
“Apa sampai saat ini kamu masih mencintainya? Apa Kenzo tidak berhasil membuatmu jatuh cinta?” tanya Richard dan membuat Pelangi terdiam.
“Katakan pada Om, apa kamu masih mencintai pria yang baru saja menyandang status duda itu?” tanya Richard lagi dan membuat Pelangi terkejut karena Omnya tahu semuanya.
“Bagaimana Om bisa tahu kalau Varell sudah cerai?” tanya Pelangi.
“Itu tidak penting. Sekarang bilang sama Om. Kalau kedatangan kamu ke London hanya untuk masalah ini, baiklah Om akan kabulkan permintaan kamu. Jika kamu masih mencintai Varell, kamu boleh lanjutkan hubungan kamu dengannya. Om akan bilang pada Damian agar pernikahan kamu dan Kenzo segera diakhiri saja.” Ucap Richard.
Sebenarnya Richard tidak serius mengatakan itu semua. Dia hanya ingin menggertak keponakannya saja. Dia hanya ingin tahu bagaimana perasaan Pelangi terhadap Kenzo selama ini. namun, jika Pelangi benar-benar memilih Varell, Richard terpaksa menurutinya.
“Tapi Om, bukan begitu maksudku. Aku hanya ingin tahu alasan Om saja kenapa Om tega melakukan itu semua.” Ucap Pelangi yang kini semakin bingung.
“Baru saja sudah Om katakan, bukan? Sekarang Om pasrah. Om akan mengikuti kemauan kamu. Jika kamu memilih kembali pada Varell, itu berarti Om selama ini telah gagal menjaga amanat mendiang orang tua kamu.” Ucap Richard sendu.
“Aku bahkan tidak tahu bagaimana perasaanku pada Kenzo selama ini Om. Apakah Om tahu kalau selama ini hubunganku dengan Kenzo….”
Pelangi akhirnya menceritakan semuanya pada Richard tentang pernikahannya dengan Kenzo selama ini. Pelangi menceritakan kalau di awal pernikahan mereka Kenzo mengajukan perjanjian pernikahan yang akan berakhir setelah 7 bulan. Pelangi mengatakan kalau Kenzo sudah mempunyai kekasih dan akan menikahinya setelah perjanjian itu berakhir.
“Om tahu, selama ini kehidupanku sangat bebas. Aku bisa berbuat apa saja sesuai dengan keinginanku. Namun semenjak pernikahan itu, hidupku jadi tak bebas lagi Om. Aku tertekan dalam ikatan yang sangat konyol ini Om.” Ucap Pelangi menumpahkan segala isi hatinya.
Richard sangat terkejut mendengarnya. Dia tidak mengira kalau Kenzo bertindak seperti itu. Memang Richard sudah tahu kalau sebelumnya Kenzo sudah memiliki kekasih, namun dia tidak mengira dengan perjanjian pernikahan yang dibuat Kenzo. bahkan dia dan Damian dulu berharap dengan pernikahan itu, Kenzo bisa putus dengan kekasihnya, dan Pelangi juga bisa membuka hatinya.
“Maafkan Om, Pelangi. Om tidak tahu jika selama ini kamu tersiksa dengan pernikahan itu. Om akan bilang ke Damian untuk mengakhiri ini semua.” Ucap Richard.
“Tapi, Om!” ucapnya terjeda.
“Bodohnya aku sudah jatuh cinta dengan Kenzo.” ucap Pelangi membuang muka sambil menusap kedua sudut matanya yang berair.
Pelangi akhirnya mengakui perasaannya. Kini bukan lagi Varell yang dibahas, melainkan tentang Kenzo. pria yang telah berhasil mengisi hatinya selama beberapa bulan terakhir ini. Pelangi mengatakan pada Richard tentang ucapan Kenzo yang meminta waktu untuk menyelesaikan semuanya dan ingin mempertahankan pernikahannnya.
“Om akan selalu mendukungmu Nak. jika memang Kenzo juga mencintaimu maka pertahankanlah pernikahan kalian. Meski suatu saat nanti akan mengalami badai.” Nasehat Richard.
“Iya Om, itu semua tidak mudah. Pasti kekasih Kenzo tidak terima jika akhirnya Kenzo lebih memilihku. Aku akan siap dengan itu semua.” Jawab Pelangi.
__ADS_1
“Benar. Tapi tidak hanya kekasih Kenzo yang menjadi masalah besar untuk kalian.” Ucap Richard.
“Maksud Om? Ada orang lain lagi yang akan menjadi penghalang hubunganku dengan Kenzo?” tanya Pelangi.
“Iya. Dia adalah Rosalina, mama tiri Kenzo.” jawab Richard dan membuat Pelangi sangat terkejut.
Richard meminta Pelangi agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh Rosalina yang tak lain mama mertuanya, jika suatu saat nanti sudah berhubungan baik dengan Kenzo.
Richard tidak mengatakan dengan jelas tentang Rosalina, karena dia juga belum yakin tentang kebenarannnya. Namun yang paling penting, dia meminta Pelangi agar berhati-hati pada wanita itu.
“Apa Papa Damian sudah tahu itu semua Om?” tanya Pelangi dan Richard menggelengkan kepalanya.
“Om tidak ingin ikut campur dengan urusan rumah tangga Damian. Namun jika wanita itu sudah mengusik ketentraman hidup kamu, Om tidak akan tinggal diam.” Ucap Richard.
“Sekarang, jika kamu sudah yakin dengan perasaan kamu pada Kenzo, Om minta pertahankanlah.” Lanjut Richard dan diangguki oleh Pelangi.
Setelah pembicaraan itu, Pelangi memutuskan untuk masuk ke kamarnya. Hatinya sudah sedikit lega setelah berhasil mencurahkan segala isi hatinya. Kini dia sudah tidak lagi memikirkan tentang Varell, karena sudah ada laki-laki lain yang sedang mengisi hatinya.
“Hai istri! Ngapain saja kamu disana?”
“Apa kamu dapat kenalan bule, dan itu lebih ganteng dari aku?”
“Hai istri Kenzo! maaf aku melanggar perjanjian. Aku merindukanmu.”
“Kamu masih ingat jalan pulang kan, Pelangi? Jangan lama-lama disana!”
“Apa harus seminggu ya kamu melepas rindu dengan Om dan Tante?”
Pelangi tersenyum sendiri membaca begitu banyak pesan Kenzo. dia sejak tadi meletakkan ponselnya di kamar. jadi tidak tahu kalau Kenzo mengirim pesan. Tapi Pelangi tidak membalasnya. Takut jika mengganggu istirahat Kenzo. akhirnya dia pun memutuskan untuk tidur.
Sementara itu Kenzo yang sejak tadi sangat sulit memejamkan matanya, tanpa sengaja dia melihat ponselnya yang sudah menunjukkan waktu hampir subuh. Kemudian dia melihat pesan yang dikirimkan pada Pelangi sudah terbaca, dan terlihat Pelangi dengan online beberapa menit yang lalu. Tanpa menunggu lama, dia segera menelepon Pelangi.
“Halo Ken?” ucap Pelangi terlebih dulu.
__ADS_1
Kenzo yang mendengar suara istrinya, sangat senang. Bahkan dia tersenyum kegirangan seperti anak kecil. Untung saja dia sedang melakukan panggilan suara, bukan video.
“Ken!!” ucap Pelangi lagi.
“Eh, iya. Maaf. Kamu sedang apa? Kamu nggak tidur?” tanya Kenzo akhirnya.
“Ini baru mau tidur. Kamu nggak tidur? Bukankah disana sudah hampir pagi ya? Kenapa kamu masih melek?” tanya Pelangi.
“Oh, itu tadi ada pekerjaan sedikit yang membuatku harus lembur. Sebentar lagi aku tidur kok.” Jawab Kenzo bohong.
“Oh gitu. Ya sudah kamu tidur gih.” Ucap Pelangi.
“Iya. Tapi, ehm apa aku boleh tanya sesuatu?” tanya Kenzo ragu.
“Tanya apa? Tanya saja, nggak dipungut biaya kok.” Jawab pelangi.
“Apa kamu nggak merindukanku?” tanya Kenzo antusias.
“Aaaaa…. Aku sudah ngantuk banget Ken. Kita sambung bseok lagi ya.” Jawab Pelangi menghindari pertanyaan Kenzo. dan itu membuat Kenzo mendengus kecewa.
“Ya sudah kalau gitu.” Jawab Kenzo.
“Iya. Kamu juga cepatlah tidur. Biar rindu kita bertemu di alam mimpi.” Ucap Pelangi dan segera memutus sambungan teleponnya.
Kenzo yang tadinya lesu, kini semakin bersemangat untuk segera tidur setelah mendengar kalimat terakhir Pelangi. Itu tandanya Pelangi juga merindukannya.
.
.
.
*TBC
__ADS_1