
Pelangi melepas kepergian Om dan Tantenya dengan perasaan yang berkecamuk. Dia tidak boleh egois. Sudah lama Om dan Tantenya merawat dirinya semenjak ditinggal kedua orang tuanya meninggal. Pelangi sadar, Om dan Tantenya layak berbahagia dengan berkumpul dengan anak semata wayangnya. Lagipula dirinya hanya terpisah oleh benua. Suatu saat pasti akan bertemu kembali.
“Om, Tante hati-hati ya. Salam nanti buat Leo.” Ucap Pelangi saat Richard dan Agatha akan menaiki pesawat.
“Iya. Kamu jangan khawatir. Om juga nggak khawatir lagi meninggalkan kamu, karena sudah ada seseorang yang menyayangi kamu.” Ucap Richard dengan melirik sekilas kea rah Kenzo.
Pelangi tidak peduli dengan apa yang dikatakan oleh Omnya. Selama dia bisa bahagia dengan caranya sendiri, Pelangi tidak akan mengharap belas kasih pada seseorang yang akan memberikan janji untuk membahagiakan dirinya.
Setelah adegan peluk-pelukan itu selesai, Richard dan sang istri naik ke pesawat karena pesawat yang akan menerbangkan mereka ke London segera lepas landas.
Kemudian Pelangi dan Kenzo segera pulang. Karena waktu yang sudah hampir sore, Pelangi tidak ingin kembali lagi ke bengkel. Dia memilih untuk pulang ke rumah Omnya saja.
“Gue pulang ke rumah Om dulu.” Ucap Pelangi datar.
“Hmm.” Jawab Kenzo singkat.
Sesampainya di rumah Richard, Pelangi segera masuk ke rumah dimana dirinya dulu pernah tinggal selama masih duduk di bangku sekolah. Sebenarnya rumah itu juga rumah mendiang kedua orang tuanya. Namun saat mereka sudah meninggal, akhirnya Richard memutuskan untuk tinggal disana merawat Pelangi.
Kenzo mendudukkan diri di sofa ruang tengah. Dia istirahat sejenak sambil menunggu istrinya yang sedang masuk ke kamar. entah apa yang dilakukan atau dicari oleh istrinya. Sedangkan Pelangi justru merebahkan tubuhnya di atas ranjang yang tidak pernah ia tempati.
“Hmmm…. Ternyata masih empuk juga nih Kasur.” Ucap Pelangi sambil menikmati memeluk guling.
Tanpa terasa Pelangi tertidur di kasurnya. Bahkan dia melupakan kalau Kenzo juga berada di dalam rumah itu juga. Pelangi tidak tahu kalau suaminya tadi menunggunya.
Kenzo yang bosan akhirnya memberanikan diri memasuki kamar sang istri. Pintu kamar itu juga tidak tertutup, jadi Kenzo bisa masuk ke dalam.
“Dasar kebo! Gue lama nunggu situ malah asyik tidur.” Gerutu Kenzo yang kini sudah berada dalam kamar Pelangi.
“Sebenarnya nih cewek cantik kalau lagi diam seperti ini. coba kalau matanya melek, dah kaya’ singa aja kelakuannya.” Tambahnya lagi.
__ADS_1
Kenzo melihat jam dinding yang menggantung di kamar istrinya menunjukkan pukul 4 sore, akhirnya dia memutuskan untuk mandi di kamar mandi yang ada di dalam kamar Pelangi. Karena sejak tadi dia merasa sangat gerah.
Pelangi perlahan mengerjapkan matanya. dia tidak sadar kalau sudah tertidur cukup lama. Tiba-tiba saja terdengar suara gemericik air dari dalam kamar mandinya. Pelangi sedikit was-was. Siapa orang yang sedang menggunakan kamar mandi itu. Apa mungkin tadi dirinya menyalakan kran air dan lupa mematikannya. Dengan cepat dia berlari dan masuk ke kamar mandi untuk mematikan kran air.
Arrggghhhhhhh
Teriakn dua orang berbeda gender itu menggema di dalam kamar mandi. Pelangi segera menutup matanya kala tak sengaja melihat suaminya sedang dalam keadaan telanjang habis mandi. sedangkan Kenzo juga sama terkejutnya dengan kemunculan istrinya yang tiba-tiba. Dia segera mengambil handuk dan membelitkan ke tubuhnya.
“Lo masih betah disini? Atau lo mau lihat lagi?” bisik Kenzo tepat di telinga Pelangi saat perempuan itu masih menutup mata dengan kedua telapak tangannya.
Jujur saja Kenzo mengatakan hal itu sambil berusaha tetap tenang. Jantungnya pun saat ini berdetak karuan. Sedangkan Pelangi yang mendengar bisikan hangat dari Kenzo, segera melepas tangannya. karena jarak mereka berdua sangat dekat, saat Pelangi menurukan tangannya, justru kedua tangannya malah tak sengaja mendarat di dada bidang Kenzo.
Pelangi menelan salivanya dengan susah payah saat kedua telapak tangannya menyentuh dada Kenzo. Sementara Kenzo merasakan seperti ada desiran aneh yang begitu hangat saat jari jemari istrinya menyentuh dadanya.
Bruk
Pelangi tersadar dan segera mendorong tubuh suaminya hingga membentur pintu kamar mandi. lalu dia segera berlari.
Kenzo keluar kamar mandi tidak lagi melihat keberadaan Pelangi disana. Namun sudah ada pakaiannya yang sudah disiapkan oleh sang istri. Dalam hati Kenzo tersenyum melihat perhatian kecil yang dilakukan oleh istrinya.
Setelah itu mereka berdua memutuskan untuk pulang ke apartemen. Dalam perjalanan, keduanya sama-sama diam. Keduanya masih canggung setelah kejadian dalam kamar mandi tadi. bahkan otak Pelangi masih traveling kala mengingat rudal Kenzo yang entah dia tidak bisa menggambarkannya. Pelangi memang tomboy dan kebanyakan teman-temannya adalah laki-laki. Namun dia sangat awam mengenai hal yang berhubungan dengan laki-laki khususnya isi dalam celananya.
“Duh, apaan sih yang gue bayangin.” Pelangi merutuki kebodohannya dalam hati.
“Nggak usah dibayangin. Kalau penasaran bilang aja nanti gue kenalin.” Celetuk Kenzo tiba-tiba dan membuat Pelangi semakin kesal.
***
Tanpa terasa, pernikahan Pelangi dan Kenzo sudah berjalan 2 bulan. Keduanya masih sama seperti biasa dalam bersikap. Keseharian Pelangi juga masih sama dengan kesibukannya di bengkel. Kenzo pun demikian. Dia sekarang sangat sibuk dengan pekerjaan dan status barunya di perusahaan mertuanya.
__ADS_1
Hubungan Kenzo dan Eva pun juga masih seperti biasanya. Namun Kenzo tidak bisa sesantai dulu. Jika makan siang dia akan makan bersama sang kekasih. Kini sudah jarang sekali kecuali Kenzo memang sedang berada di luar.
Eva pun tidak keberatan dengan alasan Kenzo yang sibuk bekerja. Asalkan wanita itu masih mendapatkan aliran dana dari sang kekasih.
***
Hari ini Kenzo pulang kerja merasa sangat lelah. Pekerjaannya benar-benar sangat menguras tenaga dan pikirannya. Dia berencana, sepulang kerja akan berendam dengan air hangat agar tubuhnya sedikit rileks.
Sesampainya di apartemen, Kenzo melihat Pelangi yang sedang sibuk di dapur. Entah apa yang dilakukan perempuan itu saat Kenzo sedang mengambil air minum.
“Akhir pekan Papa meminta kita datang ke rumah.” Ucap Kenzo tiba-tiba.
“Hmm” jawabnya singkat.
Kenzo kemudian melangkahkan kakinya masuk kamar. sesuai rencananya, dia akan berendam dengan air hangat untuk melepas penat. Dan tanpa terasa, kenzo sudah berendam selama 20 menit. Pria itu segera mengakhiri mandinya karena perutnya terasa lapar.
Kenzo sudah siap untuk pergi dan makan di luar. Namun entah kenapa hatinya merasa ada sesuatu yang mengganjal. Apartemennya tampak sepi. Apakah Pelangi di kamarnya. Namun dia tidak berani masuk. Kemudian dia memasuki dapur sebentar, barangkali Pelangi masih ada disana.
“Ngapain juga sih gue nyariin singa betina itu.” Gumam Kenzo.
Namun kakinya juga tetap melangkah memasuki dapur. Dia melihat sekelebat makanan yang menyerupai bubur tumpah di lantai dan piringnya pecah.
“apa-apaan sih sukanya buat rusuh aja.” Gerutu Kenzo dan memunguti pecahan piring itu.
“Pelangi!!!!!”
.
.
__ADS_1
.
*TBC