Pelangi'S Love Story

Pelangi'S Love Story
Eps 45


__ADS_3

Kenzo sangat senang saat mendengar istrinya setuju tidur di kamarnya. Sementara Pelangi sangat gugup saat baru saja masuk kamar Kenzo untuk pertama kalinya. Kamar yang sangat dominan seperti kamar pria pada umumnya, dan aroma pengharum ruangan yang begitu maskulin membuat bulu kuduk Pelangi merinding. Entah apa yang sedang dipikirkannya, tiba-tiba saja dia membayangkan melakukan kegiatan panas bersama Kenzo.


“Tidurlah, aku akan ke kamar mandi dulu. Mulai sekarang dan seterusnya ini kamar kita. Besok aku akan bantu kamu memindahkan baju. Dan kita pakai satu lemari saja.” Ucap Kenzo dan Pelangi hanya mengangguk.


Setelah Kenzo masuk ke kamar mandi, Pelangi merebahkan tubuhnya di atas ranjang king size milik Kenzo. eh ralat, milik mereka berdua. Pelangi dapat mencium aroma sprei dan bed cover yang sangat menenangkan menurutnya. Pelangi pun tampak nyaman. Padahal tempat tidurnya juga sama nyamannya.


Sebenarnya ini adalah bukan yang pertama kalinya Pelangi tidur satu ranjang dengan Kenzo. dulu saat reuni, dirinya juga tidur satu ranjang. Meski dia tidak tahu yang sebenarnya bahwa Kenzo tidur di ruang tamu Villa.


Cklek


Kenzo keluar dari kamar mandi di saat Pelangi masih sibuk dengan lamunannya. Mendadak dirinya sangat gugup. Entah apa yang dipikirkannya. Dia takut jika tiba-tiba saja Kenzo khilaf atau memaksanya. Sebenarnya tidak salah juga jika mereka melakukannya. Karena mereka adalah pasangan suami istri.


“Tidurlah. Aku janji tidak akan berbuat macam-macam.” Ucap Kenzo yang melihat gerak-gerik istrinya tampak gelisah.


“Ehm, iya. Ini aku juga sudah ngantuk. Hoooaaammm” jawab Pelangi dan pura-pura menguap.


Lama-lama juga mata Pelangi terpejam. Mungkin saking lelahnya memikirkan hal yang tidak-tidak, jadi dia bisa terlelap begitu saja.


Beda halnya dengan Kenzo. Sejak tadi dia berusaha menahan kuat sesuatu yang sudah bergejolak di balik celananya. Kenzo yang awalnya sangat senang saat istrinya setuju untuk tidur bersama, ternyata kebahagiaannya itu hanya bertahan sebentar. Dia melupakan kalau dirinya adalah pria normal yang bertegangan tinggi.


“Please tidurlah!! Ini belum saatnya kamu membobol gawang. Sabarlah!!” gumam Kenzo dalam hati seolah mensugesti si rudal yang bergerak-gerak tak tentu arah.


Karena hanya itu yang bisa dilakukan oleh Kenzo. tidak mungkin dia menina bobokan rudalnya sambil mengusap-usap. Yang ada si rudal malah bangun. Dia juga tidak mau bersolo karir.


***


Keesokan paginya, Pelangi bangun terlebih dulu. Dia melihat Kenzo masih tidur dengan nyenyak dan tidak mau membangunkannya. Pelangi memutuskan untuk keluar kamar Kenzo dan akan memakai kamar mandi yang ada di kamarnya sendiri.


Pagi ini Pelangi tidak bisa memasak karena tidak ada bahan makanan. Kenzo yang sudah tahu pun memutuskan untuk mengajak istrinya sarapan diluar sekalian berangkat kerja.

__ADS_1


“Nanti pulang kerja kita mampir belanja dulu ya Ken. Bahan makanan sudah habis.” Ucap Pelangi dan diangguki oleh Kenzo.


Mobil Kenzo sudah berhenti di depan rumah makan sederhana. Mereka berdua segera masuk dan memesan makanan untuk sarapan.


“Kemarin aku bertemu dengan Tuan Barra, Ken.” Ucap Pelangi.


“Iya, dia juga bilang sama aku saat meeting kemarin.” Jawab Kenzo.


“Oh, jadi Tuan Barra sudah cerita sama kamu kalau mobilnya mogok dan dibawa ke bengkelku?” Tanya Pelangi dan Kenzo mengangguk.


Selesai makan, mereka akan memulai aktivitasnya masing-masing. Kenzo juga mulai saat ini selalu mengantar jemput istrinya. Dia melarang Pelangi berangkat kerja sendiri dengan mengendarai motornya. Sebenarnya Pelangi sudah menolak, namun dia juga menghargai niat baik suaminya.


Seperti yang dikatakan oleh Pelangi tadi pagi, sepulang kerja Kenzo mengantar istrinya belanja bahan makanan di supermarket langganannya. Dan kini Kenzo dengan setia menemani istrinya memilih sayur dan daging yang akan dibeli.


Tanpa mereka berdua sadari, Eva melihat itu semua. Wanita yang berstatus mantan kekasih Kenzo itu mengepalkan tangannya kuat saat melihat kebersamaan Kenzo dan Pelangi.


Sebenarnya Eva sudah berulang kali mencoba mendatangi Kenzo ke kantornya, namun sangat susah. Itu karena Kenzo sudah meminta satpam agar melarang Eva masuk ke kantornya. Eva pun belum mengatakan semuanya pada Rosalina, karena wanita itu akhir-akhir ini susah dihubungi.


“Weekend besok Papa meminta kita ke rumah.” Ucap Kenzo saat sedang menunggu istrinya memasak.


“Apa ada acara penting?” tanya Pelangi.


“Hanya ingin mengajak makan malam saja dan meminta kita menginap disana.” Jawab Kenzo.


“Baiklah. Rasanya memang kita tidak pernah kesana. Mungkin Papa sangat merindukan kamu.” Ucap Pelangi.


Pelangi sebenarnya malas pergi ke rumah mertuanya. Dia malas bertemu dengan ibu tiri Kenzo yang terlihat sangat tidak ramah padanya. Namun demi menghormati Papa Damian, Pelangi akhirnya mau untuk pergi kesana. Dia masih mengingat pesan Omnya tempo hari agar berhati-hati terhadap ibu tiri suaminya.


Dan setelah makan malam selesai, Kenzo dan Pelangi masuk ke kamar. karena mereka sama-sama lelah setelah seharian bekerja. Dan malam ini keduanya tidur dengan cepat tanpa ada drama khususnya Kenzo.

__ADS_1


***


Hari ini weekend. Biasanya Pelangi yang tak mengenal kata libur, dia akhirnya mengikuti Kenzo untuk libur kerja saat weekend. Lagipula itu bengkel miliknya sendiri, jadi dia bebas akan libur kapan saja.


Dan pagi ini Pelangi gunakan untuk membersihkan apartemennya. Dia juga memindahkan baju-bajunya di lemari yang sama dengan baju Kenzo. Kenzo pun tidak tinggal diam. Pria itu juga membantu istrinya dan juga membagi tugas untuk bersih-bersih unit apartemennya. Kenzo yang biasanya malas dengan pekerjaan rumah tangga, kini dia sangat bersemangat. Apalagi bersih-bersihnya dengan perempuan yang dia cintai.


Malam harinya Kenzo dan Pelangi sudah bersiap untuk pergi ke rumah Damian. Setelah berkendara selama kurang lebih 25 menit, akhirnya mereka tiba di rumah mewah milik Damian.


Pria paruh baya itu selalu menyambut kedatangan anak dan menantunya dengan senang. Damian sebenarnya sudah tahu kalau Kenzo sudah tidak berhubungan lagi dengan Eva. Dia sangat senang, kini anaknya sudah terlihat bahagia dengan istrinya.


Dan seperti biasa, tatapan mata Rosalina selalu tidak ramah terhadap Pelangi. Namun Pelangi memilih untuk abai. Kenzo yang melihat mamanya seperti itu terhadap Pelangi hanya diam dan membiarkannya saja. Kenzo juga tidak ingin mengatkan pada mamanya kalau hubungannya dengan Eva sudah berakhir.


Kini mereka berempat sedang makan malam bersama. Rosalina hanya diam saja dan tidak menaggapi pembicaraan yang dilakukan oleh suaminya dan Pelangi.


“Apa kalian tidak berencana untuk berbulan madu?” tanya Damian tiba-tiba.


“Belum, Pa. biarkan nanti kita bicarakan berdua saja.” Jawab Kenzo dan Damian mengangguk paham.


Rosalina yang mendengarnya sedikit lega. Dia beranggapan bahwa Kenzo memang benar-benar tidak ingin pergi berbulan madu dengan Pelangi. Dia masih mengira kalau hubungan Kenzo dan Eva masih baik-baik saja.


Kini Damian sedang mengajak bicara santai bersama Kenzo dan Pelangi di ruang keluarga. Rosalina memilih masuk ke kamarnya karena bosan melihat wajah Pelangi.


Saat sedang ngbrol santai, tiba-tiba ada pelayan yang membawakan minuman untuk Kenzo dan Pelangi. Damian meminta mereka agar segera meminumnya. Dan tanpa menaruh curiga, Kenzo dan Pelangi meminum minuman itu.


Damian tersenyum penuh arti saat melihat anak dan menantunya meminum minuman yang telah dia sediakan sebelumnya.


.


.

__ADS_1


.


*TBC


__ADS_2