
Saat ini Pelangi sedang dalam perjalanan kembali ke bengkel setelah makan siang bersama Alex. Pelangi yang biasanya membeli makan siang untuk teman-temannya di salah satu rumah makan dekat bengkel, tapi hari ini tidak. Dia mengajak Alex untuk makan siang di salah satu restaurant elit dan juga menggunakan mobilnya yang telah lama tidak ia pakai.
“Lo kesambet setan apa sih Bre tumben-tumbenan ngajak gue makan di resto elit?” Tanya Alex yang sedang mengemudi.
“Ya sekali-kali lah gue ajak sohib gue makan di tempat elit dan berkelas, biar lo ga kudet.” Jawab Pelangi meledek.
“Rese lo ya.” Jawab Alex dan membuat Pelangi terbahak.
“Kenapa sih lo nggak bawa mobil lho ini ke apartemen aja? Kan lo bisa pakai kemana pun lo pergi biar ga kehujanan dan kepanasan.” Tanya Alex.
“Males gue Lex. Dah lah lo pakai aja nggak apa-apa. Lo buat kencan sama Nancy juga nggak apa-apa.” Jawab Pelangi.
Setibanya di bengkel, Pelangi memanggil teman-temannya untuk istirahat dan makan siang terlebih dulu. Mumpung lagi nggak banyak pelanggan yang datang. Jadi mereka bisa bergantian makan siang.
“Wow makan siang istimewah nih.” Ucap Diva.
“Nggak usah baanyak ngomong, cepet lo makan.” Jawab Alex.
Hari sudah sore. Sudah waktunya Pelangi pulang. Tetapi saat dia mengambil motornya yang di garasi Alex tiba-tiba saja mesin motornya tidak bisa dinyalakan. Mau diservis? Tidak mungkin, karena Pelangi sudah sangat capek.
Akhirnya Pelangi masuk ke rumah Alex untuk mengambil kunci mobilnya. Dia memutuskan pulang naik mobil saja. Setelah Alex memberikan kunci mobilnya, Pelangi segera melesat pulang ke apartemennya.
Saat Pelangi sudah masuk ke basement, tidak lama kemudian mobil Kenzo juga baru datang. Dan sepertinya dia juga baru pulang kantor. tapi Kenzo tidak sendiri melainkan dengan Eva.
Pelangi keluar dari mobil sportnya bersama dengan Kenzo dan juga Eva. Kenzo terkejut saat melihat Pelangi keluar dari mobil sport yang dia pakai dengan seorang cowok tadi siang.
“Wow… lo pelet pakai apa tuh cowok lo sampai lo di ijinin bawa mobilnya?” sinis Eva.
Pelangi bingung dengan maksud perkataan Eva yang sepertinya ditujukan padanya. Semntara Kenzo hanya diam saja. Seperti biasa Pelangi menengok ke kanan dan ke kiri sebelum menjawab pertanyaan Eva.
“Lo ngajak ngomong gue?” Tanya Pelangi.
“Siapa lagi. Memangnya gue ngomong sama setan?” jawab Eva sinis.
“Oh kirain. Eh lo tadi ngomong apa? Gue melet cowok gue? Ini mobil mobil gue, sok tau lo bilang kalau ini mobil cowok gue.”
__ADS_1
Jawab Pelangi dan segera meninggalkan Eva dan Kenzo.
Eva sangat terkejut saat mendengar pengakuan Pelangi bahwa mobil sport dengan harga fantastis itu adalah melik Pelangi. Dan Kenzo pun sama. Tapi dia tidak heran jika Pelangi mempunyai mobil sport mewah, hanya saja yang membuat Kenzo heran kenapa Pelangi tidak pernah memakai mobilnya, dan lebih suka memakai motor.
Setelah itu Kenzo dan Eva masuk ke dalam apartemen. Pelangi pun masih berada di dalam kamarnya untuk membersihkan tubuhnya. Setelah itu dia akan keluar untuk membeli makan. Karena tidak mungkin dia memasak, terlebih ada Eva di dalam apartemen.
***
Hari pun berlalu, dan kini saatnya tiba Richard menyerahkan jabatannya kepada Kenzo yang telah menjadi suami Pelangi.
Acara serah terima jabatan itu dihadiri oleh beberapa petinggi perusahaan. Richard juga mengundang Damian dan Rosalina dalam acara itu.
Pelangi hari ini terpaksa harus berpakaian formal demi mendampingi sang suami. Pelangi menggunakan pakaian yang sangat sederhana namun justru terlihat sangat cantik. Kenzo yang tidak pernah melihat penampilan Pelangi seperti saat ini sungguh sangat terpesona.
“Ngapain sih lo daritadi lihatin gue kayak gitu?” bisik Pelangi tepat di samping Kenzo.
“Gue heran aja, ternyata lo cantik juga kalau jadi cewek.” Jawab Kenzo.
“Emangnya lo kira selama ini gue cewek jadi-jadian apa?” Tanya Pelangi kesal.
Namun setelah Kenzo mengatakan itu, dia terdiam seolah menyesal telah berkata seperti itu. Untung saja Pelangi tidak meladeninya lagi. Entah kenapa Kenzo jadi khawatir jika Pelangi dandan seperti sekarang ini dan akan ada cowok yang meliriknya. Rasanya Kenzo tidak terima.
Acara demi acara pun berlalu. Semua orang memberikan selamat pada Kenzo dan juga Pelangi. Termasuk kedua orang tua Kenzo.
“Semoga kamu bisa memimpin perusahaan dengan baik.” Ucap Damian pada Kenzo.
“Iya Pa.” jawab Kenzo.
“Ken selamat ya, dan juga Pelangi” ucap Rosalina ramah sambil memeluk Kenzo dan Pelangi bergantian.
“Terima kasih Ma.” Jawab Kenzo.
Kenzo sedikit heran dengan sikap mamanya. Apakah mamanya telah berubah dan sudah bisa bersikap baik pada Pelangi. Padahal Mamanya lah yang memberikan ide untuk menjalani pernikahan kontrak ini. kalau benar begitu, apakah dirinya akan tetap melanjutkan pernikahan kontrak ini. jujur saja Kenzo terasa berat jika hari itu akan tiba. Hari dimana dia akan bercerai dengan Pelangi.
Usai acara, Pelangi memilih pergi meninggalkan kantor. dia tidak peduli Kenzo yang marah karena ditinggal sendirian di ruangannya.
__ADS_1
Pelangi memilih untuk pergi ke salah satu café. Dia pergi sendirian menikmati secangkir espresso. Rasanya Pelangi kembali rilex setelah meminumnya.
Saat Pelangi sedang berbicara dengan Alex melalui sambungan telepon, tanpa sengaja Pelangi melihat seorang perempuan yang sangat dia kenal sedang berjalan masuk ke café sambil menggandeng tangan seorang pria.
Pelangi terus mengamati Eva yang tampak bergelayut manja di lengan seorang pria yang sepertinya Pelangi mengenali pria itu.
“Bukannya itu Kak Dafa ya?” batin Pelangi.
“Bre!!! Lo ngomong sama siapa sih?” teriak Alex pada sambungan telepon yang masih bertengger di telinga Pelangi.
“Eh sorry Lex. Nanti gue telepon lo lagi deh. Bye” jawab Pelangi dan segera menutup panggilannya.
“Bodoh lo Ken hanya dimanfaatin sama cewek lo.” Gumam pelangi sambil melihat Eva yang sudah duduk bersama Dafa.
Pelangi pun akhirnya beranjak dari duduknya dan mendatangi kasir untuk membayar minumannya. Sebelum Pelangi pulang, dia menyempatkan diri untuk menghampiri meja Eva.
“Hai Kak Dafa. Apa kabar nih?” Tanya Pelangi seolah tidak melihat Eva.
Eva sangat terkejut saat melihat Pelangi yang tiba-tiba datang menhampirinya. Wajahnya berubah pias dan sangat khawatir jika Pelangi akan mengadukan ini pada Kenzo.
“Hai Bre! Tumben lo dandan jadi cewek?” jawab Dafa.
“Cewek baru nih Kak?” Tanya Pelangi pura-pura tidak tahu.
“Nggak lah. Dari dulu cewek gue ya Cuma Eva. Eva kenalin nih Aubre temen adik gue.” Ucap Dafa.
Mau tidak mau akhirnya Eva mengulurkan tangannya pada Pelangi untuk berkenalan. Pelangi pun menyambut uluran tangan Eva sambil tersenyum sinis.
.
.
.
*TBC
__ADS_1
Mana nih jejaknya utk karya author yg baru ini. please kasih semangat dan dukungan dong utk novel ini. jujur nih author jadi kurang semangat up krna pembacanya cm dikit.😓😓😓