
Malam itu juga Kenzo segera pergi ke rumah Alex. Dia tahu kalau Pelangi masih tinggal disana. Meski sudah tidak pernah berkomunikasi lagi. Kenzo sangat bahagia ternyata dirinya belum bercerai dengan istrinya. Dan lebih bahagia lagi karena istrinya saat ini tengah mengandung anaknya.
Beberapa saat kemudian Kenzo sudah tiba di rumah Alex. Dia mengetuk pintu berulang kali namun rumah itu tak kunjung terbuka. Tapi Kenzo tidak pantang menyerah. Dia masih mencoba mengetuk pintu itu dan berharap pemilik rumah segera keluar membuka pintu.
Tidak lama kemudian terdengar deru motor yang baru saja berhenti di depan rumah Alex. Kenzo melihat itu adalah motor istrinya. Dan si pengendara itu membuka helmnya dan ternyata adalah Alex.
“Ngapain Lo kesini?” tanya Alex sinis sambil memperhatikan penampilan Kenzo.
“Dimana Pelangi? Dimana istri gue?” tanya Kenzo.
“Ck, istri dari mana? Mantan istri yang ada. Buat apa lagi Lo cari dia?” tanya Alex tanpa menjawab pertanyaan Kenzo.
“Pelangi masih istri sah gue. Dan gue tidak pernah menceraikannya. Katakan dimana dia sekarang!” ucap Kenzo.
Karena tak juga mendapatkan jawaban dari Alex, Kenzo menggedor-gedor pintu rumah Alex dengan memanggil nama istrinya. Dia sangat yakin kalau istrinya ada di dalam rumah itu.
“Mau sampai tangan Lo patah, pintu itu nggak akan terbuka. Aubre nggak ada disini. Lagi pula bukan kah Lo udah hidup bahagia dengan istri baru Lo? Jadi buat apa lagi mencari Aubre?” tanya Alex.
“Please, Lex!! Dimana istri gue. Gue mau jelasin semuanya.” Ucap Kenzo frustasi.
Alex yang melihat Kenzo tampak berantakan seperti itu, terbesit rasa iba sekaligus penasaran tentang apa yang sedang terjadi pada Kenzo. namun, saat dirinya mengingat Pelangi yang telah terluka akibat ulah Kenzo. rasa iba itu lenyap begitu saja.
“Tinggalkan tempat ini sekarang juga. karena Aubre nggak ada disini.” Ucap Alex.
“Gue nggak jadi nika dengan Eva. Anak yang dikandung Eva bukan anak gue. Dan gue masih sah menjadi suami Pelangi, karena akta cerai itu palsu. Katakan dimana istri gue, Lex! Gue ingin bertemu dengannya dan calon anak gue.” Ucap Kenzo sendu.
Alex terhenyak mendengar penuturan Kenzo baru saja. Apa benar pernikahannya dengan Eva batal. Kemudian Kenzo menceritakan semuanya. Dan memang benar dirinya dijebak Eva agar mempertanggungjawabkan kehamilannya. Kenzo juga mengatakan kalau ada pria yang mengaku sebagai ayah biologis dari anak yang dikandung Eva.
Alex terdiam mencerna kata-kata Kenzo. berarti saat Dafa mencoba bunuh diri beberapa bulan yang lalu itu semua karena ditinggalkan kekasihnya yang tak lain adalah Eva. Memang Alex tidak tahu kalau mantan kekasih Dafa sedang mengandung anaknya dan ternyata menjadikan Kenzo sebagai kambing hitam.
__ADS_1
“Dimana Pelangi, Lex?”
“Dia memang sudah tidak tinggal disini. Sorry, gue nggak bisa ngasih tahu Lo. Gue nggak yakin kalau Aubre mau menerima Lo kembali setelah penghianatan yang Lo lakukan.” Ucap Alex.
“Gue mau menjelaskan semuanya, Lex.” Ucap Kenzo kekeh.
“Sorry, Ken. Gue nggak mau lihat sahabat gue terluka lagi.” Jawab Alex dan segera masuk ke rumah dan mengunci pintunya.
Kenzo sadar memang benar yang dikatakan oleh Alex. Istrinya pasti terluka dengan perbuatannya. Namun dia tidak menampik kalau masih ada kesempatan untuk memperbaiki semuanya. Akhirnya Kenzo memutuskan untuk pulang ke rumah Papanya.
Sesampainya di rumah Papanya, Kenzo melihat sang Papa sedang duduk seorang diri di ruang tengah. Kenzo dapat merasakan kesedihan Papanya. Bagaimana tidak sakit, setelah mengetahui kenyataan bahwa wanita yang berstatus sebagai istrinya itu telah tega berbuat keji seperti itu.
“Pa!” panggil Kenzo.
“Kamu pulang kesini? Papa kira kamu pulang ke apartemen.” Ucap Damian.
Kedua laki-laki itu sedang duduk saling berhadapan. Nasib anak dan papa itu sama. Sama-sama ditinggalkan oleh wanitanya. Namun yang dirasakan oleh kedua pria itu berbeda. Jika Damian sudah lega karena dia merasa bebas dari wanita ular seperti Rosalina. Sedangkan Kenzo menyesal karena telah menyakiti dan melukai hati Pelangi.
“Ada apa?” tanya Damian memecah keheningan.
“Pelangi. Kenzo tidak berhasil menemukan Pelangi, Pa.” jawab Kenzo lesu.
“Menantu Papa sudah berada di tempat yang tepat.” Ucap Damian.
“Maksud Papa apa?” tanya Kenzo bingung.
“Pelangi tinggal bersama Om dan Tantenya di London. Kamu jangan susul dia sekarang.” jawab Damian.
“Urus dulu perusahaan kamu yang kacau akibat perbuatan wanita ular itu. Kalau sudah beres, kamu bisa menjemputnya. Papa sangat yakin kalau menantu Papa baik-baik saja.” Lanjut Damian.
__ADS_1
Kenzo terdiam. Perasaannya semakin kacau karena niatnya ingin menemui sang istri terpaksa batal. Dia juga menyadari kalau perusahaannya sedang kacau setelah beberapa bulan dia tinggalkan. Dan dengan berat hati akhirnya Kenzo menuruti saran Papanya.
Setelah itu Kenzo masuk ke dalam kamarnya. Tubuhnya sangat lelah setelah melewati kejadian demi kejadian yang sangat menguras tenaga dan emosinya. Kenzo memilih untuk mengistirahatkan sejenak tubuhnya pada kasur berukuran king size itu.
Kenzo menghadap ke sisi tengah ranjang. Dia mengingat kejadian yang telah dia alami di tempat tidur ini. kenzo ingat, tempat tidur ini adalah pertama kalinya dia melakukan hubungan suami istri dengan Pelangi. Kepingan kajadian itu tergambar jelas dalam benak Kenzo.
Kenzo semakin merindukan Pelangi. Rasa sesak di dadanya seakan tak kuat untuk berlama-lama menahan rindunya. Diambillah ponsel yang tadi dia letakkan dia atas nakas. Jari Kenzo mulai membuka file galeri yang ada foto istrinya. Meski tidak banyak, karena memang istrinya tidak suka berswa foto, namun setidaknya dengan melihat senyum manis Pelangi bisa membuat rasa rindu Kenzo terobati.
“Maafkan aku Pelangi. Aku janji setelah semua urusan perusahaan selesai, aku akan menjemputmu. Tunggu aku!” gumam Kenzo dalam hati. Dan perlahan matanya tertutup dengan tangan masih memegang ponsel.
Keesokan paginya Kenzo sudah bangun dari tidurnya. Pagi ini dia akan memulai harinya dengan semangat. Itu semua demi istri dan calon anaknya.
Hari ini Kenzo akan kembali ke kantornya untuk memperbaiki semua kekacauan yang terjadi. Setelah sarapan bersama sang Papa, Kenzo berpamitan untuk pergi ke kantor.
“Papa yakin kamu bisa. Maafkan Papa ternyata selama ini kamu diasuh oleh sosok ibu yang salah.” Gumam Damian setelah melihat anak semata wayangnya pergi meninggalkan rumah.
Kembalinya Kenzo ke kantor disambut hangat oleh semua karyawannya. Mereka terlihat lega karena perusahaan dimana mereka bekerja tidak jadi gulung tikar. Dan Kenzo kembali untuk menyelamatkan perusahaan itu.
Sesampainya di ruang kerja, Widya segera masuk dan membacakan agendanya hari ini. dan hari ini juga Kenzo akan meeting dengan Barra. Seseorang yang selama ini ikut andil dalam menyelamatkan perusahaan yang hampir bangkrut itu.
“Baiklah, siapkan semuanya!” Perintah Kenzo pada Widya.
.
.
.
*TBC
__ADS_1