Pelangi'S Love Story

Pelangi'S Love Story
Eps 50


__ADS_3

Kenzo setia menemani istrinya yang sedang kedatangan dua temannya. Meski dia tidak ikut ngobrol, tapi dia tetap mendengarkan semua apa yang Pelangi dan teman-temannya bicarakan. Bahkan Kenzo bisa melihat raut wajah Alex yang berbeda dari biasanya. Sepertinya dia menyesal dan merasa bersalah karena telah membuat Pelangi sakit.


Menjelang makan siang, Alex dan Diva memutuskan untuk berpamitan. Mereka berdua juga masih sibuk di bengkel. Sebenarnya Pelangi ingin mengajak temannya untuk makan siang terlebih dulu, namun Alex menolaknya.


“Thanks ya Lex, Div atas kunjungan kalian.” Ucap Pelangi.


“Iya, Lo cepet sembuh ya Bre!” jawab Diva dan diangguki oleh Pelangi.


“Ya udah, kita balik dulu Bre. Ken, gue balik.” Ucap Alex dan berbasa-basi pada Kenzo.


“Hmm” jawab Kenzo.


Setelah kepergian Alex dan Diva, Pelangi masuk ke dalam kamar. dia juga masih butuh istirahat. Dan sepertinya memang tubuhnya sedang benar-benar kelelahan. Karena sampai saat ini pun Pelangi masih merasa lemas.


“Jangan tidur dulu! Kamu belum makan siang dan minum obat.” Ucap Kenzo saat melihat Pelangi merebahkan tubuhnya.


Pelangi hanya diam saja. Dia masih kesal dengan Kenzo yang tidak ramah pada temannya, yaitu Alex.


“Kamu kenapa diam saja? Apa ada yang sakit?” tanya Kenzo yang kini sudah mendekati istrinya.


“Kamu pikir sendirilah, Ken. Apa begitu sikap kamu terhadap tamu? Ada masalah apa sih kamu sama Alex?” tanya Pelangi.


Kenzo menghembuskan nafasnya kasar setelah tahu diamnya sang istri karena dirinya telah bersikap tidak sopan pada temannya.


“Kamu tahu nggak apa yang dikatakan Alex saat tadi pagi aku menghubunginya?” ucap Kenzo yang sebenarnya sangat malas membahas kejadian tadi pagi.


Pelangi mengendikkan bahunya tak mengerti. Akhirnya Kenzo menceritakan semuanya. Semua yang dikatakan Alex, yang menurutnya tidak pantas dan tidak sopan. Pelangi yang mendengar hanya mampu menggelengkan kepalanya.


“Please Ken, kamu jangan seperti anak kecil. Bukankah Alex tadi sudah bilang hanya bercanda? Dan aku sudah pernah bilang bukan, kalau Alex sudah memiliki kekasih. Aku sudah lama berteman baik dengan Alex.” Ucap Pelangi panjang lebar.


“Iya, maafkan aku.” jawab Alex mengalah.


“Ya sudah, kamu tunggu sebentar. Aku pesankan makan siang dulu, setelah itu kamu minum obat lalu istirahat.” Lanjut Kenzo dan Pelangi hanya mengangguk.


Kenzo keluar kamar dan memesan makanan untuk diirinya dan juga Pelangi. Kenzo juga membuatkan susu untuk istrinya agar kondisinya segera pulih.

__ADS_1


Diam-diam saat membuatkan susu untuk istrinya, Kenzo tersenyum tipis pada dirinya sendiri. Kenzo sadar selama ini dia tidak pernah seperti ini merawat orang sakit. Terlebih yang sakit adalah istrinya sendiri. Entah kenapa Kenzo sangat bahagia bisa merawat dan menjaga Pelangi dengan kasih sayang. Kenzo menyadari kalau dulu dirinya sangat bodoh karena sempat membenci dan mengabaikan Pelangi di awal pernikahan mereka.


Ting tong


Seorang kurir pengantar makanan sudah tiba membawakan pesanan makanan Kenzo. setelah itu Kenzo menyiapkannya dan membawanya ke kamar agar istrinya bisa segera makan.


“Ayo makan dulu, maaf lama nunggu.” Ucap Kenzo.


Pelangi segera duduk dan menerima makanan yang diberikan oleh suaminya.


“Kamu nggak makan sekalian?” tanya Pelangi.


“Kamu makan saja dulu. Aku nanti saja.” Jawab Kenzo.


“Kita makan sama-sama saja. Aku nggak mau makan sendirian.” Ucap Pelangi.


“Dasar manja!” ledek Kenzo.


Akhirnya mereka berdua makan bersama. Kenzo menyuapi Pelangi, kemudian bergantian dia menyuapkan makanannya ke mulutnya sendiri. Sungguh manis sekali yang dilakukan mereka berdua.


Kenzo mengmbalikan piring kotor bekas makan siangnya ke dapur. Setelah itu dia kembali masuk ke dalam kamar. karena di luar sedang hujan, dan hawanya juga sangat syahdu. Akhirnya Kenzo memutuskan untuk ikut tidur siang menemani Pelangi.


Kenzo tidur sambil memeluk Pelangi dari belakang. Dia ingin menghangatkan tubuh istrinya, walau sebenarnya dirinyalah yang sedang butuh kehangatan🤣🤣🤣


“Tidurlah, jangan gerak-gerak terus! Nanti ada yang bangun.” Bisik Kenzo pelan.


Pelangi yang mendengarnya seketika tubuhnya meremang. Pantas saja dia merasakan sesuatu yang sangat keras sedang menempel tepat di pantatnya. Dan Pelangi akhirnya diam dan menuruti kata-kata suaminya. Beberapa saat kemudian akhrinya dia tidur, karena reaksi obat yang baru saja diminumnya.


Sedangkan Kenzo bergera-gerak gelisah saat merasakan rudalnya mulai bergejolak. Andai saja istrinya tidak sakit, pasti siang ini juga dia akan meluncurkan rudal itu dan membawanya ke sarangnya.


“Hufttt!!” desahhh Kenzo.


Akhirnya dia bangun dan memutuskan untuk masuk ruang kerjanya. Kenzo yang tidak terbiasa tidur siang, dia memilih menyibukkan diri di ruang kerja sambil memantau jalannya perusahaan.


Sore harinya saat Kenzo masih sibuk di depan layar laptopnya, tiba-tiba pintu ruang kerjanya terbuka dan menampakkan sosok Pelangi yang sudah terlihat segar habis mandi sambil membawa teh hangat.

__ADS_1


“Saat bangun tadi, aku tidak melihat keberadaan kamu.” Ucap Pelangi sambil meletakkan teh buatannya di atas meja kerja Kenzo.


“Iya, aku tidak bisa tidur. Jadi aku pilih menyelesaikan pekerjaan saja. Kamu sudah mandi? apa badan kamu sudah lebih baik?” tanya Kenzo.


“Sudah. Badanku terasa sangat lengket dan rasanya nggak nyaman. Maaf ya Ken! Karena aku, kamu sampai harus bolos kerja.” Ucap Pelangi merasa bersalah.


“Hei jangan bilang seperti itu. Aku hanya memantau pekerjaan dari sini saja. Semuanya sudah aku serahkan pada Widya.” Jawab Kenzo.


Pelangi hanya tersenyum manis mendengar jawaban Kenzo. hatinya juga menghangat. Kenzo benar-benar mencintainya, hingga pria itu rela mengorbankan waktunya hanya untuk menjaga dirinya yang sedang sakit.


Setelah pekerjaan Kenzo selesai, dia meminum teh buatan Pelangi. Setelah itu dia memutuskan untuk mandi.


Malam harinya, Kenzo dan Pelangi sedang duduk santai di


ruang tengah. Mereka berdua baru saja menyelesaikan makan malamnya. Dan di tengah-tengah obrolan mereka, ponsel Kenzo berdering. Dia mengangkatnya dan berbicara dengan seseorang yang sedang meneleponnya. Tak lama kemudian bel apartemen berbunyi.


“Selamat malam Tuan Kenzo!” sapa seorang pria yang baru saja datang dengan seorang wanita dengan perut buncit.


“Kita nggak sedang berada di jam kerja bukan, jadi biasa sajalah jangan terlalu formal gitu, Bar.” Jawab Kenzo.


Ternyata yang meneleponnya tadi adalah rekan bisnis Kenzo yang tak lain adalah Barra. Barra dan istrinya ingin menjenguk Pelangi yang sedang sakit. Kenzo mepersilakan Barra dan Carissa masuk.


“Selamat malam Nona Pelangi!” sapa Carissa. Pelangi sangat terkejut saat kedatangan tamu yang tak lain adalah rekan kerja suaminya.


“Eh, selamat malam Nona Carissa, Tuan Barra. Silakan duduk.” Jawab Pelangi.


Kenzo meminta Pelangi agar bersikap biasa saja pada Barra dan Carissa. Seperti halnya dengan dirinya yang sudah berteman baik dengan Barra. Pelangi pun mengangguk paham.


Mereka berempat tampak asyik berbincang-bincang di ruang keluarga. Pelangi juga merasakan bahagia karena dia merasa memiliki saudara baru.


.


.


.

__ADS_1


*TBC


__ADS_2