
Disaat mereka berempat tengah asyik berbincang-bincang, bel apartemen berbunyi. Kenzo segera membukakan pintu dan melihat siapa lagi orang yang bertamu ke rumahnya.
Cklek
“Hai, Bro! bagaiamana kabar kakak ipar?” tanya Joseph.
Ternyata Joseph yang datang bersama Nova untuk menjenguk Pelangi. Nova juga membawa buah tangan untuk Pelangi. Setelah itu Kenzo mengajak sahabatnya untuk masuk dan bergabung dengan Barra dan Carissa di dalam.
“Nona Carissa!”
“Dokter Nova!”
Panggil Carissa dan Nova bersamaan. Ternyata duania begitu sempit. Tanpa mereka sadari ternyata selama ini mereka sudah saling mengenal. Carissa mengenal Nova, karena Nova adalah dokter spesialis kandungan yang memeriksanya. Barra pun juga kenal. Alhasil saat ini mereka berenam sudah saling mengenal dan sudah akrab.
Pelangi yang mendapati tamu dari orang-orang baik, merasa sangat bahagia. Bahkan rasa sakitnya seketika sembuh. Baginya, bertemu dengan orang-orang baik dapat memmebrikan energy positif untuk dirinya dalam proses penyembuhan.
Joseph, Nova, Barra, dan Carissa mendoakan Pelangi agar segera sehat dan bisa beraktivitas seperti sedia kala. Pelangi mengamini doa yang diberikan oleh keempat orang tersebut. Dia sangat bahagia memiliki teman baru. Bahkan tidak melihat pekerjaannya yang sangat berbeda jauh dari kedua wanita itu.
“Kita pulang dulu, ya! Semoga lekas sembuh.” Ucap Barra dan diangguki oleh Kenzo dan Pelangi.
“Sabar dulu Bro! tunggu sampai kakak ipar pulih untuk bisa mengajaknya bertempur lagi.” Ucap Joseph tanpa filter, dan sontak mendapat cubitan di perutnya dari sang istri.
Barra dan Carissa tergelak mendengarnya. Kenzo hanya menggelengkan kepalanya saat melihat sikap sahabatnya yang baginya sudah biasa. Sedangkan Pelangi kini wajahnya sudah memerah karena malu.
Setelah semua tamu pulang, Pelangi masuk ke dalam kamar untuk istirahat. Jujur saja, badannya kini sudah merasa baikan. Tidak lemas lagi dan juga tidak pusing.
“Minum obatnya dulu!” ucap Kenzo yang baru saja keluar dari kamar mandi.
“Aku sudah sehat Ken. Nggak perlu minum obat lagi. Aku juga bosan minum obat terus.” Keluh Pelangi.
“Bagaimanapun juga kamu harus minum obatnya. Setidaknya habiskan antibiotiknya saja kalau badan kamu sudah tidak demam.” Ucap Kenzo sambil mengambilkan obat dan air putih.
Pelangi pun akhirnya meminum obatnya. Setelah itu dia merebahkan tubuhnya. Kenzo segera menyusul dan tidur sambil memeluk Palngi.
__ADS_1
Pagi harinya, Pelangi sudah merasakan badannya sudah sehat. Setelah mencuci mukanya, dia menuju dapur untuk memasak. Dan membiarkan Kenzo yng masih sangat pulas tidurnya.
Hari ini Pelangi akan pergi ke bengkel. Rasanya dua hari tidak bekerja membuat otot-ototnya terasa kaku.
“Kenapa kamu memasak?” tanya Kenzo yang saat ini sudah duduk di kursi meja makan.
“Aku sudah sehat, Ken. Dan aku ingin makan masakanku.” Jawab Pelangi.
“Oh, iya hari ini aku juga akan ke bengkel.” Lanjutnya.
“Tidak! Aku tidak mengizinkan. Kamu baru saja sembuh Pelangi. Dan kamu akan bekerja berat seperti itu? Aku tidak mengizinkan.” Tolak Kenzo.
“Tapi aku sudah sehat, Ken! Aku bosan di rumah terus. Lagipula hari ini kamu juga kerja. Aku tidak ada temannya. Kalau di bengkel aku bisa kumpul sama teman-teman.” Ucap Pelangi.
“Aku bilang tidak ya tidak. Hari ini kamu ikut aku ke kantor.” ucap Kenzo.
“Nggak! Ngapain juga disana? Yang ada aku malah bosan.” Tolak Pelangi.
“Ini perintah dan aku nggak mau ada penolakan.” Jawab Kenzo dengan sorot mata tajam.
Kini Kenzo dan Pelangi sedang sarapan bersama. Pelangi sudah berpakaian rapi karena hari ini dia akan ikut suaminya ke kantor. namun kategori pakaian rapi buat Pelangi bukan seperti wanita pada umumnya. Dia justru memakai celana jeans dan kemeja lengan panjang berwarna putih. Bahkan rambutnya dikuncir mirip ekor kuda. Kenzo yang sudah terbiasa dengan dandanan istrinya, sama sekali tidak protes. Bagi Kenzo, Pelangi selalu cantik dengan dandanan seperti apapun.
Setelah menyelesaikan sarapannya, Kenzo dan Pelangi bersiap untuk pergi ke kantor. Kenzo merasa sangat senang karena hari ini dia akan bekerja dengan ditemani oleh istri tercintanya.
Beberapa saat kemudian, mobil Kenzo sudah sampai di basement kantornya. Dia segera melepas sabuk pengamannya dan keluar dari mobil. Begitu juga dengan Pelangi.
Tanpa sepengetahuan mereka berdua, ternyata saat mobil Kenzo memasuki besement ada seorang wanita yang berjalan cepat di belakang mobil Kenzo yang melaju pelan. Satpam pun lengah dan tidak melihat wanita itu.
“Awww…” teriak Pelangi saat tiba-tiba ada yang menarik rambutnya dengan keras sampai membuatnya terjengkang ke belakang.
“Rasain kamu!! Dasar pelakor!!” ucap Eva sambil terus menjambak rambut Pelangi bahkan telah mencakar wajahnya.
Kenzo sangat terkejut melihat kejadian tak terduga itu. Dengan cepat dia berkari mendekati istrinya yang sedang berkelahi dengan Eva.
__ADS_1
Langkah kaki Kenzo berhenti saat melihat istrinya sudah berhasil lepas dari cengkeraman Eva. Dan Kenzo sangat terkejut dengan tindakan Pelangi yang dengan cepat melayangkan sebuah bogem mentah tepat mengenai pipi Eva hingga wanita itu tersungkur. Tidak hanya itu, Pelangi dengan gesit menarik tubuh Eva agar berdiri. Kemudian dia mengepalkan tangannya kuat bersiap untuk memberikan bonus bogeman lagi di wajah Eva.
“Cukup!! Hentikan!!” Teriak Kenzo yang sudah menahan kepalan tangan Pelangi.
"Lepas, Ken!! akan aku beri pelajaran pada jal*** itu!" teriak Pelangi.
Dan dengan cepat Kenzo menarik tubuh istrinya agar menjauh dari Eva. Bahkan satpam kini sudah ada di lokasi kejadian setelah mendengar suara gaduh dari basement. Pelangi akhirnya melepaskan Eva.
Pipi Eva terlihat lebam setelah mendapat serangan dari Pelangi. Kemudian satpam segera membawanya keluar dari area kantor.
“Kenapa sih Kamu mengahalangi aku Ken?” kesal Pelangi dengan nafas tersengal.
“Apa kamu masih membelanya?” tanya Pelangi tajam.
“Bukan seperti itu. Kalau kekerasan dibalas kekerasan, tidak akan pernah selesai. biar nanti akan aku urus dia. Ayo kita masuk. Lihat pipi kamu terluka, dan harus segera diobati.”
Ucap Kenzo dan segera mengajak Pelangi masuk.
Tatapan beberapa karyawan kantor tampak aneh dengan penampilan Pelangi yang tidak baik-baik saja. Namun Pelangi memilih abai. Karena saat ini dia merasakan perih pada wajahnya akibat luka cakaran dari Eva.
Sesampainya di ruang kerja Kenzo. Pelangi duduk di sofa. Dan Kenzo memanggil Widya untuk membawakan obat-obatan.
“Aku bilang apa. Aku tadi mau pergi ke bengkel kamu larang. Dan sekarang jadi seperti ini.” gumam Pelangi sambil merapikan tatanan rambutnya yang berantakan.
“Maaf. Aku nggak tahu kalau akan ada kejadian seperti ini.” ucap Kenzo merasa bersalah.
Tak lama kemudian Widya datang sambil membawa kotak obat dan menyerahkannya pada Kenzo. Widya sempat bertanya dalam hatinya, apa yang baru saja terjadi pada Pelangi hingga mendapati luka cakar di wajahnya.
.
.
.
__ADS_1
*TBC