
“Maaf Nona. Apa anda baik-baik saja?” tanya Carissa khawatir sambil memberikan segelas air putih.
“Iya. Saya baik-baik saja.” Jawab Pelangi.
Setelah merasa sedikit lega akibat tersedak tadi, Pelangi
melirik Kenzo sekilas yang terlihat tersenyum tipis. Pelangi benar-benar murka melihat wajah pria itu. Hanya saja dia harus menahan emosinya dulu.
Selesai makan malam, Kenzo segera pulang bersama Pelangi. Dalam perjalanan pulang, Pelangi tampak diam karena dia sangat malas berbicara dengan Kenzo.
“Kenapa diam saja?” tanya Kenzo.
Pelangi hanya melirik sekilas tanpa menjawab. Lalu dia mengalihkan pandangannya ke luar jendela.
Sebenarnya Pelangi masih teringat dengan ucapan Carissa tadi. memang tidak ada salahnya wanita itu mendoakan dirinya segera menyusul hamil. Hal itu wajar, karena dirinya dan Kenzo adalah pasangan suami istri. Tapi jujur saja Pelangi terganggu dengan ucapan itu. Pernikahannya saja dengan Kenzo hanya diatas perjanjian yang sebentar lagi akan berakhir. Namun apa maksud Kenzo yang memintanya agar memberi waktu untuk menyelesaikan semuanya. Pelangi benar-benar dilanda dilema.
Pelangi masih terdiam saat mobil Kenzo sudah memasuki basement. Kenzo pun masih setia menunggu istrinya selesai melamun. Hingga Pelangi tersadar.
“Ngapain kamu?” tanya Pelangi saat melihat Kenzo melihatnya sambil menopangkan kepalanya di atas kemudi dan menghadap ke arahnya.
“Sudah selesai?” tanyanya.
“Apa sih, nggak jelas banget.” Jawab Pelangi dan segera keluar dari mobil.
“Tunggu! Apa kamu sejak tadi sedang memikirkan ucapan istri Tuan Barra?” tanya Kenzo.
Pelangi benar-benar terkejut saat Kenzo mengetahui apa yang sedang dipikirkannya sejak tadi. bagaimana bisa pria itu tahu. Apa dia seorang cenayang. Tapi Pelangi berusaha untuk tetap tenang agar tidak ketahuan.
“Sok tahu banget. Sudahlah, aku mau turun. Udah nggak tahan sama gaun ini.” keluhnya langsung keluar dari mobil.
Kini justru Kenzo yang berdiam diri di dalam mobil. Pria itu tampak gusar akhir-akhir ini. dia bingung bagaiamana mengatasi masalahnya saat ini. entah kenapa nama Pelangi saat ini justru memenuhi hati dan pikirannya. Sementara Eva sudah mulai tersisih.
Kenzo juga merasa akhir-akhir ini hubungannya dengan Eva terasa hambar. Wanita itu beberapa hari ini terlihat sangat sibuk dengan pekerjaannya dan membuat Kenzo memiliki banyak waktu dengan istrinya.
__ADS_1
Akhirnya Kenzo memutuskan keluar dari mobil menuju unit apartemennya. Dia melihat kondisi apartemen sepi. Mungkin istrinya sudah tidur.
Keesokan harinya Kenzo dan Pelangi sudah kembali melakukan aktivitasnya seperti biasa. Hari ini Kenzo tidak ada jadwal meeting dengan kliennya. Dia berniat akan makan siang bersama istrinya nanti. Karena kebetulan Pelangi tidak membawakan bekal buat makan siang.
Sedangkan Pelangi juga sudah mulai berkutat di bengkel. Dia merasa otot-ototnya sedikit kaku setelah beberapa hari tidak bekerja.
Jam makan siang pun tiba. Pelangi yang biasanya akan makan siang bersma teman-temannya terpaksa batal karena kedatangan Kenzo ke bengkel secara tiba-tiba. Teman-teman Pelangi tampak heran saat melihat kedatangan Kenzo. Tidak banyak yang tahu dengan status pernikahan Pelangi dan Kenzo, kecuali Alex dan Diva.
“Ngapain kamu kesini?” bisik Pelangi mendekati Kenzo.
“Aku mau ngajak kamu makan siang.” Jawab Kenzo tanpa beban.
“Nggak mau. Aku mau makan siang sama teman-teman.” Tolak Pelangi.
“Sebentar lagi akan ada kurir bawa makan siang buat teman-teman kamu. Jadi sekarang kamu temani aku makan siang.” Ucap Kenzo.
Dan tidak berselang lama, ada seorang kurir mengantar makanan untuk beberapa teman Pelangi. Jadi Pelangi tidak memilik alasan lagi untuk menolak ajakan suaminya.
Sedangkan Alex yang berada disamping Diva tampak tidak suka dengan ucapannya. Entah kenapa Alex tidak setuju jika sahabatnya terlihat akur dengan Kenzo. dalam hati Alex masih dihantui rasa takut jika Pelangi akan dikecewakan lagi oleh laki-laki.
Kenzo dan Pelangi makan siang di restaurant yang tidak jauh dari bengkel, agar mempersingkat waktu. Mereka berdua sudah memesan makanan.
“Kenapa sih daritadi lihatin terus?” gerutu Pelangi.
“Memangnya salah kalau lihatin istri sendiri?” tanya Kenzo balik dan Pelangi hanya mencebik.
Tak lama kemudian pesanan makanan mereka datang. Pelangi dan Kenzo pun segera menyantap makan siangnya tanpa melakukan pembicaraan lagi.
Tidak jauh dari tempat duduk Pelangi dan Kenzo, tampak seorang pria yang tengah duduk seorang diri. Pria itu sejak tadi memperhatikan kedekatan antara Pelangi dan Kenzo mulai dari awal masuk ke restaurant.
Varell yang juga sedang makan siang di tempat yang sama merasa geram saat melihat seorang pria datang dengan perempuan pujaan hatinya. Varell yang belum tahu kalau Pelangi sudah menikah. Sejak kedatangannya kembali ke Indonesia, dia berniat akan mengajaknya kembali menjalin hubungan seperti dulu.
Dan hari ini setelah pertemuan tanpa sengajanya tempo hari, Varell ingin menemui Pelangi. Namun saat melihat perempuan pujaan hatinya sedang bersama seorang pria, membuat Varell sangat geram.
__ADS_1
Sementara itu tampak seorang pria paruh baya sedang duduk di kursi kebesarannya. Pria itu tampak menyunggingkan senyum tipis dari bibirnya setelah mengetahui hubungan anak semata wayangnya dengan Pelangi semakin dekat. Ya, Damian sangat senang melihat kemajuan dari hubungan Kenzo dan Pelangi. Pria paruh baya itu selalu mencoba membuat Eva sibuk dengan pekerjaannya agar tidak mengganggu ketentraman rumah tangga anak dan menantunya.
Damian tersenyum tipis saat tiba-tiba muncul ide agar hubungan Kenzo dan Pelangi tidak dapat dipisahkan lagi. Mungkin nanti dia akan meminta sedikit bantuan dari istrinya untuk melancarkan idenya.
Damian selama ini tidak suka dengan hubungan Kenzo dan wanita ular bernama Eva. Jadi dirinya hanya fokus bagaimana caranya menjauhkan anak semata wayangnya dengan wanita ular itu. Damian tidak sadar kalau selama ini orang yang sangat dekat dengannya justru menjadi musuh dalam selimut. Siapa lagi kalau bukan Rosalina, istrinya sekaligus wanita yang sangat dicintainya. Entah apa jadinya jika nanti Damian mengetahui semua kebusukan istrinya itu.
Setelah makan siang, Kenzo mengantar Pelangi kembali ke bengkel. Dalam perjalanan, Kenzo berpesan pada istrinya agar tidak memasak untuk makan malam, karena dirinya akan ada meeting dengan kliennya sekaligus makan malam. Pelangi hanya menganggukkan kepalanya.
“Terima kasih.” Ucap Pelangi sebelum keluar dari mobil.
“Buat apa?” tanya Kenzo.
“Makan siang buat teman-temanku tadi.” jawab Pelangi.
“Oh, nggak masalah. Kalau mau, aku bisa membelikannya tiap hari.” Ucap Kenzo serius.
“Nggak usah! Ya sudah aku kerja dulu. Kamu hati-hati!” ucap Pelangi cepat dan segera keluar dari mobil Kenzo.
Kenzo menarik sudut bibirnya tersenyum saat mendengar perhatian yang diucapkan istrinya.
***
“Bre, tunggu!! Aku ingin bicara sebentar.” Ucap seorang pria saat melihat Pelangi baru saja keluar dari bengkel.
Alex yang melihat pria itu sangat terkejut sekaligus marah.
.
.
.
*TBC
__ADS_1