Pelangi'S Love Story

Pelangi'S Love Story
Eps 18


__ADS_3

Kenzo sangat panik saat melihat Pelangi pingsan di lantai dapur dengan sebagian tubuhnya terkena tumpahan bubur.


Kenzo segera membopongnya dan meletakannya di atas ranjang. Kenzo dapat melihat wajah istrinya yang pucat. Sakit apa dia hingga terlihat begitu lemah. Begitulah yang ada dalam benak Kenzo.


Setelah itu Kenzo memangil dokter yang termasuk sahabatnya agar memeriksa Pelangi. Dan beberapa saat kemudian dokter pun tiba.


“Hai bro! kenapa dengan wajah kamu? Siapa yang sakit?” Tanya Joseph.


“Tolong cepat periksa istri gue!” Jawab Kenzo.


Joseph mengerutkan kening saat sahabatnya meminta dirinya agar memeriksa istrinya. Pria yang berstatus dokter itu tidak tahu kalau sahabatnya sudah menikah. Setahunya sejak dulu hubungan Kenzo dengan Eva tidak direstui oleh Papanya. Namun Joseph juga segera masuk ke kamar dimana Pelangi masih terbujur pingsan.


“Siapa dia? Lo bilang istri lo? Kok bukan Eva?” Tanya Joseph bingung.


“Ceritanya panjang. Buruan cepat periksa dia!” Pinta Kenzo.


Dan tanpa banya bicara lagi akhirnya Joseph memeriksa Pelangi. Pria itu mengambil stetoskop untuk mengecek keadaan Pelangi. Dan setelah selesai, Joseph memeberikan beberapa obat yang dia bawa selebihnya memberikan resep pada Kenzo agar menebusnya di apotek.


“Gue kasih obat ini dulu, selebihnya nanti lo tebus di apotek. Nanti kalau kakak ipar sudah bangun, suruh makan dan minum obatnya.” Ucap Joseph.


“Ok thanks. Dia sakit apa?” Tanya Kenzo yang masih terlihat cemas.


“Asam lambungnya naik. Sepertinya pola makan kakak ipar tidak teratur. Dan untuk sementara jangan dibolehin untuk beraktivitas dulu. Dan sementara kegiatan enak-enaknya lo pending dulu sampai kakak ipar sembuh.” Ucap Joseph sambil mengerlingkan matanya menggoda Kenzo.


Kenzo hanya mencebik lalu segera mengajak sahabatnya keluar dari kamar Pelangi. Joseph tak kunjung pulang, justru pria itu malah duduk santai di sofa ruang tamu.


“Ngapain lo masih disini? Nanti gue transfer biayanya.” Ucap Kenzo.


“Gue nggak akan pulang sebelum lo ceritain semuanya ke gue.” Jawab Joseph sambil bersedekap.


Kenzo menghembuskan nafasnya panjang sebelum menceritakan semuanya pada Joseph. Memang Kenzo akui kalau Joseph adalah sahabat baaiknya. Dia juga selalu bercerita apa saja jika sedang ada masalah. Namun Kenzo melupakan tentang pernikahannya dengan Pelangi.

__ADS_1


“Jadi lo hanya nikah sementara sama kakak ipar?” Tanya Joseph tak percaya setelah Kenzo menceritakan semuanya dan Kenzo mengangguk.


“Lo yakin dengan rencana lo? Lo nggak nyesel? Sepertinya kakak ipar adalah orang yang baik.” Ucap Joseph.


“Lo ngga tahu aja kalau tuh cewek melek, sifatnya melebihi singa betina. Lagi pula gue nggak cinta sama dia. Lo tahu kan kalau gue Cuma cinta sama Eva.” Jawab Kenzo.


“Dan Eva mau lo tinggalin sementara demi menuruti kemauan bokap lo untuk menikahi kakak ipar. Sorry Ken, gue sebagai sahabat lo Cuma mau bilang. Sebesar apapun rasa cinta seseorang, dia tidak akan mau cintanya dibagi dengan orang lain kecuali ada maksud lain tersembunyi.” Ucap Joseph.


Joseph sebenarnya tidak terlalu suka dengan Eva. Hanya saja sahabatnya itu sepertinya sudah dibutakan oleh cinta dan tidak bisa melihat dalamnya hati Eva yang sesungguhnya. Joseph berharap suatu saat mata hati sahabatnya itu terbuka dan bisa mencintai istrinya.


“Gue nggak cinta sama Pelangi. Jadi gue ga bagi cinta untuk Eva dan Pelangi. Disini justru Eva yang kasihan. Hanya karena perjodohan konyol itu, gue harus meninggalkan Eva. Walau hanya sementara.” Jawab Kenzo.


“Terserah lo Ken!” jawab Joseph kesal dan segera pergi meninggalkan apartemen.


Setelah kepergian Joseph, Kenzo memesan makanan via online. Dia tidak jadi makan diluar mengingat Pelangi saat ini sedang sakit. Kenzo juga memesankan bubur untuk Pelangi.


Beberapa saat kemudian Pelangi sudah sadar dari pingsannya. Disana sudah ada Kenzo yang menunggunya. Pelangi tampak bingung dengan keberadaan Kenzo di dalam kamarnya. Setelah itu dia merasakan kepalanya pusing.


Pelangi tak banyak bicara, dia segera mengambil bubur dan memakannya. Memang seingat dirinya tadi dia memasak bubur karena merasa perutnya nggak enak. Selesai makan bubur, Kenzo memberikan obat agar segera diminum oleh Pelangi.


“Thanks.” Ucap Pelangi dan hanya diangguki oleh Kenzo.


Pelangi kembali melanjutkan istirahatnya. Sementara Kenzo akan keluar untuk menebus sebagian obat yang telah diresepkan oleh Joseph tadi.


***


Sesuai dengan saran Kenzo, Pelangi tidak diperbolehkan untuk beraktivitas terlebih dulu. Jadi selama 3 hari ini Pelangi hanya tiduran saja dan absen ke bengkel. Sedangkan Kenzo sedikit tidak tega meninggalkan istrinya seorang diri di apartemen. Tapi apa boleh buat, pekerjaannya pun tidak bisa ditinggalkan.


Seharusnya akhir pekan kemarin Kenzo dan Pelangi datang ke rumah Papanya. Berhubung Pelangi sedang sakit, jadi diundur dulu kepergiannya ke rumah sang Papa. Dan hari ini mereka berdua baru bisa datang kesana.


Setelah pulang dari bekerja, keduanya segera berangkat ke rumah Damian. Dalam perjalanan, Pelangi tampak diam dan tak banyak bicara. Dan beberapa saat kemudian mereka pun tiba di rumah Damian.

__ADS_1


Kedatangan Kenzo dan Pelangi disambut hangat oleh Damian dan juga Rosalina. Bahkan Rosalina bersikap baik pada menantunya. Namun Pelangi tidak terlalu memperhatikannya.


Damian segera mengajak anak dan menantunya untuk makan malam. Pria paruh baya itu sangat senang dengan kedatangan sang menantu. Dalam hati Damian berharap anaknya bisa mencintai istrinya. Karena diam-diam Damian masih mengetahui hubungan anaknya dengan Eva.


“Kapan kalian berencana bulan madu?” Tanya Damian di sela-sela kegiatan makannya.


“Gampanglah Pa kalau soal itu. Lagipula Ken juga sangat sibuk di kantor.” jawab Kenzo.


Damian mendengus kesal saat mendengar alasan anaknya. dia harus berpikir bagaimana caranya agar anaknya mau berbulan madu dengan Pelangi. Atau setidaknya memepererat hubungan mereka berdua.


“Kalian menginaplah disini malam ini. sudah lama kalian tidak pernah datang setelah menikah.” Ucap Rosalina.


Kenzo sangat terkejut dengan apa yang diucapkan oleh Mamanya. Bukankah mamanya dulu yang memberikan ide tentang pernikahan kontraknya dengan Pelangi. Tapi kenapa mamanya sekarang terlihat mendukung pernikahannya.


Kenzo pun tidak bisa menolak lagi karena takut papanya semakin mencurigainya. Akhirnya dia mengikuti saran dari mamanya untuk menginap.


Setelah makan malam Kenzo segera mengajak istrinya masuk ke kamar. kemudian Kenzo meinggalkan Pelangi pergi ke balkon kamarnya. Pelangi tidak peduli apa yang akan dilakukan Kenzo. Dia segera tidur karena jujur saja badannya sangat capek.


Selesai bebalas pesan dengan Eva, Kenzo masuk ke kamarnya. Dia melihat Pelangi sudah terlelap di atas ranjangnya. Akhirnya Kenzo mengambil bantal dan tidur di sofa. Karena tidak mungkin dirinya tidur seranjang dengan Pelangi.


***


Hari pun berlalu. Hubungan Kenzo dan Pelangi masih seperti biasanya. Yaitu menjalankan pernikahannya sesuai dengan perjanjian yang telah mereka sepakati. Pelangi masih sibuk dengan pekerjaannya di bengkel, Kenzo pun demikian. Dia sangat sibuk di kantor. namun Kenzo bukanlah pria yang haaus akan harta. Memang dia saat ini memegang perusahaan mendiang mertuanya. Namun dia tidak berfoya-foya dengan hasil yang dia dapat. Kenzo selalu mentransfer uang hasil perusahaan ke atm yang dulu pernah diberikan pada Pelangi. Meski Kenzo tahu sampai saat ini Pelangi belum pernah sama sekali memakai uang pemberiannya.


.


.


.


*TBC

__ADS_1


__ADS_2