Pelangi'S Love Story

Pelangi'S Love Story
Eps 19


__ADS_3

Seperti biasa, keseharian Pelangi diisi dengan bergelut dengan alat-alat perbengkelan. Pelangi yang notabene adalah bos atau si pemilik bengkel, dia bekerja layaknya karyawan biasa. Dia tidak ingin bersikap layaknya bos yang hanya ongkang-ongkang kaki saja. Dia ingin membaur dengan karyawan lainnya. Justru sebagian karyawannya menganggap kalau Alex lah bosnya. Tapi bukan berarti Alex memanfaatkan jabatan itu. Karena Pelangilah yang meminta dia untuk mengurus semuanya.


“Gimana hubungan lo sama abang gue Bre?” Tanya Diva saat suasana bengkel tidak terlalu ramai.


“Nggak gimana-gimana tuh.” Jawab Pelangi sekenanya.


“Yah, jawabnya kok gitu sih Bre. Gue ama keluarga gue berharap Bang Ken bisa terus sama lo. Lo tahu nggak kalau Bang Ken tuh sebenarnya baik, hanya saja-“


“Hanya saja dia bodoh.” Potong Pelangi cepat dan membuat Diva terbahak.


Kalau menurut Diva bodohnya Kenzo karena telah dibutakan hatinya oleh perempuan ular bernama Eva. Dan setahu Diva, tiap kali bertemu dengan Kenzo dan Eva pasti habis belanja. Jadi Eva hanya memanfaatkan harta Kenzo. Sedangkan bagi Pelangi, bodohnya Kenzo adalah telah diduakan oleh Eva. Namun Pelangi tidak mau ikut campur dan memberitahukan semua itu pada Kenzo. Biarlah Kenzo sendiri yang mengetahuinya.


“Serius nih Bre kamu nggat tertarik gitu sama Bang Ken?” Tanya Diva memastikan.


“Serius lah. Kalau bukan karena wasiat Papa ya nggak mungkin gue mau nikah sama dia. Gue jalanin hidup gue seperti biasa saja lah. Nanti kalau Ken sudah bosan dan mau ceraiin gue, gue siap kapan saja.” Jawab Pelangi cuek.


Diva hanya terdiam. Namun dalam lubuk hatinya dia sangat berharap Pelangi adalah perempuan yang akan menyadarkan Kenzo suatu saat nanti. Dan Diva akan berusaha untuk mempererat hubungan mereka, walau sulit.


Sedangkan hari ini Kenzo juga seperti biasanya. Pria itu tampak sibuk dengan beberapa dokumen yang sudah tertumpuk di mejanya untuk dia tanda tangani. Sebenarnya pekerjaan Kenzo selama ini tidak terlalu menyita banyak tenaga pikiran dan tenaganya. Karena Widya ternyata sangat bisa diandalkan. Walau awalnya Kenzo sempat berpikir yang tidak-tidak tentang Widya seperti kebanyakan pada novel-novel, kalau sekretaris berusaha mencari perhatian pada bosnya. Tapi Widya tidak. Dia bekerja sangat professional.


Tok tok tok


“Permisi Tuan, ada tamu yang ingin bertemu dengan Tuan.” Ucap Widya setelah dipersilakan masuk oleh Kenzo.


“Siapa? Bukankah aku tidak ada janji bertemu dengan seseorang.” Jawab Kenzo bingung.


“Sayang!!! Aku kangen!!” ucap Eva yang langsung masuk tanpa dipersilakan.


Widya membelalakkan matanya saat melihat seorang wanita dengan pakaian kurang bahan itu langsung memeluk atasannya. Kenzo pun demikian. Dia sangat terkejut dengan kedatangan Eva, apalagi tingkah Eva disaksikan oleh sekretarisnya.

__ADS_1


“Widya, kamu boleh keluar!” usir Kenzo.


Setelah Widya keluar, Kenzo melepas pelukan Eva dan mengajaknya duduk di sofa. Namun Eva masih bergelayut manja pada lengan Kenzo.


“Aku kan sudah bilang jangan temui aku di kantor.” ucap Kenzo tenang.


“Kenapa juga sih Ken? Kan nggak ada Papa kamu. Ini sudah kantor kamu kan. Jadi bebas dong aku bertemu denganmu.” Jawab Eva.


“Apa kamu lupa kalau ini bukan perusahaan milikku walau aku presdirnya.” Ucap Kenzo.


“Jangan bilang kamu seperti ini hanya alasan kamu yang mau menjauhiku Ken. Kamu ingatkan kalau setelah 7 bulan pernikahan kamu dengan tuh cewe, kamu akan menikahiku?” Tanya Eva dengan nada sendu dibuat-buat.


Kenzo yang melihat Eva jadi serba salah. Tidak dipungkiri kalau dirinya memang sangat mencintai Eva. Namun kenapa hatinya kini malah memikirkan Pelangi. Padhal dia tahu sendiri kalau perempuan yang telah menjadi istrinya itu sifatnya kaku dan sangat susah ditakhlukan. Tapi kenapa Kenzo juga rasanya tidak ingin melepas Pelangi suatu saat nanti.


“Sttt…. Maafkan aku. maksud aku, jika kamu ingin bertemu denganku, kamu bisa menghubungi terlebih dulu. Tapi jangan disini ya, kamu tahu kan kalau semua karyawan disini mengetahui bahwa aku adalah suami si pemilik perusahaan ini.” ucap Kenzo.


“Tega kamu Ken! Apa kamu sudah nggak cinta lagi sama aku.” ucap Eva dan segera beranjak dari duduknya.


“Maaf. Aku nggak bermaksud seperti itu Eva. Aku hanya terkejut saja.” Ucap Kenzo sambil mencekal tangan Eva.


Namun Eva segera menepisnya dan keluar dari ruangan itu.


Kenzo mengacak rambutnya frustasi. Dia benar-benar bingung bagaimana harus bersikap. Dia sadar dengan statusnya yang sudah diketahui banyak orang, namun dirinya juga masih menjaga perasaaan Eva.


Sedangkan Widya yang sedang duduk sibuk di meja kerjanya tampak terkejut dengan Eva yang baru saja keluar dari ruangan Kenzo sambil menangis. Namanya wanita, tidak mungkin jika Widya tidak kepo. Apa yang terjadi sebenarnya. Siapa wanita itu. Bagaiman jika Aubre tahu kelakuan suaminya di belakangnya. Begitulah yang ada dalam benak Widya.


“Malang sekali nasib lo Bre. Udah ditinggal Varell nikah, kini diselingkuhi oleh suami lo.” Gumam Widya.


Widya terkejut saat Kenzo memanggilnya memalui sambungan telepon. Dia segera masuk ke ruangan Kenzo dengan perasaan gugup.

__ADS_1


“Kamu jangan mikir macam-macam tentang wanita tadi.” ucap Kenzo.


Widya masih bingung dengan maksud pembicaraan bosnya. Mau bertanya pun takut. Jadi dia hanya menganggukkan kepalanya saja.


“Wanita itu temanku. Tidak seperti yang kamu bayangkan. Jika sampai ada berita tidak enak, maka tidak segan-segan aku akan memecatmu.” Ucap Kenzo.


Widya menelan salivanya kasar. Gila, hanya untuk menutupi keburukannya, pria yang berstatus sebagai bosnya itu mengancam akan memecatnya. Namun tidak ada yang bisa dilakukan oleh Widya lagi kecuali patuh.


Dan semenjak kejadian itu, Kenzo selalu menghubungi Eva untuk meminta maaf. Namun panggilan dan pesannya diabaikan oleh Eva. Kenzo bahkan sampai mendatangi rumah Eva namun di rumahnya tampak sepi. Hanya sekali Eva membalas pesan Kenzo dan dia mengatakan kalau dia sedang sibuk dengan acara festival di luar kota. Akhirnya Kenzo sedikit merasa lega.


Sedangkan Eva, setelah bertengkar dengan Kenzo dia memilih untuk pergi keluar kota. Hal itu sudah biasa dia lakukan tanpa sepengetahuan Kenzo. Eva pergi keluar kota bukan untuk urusan pekerjaan, melainkan urusan ranjang dengan Dafa.


Pria yang sudah menjadi kekasihnya selama 4 tahun.


Eva sangat mencintai Dafa. Bahkan keperawanannya sudah diserahkan pada Dafa sejak dulu. Namun Eva tahu kalau Dafa adalah seorang karyawan bukan bos yang tak selalu bisa memenuhi kebutuhannya. Jadi dia memilih dekat Kenzo yang benar-benar anak dari pengusaha kaya raya.


“Sayang, kenapa nggak bilang kalau mau datang. Tahu gitu aku akn jemput kamu.” Ucap Dafa pad Eva yang kini sudah ada di apartemennya.


“Surprisse dong. Aku kangen banget tahu sama kamu.” Jawab Eva.


Dafa yang mengerti dengan maksud pembicaraan Eva, dia segera menggendong tubuh Eva dan dibawa masuk ke kamarnya untuk segera dieksukusi.


.


.


.


*TBC

__ADS_1


__ADS_2