
Alex masih bingung dengan apa yang dia lihat sekarang. memang malam itu dia melihat Kenzo sedang bersama seorang wanita, tapi dia tidak bisa melihat jelas wajah wanita itu. Dan sekarang setelah diberi tahu oleh Pelangi, Alex sangat terkejut.
“Lo tahu sejak kapan kalau mantan kekasih Kenzo adalah kekasihnya Bang Dafa?” tanya Alex.
“Gue tahu beberapa bulan yang lalu. Gue saat itu nggak sengaja ketemu dengan Bang Dafa dan Eva di café. Awalnya gue cuek aja, lagipula itu bukan urusan gue.” Jawab Pelangi.
“Apa Lo tahu berapa lama Kenzo menjalin hubungan dengan Eva?” tanya Alex lagi.
“Gue nggak tahu dan nggak mau tahu Lex. Yang penting sekarang Kenzo udah putus dari tuh cewek.” Jawab Pelangi.
“Iya juga sih, Bre. Lo bener. Tapi setahu gue Bang Dafa pacaran sama kekasihnya itu udah lama, kurang lebih 4 tahunan lah. Makanya Nancy sejak saat itu sampai sekarang kurang berhubungan baik dengan abangnya. Dasar Bang Daffa, sudah dibutain sama tuh cewek.” Ucap Alex.
Dalam hati Alex sedang memikirkan bagaimana caranya agar Dafa, kakak dari kekasihnya itu bisa putus dengan Eva. Bagaimanapun juga Alex tidak akan membiarkan calon kakak iparnya diperalat oleh Eva.
Setelah selesai makan siang, Pelangi dan Alex segera pergi untuk berbelanja. Mereka berdua berbelanja beberapa onderdil dan spare parts mobil. Mereka hanya melakukan transaksi saja, setelah itu barang yang dibeli akan dikirim ke bengkel.
Cukup lama Pelangi dan Alex belanja. Karena tidak semua barang yang mereka beli tersedia. Mereka pergi dari toko satu ke toko lain, sampai mendapatkan barang-barang itu.
Waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore, tapi Pelangi dan Alex masih dalam perjalanan pulang. Kemudian Pelangi mengirim pesan pada suaminya agar tidak menjemputnya, dan dia mengatakan akan pulang diantar oleh Alex.
Sementara itu Kenzo sejak tadi sangat cemas karena istrinya tak kunjung pulang.waktu sudah menunjukkan pukul 8 malam dan diluar sedang hujan lebat. Dia khawatir terjadi sesuatu dengan istrinya, karena ponselnya tidak bisa dihubungi.
Cklek
Terdengar pintu terbuka, dan Pelangi muncul dengan wajah yang lelah. Kenzo langsung berdiri menyambut kepulangan istrinya.
“Kamu kemana saja seharian? Jam segini baru pulang?” tanya Kenzo khawatir.
“Sorry, Ken. Tadi hujan lebat dan ada kecelakaan. Jadi aku sama Alex terjebak macet.” Jawab Pelangi.
Pelangi masuk ke dalam kamar dan Kenzo mengekorinya. Kenzo dapat melihat raut wajah kelelahan istrinya. Kemudian dia berinisiatif untuk menyiapkan air hangat untuk Pelangi mandi.
“Kamu mandilah dulu, aku sudah menyiapkan air hangat.” Ucap Kenzo.
“Makasih ya, Ken.” Ucap Pelangi singkat setelah itu dia segera mandi.
Selagi istrinya mandi, Kenzo memesan makan malamnya melalui delivery order. Sejak tadi memang Kenzo belum makan malam. Dia sengaja menunggu istrinya pulang untuk makan malam.
Tak lama kemudian, pesanan makanan datang. Kenzo segera menyiapkan makan malamnya dan menunggu istrinya keluar kamar. Namun setelah Kenzo selesai menata makanannya, Pelangi tak juga keluar dari kamar. kemudian dia masuk untuk melihat istrinya.
__ADS_1
“Pelangi! Kamu kenapa?” tanya Kenzo khawatir.
Saat ini Pelangi sedang tidur dengan membungkus tubuhnya dengan selimut tebal, hingga hanya menampakkan kepalanya saja. Kenzo segera mendekat dan menyentuh keningnya. Betapa terkejutnya Kenzo saat merasakan kening istrinya sangat panas. Tidak hanya itu, istrinya juga terlihat menggigil kedinginan.
“Astaga, kamu demam. Coba lepas selimutnya dulu.” Ucap Kenzo.
“Tapi aku kedinginan Ken.” Jawab Pelangi dengan suara bergetar.
“Iya, tapi jangan membungkus tubuh kamu dengan selimut jika sedang demam.” Pinta Kenzo.
Setelah itu Pelangi melepas balutan selimutnya. Kemudian Kenzo mengambilkan segelas air putih. Setelah itu dia mengompres kening istrinya.
Pelangi merasa sedikit berkeringat setelah minum segelas air putih pemberian suaminya, meski badannya masih demam. Kemudian Kenzo menghubungi Joseph agar memeriksa keadaan istrinya.
Tak lama kemudian Joseph datang bersama istrinya untuk memeriksa Pelangi. Joseph terlihat sedikit kesal dengan panggilan mendadak dari sahabatnya karena telah mengganggu kemesraannya dengan sang istri.
“Bisa nggak sih Lo nggak ngerepotin gue?” gerutu Joseph.
“Tapi ini darurat. Istri gue sedang demam.” Jawab Kenzo.
Joseph hanya berdecak kesal, namun dia juga segera memeriksa Pelangi. Dan saat Joseph melangkahkan kakinya hendak masuk ke kamar Pelangi, Kenzo menghentikan langkahnya.
Joseph saling melempar pandang dengan istrinya, kemudian tersenyum tipis. Sepertinya dia melewatkan sesuatu. Akhirnya Joseph masuk ke kamar Kenzo bersama sang istri yang juga penasaran dengan keadaan Pelangi.
Kenzo hanya mengamati sahabatnya yang sedang memeriksa istrinya sambil duduk di sofa yang ada di kamarnya. Sejak tadi Nova juga ikut mendampingi suaminya memeriksa keadaan Pelangi. Pandangan mata Nova tak sengaja melihat sebuah tanda merah di leher Pelangi yang sedikit tertutup oleh rambut. Nova tersenyum dan ikut senang dalam hatinya. Itu berarti hubungan Kenzo dan Pelangi sudah membaik.
“Setelah makan nanti langsung diminum obatnya ya, Kakak ipar!” ucap Joseph dan diangguki oleh Pelangi dengan wajah pucatnya.
“Ada apa dengan istriku, Jos?” tanya Kenzo khawatir.
“Kakak ipar hanya kecapekan saja. Sepertinya harus butuh waktu beberapa hari untuk istirahat,-“
“Dan jangan mengerjainya dulu.” Potong Nova cepat, dan membuat Joseph terkejut dengan kata-kata istrinya.
“Apaan sih, Nov!” jawab Kenzo dengan muka merah karena malu.
Kenzo berpikir bagaimana Nova bisa tahu kalau dirinya sudah melakukan hubungan suami istri dengan Pelangi. Sementara Pelangi yang mendengarnya pun tak kalah malu. Tapi untung saja dia bisa pura-pura menutup matanya seolah ingin segera istirahat.
Tak ingin membuat sahabatnya malu, Joseph mengajak istrinya untuk keluar dulu dan membiarkan Kenzo menyuapi istrinya makan agar segera minum obatnya.
__ADS_1
“Sudah, kamu istirahatlah dulu. Aku mau menemani Joseph dan Nova sebentar.” Ucap Kenzo.
“Makasih ya, Ken. Maaf sudah merepotkan kamu.” Ucap Pelangi.
“Hei, kamu ini bilang apa sih? Sudah seharusnya aku seperti ini. bukankah kita sebagai suami istri harus saling menjaga?” ucap Kenzo dan diangguki oleh Pelangi.
“Ya sudah kamu temui mereka dulu. Sampaikan rasa terima kasihku pada Joseph.” Ucap Pelangi.
Setelah itu Kenzo segera keluar kamar dan menghampiri sahabatnya yang sedang duduk di ruang tengah bersama istrinya.
“Sorry, kalian nunggu lama.” Ucap Kenzo yang kini sudah bergabung dengan Joseph dan Nova.
“Nggak masalah. Gue ikut senang akhirnya Lo milih pilihan kedua sesuai dengan saran gue.” Ucap Joseph dan mendapat pelototan tajam dari istrinya.
“Apa maksud kamu? Kamu mengajari Kenzo mendua? Apa kamu juga seperti itu di belakangku?” tanya Nova berapi-api.
Kenzo yang melihat pertengkaran dadakan antara sahabat dengan istrinya tidak kuat untuk tidak tertawa.
“Hei Nov, kamu jangan salah paham dulu. Bukan seperti itu maksud suami kamu.” Ucap Kenzo.
Kemudian Kenzo menjelaskan semuanya pada Nova, agar wanita itu tidak berpikiran buruk terhadap dirinya dan dan Joseph. Akhirnya Nova percaya.
Setelah itu Joseph dan Nova berpamitan untuk pulang. Karena waktu juga sudah malam. Kemudian Kenzo masuk ke kamar untuk menemani istrinya.
“Kenapa belum tidur, hemm? Apa masih demam?” tanya Kenzo sambil menyentuh kening Pelangi.
“Nggak ko’, Ken. Aku sudah lebih baik. Ehm, aku hanya menunggumu saja.” Ucap Pelangi malu-malu meong.
Kenzo tersenyum tipis mendengar ucapan istrinya. Tidak menunggu lama, Kenzo segera merebahkan tubuhnya disamping Pelangi dan memeluknya dengan erat. Beberapa setik kemudian terdengar dengkuran halus Pelangi.
“Aku nggak nyangka, ternyata kamu yang begitu tangguh bisa manja seperti ini.” gumam Kenzo.
.
.
.
*TBC
__ADS_1