Pelangi'S Love Story

Pelangi'S Love Story
Eps 61


__ADS_3

Sementara itu saat ini Kenzo sedang berada di apartemen Joseph. hubungan Kenzo dan Joseph akhir-akhir ini sedikit merenggang setelah kabar perselingkuhan Kenzo dengan Eva.


Joseph sudah hilang kepercayaan pada sahabatnya sendiri. Padahal sebelumnya Joseph ikut bahagia saat melihat Kenzo sudah bisa menjalani rumah tangganya dengan wanita yang tepat. Dan lagi-lagi Joseph merutuki kebodohan Kenzo yang mudah sekali dioeralat oleh wanita ular seperti Eva. Bahkan sampai hamil. Walaupun Joseph sendiri tak yakin kalau anak yang dikandung oleh Eva adalah anak Kenzo.


“Minum dulu, Ken!” ucap Nova memecah keheningan antara suaminya dan Kenzo.


“Thanks Nov.” jawab Kenzo.


“Ada apa Lo datang kesini? Apa lagi yang Lo butuhin dari gue? Bukankah Lo sebentar lagi akan menikah dengan wanita yang sangat Lo cintai.” Ucap Joseph sinis.


Nova langsung menyenggol lengan suaminya agar tidak memancing pertengkaran dengan Kenzo. sedangkan Kenzo hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar. Dia tahu kalau Joseph saat ini tidak lagi berpihak padanya. Itu semua memang kesalahannya sendiri.


“Sorry, Jos” Ucap Kenzo frustasi.


“Buat apa Lo minta maaf sama gue? Nggak ada hubungannya. Lo udah pilih jalan hidup Lo sendiri. Jadi Lo sekarang sudah nggak butuh gue lagi.” Ucap Joseph dengan tawa mengejek.


“Maafkan suamiku Ken. Ada apa kamu kesini?” ucap Nova berusaha menengahi pembicaraan suaminya dan Kenzo yang mulai memanas.


Kenzo mengangguk paham. Setelah itu dia mengeluarkan sebuah botol yang berisi obat dan diberikan pada Nova. Dengan ragu Nova menerima obat itu. Kemudian Nova membaca tulisan yang tertera pada botol itu yang menggunakan Bahasa farmasi.


“Ini obat penyubur kandungan Ken. Apa maksud kamu?” tanya Nova bingung.


Joseph masih diam dan menyimak apa yang akan dibicarakan oleh Kenzo dan istrinya. Kemudia Kenzo menjelaskan pada Nova. Kalau memang benar itu obat penyubur kandungan. Tapi isinya sudah ditukar dengan obat pencegah kehamilan.


Joseph dan Nova saling pandang dan semakin tidak mengerti dengan maksud Kenzo. buat apa dia memberikan obat itu. Dan untuk apa.


“Itu obat diberikan oleh Papa untuk Pelangi beberapa bulan yang lalu. Papa berharap pernikahanku dan Pelangi segera bisa memberikannya seorang cucu. Namun tanpa Papa ketahui, Mama sudah menukar isi obat itu dengan obat pencegah kehamilan. Dan aku menemukan obat itu beberapa waktu yang lalu masih dalam keadaan utuh. Kemungkinan Pelangi belum meminum obat itu. Sekarang yang jadi pertanyaanku, jika Pelangi benar-benar tidak meminum obat itu, bukankah masih ada peluang kalau dirinya sedang mengandung anakku?” ucap Kenzo panjang lebar.


Deg


Wajah Nova berubah pucat. Dia bingung, bagaimana jika Kenzo mengetahui kehamilan Pelangi. Padahal dirinya sudah bersumpah untuk menjaga rahasia itu. Joseph terkejut saat melihat perubahan wajah istrinya.


“Sayang, kamu kenapa?” tanya Joseph.

__ADS_1


“Katakan pada aku Nov. apakah kemungkinan besar Pelangi bisa hamil jika dia tidak meminum obat itu?” tanya Kenzo tanpa mempedulikan Joseph.


“Ehm, ii iiya. Iya Ken. Ehm bisa saja seperti itu. Tapi bisa saja tidak.” Jawab Nova terbata.


Kenzo dan Joseph kini semakin penasaran tentang sesuatu yang sepertinya sedang disembunyikan oleh Nova.


“Sayang, kamu tahu sesuatu? Atau kamu menyembunyikan sesuatu dariku?” tanya Joseph.


“Nggak. Nggak, aku aku nggak menyembunyikan apa-apa.” Jawab Nova tak tenang.


Kenzo masih saja diam dan melihat mimik wajah Nova yang berubah dan memang terlihat seperti menyembunyikan sesuatu. Tapi dia masih diam dan membiarkan Joseph yang menginterogasi istrinya.


“Nova, kamu tahu kan konsekuensinya jika kamu berbohong padaku?” tanya Joseph tajam.


Mendengar suaminya memanggil namanya dengan nada tajam, Nova sangat tahu jika sang suami sedang marah. Dan dia tahu apa yang akan terjadi jika suaminya sudah marah besar. Nova semakin gusar. Dia bingung apa yang harus dikatakan. Di satu sisi dia sudah berjanji untuk menyimpan rahasia kehamilan Pelangi, di sisi lain dia tidak mau melihat suaminya marah dan akan berdampak buruk pada dirinya.


“Maaf.” Ucap Nova menunduk takut.


“Katakan, Nov! ada apa sebenarnya?” tanya Kenzo.


“Iya. Pelangi memang sedang hamil.” Ucap Nova cepat dengan satu tarikan nafas.


Duarrr


Dada Kenzo tiba-tiba terasa sesak saat mendengar sebuah kenyataan pahit. Pelangi sedang hamil. Dan sekarang posisinya sudah bercerai. Kenzo sangat kacau dan kebingungan. Apa yang harus dia lakukan sekarang.


“Kenapa kamu tidak mengatakan semua ini, Nov?” tanya Kenzo frustasi.


“Maaf, Ken. Tapi aku sudah berjanji pada Pelangi. Dia tidak ingin proses perceraiannya denganmu terhambat karena kehamilannya.” Ucap Nova.


“Bukankah, kamu tahu Nov kalau perceraian itu tidak sah jika Pelangi sedang hamil.” Ucap Kenzo yang semakin menyudutkan Nova.


“Cukup, Ken!! Lo jangan menyudutkan istri gue terus. Semua ini tetap salah Lo. Memangnya kalau perceraian kalian gagal, apa Lo yakin istri Lo mau dimadu? Menurut gue benar yang dilakukan oleh Pelangi. Sekarang Lo puas kan? Dan pergi Lo sekarang juga dari sini. selamat menempuh hidup baru dengan Evangeline. Wanita impian masa depan Lo sejak dulu.” Ucap Joseph tajam.

__ADS_1


Kenzo akhirnya pergi dari apartemen Joseph. Kini dia semakin bersalah dengan mengetahui sebuah fakta kalau Pelangi saat ini benar-benar tengah mengandung anaknya. Kenzo berjanji dalam dirinya. Setelah menihai Eva dan anak dalam kandungan Eva lahir, dia akan menceraikan Eva dan kembali pada Pelangi.


“Evangeline itu siapa, Sayang?” tanya Nova pada Joseph.


“Wanita yang tengah mengandung anak Kenzo dan sebentar lagi mereka akan menikah.” Jawab Joseph.


“Sepertinya aku pernah mempunyai pasien yang bernama Evangeline. Tapi aku tidak yakin dia orang yang sama.” Ucap Nova dan membuat Joseph semakin penasaran.


***


Sementara itu seorang wanita muda sedang duduk seorang diri di sebuah taman belakang rumah yang beberapa hari ini telah resmi menjadi tempat tinggalnya.


Pagi hari adalah udara terbaik untuk merilekskan tubuhnya dari penatanya masalah yang akhir-akhir ini berkutat dalam hati dan pikirannya.


Pelangi mengusap lembut perutnya yang sedikit membuncit. Terbesit rasa senang saat bisa merasakan menjadi seorang wanita sempurna yang sebentar lagi akan dikarunia seorang anak.


Pakaian Pelangi saat ini sudah tidak seperti dulu lagi. Biasanya suka sekali memakai celana kini terpaksa dia harus tanggalkan pakaian itu demi kesehatan dirinya dan calon buah hatinya. Saat ini dia lebih sering memakai dresss atau sejenisnya.


“Hei calon Mommy! Sana sarapan dulu. Dicariin Mama tuh dari tadi.” celetuk Leo tiba-tiba.


“Ah, kamu gangguin aja sih Le.” Jawab Pelangi pura-pura kesal.


“Halah, bentar lagi juga habisin beberapa piring nasi aja sok jual mahal. Lagian ini London, masih aja Lo suka makan nasi sebagai makanan pokok.” Gerutu Leo.


“Ya biarin. Anakku maunya makan nasi. Kenapa memangnya? Sewot banget sih kamu.” Ucap Pelangi.


“Maunya anak kamu atau kamunya yang nggak bisa move on sama tuh bastard yang sering kamu bawain bekal nasi?” ucap Leo menohok dan membuat wajah Pelangi berubah sendu.


.


.


.

__ADS_1


*TBC


__ADS_2