
Setelah Kenzo berpamitan untuk pergi ke luar kota, Pelangi pun mengemasi baju-bajunya. Dia akan tidur unit apartemennya sendiri. Rasnya hatinya tidak kuat jika berdiam diri di unit apartemen milik suaminya.
Pelangi membuka pintu apartemen, kemudian masuk ke dalam kamarnya. Kamar yang dulu selalu ia tempati. Dan kini dia harus kembali lagi ke kamar itu. Pelangi mencoba menekan kuat dadanya agar tetap kuat. Kuat seperti Pelangi yang dulu. Sebelum memepunyai cinta yang begitu besar pada seorang pria bernama Kenzo.
“Apapun yang akan terkadi nanti, aku harus kuat.” Gumam Pelangi.
Sampai saat ini pun Pelangi masih bingung dengan perubahan sikap suaminya. Dirinya yang terbiasa cuek dan tidak pernah mau ikut campur urusan orang, namun kini berbeda. Pelangi menyimpan sejuta pertanyaan akan perubahan sikap Kenzo. tapi jika dia terus mencari tahu, dia takut akan sakit hati dan belum siap menerima kenyataan jika itu pahit.
Pelangi menata baju-bajunya ke dalam lemari pakaiannya. Setelah itu dia berganti pakaian dan bersiap untuk tidur. Namun tiba-tiba saja dia merasa perutnya sangat lapar. Dia baru ingat kalau tadi belum sempat makan malam. Akhirnya Pelangi memutuskan untuk keluar apartemen membeli makan.
Lain halnya dengan Kenzo. saat ini pria itu sedang dalam perjalanan menuju Villa milik Joseph yang tidak jauh dari tempat tinggalnya. Pikiran Kenzo sangat kalut. Dia bingung bagaimana cara menghadapi masalahnya saat ini. sejak tadi dia terbayang wajah istrinya. Apalagi saat berpamitan. Kenzo dapat melihat sorot mata Pelangi yang begitu sendu. Ingin sekali dia memeluknya namun takut semakin melukai hati wanita itu.
Pukul 10 malam Kenzo baru sampai villa. Ada penjaga Villa itu yang sudah menyambut kedatangannya. Kenzo mengangguk tersenyum kemudia dipersilakan untuk masuk.
Tak lama kemudian ponselnya berdering. Dia hanya melihat siapa yang telah menghubunginya. Bukannya mengangkat, Kenzo justru menonaktifkan ponselnya. Setelah itu dia melemparnya ke atas ranjang.
“Arggghh!!!! Kenapa aku jadi bodoh seperti ini? Pelangi maafkan aku. aku tahu aku salah tapi aku mohon jangan pernah tinggalkan aku. bodoh…bodoh…bodoh!!!!” teriak Kenzo frustasi.
***
Sudah 3 minggu Kenzo tinggal di Villa milik sahabatnya. Selama itu juga dia tidak pernah lagi datang ke kantor. Kenzo sudah menyerahkan semua pekerjaannya pada Widya. Terkadang dia juga masih mengontrol jalannya perusahaan, meski tak langsung datang kesana.
Sejak tadi ponsel Kenzo menerima banyak panggilan dari Papanya. Namun dia tidak berani untuk mengangkatnya. Pasti Papanya akan memarahinya. Bahkan Kenzo beranggapan kalau Papanya sudah tahu tentang kepergiannya dari perusahaan.
Joseph pun sebagai pemilik Villa, baru sempat hari ini datang menhampiri sahabatnya. Karena pekerjaanlah yang membuat Joseph harus menahan rasa penasarannya tentang apa yang terjadi dengan Kenzo. dan saat ini Joseph sedang duduk di depan Kenzo dengan penampilan yang tidak baik-baik saja.
“Pulanglah!” satu kata yang lolos begitu saja dari Joseph setelah mendengar curhatan Kenzo.
“Tapi, gue tidak sanggup Jos!” jawab Kenzo.
“Kalau Lo kaya’ gini terus, justru Lo menyiksa istri Lo, Ken! Akhiri saja hubungan kalian.” Ucap Joseph dan membuat Kenzo membelalakkan matanya.
“Gue cinta sama Pelangi. Gue nggak mau tinggalin dia.” Tolak Kenzo.
“Ya sudah biar gue yang bilang pada Pelangi, agar dia yang tinggalin Lo.” Ucap Joseph sinis.
__ADS_1
“Arghhh!!” Kenzo mereemas kuat rambutnya. Dia tidak kuat menghadapi masalahnya.
“Bagiamana kalau dia mengandung anak kamu? Apa kamu nggak akan semakin menyakiti Pelangi? Kamu berani berbuat tapi tidak berani bertanggung jawab.” Ucap Joseph kemudian pergi meninggalkan Kenzo.
***
Sementara itu Pelangi sedang menjalani rutinitas seperti biasanya. Sudah hampir satu bulan ini dia tidak mendapatkan kabar dari suaminya. Dia memilih untuk tetap fokus dengan pekerjaannya. Dia juga menyembunyikan semuanya dari Alex.
“Makan Lo akhir-akhir ini banyak banget ya Bre?” tanya Alex saat jam makan siang.
“Tahu tuh. Tapi biarinlah, yang penting sehat.” Jawab Pelangi.
Alex hanya manggut-manggut saja. Namun dia sedikit memperhatikan sahabatnya yang semakin hari terlihat agak gemuk. Alex hanya berpikir mungkin Pelangi sangat bahagia dengan kehidupan rumah tangganya.
“Bre, sorry ya habis ini gue ga bisa ikut lanjutin kerja.” Ucap Allex tiba-tiba.
“Memangnya kenapa? Lo ko’ buru-buru gitu mau kemana?” tanya Pelangi penasaran.
“Barusan Nancy nelpon gue katanya Bang Dafa dilarikan ke rumah sakit.” Jawab Alex.
“Nggak sakit, kata Nancy Bang Dafa melakukan percobaan bunuh diri. Tapi gue belum tahu jelasnya kenapa. Gue pergi dulu ya.” Pamit Alex.
“Ya udah hati-hati. Nanti malam gue kesana, Lo kabarin di rumah sakit mana.” Jawab Pelangi.
Setelah kepergian Alex, Pelangi melanjutkan makannya. Lalu dia kembali melanjutkan pekerjaannya bersama teman-temannya.
Sore harinya Pelangi pulang ke apartemen. Namun saat sudah tiba di basement, tanpa sengaja dia melihat mobil Kenzo sudah terparkir disana. Pelangi lantas bergegas pergi menuju unit apartemen Kenzo.
Cklek
Pelangi memasuki unit apartemen yang telah satu bulan dia tinggalkan. Dia melihat kondisi ruangan itu tampak sepi. Dia tidak berharap Kenzo menyambutnya dengan bahagia atau apalah, yang penting hari ini Pelangi ingin meminta penjelasan pada suaminya. Lagi pula dia juga sudah menyiapkan hati dan mentalnya jika kenyataan pahit memang benar-benar datang.
Samar-samar Pelangi mendengar pembicaraan dua orang di dalam ruang kerja Kenzo. kemudian dia melangkahkan kakinya untuk mendekat. Dan beruntungnya pintu itu tidak tertutup sepenuhnya.
“Mama jangan bohong!” ucap Kenzo.
__ADS_1
“Mama bicara benar. Eva datang ke rumah untuk meminta pertanggung jawaban kamu. Dia sedang mengandung anak kamu Ken.” Ucap Rosalina.
Deg
Dada Pelangi semakin sesak. Tapi dia berusaha kuat untuk mendengar semuanya.
“Kenzo sudah lama putus dengan Eva, Ma!
“Putus? Tapi kenapa kamu bisa tidur di kamarnya satu bulan yang lalu? Eva sudah menceritakan semuanya. Bahkan Papa sudah tahu.” Ucap Rosalina.
“Kamu harus bertanggung jawab, Ken! Ingat ada nyawa tak berdosa di dalam Rahim Eva.” Tambah Rosalina.
“Bagaimana dengan Pelangi Ma?” tanya Kenzo frustasi.
“Sebentar, Mama tanya dulu. Apa Pelangi selalu meminum obat pemberian Papa dulu?” tanya Rosalina dan Kenzo mengangguk samar, meski dia tidak yakin.
“Tepat sekali. Karena obat itu sudah Mama tukar dengan obat pencegah kehamilan. Jadi otomatis Pelangi tidak bisa hamil. Dan cara itu bisa kamu gunakan untuk menceraikan dia dengan alasan tidak bisa memberi keturunan.” Ucap Rosalina.
Deg deg deg
Pelangi mengepalkan kuat tangannya. dia tidak tahan untuk terus berada disana. Kemudian dia memutuskan untuk segera keluar dari apartemen Kenzo.
Kenzo yang mendengarkan ucapan Mamanya juga tak kalah terkejut. Bagaimana bisa Mamanya berbuat seperti ini. dia sangat bingung. Apa dia harus menuruti kemauan Mamanya.
Ting
Tiba-tiba ada pesan masuk ke ponsel Kenzo. Kenzo membelalakkan matanya saat membaca pesan itu.
“Thanks atas penghianatan, Lo! Gue tunggu surat cerai dari Lo.”
.
.
.
__ADS_1
*TBC