
Kenzo pun memutuskan untuk masuk ke dalam kamar. disana dia melihat Pelangi sudah merebahkan tubuhnya dengan posisi miring membelakanginya. Kenzo tidak ikut tidur satu ranjang dengan Pelangi. Dia memilih untuk tidur di sofa yang ada di kamar itu.
Kenzo belum juga menutup matanya. dia masih memikirkan tentang Pelangi. Entah kenapa dia rasanya tidak ingin meninggalkan Pelangi. Dia juga sudah berjanji pada Omnya kalau akan menjaga Pelangi dengan baik. Lantas apa yang harus ia lakukan. Kenzo juga tidak tahu kenapa perasaannya saat ini pada Pelangi sangat berbeda dibandingan dengan awal mereka bertemu.
Kenzo melihat ponselnya yang terdapat banya pesan dan panggilan tak terjawab dari Eva. Kenzo enggan membuka pesan itu dan juga tidak berniat untuk menghubungi Eva balik. Akhirnya dia memutuskan untuk tidur saja meski posisinya sangat tidak nyaman.
Keesokan paginya Kenzo sudah terbangun lebih dulu. Dia memilih segera mandi setelah itu turun ke bawah. Sedangkan Pelangi yang baru saja membuka matanya, dia melihat jam dinding masih menunjukkan pukul 6. Kemudian dia bangun, tapi dia tidak melihat keberadaan Kenzo di dalam kamarnya.
Selesai mandi, Pelangi segera turun untuk sarapan bersama. Karena dirinya hari ini juga bekerja dan Kenzo pun demikian, jadi Pelangi memutuskan untuk segera kembali ke apartemen. Dia tahu kalau Kenzo tidak membawa baju ganti. Semalam saja dia meminjam baju Leo untuk dipakai dulu oleh Kenzo.
“Ayo sarapan dulu!” ajak Agatha saat Pelangi baru saja memasuki ruang makan.
Pelangi melihat disana ternyata sudah ada Kenzo dan juga Omnya. Akhirnya dia juga segera bergabung untuk sarapan bersama.
“Minggu depan rencananya Om akan mengadakan acara serah terima jabatan untuk suami kamu.” Ucap Richard di tengah-tengah kegiatan sarapannya.
“Kenapa buru-buru sekali sih Om?” protes Pelangi.
“Bukan buru-buru Sayang. Tante juga sudah sangat merindukan Leo.” Ucap Agatha.
“Jadi Tante dan Om bakal ninggalin Pelangi sendirian?” Tanya Pelangi sendu.
Sejak tadi Kenzo hanya mendengarkan saja. Namun hatinya ikut sakit saat mendengar nada sendu Pelangi saat akan dtinggalkan oleh Om dan Tantenya. Memang dia tahu kalau Pelangi adalah seorang yatim piatu. Tapi meskipun begitu, setahunya Pelangi adalah seorang gadis periang dan memiliki banyak teman.
“Kamu sadar akan ucapan kamu. Kan ada Kenzo. Dia suami kamu, yang pastinya akan menjaga dan menemani kamu. Lagian Om dan Tante tinggal di London. Kalian bisa kesana kalau merindukan Om dan Tante. Atau kalian mau berbulan madu kesana?” ucap Richard sekaligus bertanya dengan nada menggoda Pelangi.
Pelangi hanya berdecak kesal dan melirik Kenzo yang juga sedang meliriknya. Pelangi kembali melanjutkan makannya tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
Selesai sarapan, Pelangi dan Kenzo berpamitan untuk pulang ke apartemen. Karena Kenzo juga harus bekerja.
Di dalam mobil keduanya sama-sama terdiam. Memang apa yang harus dibicarakan. Bagi Pelangi tidak ada hal penting yang harus dibahas dengan Kenzo.
Sesampainya di apartemen, Kenzo segera mengganti pakaian kerjanya kemudian keluar dari kamarnya. Dia juga sudah melihat Pelangi sudah berganti pakaian santai. Pakain yang memang sering dia pakai saat bekerja di bengkel.
“Ayo, kita berangkat barengan aja.” Ajak Kenzo.
__ADS_1
“Nggak. Gue naik taksi aja” Tolak Pelangi.
“Sekali ini aja lo terima ajakan gue. Karena gue kemarin yang jemput lo, dan harus meninggalkan motor lo di bengkel.” Ucap Kenzo tegas.
Karena tidak ingin berdebat pagi-pagi, akhirnya Pelangi hanya bisa menuruti kemauan Kenzo yang akan mengantarnya ke bengkel.
Sesampainya di bengkel, Kenzo tak kunjung membukakan pintu mobilnya. Dia meraih ponselnya yang ada di dalam saku jasnya dan diserahkan pada Pelangi.
“Maksud lo apa?” Tanya Pelangi bingung.
“Ketik no ponsel lo!” perintah Kenzo.
Akhirnya Pelangi mengetik beberapa digit no ponselnya pada ponsel Kenzo. Setelah itu menyerahkan pada Kenzo. Dan saat Pelangi akan keluar dari mobi, tiba-tiba saja lengannya dicekal oleh Kenzo.
“Nih buat beli kebutuhan lo!” ucap Kenzo sambil memberikan
kartu ajaib berwarna hitam.
“Nggak usah. Gue masih bisa biayain hidup gue sendiri.” Tolak Pelangi.
“Gue nggak suka penolakan. Lo terima atau lo akan tetap berada di dalam mobil ini?” ancam Kenzo dan akhirnya Pelangi mengambil kartu itu.
Kini Kenzo sudah memulai aktivitasnya di kantor. seperti biasa dia sudah disibukkan dengan beberapa tumpukan dokumen penting yang harus ia periksa dan ditanda tangani. Kenzo melirik ponselnya yang bergetar dan menampakkan notif pesan masuk.
“Nanti siang jemput aku untuk makan siang di tempat biasa.”
Kenzo hanya membaca pesan dari Eva tanpa menjawabnya. Karena memang isi pesan itu bukan berupa pertanyaan melainkan pernyataan. Jadi dia tidak perlu membalasnya.
Saat jam makan siang tiba, sesuai keinginan Eva, Kenzo menjemput kekasihnya untuk makan siang di tempat favorit mereka.
“Kemana saja sih kamu seharian kemarin Ken?” Tanya Eva cemberut.
“Maaf, kemarin aku benar-benar sibuk. Aku lembur dan pulang sangat larut.” Jawab Kenzo berbohong.
“Oh, kirain kamu menghabiskan waktu dengan istri kamu itu.” Ucap Eva.
__ADS_1
Kenzo berusaha untuk tetap tenang walau kenyataannya memang dia menghabiskan waktunya dengan Pelangi. Namun bukan dalam artian menghabiskan waktu untuk bersenang-senang. Entah kenapa sampai saat ini Kenzo masih memikirkan Pelangi. Terutama ucapan Pelangi yang membahas masalah perceraian.
“Aku nggak sabar nunggu hari dimana kamu akan bercerai dengan istri kamu Ken.” Ucap Eva tiba-tiba.
“Apa maksud kamu?” Tanya Kenzo tanpa sengaja meninggikan suaranya.
“Ken, ada apa denganmu? Kamu nggak lupa kan kalau pernikahan kalian hanya sementara?” Tanya Eva terkejut saat mendngar ucapan Kenzo dengan nada tinggi.
“Maaf. Aku hanya pusing dengan urusan kantor saja. Aku nggak lupa kok kalau pernikahanku dengan Pelangi hanya sementara.” Jawab Kenzo.
Kini Kenzo dan Eva sudah tiba di restaurant. Mereka berdua segera memesan menu makan siangnya. Keduanya tampak terdiam dan tidak ada pembicaraan sama sekali. Kenzo sibuk dengan ponselnya. Lebih tepatnya pura-pura sibuk. Dia melihat foto profil di kontak whatsapp milik Pelangi. Disana ada foto Pelangi yang memakai baju khas bengkel dengan wajah yang terkena sedikit oli. Bagi Kenzo itu terlihat lucu dan menggemaskan.
“Kenapa sih Ken dari tadi senyum-senyum sendiri?” Tanya Eva curiga.
“Ah, nggaak kok Cuma-“
“Permisi, silakan menikamati makan siangnya.” Ucap salah satu pelayan yang datang membawa nampan berisi makanan.
Kenzo merasa bersyukur dengan kedatangan pelayan itu dan membuat perhatian Eva teralihkan.
Setelah makan siang Kenzo langsung mengantar Eva kembali ke butiknya. Namun saat di parkiran dia melihat istrinya sedang bersama seorang laki-laki. Terlihat Pelangi sedang membawa beberapa box makanan yang sepertinya dia beli dari restaurant ini.
“Nih kuncinya. Lo yang nyetir.” Ucap Pelangi sambil melemparkan kunci mobil pada Alex.
“Gue jadi sopir lo nih ceritanya.” Jawab Alex sambil terkekeh.
Eva yang dari jauh melihat istri kekasihnya sedang bersama seorang laki-laki, terlebih menaiki mobil sport yang harganya sangat fantastis itu membuat Eva tersenyum sinis.
“Ternyata dia matre juga ya Ken. Lihat saja dia jalannya milih dengan cowok tajir.” Ucap Eva.
Namun Kenzo hanya diam saja sambil terus memperhatikan Pelangi dari jauh, yang kini sudah masuk ke dalam mobil sport itu.
.
.
__ADS_1
.
*TBC