Pelangi'S Love Story

Pelangi'S Love Story
Eps 66


__ADS_3

“Bre, sorry sebelumnya. Apa Lo masih mencintai Kenzo?”


Alex sedang melihat perubahan wajah sahabatnya setelah memberi pertanyaan itu. Sambungan video call antara Pelangi dan Alex sempat terjeda sebentar karena Pelangi dengan sengaja melakukannya. Dia mengusap kedua sudut matanya yang berair.


“Eh, sorry Lex tadi nggak sengaja kepencet.” Ucap Pelangi setelah panggilannya kembali tersambung.


“Jadi Lo masih mencintai dia Bre?” tanya Alex lagi. Lebih tepatnya bukan pertanyaan, melainkan memastikan.


Jujur saja Alex sudah bisa membaca raut wajah Pelangi kalau dia masih mencintai mantan suaminya. Bukan mantan, tapi suami.


Alex tidak ingin menyampaikan semua yang dikatakan oleh Kenzo kemarin. Dia hanya ingin memastikan saja, apakah Pelangi masih mencintai Kenzo. meski masih mencintai, Alex pun tidak masalah, dia akan tetap mendukung sahabatnya.


“Lo diem berarti memang masih mencintainya, Bre.” Ucap Alex lagi.


“Lex, bisa nggak kita nggak usah bahas dia. Lagi pula dia sudah bahagia dengan Pernik-“


“Pernikahannya batal.” Potong Alex cepat.


“Lo tuh ada-ada aja Lex. Lagi pula Eva sedang mengandung anaknya. tidak mungkin kan kalau pernikahan mereka batal. Sudahlah Lex, jangan bahas dia lagi.”


“Anak itu bukan anak Kenzo, melainkan anak bang Dafa.” Ucap Alex dan lagi-lagi membuat Pelangi tak percaya.


Tiba-tiba saja Pelangi memegangi perutnya yang terasa kencang. Alex menjadi sangat khawatir melihat sahabatnya meringis menahan sakit.


“Bre, Lo kenapa? Lo baik-baik saja?” tanya Alex cemas.


“Kenapa setiap kali menyebut nama Kenzo, bayi ini selalu membuat ulah.” Gumam Pelangi sambil mengusap perutnya tanpa mempedulikan pertanyaan Alex.


“Bre!” panggil Alex lagi.


“Eh sorry, Lex. Gue istirahat dulu ya.” Ucap Pelangi dan segera mengakhiri panggilannya.


Pelangi meletakkan ponselnya kemudian mencari obat yang diberikan oleh dokter Jack tadi. perutnya sudah tidak terlalu sakit lagi. Kini punggungnya kembali terasa nyeri.


Setelah meminum obatnya, Pelangi merebahkan tubuhnya di atas kasur. Dia mengusap pelan perut buncitnya sambil mengajak bicara.


“Sayang, anak Mama baik-baik ya disana. Kenapa sih kamu selalu seperti ini jika Mama menyebut nama Papa kamu?” protes Pelangi.


“Awww…” Pelangi kembali meringis saat perutnya kembali terasa kencang.

__ADS_1


Dia teringat dengan ucapan Alex yang mengatakan tentang gagalnya pernikahan Kenzo dan Eva. Dalam hati Pelangi terbesit sedikit rasa senang. Tapi dia juga bingung harus berbuat apa. Statusnya juga sudah bercerai.


“Apapun yang terjadi padamu, semoga kau selalu baik-baik saja.” Gumam Pelangi mendoakan Kenzo.


Ya, mulai saat ini dirinya tidak mau terlalu membenci pria yang sudah berstatus sebagai mantan suaminya itu. Dia tidak ingin anak dalam kandungannya itu protes karena tidak terima Papanya dikata-katai olehnya.


Setelah rasa sakit pada punggung dan perutnya mulai mereda, Pelangi memilih untuk tidur. Karena semalam dia tidak bisa tidur dengan nyenyak.


***


Sementara itu Kenzo hari ini sedang meeting dengan Barra. Kenzo sangat berterima kasih pada Barra yang telah membantu menyelamatkan perusahaannya. Dia tidak menyangka kalau Richard telah bersiap siaga mengamankan perusahaannya sebelum Mama tirinya benar-benar membuat bangkrut. Meski beberapa saham sudah berhasil dijual.


“Aku tidak tahu apa yang akan terjadi jika perusahaan ini benar-benar gulung tikar, Bar.” Ucap Kenzo sendu.


“Yang penting sekarang kamu sudah bisa tenang dan menyelesaiakan kekacauan itu secara perlahan. Aku yakin kamu pasti bisa.” Ucap Barra memberi semangat.


Di tengah-tengah perbincangan mereka berdua, tiba-tiba saja Barra mendapat telepon dari istrinya. Barra yang sudah tahu kebiasaan sang istri hanya tersenyum samar mendengar keluhan sang istri dibalik sambungan telepon. Setelah itu Barra menutup panggilannya.


“Baiklah, karena sudah tidak ada lagi yang perlu kita bahas, akum au pulang dulu.” Ucap Barra.


“Kamu buru-buru banget sih Bar. Padahal aku sedang butuh teman.” Ucap Kenzo dramatis.


“Apa semua wanita hamil seperti itu?” tanya Kenzo penasaran.


Barra melirik jam tangannya. dia kembali duduk sebentar karena tidak tega melihat wajah melas Kenzo. Barra juga tahu kalau temannya itu sedang berjauhan dengan istrinya.


“Nggak semua. Tapi kebanyakan seperti itu. Dan kita sebagai calon Papa harus selalu sigap jika melihat istri kita mengeluh sakit. Biasanya janin itu memang merindukan sosok Papanya.” Ucap Barra.


“Terus apa yang kamu lakukan?” tanya Kenzo.


“Aku cukup memberi pijatan lembut pada pada penggungnya. Lalu mengusap perutnya sambil mengajaknya berkomunikasi.” Jawab Barra.


“Memang ada seperti itu? Apa janin itu bisa mendengar kamu?” tanya Kenzo tak percaya.


“Ya harus seperti itu. Kontak batin antara kita dan janin itu memang untuk menjalin kedekatan kita dengan anak kita. Coba saja kalau tidak percaya.” Ucap Barra sengaja meledek Kenzo.


Kenzo hanya mendelik kesal. Bagaimana bisa dia menyentuh perut Pelangi. Posisinya saja berada jauh. Akhirnya mereka berdua memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing setelah Kenzo mendapat pelajaran baru dari Barra.


Hari ini Kenzo akan pulang ke apartemennya. Dia akan mengambil beberapa berkas penting yang masih tertinggal disana. Setelah itu kembali lagi pulang ke rumah Papanya.

__ADS_1


Saat sudah sampai di depan unit apartemennya, Kenzo melihat seseorang yang sangat membencinya. Kenzo heran kenapa Alex bisa berada di apartemennya apalagi yang ingin dilakukan oleh laki-laki itu.


“Ada apa, Lex?” tanya Kenzo datar.


“Lo nggak nyuruh gue masuk? Gue udah lama disini.” Jawab Alex cuek.


“Ya udah siapa juga yang nyuruh Lo kesini.” Ucap Kenzo datar.


“Ya udah gue pulang aja. Gue nggak jadi nyampein kabar tentang Aubre.” Ucap Alex dan berlalu meninggalkan apartemen Kenzo.


“Tunggu!! Baiklah, ayo masuk.” Ucap Kenzo kemudian.


Alex menarik sudut bibirnya. dia sudah tahu kalau Kenzo tidak membiarkannya pulang setelah mengatakan nama seseorang yang sangat dia cintai.


Setelah duduk di sofa ruang tamu, Kenzo mengambilkan sebotol soft drink untuk Alex dan mempersilakannya minum.


“Ada apa dengan Pelangi?” tanya Kenzo to do point.


“Anak Lo kangen sama Lo.” Jawab Alex dan membuat Kenzo mengernyitkan kening.


“Tahu dari mana Lo?” tanya Kenzo tajam.


“Ck, gue tuh sahabat yang paling peduli pada Aubre. Jelas gue tahu apa yang sedang dialami oleh sahabat gue.” Ucap Alex pongah.


Kenzo tidak terima dengan pernyataan Alex yang baginya sok peduli dan sok tahu semua tentang istrinya. Dia mengepalkan tangannya kuat dan bersiap melayangkannya pada Alex. Tapi dengan cepat Alex menahannya.


“Lo mau informasi dari gue nggak sih? Dasar calon Papa tempramen” ejek Alex dan lagi-lagi membuat amarah Kenzo memuncak.


“Cepat katakan langsung!” bentak Kenzo.


“Ok ok baiklah. Anak Lo memang sedang merindukan Lo. Aubre merasakan perut dan punggungnya sakit. Jika Lo masih mencintainya, datangilah dia. Gue nggak tega melihat wajah kesakitan istri Lo.” Ucap Alex dan seketika membuat Kenzo diam mematung.


.


.


.


*TBC

__ADS_1


__ADS_2