Pelangi'S Love Story

Pelangi'S Love Story
Eps 14


__ADS_3

Setelah dari café, Pelangi memutuskan untuk pulang ke apartemennya. Karena dia merasa sangat capek dan tidak mungkin jika dia pergi ke bengkel. Pelangi hanya ingin istirahat.


Dalam perjalanan pulang, Pelangi masih teringat pertemuan dengan wanita yang berstatus sebagai kekasih Kenzo. Pelangi nggak habis pikir pada Kenzo yang tengah dibodohi oleh Eva. Bagitu juga dengan Dafa. Kakak dari Nancy temannya sekaligus pacar Alex. Entah pelet apa yang dipakai oleh Eva untuk menjerat Kenzo dan juga Dafa. Namun Pelangi tidak terlalu memikirkannya, lagi pula itu bukan urusannya. Hubungannya dengan Kenzo juga tidak akan lama.


Sesampainya di apartemen, Pelangi segera mandi. setelah mandi dia hanya memakai atasan tanpa lengan dan celana pendek di atas lutut. Meskipun tidak pres body, tapi tetap saja Pelang terlihat seksii. Ditambah lagi dia masih menggelung rambut basahnya dengan handuk.


Handuk itu masih setia membungkus rambut Pelangi saat dia memutuskan untuk keluar kamar dan menuju dapur. Perut Pelangi terasa lapar, akhirnya dia memutuskan untuk memasak sesuatu yang tersedia di dapur.


Tanpa sepengetahuan Pelangi, ternyata Kenzo sejak tadi sudah pulang seblum Pelangi datang. Laki-laki itu bosan berada di kantor sendirian dan belum mengerjakan apapun jadi dia memilih pulang dengan diantar oleh sopir papanya.


Kenzo juga tidak tahu kalau Pelangi sudah pulang. Saat ini dia sedang menuju dapur untuk mengambil minuman. Jakun Kenzo naik turun saat melihat kaki jenjang nan mulus milik seorang perempuan yang sedang berkutat di dapur. Perlahan Kenzo mendekati perempuan itu. Dia belum sadar kalau perempuan itu adalah istrinya.


Jarak 20 cm antara Kenzo dan Pelangi, laki-laki itu dapat mencium aroma sabun dan shampoo dari tubuh Pelangi yang menguar memasuki indra penciumannya. Dan tiba-tiba saja hasrat kelelakian Kenzo langsung on saat dirinya sudah berada dekat dengan punggung Pelangi.


Pelangi selesai membuat nasi goreng dan akan berbalik badan untuk mengambil piring, dia terkejut saat melihat Kenzo sudah berdiri tepat di belakangnya. Pelangi yang tidak bisa menyeimbangkan badannya seketika terjatuh tapi dengan cepat Kenzo merengkuh tubuhnya. Dan handuk yang membungkus rambut Pelangi pun terlepas.


Wajah keduanya begitu dekat. Bahkan pandangan mereka berdua saling mengunci. Kenzo semakin merapatkan tubuhnya dan mendekatkan wajahnya. Perlahan Kenzo memberanikan diri untuk mencium bibir merah muda milik Pelangi yang begitu menggodanya.


Cup


Kenzo mengecup bibir Pelangi. Dan respon Pelangi masih terdiam. Kemudian dia menciumnya lagi dengan durasi yang sedikit lama. Bahkan Kenzo mengeluarkan lidahnya untuk melu mat lembut bibir Pelangi yang masih tertutup rapat.


“Manis” batin Kenzo sambil menikmati bibir Pelangi.


Pelangi tersadar kemudian mendorong tubuh Kenzo, setelah itu dia mengambil handuknya yang terjatuh dan berlari masuk ke kamarnya.


“Jantung. Kenapa jantung gue seperti ini. kenapa gue tadi hanya diam saja saat Kenzo menicum gue. Bodoh!! Argghhhh!!!” teriak Pelangi frustasi.


Tok tok tok

__ADS_1


Pelangi segera membuka pintu kamarnya saat ada yang mengetuknya.


“Ada apa?” Tanya Pelangi cuek meski jantungnya masih melompat-lompat.


“Ehm, maafin gue yang tadi.” ucap Kenzo.


“Hmm” Jawab Pelangi singkat.


“Apa kamu nggak jadi makan nasi goreng kamu tadi? boleh aku minta?” Tanya Kenzo yang juga merasa lapar saat mencium aroma nasi goreng buatan Pelangi.


Pelangi mengangguk. Setelah Pelangi menyisir rambutnya, dia segera menuju meja makan dan disana sudah ada Kenzo duduk dengan dua porsi nasi goreng yang sudah tertata di atas meja.


“Maaf gue yang siapin.” Ucap Kenzo dan Pelangi hanya menganggukan kepalanya.


Mereka berdua menikmati makan siang menjelang sore itu dengan diam. Keduanya masih sama-sama canggung setelah kejadian beberapa menit yang lalu. Kenzo sangat menikmati nasi goreng buatan istrinya. Benar kata tante Agatha tempo hari bahwa masakan Pelangi sangat enak. Bahkan Kenzo membandingkan dengan masakan Eva. Masakan Pelangi lebih enak daripada masakan kekasihnya.


Selesai makan, Pelangi segera membereskan bekas piringnya dan juga Kenzo. Kenzo masih setia duduk di kursi meja makan itu.


“Ada apa?” Tanya Pelangi.


“Ehm, soal perusahaan. Apa nggak sebaiknya lo saja yang memegangnya? Karena gue merasa tidak pantas.” Ucap Kenzo.


“Gue kan udah pernah bilang, lo turutin aja kemauan Om Richard. Dan seperti yang udah gue katakan, setelah nanti kita bercerai, gue akan jual semuanya dan gue akan sumbnagin ke panti asuhan.” Jawab Pelangi.


“Bisa nggak sih lo nggak usah bahas perceraian?” Tanya Kenzo kesal.


“Kenapa memangnya? Bukannya itu yang lo inginkan?” Tanya Pelangi balik.


“Apa lo nggak punya niatan untuk mempertahankan pernikahan ini?”

__ADS_1


“Nggak! Kalau saja mendiang Mama dan Papa gue nggak jodohin kita, gue nggak akan nikah seumur hidup gue. Gue muak dengan yang namanya hubungan terikat seperti ini. jadi lo paham kan maksud gue. Kalau lo nggak mau ngurus perusahaan, ya udah cepat urus surat perceraian biar gue bisa segera jual tuh perusahaan.” Ucap Pelangi dan segera pergi meninggalkan Kenzo.


Kenzo hanya terdiam mendengarkan ucapan Pelangi baru saja. Dia seperti merasa bahwa Pelangi seperti mempunyai masa lalu yang sangat pahit hingga menyebabkan dia trauma untuk menjalin hubungan. Dan entah kenapa Kenzo seperti tidak rela jika akan bercerai dengan Pelangi saat perjanjiannya telah berakhir.


***


“Sayang, kapan kamu siap untuk aku lamar?” Tanya seorang laki-laki yang saat ini sedang memeluk tubuh kekasihnya di dalam balutan selimut.


“Sabar ya. Kamu tahu kan kalau aku masih sibuk dengan butikku.” Jawab sang kekasih.


“Tapi aku sudah tidak tahan ingin hidup bersma kamu. Aku ingin seperti ini setiap hari saat kita sudah menikah lagi.” Ucap si laki-laki.


“Iya, aku juga ingin seperti ini setiap hari saat kita sudah menikah nanti. Oh iya Daf, apa kamu kenal dekat dengan permpuan tadi?” Tanya Eva.


“Perempuan mana? Oh Aubre. Kenal lah, dia kan teman Nancy sekaligus sahabat Alex yag tak lain kekasih Nancy. Memangnya kenapa? Kamu kenal dengan Aubre?” Tanya Dafa.


Eva menjadi sangat cemas saat mengetahui bahwa Pelangi adalah teman dari Nancy, adik Dafa. Memang hubungan Eva dan Nancy tidak baik, jadi Eva tidak tahu siapa saja teman dari nancy yang tak lain adalah Pelangi.


“Kenapa diam? Kamu kenal dengan Aubre?” Tanya Dafa lagi.


“Ah nggak kok. Aku hanya pernah lihat dia kerja di bengkel saja. Makanya aku kaget dengan penampilannya yang seperti orang kaya padahal kerja di bengkel.” Ucap Eva sinis.


“Iya memang dia kerja di bengkel. Tapi itu bengkel miliknya sendiri loh Sayang. Alex itu hanya orang kepercayaannya saja jadi banyak orang yang tidak tahu kalau bengkel itu milik Aubre. Apa kamu tahu, dia adalah pewaris dari perusahaan property terkenal yang dimiliki oleh Almarhum Tuan Robert? Orang terkaya no 1 di asia tenggara?” ucap Dafa.


“Apa??” Eva sangat terkejut dan membelalakkan matanya.


.


.

__ADS_1


.


*TBC


__ADS_2