi sehari saja.


Selesai makan, Pelangi membereskan sisa makanannya dan mencuci piring serta gelas. Sedangkan Kenzo masih duduk santai di ruang makan menunggu istrinya selesai dengan pekerjaannya.


“Gue mau ngomong sama lo.” Ucap Kenzo saat Pelangi selesai mencuci piringnya.


“Ada apa lagi?” Tanya sewot kemudian duduk.


“Pelangi, gue tahu kalau pernikahan kita ini hanya di atas kertas. Tapi gue minta satu hal sama lo. Gue nggak mau diantara kita ada rasa saling membenci satu sama lain dan membuat kita jadi bermusuhan.” Ucap Kenzo.


“Apa maksud lo? Langsung saja kalau ngomong jangan berbelit-belit.” Tanya Pelangi dengan nada jutek.


“Maksud gue, apa salahnya jika kita menjalin pertemanan saja. Biar kita tidak perlu bersandiwara lagi di depan Papa.” Usul Kenzo.


Pelangi masih berpikir tentang apa yang dikatakan oleh Kenzo baru saja. Dan menurutnya juga tidak salahnya. Hanya teman kan tidak lebih dari itu. Dan jika dirinya terlalu membenci pria itu takutnya nanti perasaan itu akan berubah menjadi cinta.


“Terserah lo aja deh.” Jawab Pelangi sekenanya.


“Tapi lo jangan sewot terus gitu dong. Sekarang panggilannya kita ganti aku kamu ya jangan lo gue. Jujur gue anti banget manggil gitu sama cewek.” Ucap Kenzo beralasan.


“Tapi gue fine-fine aja. Sama Alex juga gue seperti itu.” Jawab Pelangi.

__ADS_1


“Ya terserah kamu saja. Yang pasti aku kurang nyaman.” Ucap Kenzo.


“Nggak janji.” Jawab Pelangi dan segera pergi masuk ke kamarnya, namun lagi-lagi Kenzo menahannya.


“Ada apa lagi sih Ken?” Tanya Pelangi sebal.


Sungguh Kenzo sangat gemas sekali melihat wajah cemberut istrinya. Ingin sekali dia mencubit pipi perempuan itu. Dan juga ingin mencium bibir yang sedang mencebik itu, andai saja dijinkan.


“Ehm, weekend akhir bulan nanti aku ada acara reuni di puncak sama teman-teman. Kamu ikut ya.” Ajak Kenzo.


“Ngapain juga gue ikut. Kenapa nggak ngajak cewek lo?” tanyanya.


“Nggak mungkinlah. Acara itu ngebolehin bawa pasangan halalnya. Jadi aku ngajak kamu. Mau ya?” bujuk Kenzo.


“Nggak tahu. Lihat aja nanti.” Jawab Pelangi kemudian masuk ke kamarnya.


Sore harinya seperti yang diucapkan oleh Kenzo tadi bahwa dirinya akan mengajak Eva jalan-jalan. Sebenarnya Kenzo malas sekali di saat weekend seperti ini ia gunakan untuk istirahat saja di rumah. Tapi dia terlanjur janji mengajak Eva jalan dan sejak tadi wanita itu terus menghubunginya.


Padahal sebelumnya setiap weekend pria itu selalu menghabiskan waktunya dengan sang kekasih. Tapi kali ini beda. Apakah karena Pelangi ada di rumah dan tidak pergi kemana-mana.


“Ngapain sih Ken sejak tadi kamu kok senyum-senyum sendiri?” Tanya Eva yang sudah selesai melakukan perawatan wajahn.


“Ah, ini Cuma chat sama teman-teman saja.” Jawab Kenzo lalu memasukkan ponselnya ke dalam saku.


Eva pun sedikit aneh dengan sikap Kenzo. namun dia tidak terlalu peduli. Setelah itu mereka berdua melanjutkan acaranya yaitu belanja pakaian. Yang pasti bukan pakaian Kenzo melainkan Eva.


Saat Eva sedang memilih-milih pakaian, dia membayangkan bagaimana jika Pelangi memakai pakaian feminim seperti yang sedang dipilih oleh Eva. Pastinya perepuan itu sangat cantik. Namun kemungkinan besar dia tidak akan mau memakainya.


“Ini bagus nggak Ken?” Tanya Eva setelah keluar dari ruang ganti.


“Bagus.” Jawab Kenzo namun pandangan matanya tidak tertuju pada Eva.


“Kamu hari ini kenapa sih Ken hari beda banget?” Tanya Eva.


“Nggak kenapa-napa. Sudah belum? Ayo kita pulang kalau sudah.” Jawab Kenzo.

__ADS_1


Eva semakin sebal dengan sikap Kenzo kali ini. dia curiga Kenzo sedang memikirkan Pelangi. Bagaimana pun juga itu tidak bisa dibiarkan. Kenzo tidak boleh jatuh hati pada perempuan bar-bar itu. Batin Eva penuh amarah.


***


Sementara itu di London, tampak seorang laki-laki sedang duduk termenung di ruang kerjanya. Pria paruh baya yang tak lain adalah Richard itu kini sedang memikirkan sesuatu yang akhir-akhir ini mengganjal hatinya.


Menurut laporan dari salah satu karyawannya yang bekerja di perusahaannya yang ada Indonesia mengatakan bahwa tempo hari ada seorang wanita yang datang menemui Kenzo. dan wanita itu tampak dekat sekali dengan Kenzo.


Hal itulah yang membuat pikiran Richard terganggu akhir-akhir ini. ia takut dengan pernikahan Pelangi dan Kenzo akan berakhir. Akhirnya Richard meminta Widya untuk terus memantau Kenzo dan melaporkannya. Selain itu Widya juga mengatakan tentang kedatangan mama tiri Kenzo ke kantor. entah kenapa sejak pernikahan Kenzo dan Pelangi, Richard menaruh curiga pada wanita yang bernama Rosaline. Tapi dia tidak mau berburuk sangka dulu.


***


Saat ini Pelangi tengah bersiap-siap untuk pergi ke puncak besok pagi sesuai dengan ajakan Kenzo tempo hari. Sedangkan Kenzo sendiri sejak tadi belum pulang dari kantor. entah dia sudah mempersiapkan baju-bajunya atau belum, Pelangi tidak tahu karena tidak mungkin dia masuk ke kamar Kenzo.


Saat Pelangi sedang asyik nonton TV di ruang tengah, Kenzo baru saja pulang dari kantor. Pelangi melihat wajah Kenzo tampak lelah membuatnya merasa ingin memberikan sedikit perhatian.


“Ada apa?” Tanya Pelangi tiba-tiba.


“Eh, kamu disini? Maaf aku nggak tahu. Nggak apa-apa.” Jawab Kenzo dan segera masuk ke kamarnya.


Pelangi merutuki kebodohannya setelah sok perhatian pada Kenzo yang nyatanya pria itu mengacuhkannya. Tapi setelah itu dia tidak peduli lagi.


Keesokan paginya Pelangi dan Kenzo sudah bersiap untuk pergi. Pelangi masih melihat wajah Kenzo tidak seperti biasanya.


“Ada apa sih Ken? Kalau nggak enak badan mending nggak jadi berangkat deh.” Ucap Pelangi yang sebenarnya khawatir dengan Kenzo.


“Aku hanya pusing sedikit. Ehm, kamu keberatan nggak kalau yang nyetir dulu?” Tanya Kenzo dan diangguki oleh Pelangi.


.


.


.


*TBC

__ADS_1


__ADS_2