Pelangi'S Love Story

Pelangi'S Love Story
Eps 75


__ADS_3

Sementara itu tampak dua insan berbeda gender sedang menikmati udara sore hari di sebuah taman yang tidak jauh bdari mall tempat dimana mereka tadi makan siang bersama.


Setelah makan siang, Dafa mengajak Diva untuk singgah sebentar di sebuah taman. Dan entah dorongan dari mana Dafa memberanikan diri mengajak Diva jalan. Beruntungnya Diva juga tidak menolaknya.


Biasanya kaum muda mudi menghabiskan waktunya di mall dengan jalan-jalan atau belenja. Tapi tidak untuk Dafa dan Diva. Mereka justru memilih taman sebagai tempat untuk mencari udara segar. Padahal sebelumnya mereka juga sudah berada di mall.


Keduanya sudah tampak semakin akrab meski hanya beberapa kali bertemu. Diva tipe orang yang cerewet dan banyak omong, dapat mengimbangi Dafa yang cukup ramah dan tidak terlalu banyak bicara.


“Sudah sore nih. Aku pulang dulu ya. Nggak enak bawa mobil orang.” Ucap Diva.


“Iya nih, nggak terasa sudah sore. Ya udah aku juga mau pulang. Kamu hati-hati ya di jalan, pelan-pelan bawa mobilnya.” Ucap Dafa.


“Iya. Terima kasih.” Jawab Diva sambil tersenyum manis.


Setelah berpamitan, keduanya langsung pulang ke rumah masing-masing. Dafa pulang ke rumahnya, sedangkan Diva harus ke bengkel dulu mengembalikan mobil Pelangi.


“Loh, Aubre mana Div?” tanya Alex yang baru saja menutup bengkelnya.


“Oh, itu. Apa itu, Aubre tadi minta diantar pulang ke rumah Bang Knezo langsung.” jawab Diva terbata.


Terpaksa dia harus berbohong pada Alex. Tidak mungkin dia cerita kalau bolos kerja gara-gara sedang jalan dengan Dafa. Nanti yang ada malah dipecat Alex.


“Oh gitu. Ya udah mana kuncinya, biar aku masukin sendiri mobilnya.” Ucap Alex.


Setelah itu Diva mengambil motornya dan langsung pulang.


***


Sesuai janjinya kalau Kenzo akan mengajak Pelangi pulang malam saat waktunya makan malam. Kini mobil Kenzo sudah memasuki garasi rumahnya. Dia segera membukakan pintu untu Pelangi dan segera masuk ke rumah.


Saat Kenzo dan Pelangi baru memasuki ruang tengah yang kebetulan sangat dekat dengan ruang makan, dia melihat Papanya baru saja duduk dan mau makan malam. Kenzo segera menggandeng istrinya untuk segera bergabung dengan Damian.


“Malam Pa!” sapa Kenzo.

__ADS_1


“Malam juga. kalian baru pulang? Papa pikir kalian nggak pulang.” Jawab Damian sekaligus bertanya.


“Kita pasti pulang Pa. kita akan tinggal disini terus. Tadi hanya sedang ingin berduaan saja.” Jawab Kenzo tersenyum tipis sambil melirik Pelangi yang sedang menundukkan kepalanya.


Mata Damian kini tertuju pada menantunya. Dia juga ikut tersenyum bahagia, akhirnya anak dan menantunya sudah kembali rukun seperti dulu.


“Ya sudah ayo kita makan dulu.” Ajak Damian kemudian.


Mereka bertiga akhirnya makan malam bersama. Damian benar-benar bahagia melihat Kenzo dan Pelangi. Tidak masalah jika kini dirinya sudah kembali menyandang status duda, asal dia melihat anaknya bahagia. Belum tentu jika dirinya masih menjadi suami Rosalina akan melihat Kenzo dan Pelangi bahagia. Karena Rosalina nyatanya tidak pernah menghendaki Pelangi sebagai menantunya.


“Berapa usia kandungan kamu Nak?” tanya Damian.


“Jalan 5 bulan Pa.” jawab Pelangi.


“Lebih baik segera periksakan kandungan kamu. Karena kamu baru saja melakukan perjalanan jauh. Papa nggak mau terjadi apa-apa pada kamu dan calon cucu Papa.” Ujar Damian memberi saran.


Kenzo sendiri bahkan melupakan hal itu. Dan membenarkan apa yang diucapkan oleh Papanya. Selain itu dia juga ingin melihat langsung bagaimana keadaan calon buah hatinya.


“Iya Pa. nanti aku akan tanya Nova untuk jadwal pemeriksaan kandungan hari apa saja.” Jawab Kenzo.


Setelah makan malam selesai, Damian memutuskan untuk masuk ke kamarnya terlebih dulu. Begitu juga dengan Kenzo dan Pelangi. Kenzo tidak ingin membuat istrinya terlalu capek.


“Ken, ini masih sore dan aku belum ingin tidur.” Ucap Pelangi setelah masuk kamar.


“Meskipun belum ngantuk, setidaknya kamu bisa istirahat. Kamu lupa kalau tadi siang kamu merasakan punggung kamu sakit?” tanya Kenzo.


“Itu juga karena kamu.” Jawab Pelangi dengan mencebik kesal.


Kenzo hanya terkekeh geli mendengarnya. Dia juga sadar kalau itu salahnya.


Pelangi akhirnya merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Tapi posisinya duduk bersandar pada headboard ranjang. Pelangi memegang ponselnya dan mengotak-atiknya.


“Jangan chat sama orang lain kalau sedang bersamaku.” Ucap Kenzo yang kini sudah mendekati istrinya.

__ADS_1


“Ya sudah, aku nggak jadi buka blokiran no kamu.” Jawab Pelangi dan langsung meletakkan ponselnya.


“Eh, sini biar aku buka sendiri. Lagian ngapain juga sih pakai blokir no ku segala?” tanya Kenzo dengan tangan yang memegang ponsel Pelangi.


“Pikir aja sendiri.” Jawab Pelangi.


Kenzo hanya diam saja dan tidak mempedulikan ucapan istrinya. Dia yakin kalau membalas ucapan Pelangi pasti ujung-ujungnya tidak akan baik. Kemudian dia mengembalikan ponsel Pelangi setelah berhasil membuka blokiran no nya.


Setelah itu Kenzo mengambil ponselnya untuk menghubungi Joseph. Dia akan menanyakan pada Nova tentang jadwal pemeriksaan kandungan hari apa saja. Pelangi hanya diam mendengarkan suaminya berbicara dengan Joseph. Raut muka Kenzo tampak serius dan sedikit berkerut saat sedang berbicara dengan Joseph. Hal itu membuat Pelangi semakin penasaran.


“Ada apa?" tanya Pelangi setelah Kenzo mengakhiri panggilannya dengan Joseph.


“Aku menanyakan jadwal Nova. Aku ingin memeriksakan kandungan kamu.” Jawab Kenzo.


“Tapi kenapa raut wajah kamu berbeda saat bicara dengan Joseph?” tanya Pelangi.


Sejenak Kenzo menghembuskan nafasnya. Setelah itu menceritakan apa yang baru saja dia bicarakan pada Joseph. Joseph tadi bilang jadwa istrinya praktek hari kamis dan sabtu. Tapi minggu ini yang terakhir.


“Kenapa?” tanya Pelangi.


Kenzo mengatakan kalau setelah ini ada sepupu Nova yang akan menggantikannya. Joseph dan Nova memutuskan akan mengambil cuti beberapa waktu untuk melakukan pengobatan terhadap Nova. Ternyata ada masalah serius dalam kandungan Nova yang menyebabkan sampai saat ini dia belum dikaruniai anak. Entah kenapa dalam diri hati Kenzo terbesit rasa iba pada sahabatnya itu. Mungkin setiap pasangan ada ujiannya sendiri yang pastinya berbeda dari yang lainnya.


Joseph dan Nova adalah pasangan yang sangat harmonis, mereka berdua menikah sudah hampir satu tahun. Tapi siapa tahu jika Tuhan mengujinya dengan kondisi kandungan Nova yang kurang sehat, walau dia adalah dokter spesialis kandungan.


Kemudian Kenzo melihat dirinya sendiri. Hubungannya dengan Pelangi yang sejak awal sudah tidak baik, kemudian diantara mereka akhirnya tumbuh benih-benih cinta adan akhirnya membuahkan hasil yaitu kehamilan Pelangi. Siapa juga yang menyangka kalau setelah itu hubungan pernikahan mereka sempat berada di ujung tanduk. Kenzo tidak bisa menyalahkan takdir. Jika dirinya mampu mengubahnya dan memperbaiki semuanya, pasti akan membuahkan hasil yang indah juga.


“Semoga Nova segera mendapatkan pengobatan yang terbaik.” Ucap Pelangi sambil menitikan air matanya.


.


.


.

__ADS_1


*TBC


__ADS_2