Pelangi'S Love Story

Pelangi'S Love Story
Eps 78


__ADS_3

Setelah keluar dari café, kenzo melajukan mobilnya membelah keramaian jalanan. Dia memikirkan apa yang diucapkan oleh Joseph baru saja. Apakah benar kalau dirinya adalah pria pencemburu. Tapi tidak ada salahnya bukan kalau cemburu pada istrinya sendiri. Itu kan tandanya cinta.


Setelah berkendara selama beberapa menit, Kenzo tiba di rumahnya saat jam menunnjukkan pukul 8 malam. Keadaan rumah sudah sangat sepi. Papanya pasti sudah berada di dalam kamar setelah makan malam. Sedangkan Pelangi pasti sedang istirahat di kamar.


“Maaf, Den. Tadi Tuan menelepon kalau beliau ada urusan pekerjaan di luar kota. Jadi malam ini tidak pulang.” Ucap Bik Siti tiba-tiba.


“Baiklah Bik. Terima kasih. Apa istriku sudah makan malam Bik?” tanya Kenzo dan Bik Siti menggeleng pelan.


“Maaf, sejak tadi saya tidak melihat Non Pelangi keluar dari kamar, Den.” Jawab Bik Siti.


Tanpa mempedulikan Bik Siti, Kenzo segera menaiki tangga menuju kamarnya. Kenzo sangat takut jika apa yang diucapkan oleh Joseph benar-benar terjadi. Dan sesampainya di dalam kamar, disana kamar tampak sangat gelap. Kenzo menyalakan lampu, keadaan kamar juga sangat rapi seperti belum ada yang menempatinya.


Pikiran Kenzo sudah melalang buana kalau istrinya akan pergi ke London lagi dan meninggalkan dirinya selama-lamanya. Kenzo juga ingat dengan ucapan Richard sebelum membawa pulang istrinya ke Indonesia.


“Jika sampai kamu menorehkan luka pada Pelangi, jangan harap kamu bisa menemui Pelangi lagi. Apalagi anak kamu.”


Kenzo mengacak rambutnya dengan kasar. Dia benar-benar gila kalau Pelangi benar-benar pergi dari hidupnya. Kemudian dia membuka lemari pakaian. Disana baju-baju Pelangi masih ada dan tertata rapi. Lalu Kenzo mendial kontak nama istrinya yang tertera dalam ponsel.


Panggilan itu berulang kali ditolak oleh Pelangi. Jadi Kenzo sangat yakin kalau istrinya sedang marah. Kenzo segera meraih kunci mobilnya dan bergegas pergi meninggalkan rumah. Saat mobil Kenzo berhenti tepat di depan pos satpam, dia menanyakan kepergian Pelangi pada satpam.


“Maaf Den, saya tidak melihat siapapun keluar daru rumah.” Ucap satpam.


“Bagaaimana kamu tidak tahu kalau istriku pergi dari rumah ini?” bentak Kenzo dan segera pergi meninggalkan rumah.


Tujuan utama Kenzo saat ini adalah apartemen milik istrinya. Kenzo sangat yakin kalau Pelangi berada disana. Karena hanya tempat itulah yang menurutnya tempat paling nyaman bagi Pelangi. Namun sesampainya di unit apartemen Pelangi, Kenzo tidak menemukan keberadaan istrinya.


“Kamu dimana? Jangan buat aku khawatir. Maafkan aku, Sayang.” Kenzo mengirim pesan pada Pelangi.


Pelangi yang sedang santai di balkon kamarnya melihat dan membaca pesan yang baru saja dikirim Kenzo. dia tersenyum sinis membaca pesan itu. Sejak kapan Kenzo memanggilnya dengan sebutan sayang. Apa kata-kata itu hanya digunakan untuk merayu saja. Untung saja dirinya tidak mudah terlena dengan kalimat sayang dari Kenzo.

__ADS_1


Pelangi meletakkan ponselnya tanpa membalas. Bahkan dering ponselnya berulang kali dari Kenzo, Pelangi juga tidak menjawabnya. Kemudian memilih masuk kamar dan segera tidur.


“Kalau Papa kamu masih saja seperti itu, yang tingkah lakunya kaya’ anak kecil, mau tidak mau kamu harus ikut Mama pergi meninggalkan Papa kamu.” Ucap Pelangi sambil mengusap perutnya.


Pelangi sudah siap kalau perutnya akan sakit sebagai wujud protes sang anak jika dirinya mengumpat Kenzo. tapi ternyata tidak. Perutnya baik-baik saja. Senyum tersungging dari bibir Pelangi karena merasa anaknya sedang berpihak padanya. Setelah itu Pelangi merebahkan tubuhnya bersiap untuk pergi menuju alam mimpi.


Keesokan paginya Pelangi terbangun dari tidurnya melihat sebuah tangan kekar bertengger tepat di atas dadanya. Matanya yang masih mengerjap seketika membelalak saat melihat tangan itu.


“Tolong!!!” teriak Pelangi dengan suara nyaring.


“Apa sih Sayang? Berisik banget.” Keluh si pemilik tangan sambil menutup telinganya dengan guling.


Pelangi yang sudah duduk, kini menoleh ke belakang melihat siapa orang yang dengan beraninya tidur memeluk tubuhnya.


“Ken?? Kenapa kamu bisa disini?” teriak Pelangi.


“Tidak. Bangun sekarang juga. ini kamarku. Dan cepat pergi dari sini!” ucap Pelangi dengan suara tajam.


Kenzo terpaksa membuka matanya meski masih terasa sangat ngantuk. Semalam setelah dirinya dari apartemen istrinya, Kenzo bingung mau pergi kemana lagi. Akhirnya dia memutuskan ke rumah Alex tapi ternyata tidak ada disana. Bahkan Kenzo mengabaikan berbagai macam pertanyaan Alex yang menanyakan keadaan Pelangi. Hingga sampai jam 11 malam Kenzo baru teringat mendatangi rumah orang tua Pelangi. Dan untung saja penjaga rumah itu tidak mempersulit dirinya untuk masuk. Dan akhirnya jam setengah 12 malam Kenzo masuk ke dalam kamar sang istri dan disana tampak Pelangi sedang tidur sangat pulas.


“Maafkan aku. please jangan minta aku pergi lagi. Maafkan aku karena terlalu cemburu dengan dokter Jack.” Ucap Kenzo sungguh-sungguh.


Meski Pelangi masih marah dengan sikap Kenzo. tapi jauh dari lubuk hatinya dia sangat bahagia saat mendengar Kenzo cemburu. Itu berarti suaminya benar-benar sangat mencintainya.


“Please Ken, kamu jangan kekanak-kanakan. Usia kamu sudah tidak muda lagi. Sebentar lagi kamu akan menjadi seorang ayah. Kalau kamu terus saja seperti ini, aku yang tidak tahan. Aku tidak segan-segan akan pergi meninggalkan kamu.” Ancam Pelangi.


“Aku janji tidak akan mengulanginya lagi. Maafkan aku.” ucap Kenzo sendu.


Pelangi pun dapat melihat sorot mata Kenzo yang menunjukkan kalau pria itu serius dengan ucapannya.

__ADS_1


“Ya sudah. Aku akan pegang ucapan kamu. Sekarang aku mau mandi. kamu nggak kerja?” tanya Pelangi dan beringsut meninggalkan Kenzo.


“Aku merindukan kamu, Sayang.” Ucap Kenzo mencegah langkah kaki Pelangi sambil memeluknya dari belakang.


Pelangi merasa ada gelenyar aneh dalam dirinya saat Kenzo memng memeluknya dengan sangat intim. Jujur saja dia juga menginginkannya.


Akhirnya dengan persetujuan masing-masing, pagi itu terjadilah pertempuran panas antara Kenzo dan Pelangi. Keduanya sama-sama terbakar gaiirah yang membuat keduanya enggan mengakhiri pertempuran itu. Waktu lah yang membuat mereka terpaksa berhenti. Karena pagi ini Kenzo ada meeting dengan salah satu kliennya.


“Ken, aku ingin tinggal beberapa hari disini. Dan besok aku ingin pergi ke makam Mama dan Papa.” Ucap Pelangi saat sedang sarapan.


“Apapun yang kamu inginkan akan aku turuti. Dan besok akan aku temani pergi ke makam Mama dan Papa.” Ucap Kenzo.


“Ya sudah kalau begitu. Oh iya nanti aku mau ke bengkel. Ada hal penting yang ingin aku bicarakan dengan Alex.” Ucap Pelangi dan Kenzo menautkan kedua alisnya.


“Hal penting apa?” tanya Kenzo dengan menautkan kedua alisnya.


“Ish, kamu ini selalu negative thinking. Aku Cuma mau bantu Alex menyiapkan pertunangannya. Hanya aku orang terdekatnya disini, Ken. Kedua orang tuanya tinggal di kampung.” jawab Pelangi.


“Oh gitu. Ya sudah sekalian saja habis ini berangkatnya barengan sama aku. jadi kamu nggak perlu naik taksi.” Ucap Kenzo.


Pelangi mengangguk. Setelah menyelesaikan sarapannya, Pelangi masuk ke kamarnya untuk mengambil tasnya dan segera pergi ke bengkel bersama sang suami.


.


.


.


*TBC

__ADS_1


__ADS_2