
“Apa masih sakit?” tanya Kenzo tanpa menghentikan tangannya mengusap perut Pelangi.
Pelangi hanya menggelengkan kepalanya kemudian membuang mukanya. Entahlah apa yang harus dia lakukan sekarang. jujur saja perutnya sekarang sudah terasa nyaman. Bahkan dirinya menginkan Kenzo memijat punggungnya.
“Coba kamu hadap kesana!” perintah Kenzo dan membuat Pelangi bingung namun tetap menuruti perintahnya.
“Bagaimana dia bisa tahu kalau aku menginginkan ini?” tanya batin Pelangi saat tangan Kenzo mulai memijat punggungnya dengan lembut.
Kenzo menarik sudut bibirnya ke atas. dia sangat senang bisa melakukan ini pada Pelangi. Dia seolah memenangkan undian miliaran rupiah. Dengan begini dia bisa mempunyai senjata untuk membuat Pelangi perlahan membuka hatinya kembali. Dia sangat yakin kalau calon anaknya itu sangat pro dengannya.
“Maksih anak Papa. Kamu memang anak kesayangan Papa.” Ucap batin Kenzo.
Tanpa terasa, Pelangi tertidur dengan posisi miring. Kenzo yang mendengar dengkuran halus dari istrinya, langsung menghentikan pijatannya. Kemudian dia memakaikan selimut pada tubuh Pelangi dan keluar dari kamar itu.
“Apa Pelangi baik-baik saja?” tanya Richard saat melihat kenzo baru saja keluar dari kamar.
“Pelangi sudah tidur, Om. Dan keadaannya sudah membaik.” Jawab kenzo.
Kemudian Kenzo mengambil kopernya dan membawanya masuk ke kamar. bukan kamar Pelangi, melainkan kamar tamu. Meski statusnya masih sah sebagai suami istri, Kenzo memilih untuk tidur terpisah dulu. Dia tidak mau melihat istrinya shock jika dirinya tidur dalam satu kamar.
Keesokan paginya, Pelangi sudah terbangun dari tidurnya. Dia merasa tubuhnya sangat rileks, tidak seperti biasanya.
“wah, tumben kamu jadi anak pintar dan nggak menyusahkan mamamu.” Gumam pelangi sebelum menyadari apa yang telah terjadi tadi malam.
“Astaga!! Pantas saja kamu pagi ini nggak rewel. Ternyata ada Papa kamu disini. Dasar anak Kenzo!” gerutu Pelangi dan seketika perutnya terasa kencang.
“Iya-iya sorry. Mama nggak sengaja.” Ucap Pelangi.
Setelah itu Pelangi turun dari ranjang dan masuk ke kamar mandi untuk mencuci mukanya. Kemudian dia keluar kamar menuju dapur.
Pelangi melihat tantenya masih sibuk memasak di dapur. Dia pun ikut membantunya. Agatha tersenyum melihat Pelangi sudah tampak sehat dan berbeda dari biasanya. Perlahan Agatha menceritakan tentang Kenzo. Pelangi hanya diam dan mendengarkan saja.
__ADS_1
“Bagaimanapun juga anak kamu membutuhkan sosok Papanya. Tante tahu pasti hati kamu masih sakit.” Ucap Agatha.
Pelangi masih diam. Dan tak lama kemudian kenzo, Richard dan Leo segera bergabung ke meja makan untuk sarapan bersama. Kenzo langsung duduk tepat di sebelah Pelangi. Namun Pelangi masih saja diam dan cuek.
“Nak Kenzo sampai kapan tinggal disini?” tanya Agatha.
“Ehm, sampai Pelangi mau diajak pulang ke Indonesia, Tante.” Jawab Kenzo sambil melirik Pelangi.
Pelangi masih saja diam. Justru dia semakin asyik menikmati sarapannya. Sedangkan Richard hanya bisa menggelengkan kepalanya saat melihat keponakannya yang sangat keras kepala.
Selesai makan, Richard dan Leo beranjak terlebih dulu. Karena mereka berdua akan pergi ke kantor. sedangkan Pelangi memilih untuk pergi ke taman belakang rumah untuk menikmati udara pagi hari.
Kenzo pun tidak tinggal diam. Dia mengikuti langkah kaki istrinya. Terlihat disana Pelangi sedang duduk di kursi taman. Kemudian Kenzo duduk di sebelahnya. Pandangan Pelangi lurus ke depan melihat hamparan taman Bungan yang begitu indah. Dia tidak peduli kalau ada Kenzo di sampingnya.
“Pelangi, please jangan diamkan aku seperti ini. marahi aku, hukum aku. tapi jangan diam terus seperti ini.” ucap Kenzo.
“Bukankah aku sudah bilang. Pulanglah. Buat apa kamu masih disini? Jangan harap aku mau ikut pulang bersamamu.” Ucap Pelangi dengan tatapan masih sama.
“Kamu nggak perlu repot-repot seperti itu. Aku bisa menjaga kandunganku sendiri. Anak ini sangat pintar meski tanpa kamu.” Ucap Pelangi dan lagi-lagi dia meringis sakit sambil memegangi perutnya.
Dengan cepat tangan Kenzo mengusap perut Pelangi dengan lembut. Dan lagi-lagi perutnya terasa sangat nyaman. Pelangi benar-benar merutuki kebodohannya yang tidak bisa menjaga ucapannya sendiri.
Sedangkan Kenzo tersenyum samar saat melihat Pelangi diam saja dirinya mengusap lembut perut buncit istrinya.
“Tidak hanya aku yang mengharapkan kepulangan kamu. Tapi Papa juga. kamu tahu, Papa sangat senang mendengar kamu sedang mengandung cucunya. Papa memintaku agar berhasil membawa kamu pulang. Papa sekarang sendirian. Tidak punya siapa-siapa lagi selain aku. aku mohon kamu ikutlah kembali pulang.” Ucap Kenzo.
Pelangi meneteskan air matanya saat mendengar kalau Papa mertuanya juga mengharapkan kepulangannya. Tadi Agatha sudah menceritakan semua. Pelangi tahu kalau mertuanya sangat baik padanya. Entah kenapa dia tidak tega melihat mertuanya tinggal sendirian setelah dihianati istrinya.
“Akan aku pikirkan.” Jawab Pelangi singkat.
“Terima kasih.” Kenzo tidak bisa lagi menyembunyikan raut bahagianya.
__ADS_1
“Tapi bukan berarti aku memaafkan kamu begitu saja.” Tambah Pelangi dan membuat senyum Kenzo surut.
Setelah mengatakan itu Pelangi beranjak dan pergi meninggalkan Kenzo yang masih duduk di kursi taman.
Sudah empat hari Kenzo tinggal di London. Selama itu pula istrinya masih saja bersikap dingin padanya. Kenzo pun tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Pelangi juga sudah tidak lagi merasakan perutnya kencang seperti sebelumnya. Entah itu karena ada Kenzo atau dirinya menahan untuk tidak mengumpati Kenzo yang akan menyebabkan janinnya marah.
Tiba-tiba saja saat sedang santai di ruang tengah, Kenzo mendapatkan panggilan dari seseorang. Pelangi yang sejak tadi diam, kini diam-diam mencuri pandang pada Kenzo yang sedang terlibat pembicaraan serius melalui telepon.
“Maaf Om, Tante. Besok Kenzo harus pamit pulang ke Indonesia, karena perusahaan sedang membutuhkan saya.” Ucap Kenzo sambil melirik Pelangi.
“Tapi, ijinkan Kenzo membawa Pelangi ikut pulang ke Indonesia.” Lanjut Kenzo.
Richard dan Agatha melihat keponakannya yang kini tampak membuang muka.
“Baiklah. Kami mengijinkan Pelangi ikut kamu pulang ke Indonesia.” Jawab Richard.
Mereka menganggap diamnya Pelangi adalah setuju dengan ajakan Kenzo. sedangkan Pelangi sendiri sedang dilanda kebingungan. Di satu sisi dirinya masih belum bisa memaafkan Kenzo, di sisi lain anak dalam kandungannya itu sepertinya tidak mau jauh dari Papanya.
“Terserah.” Jawab Pelangi cuek dan segera pergi meninggalkan ruang tengah.
Richard memberikan nasehat pada Kenzo agar sabar menghadapi sifat keras kepala keponakannya. Dia sangat yakin kalau sebenarnya Pelangi adalah perempuan yang baik hati dan berhati lembut.
“Om minta. Ini yang terakhir kalinya kamu menorehkan luka pada Pelangi. Jika hal itu terulang kembali, Om tidak akan segan-segan menjauhkan Pelangi dari kamu. Bahkan anak kamu juga.” ucap Richard memperingatkan.
“Baik, Om. Saya berjanji tidak akan membuat keponakan Om dan Tante terluka lagi. Saya akan menjaga dan mencintainya dengan segenap hati saya.” Jawab Kenzo tegas.
.
.
.
__ADS_1
*TBC