Pelangi'S Love Story

Pelangi'S Love Story
Eps 36


__ADS_3

Varell berlari cepat saat melihat Pelangi baru saja keluar dari bengkel dan akan melajukan motornya.


“Bre, tunggu!! Aku ingin bicara sebentar.” Ucapnya dengan nafas tersengal.


Pelangi yang mendengar ada seseorang memanggilnya, lantas mengurungkan niatnya untuk melajukan motornya. Sedangkan Alex yang melihat Varell dibuat terkejut sekaligus marah.


“Ngapain Lo kesini hah?” bentak Alex yang kini sudah mendekati Varell.


“Bukan urusan Lo. Gue mau bicara dengan Aubre.” Jawab Varell acuh.


“Gue nggak akan biarin Aubre dekat lagi dengan pria baji*** kaya’ Lo.” Ucap Alex.


Pelangi yang melihat perdebatan Alex dan Varel akhirnya mau tak mau dia turun dari motor dan menhentikan perdebatan yang akan berakhir dengan perkelahian itu.


“Cukup!! Kalian jangan kaya’ anak kecil!” Ucap Pelangi.


“Rell, ada apa kamu datang kesini?” tanya Pelangi dan membuat Alex mendengus kesal.


“Aku mau menjelaskan semuanya, Bre. Please beri aku waktu.” Ucap Varell memohon.


“Gue nggak akan biarin itu semua. Cepat Lo pergi dari sini!” bentak Alex.


“Alex, cukup!!” ucap Pelangi yang sangat jengah melihat sahabatnya terus adu mulut dengan Varell.


“Baiklah, apa yang ingin kamu bicarakan? Katakan saja. Dan Lo, Lex pergilah. Gue akan baik-baik saja.” Ucap Pelangi dan membuat Alex mau tak mau pergi.


Kemudian Pelangi mengikuti Varell pergi ke sebuah café yang tidak terlalu jauh dari bengkel. Sebenarnya Pelangi enggan mengikuti kemauan pria itu. Namun terpaksa dia mau karena dia juga tidak tahu apa yang akan dibicarakan oleh Varell.


“Kamu mau minum apa Bre?” tanya Varell.


“Udah, nggak usah basa-basi. Cepat katakan, apa yang ingin kamu bicarakan.” Ucap Pelangi datar.


Varell hanya menghembuskan nafs pelan saat melihat perubahan dari perempuan yang sangat dicintainya itu. Perempuan yang sejak dulu memang terkenal jutek, namun tidak dengannya kini justru membuat Varell semakin menyesal. Iya, menyesal karena perbuatannyalah yang membuat Pelangi jadi seperti ini.


“Bre, maafin aku.” ucap Varell lirih.


“Hanya itu yang ingin kamu bicarakan Rell? Sudahlah, aku sudah melupakan itu semua. Nggak perlu dibahas lagi masa lalu itu.” Ucap Pelangi.

__ADS_1


“Tapi aku masih mencintaimu Bre. Aku sudah bercerai dengan istriku.” Ucap Varell dan membuat Pelangi tersenyum sinis.


“Gila kamu ya Rell. Aku heran dengan kamu. Sebenarnya hati kamu itu terbuat dari apa? Hingga semudah itu mempermainkan perasaan perempuan.” Jawab Pelangi.


“Tapi aku benar-benar masih mencintaimu Bre. Aku dulu terpaksa meninggalkan kamu itu karena sebuah alasan.” Ucap Varell.


“Lantas, jika kamu mengatakan alasan itu, membuat aku menerima dan memaafkan kesalahan kamu begitu saja? Nggak akan.” Ucap Pelangi dan segera beranjak dari duduknya.


“Bre, aku ninggalin kamu karena paksaan dari Om Richard!” ucap Varell cepat dan membuat Pelangi mengurungkan niatnya untuk pergi.


“Om Richard datang menemuiku. Beliau meminta aku pergi ke luar negeri dan meninggalkan kamu. Kalau aku tidak mau, Om Richard akan menarik semua saham di perusahaan Papa. Dan akhirnya aku terjebak dalam pernikahan konyol itu” Ucap Varell.


“Lalu, setelah kamu cerai dan meminta balikan dengan aku lagi? Nggak semudah itu Rell.” Ucap Pelangi.


“Tolong dengerin aku dulu Bre!” cegah Varell, namun Pelangi tak mempedulikannya dan segera pulang.


Sebenarnya Pelangi terkejut mendengar pernyataan Varell tadi. jadi yang menyebabkan hubungannya putus dengan Varell saat itu adalah Om Richard. Apa alasan Om Richard sampai tega seperti itu padanya. Padahal Varell juga termasuk pria yang baik.


Pelangi pulang ke apartemen dengan perasaan yang sangat kacau. Dia masih memikirkan perkataan Varell tadi. jujur saja, Varell adalah pria pertama yang telah membuatnya jatuh cinta. Pria itu juga yang dulu selama dua tahun selalu mengisi hari-harinya. Entah bagaimana perasaan Pelangi saat ini dengan Varell. Apakah masih sama seperti dulu. Terlebih mengetahui kenyataan bahwa Varell sudah berpisah dengan istrinya.


Semalaman Pelangi tidak bisa tidur karena masih memikirkan sang mantan kekasih. Bahkan dia lupa dengan statusnya saat ini yang sudah menjadi istri Kenzo. walau hanya sementara, namun nama Kenzo akhir-akhir ini juga sudah menempati ruang di hatinya. Tapi dengan kedatangan Varell, membuat Pelangi sedikit goyah.


“Pagi istri!” sapa Kenzo yang sudah tampak rapi dengan stelan baju kerjanya.


Pelangi hanya melirik sebentar tanpa membalas sapaan Kenzo. Sedangkan Kenzo tampak heran dengan sikap Pelangi pagi ini yang berbeda dari biasanya.


“Kenapa kamu membawakan aku bekal makanan?” tanya Kenzo saat melihat Pelangi meletakkan kotak bekal di meja.


“Bukannya kamu sendiri yang minta?” tanya Pelangi dengan kening berkerut.


“Ah iya aku lupa. Tapi mulai besok nggak usah bawain aku bekal lagi. Kita bisa makan siang bareng kaya’ kemarin.” Ucap Kenzo tersenyum tipis.


“Nggak perlu Ken. Aku tetap akan buatin bekal buat kamu.” Jawab Pelangi.


“Kenapa?” tanyanya bingung.


“Aku nggak mau kita terlalu dekat. Biarkan saja seperti ini sampai perjanjian itu berakhir.” Ucap Pelangi dan membuat Kenzo meradang.

__ADS_1


“Aku sudah katakan bukan? Beri aku waktu untuk menyelesaikan ini semua. Ok, aku akui aku salah. Tapi yakinlah, kalau aku benar-benar sudah jatuh cinta sama kamu Pelangi.” Ucap Kenzo.


“Nggak Ken. Jangan jatuh cinta denganku. Sakit rasanya jika kita menjalani suatu hubungan tanpa cinta.” Ucap Pelangi.


“Kamu bukannya tidak cinta aku, tapi kamu belum mencintai aku. dan aku janji akan membuat kamu juga mencintaiku.”


“Cukup, Ken!! Aku ingin perjanjian ini segera berakhir. Aku sudah muak hidup seperti ini.” ucap Pelangi dan segera masuk ke kamarnya.


Kenzo semakin geram mendengar ucapan Pelangi yang ingin mengakhiri hubungan ini. dia benar-benar tidak bisa berpikir jernih untuk mengatasi masalahnya. Dia juga dihantui rasa bersalah pada Eva karena sudah menjanjikan sebuah pernikahan padanya.


Sementara itu Pelangi yang berada di dalam kamarnya, memutuskan untuk tidak pergi ke bengkel. Pikirannya begitu kacau setelah bertengkar dengan Kenzo. kemudian dia mengotak-atik ponselnya memesan tiket pesawat untuk penerbangan ke London.


Ya, Pelangi akan memutuskan pergi ke London menemui Omnya dan meminta penjelasan tentang semua yang dikatakan oleh Varell kemarin.


Sedangakan Kenzo juga memutuskan tidak pergi ke kantor. dia memilih untuk pergi ke rumah sakit menemui sahabatnya, yaitu Joseph.


“Ada apa pagi-pagi gini sudah datang ke rumah sakit?” tanya Joseph saat sedang duduk di ruang kerjanya.


Joseph yang menjadi dokter di sebuah rumah sakit swasta milik orang tuanya, terkadang tugasnya tidak hanya sebagai dokter saja, melainkan sebagai wakil Papanya yang memimpin rumah sakit itu. Dan saat ini kebetulan dia sedang istirahat, sebelum melakukan pemeriksaan pada pasiennya.


“Gue bingung Jos. Pelangi meminta mengakhiri pernikahan ini.” ucap Kenzo lesu.


“Kenapa nggak Lo kabulin aja? Bukankah akan semakin cepat Lo nikah sama Eva?” tanya Joseph mengejek dan hal itu membuat Kenzo semakin kesal.


“Lo bingung? Lo sudah jatuh cinta sama istri Lo sendiri tapi Lo merasa bersalah pada kekasih Lo?” tanya Joseph yang sudah paham dengan masalah sahabatnya. Dan Kenzo mengangguk.


“Jika Lo sedang diuji dengan dua pilihan sulit. Pilihlah pilihan yang kedua.” Ucap Joseph.


“Maksud Lo?” tanya Kenzo bingung.


“Pelangi datang di kehidupan Lo saat Lo sedang menjalin hubungan dengan Eva bukan? Nah, pilihlah pilihan yang kedua. Karena pilihan kedua tidak akan muncul begitu saja di saat hati Lo sedang meragu pada pilihan pertama Lo itu.” Ucap Joseph dan membuat Kenzo terdiam.


.


.


.

__ADS_1


*TBC


__ADS_2