
Alex tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh dokter beberapa saat yang lalu. Hatinya semakin sakit melihat keadaan Pelangi yang begitu terpuruk. Nama yang indah tapi tak seindah perjalanan hidupnya. Mungkin itulah kata-kata Alex yang tepat untuk menggambarkan sahabatnya. Tapi dia sangat yakin kalau sahabatnya itu adalah wanita yang kuat dan tangguh. Pelangi pasti bisa melewati semua itu.
Setelah Pelangi tersadar dan sesuai dengan ucapan dokter, saat ini Pelangi sedang dibawa menuju poli kandungan. Awlanya Pelangi menolak setelah Alex memberitahunya, namun setelah dibujuk akhirnya Pelangi mau. Dan dia meminta Alex agar menunggunya diluar.
“Pelangi!” ucap Nova terkejut.
“Nova!” balas Pelangi yang juga tak kalah tekejut.
Setelah itu Pelangi berusaha untuk tetap tenang. Kemudian Nova memeriksanya. Pelangi meneteskan air matanya saat Nova menunjukkan hasil pemeriksaan usg dirinya. Ya benar, kini dirinya sedang mengandung. Bahkan usia kandungannya sudah 8 minggu.
Nova yang sedikit banyak sudah tahu hubungan Pelangi dan Kenzo dari suaminya tempo hari, membuatnya ikut merasa sedih. Tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa.
“Nov, boleh aku minta sesuatu?” ucap pelangi dan dianggukin oleh Nova.
“Tolong rahasiain ini semua. Jangan bilang ke siapa pun kalau aku sedang mengandung. Termasuk pada Joseph.” Ucap Pelangi.
“Tapi kenapa? Bukankah ini lebih baik jika Kenzo tahu, Pelangi?” tanya Nova.
“Please aku mohon. Sebentar lagi aku dan Kenzo akan bercerai. Biar perceraian ini berjalan cepat.” Ucap Pelangi.
Nova menutup mulutnya tak percaya kalau Pelangi dan Kenzo akan becerai. Pasalnya dia tidak tahu jelas permasalahan yang sedang dihadapi Pelangi dan suaminya. Yang dia tahu dari Joseph hanya sepenggal cerita kalau Kenzo sangat bersalah karena tanpa sengaja telah menghianati istrinya.
“Tapi kamu sedang hamil. Bukankah perceraian itu tidak akan sah jika pihak istri sedang hamil?” ucap Nova.
“Maka dari itu aku minta sama kamu agar tidak menceritakan semua ini, Nov” pinta Pelangi.
Nova tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Akhirnya dia hanya mengangguk.
Setelah keluar dari ruangan Nova, pelangi segera pulang bersama Alex. Sejak tadi Alex ingin sekali menanyakan tentang hasil pemeriksaan Pelangi namun saat melihat raut wajah sahabatnya yang sangat pilu membuatnya tutup mulut.
Sesampainya di rumah Alex, Pelangi segera masuk ke rumah. Namun tiba-tiba saja tangannya ada menarik dan langsung memeluknya.
“Pelangi, please aku mohon dengarkan penjelasanku dulu. Itu semua tidak benar.” Ucap Kenzo yang saat ini sedang merengkuh tubuh wanita yang sangat dia rindukan.
__ADS_1
“Brengsekk!! Pergi Lo dari sini juga!”
Alex dengan cepat melepaskan pelukan Kenzo dari Pelangi dan segera menghajarnya.
Bugh bugh bugh
“Enyah Lo dari sini sekarang juga! gue nggak akan biarin sahabat gue kembali lagi ke pelukan Lo.” Ucap Alex.
“Lex, gue masuk dulu. Gue capek.” Ucap Pelangi tanpa melihat Kenzo sedikitpun.
Kenzo yang mendengar istrinya bicara seolah tak menganggap dirinya ada, hatinya begitu sakit. Dia pikir istrinya akan membela saat Alex menyerangnya bertubi-tubi. Akhirnya Kenzo pulang dari rumah Alex.
Setelah Kenzo pulang, Alex masuk ke dalam untuk melihat sahabatnya. Terlihat Pelangi sedang merebahkan tubuhnya di atas sofa ruang tengahnya. Alex memang tinggal sendiri karena kedua orang tuanya ada di kampung.
“Bre, Lo tidur di kamar sana saja. Jangan disini. Kondisi kamu juga belum fit.” Ucap Alex.
“Thanks ya Lex. Lo banyak bantu gue selama ini. hanya Lo satu-satunya orang yang menjadi sandaran gue di saat seperti ini.” ucap Pelangi sendu.
“Bre, sorry. Bagaimana hasil pemeriksaan tadi?” tanya Alex.
Pelangi yang mendapat pertanyaan dari Alex tak langsung menjawabnya. Dia justru tertawa. Namun tawanya sarat akan makna menertawakan kebodohannya. Ya, bodoh karena telah mencintai orang yang salah. Cinta tulus yang diberikan pada Kenzo ternyata tak mendapatkan sambutan baik. Pria yang sudah dia pastikan akan menjadi tambatan hatinya seumur hidup itu telah menghianatinya. Menorehkan luka yang begitu dalam dan menyesakkan.
“Bre, sorry kalau pertanyaan gue sangat mengganggu.” Ucap alex.
“Nggak apa-apa, Lex. Lo juga harus tahu karena Lo sudah gue anggap seperti saudara gue sendiri.” Ucap Pelangi dan sejenak menarik nafasnya.
“Gue hamil, Lex. Benar gue hamil. Hamil anak baji*** itu. Dan gue adalah satu-satunya wanita yang sangat bodoh karena mudah terperdaya dengan ucapan manis baaj*** itu. Gue hamil anaknya Lex, arggghhhh!!!!” ucap Pelangi sambil tertawa namun air matanya terus saja mengalir.
Alex dengan cepat memeluk tubuh sahabatnya. Tubuh Pelangi berggetar hebat dan terus meracau tentang kehamilannya.
“Bodoh gue Lex. Andai saja gue minum obat yang telah ditukar oleh wanita sialan itu, pasti gue nggak akan hamil. Gue benar-benar bodoh, Lex!” ucap Pelangi masih dalam pelukan Alex.
“Sabar, Bre. gue yakin kalau Lo adalah wanita kuat. Lo sahabat gue yang sangat kuat. Lupakan baji*** itu. Ingat ada nyawa dalam Rahim Lo.” Ucap Alex.
__ADS_1
“Iya, Lex. Lo jangan beritahu siapapun tentang kehamilan gue. Biar perceraian gue dan dia cepat selesai. setelah itu gue akan menata kembali hidup gue.” Ucap Pelangi dan diangguki oleh Alex.
Setelah itu Alex meminta Pelangi untuk masuk ke kamar dan beristirahat. Dia masih tidak terima dengan perbuatan Kenzo pada Pelangi. Entah apa yang harus dilakukan Alex setelah ini.
Sementara itu Kenzo saat ini sedang berada di dalam kamar apartemennya. Sejak tadi Eva menghubunginya, tapi selalu dia abaikan. Kenzo tidak ingin menemui Eva dulu, meski dirinya nanti akan bertanggung jawab atas kehamilannya.
Kenzo masih berusaha mengingat tentang perbuatannya bersama Eva satu bulan yang lalu. Saat itu Alex mendapat telepon dari ART Eva yang mengatakan kalau Eva akan melakukan percobaan bunuh diri dengan terjun dari balkon kamarnya. Dan entah kenapa Kenzo begitu panik dan segera pergi kesana.
Sesampainya di rumah Eva, Kenzo langsung naik ke lantai atas dimana kamar Eva berada. Dan benar saja Eva sudah berdiri di atas pagar besi dan hendak terjun. Dengan cepat Kenzo menggagalkan tindakan Eva itu.
Setelah berhasil menyelamatkan Eva, tiba-tiba saja Eva pingsan. Dengan cepat Kenzo membawa Eva masuk dan merebahkannya di atas ranjang. Kemudian dia meminta ART Eva untuk membawakan air putih.
“Ken!! Jangan tinggalin aku!” ucap Eva setelah sadar.
Kenzo hanya diam dan tidak mampu mengucapkan sesuatu. Tiba-tiba saja Eva langsung mencium bibir Kenzo, dan Kenzo seperti terhipnotis lalu membalas ciuman Eva. Setelah itu Kenzo sudah tidak ingat apa-apa lagi. Tahu-tahu saat bangun, dia sudah tidak memakai sehelai benangpun, bahakn dirinya sedang memeluk tubuh polos Eva.
“Nggak mungkin! Nggak mungkin gue ngelakuin itu.” Gumam Kenzo frustasi.
***
“Bagaimana? Kapan aku bisa tahu hasilnya? Aku butuh secepatnya.”
“Ck, kamu itu kebiasaan. Obat ini bukan sembarang obat. Dan tidak dijual bebas. Aku masih butuh waktu untuk menelitinya lagi. Kira-kira satu bulan lah.”
“Gila!! Aku minta dua minggu harus selesai. tidak ada penolakan!!”
.
.
.
*TBC
__ADS_1