Pelangi'S Love Story

Pelangi'S Love Story
Eps 71


__ADS_3

Cklek


Kenzo membuka pintu kamarnya perlahan. Dai baru saja selesai mandi di kamar mandi yang ada di kamar tamu. Dia melihat lampu kamarnya sudah mati, itu berarti Pelangi sudah tidur. Dengan perlahan Kenzo melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar dan mengambil selimut yang tersimpan di dalam lemari. Setelah itu dia tidur di sofa.


Ingin sekali Kenzo tidur satu ranjang dengan Pelangi agar bisa memeluk sekaligus mengusap perut buncit istrinya. Namun Kenzo harus bersabar untuk melakukan itu semua. Karena saat ini istrinya masih berada dalam mode dingin dan cuek. Kenzo yang merasakan badannya juga lelah, akhirnya dia juga tertidur.


Pagi harinya Pelangi bangun terlebih dulu. Dia melhat suaminya masih nyenyak dalam tidurnya meski dengan posisi yang sangat tidak nyaman. Bahkan selimut yang dikenakan Kenzo sudah terjatuh ke lantai. Pelangi merasa bersalah karena telah membiarkan suaminya tidur di sofa.


Setelah itu Pelangi mengambil selimut Kenzo dan memakaikannya kembali. Kemudian Pelangi masuk ke kamar mandi untuk mencuci mukanya. Setelah itu dia keluar kamar.


Waktu masih menunjukkan pukul setengah 6 pagi, tapi Pelangi sudah bangun. Dia melihat keadaan rumah Papa mertuanya masih sepi. Hanya ada pembantu yang terlihat sibuk memasak makanan untuk sarapan. Kemudian Pelangi masuk ke dapur untuk mengambil air putih.


“Eh, Non Pelangi sudah bangun?” ucap Bi Siti, pembantu di rumah Damian.


“Iya, Bik. Aku mau jalan-jalan pagi di taman belakang.” Ucap Pelangi setelah minum segelas air putih.


“Iya Non. Itu sangat bagus untuk kesehatan calon anak Non Pelangi.” Ucap Bik Siti tersenyum.


Pelangi kini sudah berada di taman belakang. Dia melepas sandalnya dan berjalan di atas hamparan rumput hijau yang sangat menyejukkan. Pelangi merasa tubuhnya sangat rileks. Ini juga pertama kali baginya menginjakkan kaki di taman belakang rumah Papa mertuanya.


“Sepertinya aku sangat kerasan tinggal disini jika pemandangan di taman ini sangat menyejukkan.” Gumam Pelangi sambil duduk di atas rerumputan.


Sementara itu Kenzo yang saat ini baru saja bangun tidur, seketika dia sangat terkejut saat melihat kasur yang dibuat tidur oleh istrinya tampak kosong. Pikiran Kenzo sudah buruk. Dia mengira istrinya kabur dan pergi meninggalkannya.


Tanpa mencuci mukanya terlebih dulu, Kenzo segera keluar kamar berlari mencari istrinya. Dia begitu panik saat tidak melihat keberadaan Pelangi di seisi rumahnya. Dan saat sampai di dapur, dengan nafas tersengal, Kenzo memilih untuk mengambil air putih untuk membasahi tenggorokannya.


“Den Kenzo habis dari mana kok kelihatannya ngos-ngosan?” tanya Bik Siti.


“Aku lagi cari istriku yang kabur Bik. Tapi sepertinya dia masih belum berhasil keluar dari rumah ini, karena pintu gerbang masih terkunci.” Jawab Kenzo.


Bik Siti yang mendengar jawaban Kenzo juga ikut terkejut. Apakah istri majikannya tadi pagi pamit jalan-jalan di taman belakang itu hanya alasannya saja agar bisa kabur dari rumah.

__ADS_1


“Maaf… maafkan saya Den. Maafkan saya kalau Non Pelangi tadi hanya beralasan saja agar bisa kabur dari rumah ini.” ucap Bik Siti.


“Alasan? Maksudnya apa Bik?” tanya Kenzo semakin tak mengerti.


“Tadi, pagi-pagi sekali Non Pelangi pamit pada saya mau jalan-jalan pagi di taman belakang. Saya nggak tahu kalau Non Pelangi akan kabur dari rumah ini. maafkan saya, Den. Andai saja saya tahu, pasti sudah-“


Ucapan Bik Siti terpotong begitu saja setelah melihat Kenzo sudah tidak berada di dalam dapur. Kenzo berlari cepat menuju taman belakang rumahnya. Mata Kenzo terbelalak saat melihat istrinya sedang duduk di atas rerumputan di tepi kolam ikan.


Kini nafas Kenzo sudah mulai teratur setelah melihat istrinya sedang santai. Dia sangat lega karena Pelangi tidak kabur dari rumah seperti yang dibayangkannya.


“Baju kamu nanti kotor kalau duduk di atas rumput.” Ucap Kenzo.


Pelangi yang melihat kedatangan sang suami hanya menolehnya sebentar dan kembali memandangi kolam ikan disampingnya.


“Apa kamu baik-baik saja pagi ini? maksudku dia juga baik kan?” tanya Kenzo sambil melirik perut Pelangi.


“Hmm” jawab Pelangi.


“Pergilah. Aku sudah terbiasa sendiri.” Jawab Pelangi.


Kenzo hanya mendengus pelan. Dia sangat yakin kalau ucapan istrinya baru saja hanya menyindirnya. Tapi dia juga tidak bisa mengelak lagi karena kenyataannya memang seperti itu.


Setelah itu Pelangi beranjak dari duduknya. Kemudian pergi dari taman. Meninggalkan Kenzo yang masih terdiam.


***


Saat ini Kenzo, Pelangi, dan Damian sedang berada di meja makan untuk melakukan sarapan bersama. Mereka bertiga makan dengan hening tanpa ada pembicaraan. Damian mengerti dan bisa membaca situasi kalau hubungan antara anaknya dengan Pelangi masih belum baik. Tapi dia juga tidak mau ikut campur. Biarkan saja Kenzo dan Pelangi yang mengatasinya sendiri.


Selesai sarapan, Damian memutuskan untuk meninggalkan ruang makan terlebih dulu. Karena pagi ini dia juga ada meeting dengan beberapa karyawannya dari berbagai divisi. Kini tinggallah Pelangi dan Kenzo yang masih berada disana.


“Aku berangkat ke kantor dulu. Jika ada apa-apa hubungi saja aku pakai telepon rumah.” Ucap Kenzo.

__ADS_1


Pelangi sempat bingung dengan ucapan Kenzo. namun setekah itu dia sadar kalau selama ini dia telah memblokir no ponsel Kenzo dan belum membukanya kembali.


“Aku pergi dulu. Kamu baik-baik ya di rumah.” Ucap Kenzo dan Pelangi hanya mengangguk samar.


Setelah kepergian Kenzo ke kantor, Pelangi masuk ke dalam kamarnya. Dia benar-benar sangat bosan kalau begini terus setiap hari. Akhirnya dia memutuskan untuk pergi ke bengkel Alex. Dia ingin memberi kejutan pada sahabatnya tentang kepalangannya.


Setelah berganti baju, Pelangi turun ke bawah. Dia bertemu dengan Bik Siti kemudian berpamitan kalau dirinya akan pergi sebentar. Awalnya Bik Siti takut kalau istri majikannya itu akan mencoba kabur. Tapi setelah Pelangi bisa meyakinkannya, akhirnya Bik Siti mengijinkannya. Bahkan Pelangi meminta bantuan Bik Siti untuk memesankan taksi. Karena Pelangi masih enggan mengaktifkan ponselnya.


Beberapa saat kemudian, taksi yang ditumpangi Pelangi telah sampai di depan bengkel Alex. Beberapa pekerja bengkel yang melihat kedatangan Pelangi tampak terkejut. Telebih penampilan Pelangi sudah berubah 180 derajat dari biasanya. Apalagi perutnya kini sudah buncit. Mereka sudah tahu kalau Pelangi sudah menikah. Itu semua Alex yang memberitahukannya.


“Wah ada princess Aubre!” ucap salah satu pekerja saat melihat Pelangi.


Penampilan Pelangi memang tidak seperti biasa dengan celana jeans dan kaos oblong. Kini dia hanya memakai dress di bawah lutut dan berlengan pendek.


“Apa sih Lo!” gerutu Pelangi karena sebenarnya dia juga malu dengan pakaiannya saat ini.


“Bre!!!! Benarkah Lo Aubre??” teriak Diva dengan suara cemprengnya dan lansung memeluk Pelangi. Namun seseorang tiba-tiba menghalanginya.


“Hati-hati dong Div! lihat tuh perut Aubre, nanti dia sakit kalau Lo meluknya kekencengan.” Ucap Alex dan Diva hanya mengerucutkan bibirnya.


“Hai Lex! Apa kabar Lo?” tanya Pelangi dan langsung memeluk Alex dengan erat.


Alex tertawa mengejek pada Diva saat dirinya dipeluk oleh Pelangi.


“Gue laporin Lo pada Bang Kenzo.” gumam Diva dalam hati.


.


.


.

__ADS_1


*TBC


__ADS_2