
Saat ini Kenzo sedang berada di depan rumah minimalis bercat putih. Rumah yang berada di sebelah bengkel dimana Pelangi bekerja. Yang tak lain adalah rumah Alex. Salah satu teman laki-laki yang Kenzo tahu sangat dekat dengan istrinya. Meski dia tidak tahu pasti sejauh mana hubungan pertemanan mereka berdua.
Kenzo menatap pintu berpolitur coklat itu sambil memikirkan sesuatu. Dia sudah berhenti di depan rumah Alex sejak 15 menit yang lalu. Namun tak kunjung keluar dari mobilnya. Kenzo memang tidak yakin kalau Pelangi menginap di rumah laki-laki itu. Tapi apa salahnya jika dia bertanya dulu dimana keberadaan sang istri.
Namun sampai saat ini. mungkin sudah 10 menit Kenzo berdiri di depan pintu rumah Alex. Tadinya dia berniat untuk menanyakan dimana keberadaan Pelangi, namun sekarang dia menjadi gamang. Bagaimana jika Alex melihatnya aneh.
Apalagi dirinya sedang mencari Pelangi. Laki-laki itu pasti sudah tahu sedikit banyak tentang kehidupan rumah tangganya. Tapi Kenzo tidak peduli. Akhirnya dia nekat mengetuk pintu rumah Alex yang memang tidak memiliki bel.
Ketukan pertama masih tidak ada respon. Kedua pun masih sama. Kenzo mencoba mengetuk lagi dan jika yang ketiga masih tidak ada respon, dia akan pulang. Dan ternyata benar, pintu rumah itu tidak terbuka. Dengan berat hati Kenzo melangkahkan kakinya untuk pulang. Entah kemana lagi dirinya akan mencari istrinya.
“Kenapa gue jadi kayak gini sih. Nggak ada sehari lo nggak pulang. Bikin gue cemas aja.” Gerutu Kenzo.
“Ada yang bisa saya bantu?” Tanya seorang laki-laki yang menghentikan langkah kaki Kenzo.
Kenzo segera berbalik badan dan melihat siapa orang yang bertanya itu. Ternyata Alex. Dan Alex pun sangat terkejut dengan kedatangan laki-laki yang berstatus sebagai suami sahabatnya itu datang ke rumah.
“Ada apa?” Tanya Alex datar.
“Gue mau cari istri gue.” Jawab Kenzo tak kalah datar.
“Memangnya disini tempat penitipan istri orang?” Tanya Alex.
Kenzo sungguh tidak terima dengan pertanyaan yang dilontarkan oleh laki-laki di hadapannya kini. Namun dia harus bersabar karena dia benar-benar ingin mencari tahu keberadaan istrinya.
__ADS_1
“Ya gue tahu memang disini bukan tempat penitipan istri orang. Gue mau Tanya dimana Pelangi sekarang? bukankah dia setiap hari sama lo?” Tanya Kenzo.
“Meski tiap hari kerja sama gue, tapi gue nggak berhak tau dimana Aubre sekarang dan sedang apa. Kecuali dia jadi istri gue.” Jawab Alex menyeringai.
Kenzo yang sejak tadi sudah berusaha menahan emosinya, kini sudah tidak bisa lagi. Dia segera menarik kerah baju Alex dan mencengkeramnya dengan kuat.
“Gue nggak akan biarin Pelangi jatuh ke pelukan laki-laki lain. Camkan itu. Sekarang katakan diaman Pelangi berada?” Tanya Kenzo penuh intimidasi.
Alex tersenyum sinis mendengar ancaman Kenzo. kenapa laki-laki itu sekarang tampak berbeda dan terlihat sangat khawatir karena Aubre tidak pulang. Bukankah laki-laki itu sudah memiliki kekasih. Dan akan menikah setelah 7 bulan pernikahan sahabatnya itu. Sebelumnya Alex memang sudah tahu tentang pernikahan kontraknya dengan Kenzo. namun kenapa sekarang laki-laki seperti takut kehilangan sahabatnya.
“Gue nggak tahu. Yang gue lihat tadi Aubre pulang buru-buru dan memakai mobilnya. Motornya ditinggal disini.” Jawab Alex jujur, kemudian Kenzo melepaskan cengkeramannya.
Memang setahu Alex, tadi sore Pelangi pulang lebih awal setelah mendapat telep[on dari seseorang. Namun dirinya sudah tidak tahu pasti siapa. Dan Pelangi pun pergi dengan menggunakan mobilnya.
Tanpa mengucapkan sesuatu, Kenzo segera pergi dari rumah Alex. Dia bingung kemana lagi akan mencari keberadaan istrinya. Kenzo sangat takut jika terjadi sesuatu dengan istrinya. Dia juga sudah berjanji pada Omnya, akan menjaga Pelangi. Walau bukan itu alasan tepatnya. Entah Kenzo juga masih belum tahu apa seperti apa perasaannya pada Pelangi.
meninggalkan rumah Alex. Dia melakukan pencarian dengan membelah keramaian kota. Kenzo menelusuri jalanan berharap bisa melihat mobil Pelangi yang sedang melintas. Namun sampai pukul 11 malam, dia tidak mendapatkan hasil. Akhirnya dia memilih untuk pulang. Sebelum pulang dia mampir ke salah satu restaurant yang buka 24 jam. Dia baru merasakan lapar namun tetap saja rasanya tidak nyaman sebelum istrinya diketahui keberadaannya.
Sementara itu Pelangi sejak tadi sedang duduk di samping brankar rumah sakit dimana ada seoarng balita berjenis kelamin perempuan sekitar umur 3 tahun sedang tergolek lemah dengan selang infus menancap di pergelangan tangan kirinya. Balita itu sedang mengalami demam tinggi. Dan ini adalah hari ketiganya berada di rumah sakit.
“Bre, ini sudah malam. Lebih baik kamu pulang dulu istirahat. Kamu juga capek pastinya setelah perjalanan jauh. Besok pagi kamu kesini lagi. Biarkan Jovita istirahat.” Ucap seorang pria yang terlihat baru saja pulang dari kantor karena masih menggunakan stelan baju kerjanya dengan jas yang dia sampirkan pada lengan kirinya.
“Ya sudah Aubre pulang dulu.” Jawab Pelangi.
__ADS_1
“Nanti bilang sama bibi kalau aku malam ini tidur di rumah sakit menemani Jovita.” Ucap pria yang diketahui bernama Rezvan itu sebelum Pelangi keluar dari kamar ruang rawat Jovita.
Pelangi melihat jam yang melingkar di lengannya menunjukkan pukul 11 malam benar saja sejak tadi dia menguap terus. Ternyata sudah malam. Akhirnya dia memilih pulang ke rumah Rezvan untuk beristirahat.
***
Sudah 3 hari ini Pelangi tidak pulang. Hal itu semakin membuat Kenzo frustasi. Dia juga setiap hari memantau bengkel Alex. Siapa tahu ada istrinya disana. Namun tidak ada. Entah kemana perginya Pelangi selama 3 hari ini. Kenzo tidak tahu. Ponselnya pun masih dalam keadaan tidak aktif.
Dan selama tiga hari itu, Kenzo yang biasanya sudah terbiasa makan masakan yang dibuat oleh Pelangi, dia merasakan hambar setiap makan di restaurant yang menurutnya masih enak masakan istrinya. Dan tidak hanya itu saja. Kenzo juga sering melewati makan malamnya bersama Eva. Tapi hanya makan malam saja. Setelahnya dia akan mengantar Eva pulang. Meski terkadang wanita itu meminta untuk menemaninya jalan-jalan.
“Ken, aku ikut pulang ke apartemen kamu ya?” pinta Eva setelah selesai makan malam.
“Aku capek Ev. Aku ingin segera istirahat.” Tolak Kenzo halus.
“Nanti aku pijitin kamu deh biar capeknya hilang. Atau kamu mau minta yang lebih?” ucap Eva sambil mengerling nakal.
“Sudahlah, tunggu di mobil. Aku akan membayar tagihannya dulu setelah itu aku antar kamu pulang.” Ucap Kenzo dan segera beranjak.
Wajah Eva terlihat sangat kesal dengan sikap Kenzo akhir-akhir ini yang tampak berbeda. Tidak hanya Eva. Kenzo pun juga merasakan hubungannya dengan Eva sekarang terasa hambar. Tidak seperti biasanya. Apakah itu semua berhubungan dengan Pelangi yang selama tiga hari ini tidak pulang.
.
.
__ADS_1
.
*TBC