Pelangi'S Love Story

Pelangi'S Love Story
Eps 63


__ADS_3

Brakk


Kenzo menggebrak meja di depannya yang akan digunakan untuk prosesi pernikahan. Dia tidak peduli dengan tamu undangan yang sejak tadi sudah berbisik-bisik membicarakannya.


“Kamu tahu Ev, apa yang akan kamu dapatkan dari perbuatan kamu ini?” tanya Kenzo geram.


“Ken, aku bisa menjelaskan semuanya.” Ucap Eva gemetar.


“Cukup!!! Aku nggak mau lagi dengar penjelasan kamu.” Ucap Kenzo dan segera pergi meninggalkan acara. Namun dengan cepat Rosalina mencegahnya.


“Ken, mungkin pria itu hanya mengaku saja. Siapa tahu dia suruhan mantan istri kamu agar mengacaukan ini semua.” Ucap Rosalina.


Keadaan semakin memanas. Kedua orang tua Eva tampak malu dengan kejadian ini. tapi mereka tidak bisa berbuat apa-apa. Kenzo semakin geram dengan mamanya.


“Pa, kamu apa-apaan sih melakukan ini semua pada Kenzo? ini pernikahan anak kamu loh.” Bisik Rosalina pada Damian.


Damian tidak menjawab pertanyaan sang istri. Dia masih berusaha kuat menahan emosinya agar tidak bertindak gegabah. Para tamu undangan kini sudah yakin kalau acara pernikahan Kenzo dan Eva batal. Satu persatu mereka pulang tanpa berpamitan pada si empunya acara.


“Mohon untuk tidak pergi meninggalkan acara terlebih dahulu.” Interupsi Damian dan seketika tamu undangan yang berniat pulang, terpaksa kembali lagi.


Rosalina tersenyum tipis. Dia mengira suaminya akan melanjutkan acara pernikahan Kenzo dan Eva. Sedangkan Kenzo sudah memasang wajah masam melihat Papanya yang seolah akan melanjutkan pernikahannya.


“Bukankah sebelumnya aku sudah mengatakan pada kalian berdua untuk mengadakan acara pernikahan yang sederhana saja? Apa kalian sanggup menghadapi semua ini?” ucap Damian dingin sambil memberikan sebuah amplop besar pada Rosalina.


Kenzo, Eva, Rosalina dan termasuk semua orang semakin bingung dengan apa yang diucapkan oleh Damian. Kemudian Rosalina membuka amplop besar itu dan seketika matanya membelalak sempurna.


“Surat cerai? Apa ini maksudnya Pa?” tanya Rosalina gugup.


“Iya. Ini adalah surat perceraian kita. Dan mulai saat ini, kamu bukan lagi istri sekaligus ibu dari anakku, Kenzo.” ucap Damian lantang.


Semua orang sungguh terkejut mendengarnya. Damian sudah tidak malu lagi membeberkan aib rumah tangganya di depan semua orang termasuk rekan bisnisnya. Kenzo tidak menyangka jika Papanya menceraikan mamanya.


“Tap…tapi kenapa Papa melakukan ini semua?” tanya Rosalina.


Tanpa menjawab, Damian kembali membuka sebuah lembaran surat hasil pemeriksaan laboratorium dan menunjukkan pada semua orang, kemudian membacakannya.


“Ini adalah hasil tes kandungan darah pada Rosalina, mantan istri saya. Selama puluhan tahun, wanita yang saya nikahi ini telah membohongi saya. Dia sudah mengkonsumsi obat pencegah kehamilan semenjak kami menikah. Jadi, dia tidak bisa dikatakan sebagai seorang istri sekaligus ibu dari anak saya. Meskipun dia sudah merawat Kenzo sejak kecil.” Ucap Damian panjang lebar.

__ADS_1


“Pa, itu tidak benar. Aku bisa jelas-“


“Cukup!! Dan lagi. Wanita ini telah membuat menantu saya hampir tidak bisa mempunyai keturunan. Karena wanita ini juga memberikan obat pencegah kehamilan yang dampaknya sangat buruk pada menantu saya. Beruntungnya menantu saya tidak meminum obat itu sama sekali.” Terang Damian dan semakin membuat orang riuh dengan berbagai asumsi.


Kemudian Damian menepukkan tangannya sebanyak 3 kali sebagai kode memanggi seseorang. Dan lama kemudian datanglah beberapa orang berseragam polisi datang dengan membawa borgol di tangannya.


“Pa, ada apa ini?” tanya Kenzo yang sedari tadi dilanda kebingungan.


“Cepat tangkap dua wanita ini. mereka berdua telah melakukan tindak pidana. Mereka bersekongkol memalsukan tanda tangan saya dan anak saya untuk menjual beberapa saham perusahaan.” Ucap Damian.


Kenzo semakin terkejut dengan kabar berita ini. selama ini dirinya tidak tahu menahu tentang apa yang dilakukan mama tirinya.


Dengan cepat polisi meringkus Eva dan Rosalina dan membawanya ke kantor polisi. Terdengar teriakan dua orang wanita itu minta tolong agar diselamatkan. Namun kenyataannya, tak satu orang pun yang mau membantunya.


Setelah kejadian itu, satu per satu tamu undangan pulang tanpa berpamitan termasuk keluarga Damian. Mereka dapat merasakan kesediahan yang sedang dialami oleh keluarga Damian. Dan kini tinggallah kedua orang tua Eva yang masih berada disana.


“Tuan Damian, saya selaku orang tua Eva sangat terkejut dengan kabar buruk ini. saya sangat kecewa dengan perbuatan anak saya. Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya atas semua kekacauan yang telah dilakukan oleh anak saya.” Ucap Atmaja, Papa Eva.


Damian tersenyum samar menghargai permintaan maaf kedua orang tua Eva. Setelah itu Atmaja mengajak istrinya pulang meninggalkan ballroom.


Kini hanya ada Kenzo dan Damian yang ada di dalam ballroom itu. Kenzo dapat melihat kesedihan yang dilakukan oleh Papanya saat ini. rasa menyesal menyeruak dalam hati Kenzo, karena dia pernah bersekongkol dengan Mamanya dengan melakukan perjanjian pernikahan pada Pelangi.


“Sudahlah, tidak perlu dibahas lagi. Semuanya sudah selesai. sekarang giliran kamu untuk memperbaiki hubungan kamu dengan Pelangi.” Ucap Damian.


“Maksud Papa apa? Kenzo sudah bercerai dengan Pelangi. Kenzo tidak yakin dia mau memaafkan kesalahanku Pa.” ucap Kenzo sendu.


“Bukankah kamu sudah mengetahui kalau istri kamu sedang hamil anak kamu?” tanya Damian.


Kenzo mengangguk. Dia sangat yakin kalau Papanya sudah mengetahui semuanya dari Joseph. Lagi pula mata-mata Papanya juga banyak.


“Lantas, apalagi yang kamu tunggu. Cepat minta maaflah pada istri kamu.” Ucap Damian dan semakin membuat Kenzo bingung, karena sejak tadi Papanya bilang Pelangi masih menjadi istrinya.


“Akta cerai kalian itu palsu. Jadi kalian masih sah menjadi pasangan suami istri.” Ucap Damian.


“Papa serius?” tanya Kenzo dan diangguki oleh Damian.


Mata Kenzo berbinar. Dia sangat senang mendengar kabar bahagia yang mengejutkan ini. dan tidak perlu menunggu lama, Kenzo segera keluar dari ballroom untuk menemui istrinya. Wanita yang sangat dia cintai, yaitu Pelangi.

__ADS_1


***


Sementara itu di sebuah taman depan hotel tampak seorang pria sedang duduk seorang diri. Setelah keluar dari ballroom hotel tadi, Dafa sedikit lega. Setidaknya dia sudah mengakui anak yang ada dalam kandungan Eva adalah anaknya. dan kini rasa cinta yang dulu pernah ada untuk Eva perlahan pudar setelah mengetahui semua kebusukan Eva.


“Oo ternyata Tuan adalah mantan kekasih wanita ular itu?” ucap seorang perempuan yang tiba-tiba menghampiri Dafa.


Dafa menoleh dan terkejut saat melihat seorang perempuan yang tempo hari kena tumpahan kopi panas akibat perbuatannya. Bahkan sampai saat ini Dafa lupa belum mempertanggung jawabkan perbuatannya itu.


“Nona. Kenapa Nona bisa ada disini? Dan kenapa Nona bisa tahu semuanya?” tanya Dafa.


“Saya sepupu bang Kenzo.” jawab perempuan itu yang tak lain adalah Diva.


Dafa kembali tertunduk lesu. Diva pun segera pergi meninggalkan Dafa.


“Hei Nona tunggu!” teriak Dafa menghentikan langkah Diva.


“Ada apa lagi?” tanya Diva.


“Maaf, saya belum bertanggung jawab atas perbuatan saya dulu.” Ucap Dafa bersalah.


“Lupakanlah, Tuan. Lagi pula saya sudah baik-baik saja.”


“Tapi saya sudah berjanji akan bertanggung jawab bukan? Maafkan saya.”


“Apalagi yang harus Tuan pertanggung jawabkan. Memang saya sudah baik-baik saja.”


“Setidaknya, bolehkah saya menjadi teman Nona? Perkenalkan saya Dafa.”


“Diva”


Diva sangat gugup menerima uluran tangan Dafa. Kemudian dia segera pergi meninggalkan Dafa.


.


.


.

__ADS_1


*TBC


__ADS_2