Pelangi'S Love Story

Pelangi'S Love Story
Eps 27


__ADS_3

Keesokan paginya Pelangi bangun terlebih dulu. Dia melihat tubuhnya tertutup dengan selimut. Sedangkan Kenzo masih pulas tidur dengan posisi membelakanginya. Dia hanya memakai jaket saja.


Pelangi bernafas lega karena tidak terjadi sesuatu semalam diantara dirinya dan Kenzo. karena tampak pria itu masih pulas dalam mimpinya. Sedangkan Kenzo baru menutup matanya sejak 15 menit yang lalu setelah semalam memilih tidur di sofa ruang tamu.


Ya, semalam setelah Kenzo memastikan istrinya tidur, dia memilih untuk keluar dan tidur di sofa ruang tamu. Kenzo juga merasa tidak nyaman jika tidur satu ranjang dengan Pelangi. Dia takut jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.


Bukannya munafik dia tidak mau menyentuh istrinya, hanya saja dia tidak mau Pelangi akan membencinya jika memanfaatkan kesempatan itu. Kenzo ingin melakukan itu semua dengan hati. Begitu juga dengan Pelangi.


Semalam tidur Kenzo kurang nyenyak. Dia tidak tenang jika tiba-tiba ada temannya yang tahu akan keberadaannya yang tidur di luar. Jadi sebelum subuh menjelang, Kenzo memilih masuk ke kamar dan nekat tidur disamping Pelangi karena rasa kantuk yang menyerangnya.


Pelangi memilih masuk ke kamar mandi dan mencuci mukanya sebelum akhirnya keluar dari kamar. dia membiarkan Kenzo tidur dan tidak membangunkannya. Dia ingin jogging di sekitar Villa yang udaranya masih sangat sejuk.


“Hai Va! Jogging yuk!” ajaknya pada Nova.


“Ok. Kemana Kenzo?” tanya Nova.


“Masih tidur. Biarlah” jawab Pelangi.


“Oh, mungkin kecapekan semalam.” Ucap Nova ambigu.


Pelangi bingung dengan perkataan Nova. Apa Nova berpikir kalau semalam dirinya berbuat sesuatu layaknya pasangan suami istri. Sedangkan Nova yang semalam saat turun mengambil air minum, dia tidak sengaja melihat Kenzo tidur di sofa ruang tamu. Jadi yang dimaksud Nova kalau Kenzo kecapekan yaitu karena tidurnya tidak nyaman. Lagipula Nova juga tahu bagaimana hubungan pernikahan antara Kenzo dan Pelangi.


“Ya udah yuk kita jalan. Joseph juga masih tidur.” Ucap Nova dan segera mengajak Pelangi jogging.


Acara reuni yang diadakan oleh Kenzo dan teman-temannya sangat meriah. Mereka masih terus menjalin hubungan baik meski sudah sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Bahkan mereka menganggap semuanya sama, apapun pekerjaannya dan status sosialnya.


Acara itu kini sudah berakhir. Sore harinya memutuskan untuk kembali ke rumahnya masing-masing. Pelangi pun juga ikut merasakan keharuan yang tercipta saat semuanya saling berjabat tangan tanda perpisahan. Entah kenapa dia merasa memiliki keluarga baru saat berada di tengah-tengah teman Kenzo. mungkin karena selama ini hidupnya terlalu hampa dan hanya diisi dengan kerja, kerja, dan kerja.


Saat ini Pelangi dan Kenzo sudah berada di dalam mobil menuju perjalanan pulang. Hubungan mereka berdua semenjak di villa semakin dekat walau hanya sebatas teman saja. Tapi hal itu membuat Kenzo cukup senang. Kenzo merasa hidupnya berwarna setelah mengenal Pelangi lebih dekat. Sesuai dengan namanya yaitu Pelangi.


“Kenapa lewat sini Ken?” tanya Pelangi saat melihat arah jalan pulangnya berbeda dengan saat berangkat kemarin.

__ADS_1


“Biar nggak macet.” Jawab Kenzo.


“Ehm, kalau gitu bolehkah aku minta mampir sebentar?” pinta Pelangi.


“Bolehlah. Kamu mau mampir kemana?” tanya Kenzo.


“Jalan saja nanti aku kasih tahu dimana kamu harus berhenti.” Jawab Pelangi.


Akhirnya Kenzo mengangguk saja dan menuruti kemauan istrinya. Dan tak lama kemudian mobil yang ditumpangi oleh Kenzo berhenti di sebuah panti asuhan. Kenzo mengerutkan keningnya bingung. Kenapa Pelangi meminta berhenti di panti asuhan.


“Kamu ikut turun atau tunggu di mobil saja?” tanya Pelangi.


“Aku ikut saja.” Jawab Kenzo dan segera mengekori jalan Pelangi.


Setelah sampai dalam panti asuhan itu, Pelangi disambut oleh beberapa anak panti. Mereka sangat senang melihat kedatangan Pelangi. Kenzo ikut tertegun saat melihat sikap hangat Pelangi pada anak-anak panti itu. Bahkan Pelangi sangat menyayangi mereka. Hati Kenzo ikut menghangat dengan kebersamaan mereka.


“Pelangi!” panggil Bu Asih yang baru saja keluar dari ruangannya.


“Kenalkan ini Kenzo Bu, Ken kenalin ini Bu Asih.” Ucap Pelangi memperkenalkan.


“Nak Kenzo suami Pelangi?” Tanya Bu Asih dan diangguki oleh Kenzo sambil tersenyum tipis.


Kemudian mereka bertiga duduk di ruang tamu sambil menikmati hidangan yang sudah disediakan. Kedatangan Pelangi ke panti hanya mampir sebentar. Dia juga meminta maaf karena sudah lama tidak datang ke panti. Dan Bu Asih pun memakluminya. Sedangkan Kenzo hanya menyimak pembicaraan mereka berdua.


“Beberapa hari yang lalu Rezvan kesini bersama Jovi.” Ucap Bu Asih.


“Apa Jovi sehat-sehat saja Bu?” tanya Pelangi.


“Iya dia sehat. Tapi dia tidak mau pulang karena minta bertemu mamanya.” Ucap Bu Asih.


“Harusnya ayahnya bisa membujuknya agar tidak terlalu ketergantungan denganku Bu. Dulu saat dia dirawat di rumah sakit, Pelangi menemaninya sampai 3 hari.” Jawab Pelangi yang sedikit kesal dengan Rezvan.

__ADS_1


“Ya akhirnya saking lelahnya menangis, anak itu tertidur dan Rezvan mengajaknya pulang.” Jawab Bu Asih.


Pelangi dan Bu Asih terlalu asyik membicarakan kabar anak panti dan juga tentang Rezvan yang termasuk salah satu donatur tetap panti asuhan ini. mereka berdua tidak sadar kalau sejak tadi kenzo mendengar semuanya meski terlihat sibuk dengan gadgetnya.


Kenzo terkejut saat mendengar ada nama pria disebut oleh istrinya. Kalau tidak salah dengar ada anak kecil yang meminta bertemu mamanya. Dan Pelangi menjawab seolah dirinya adalah yang dicari oleh anak kecil tadi. bahkan Pelangi mengatakan menemani anak itu selama tiga hari di rumah sakit. Jadi apakah saat Pelangi pergi tanpa pamit itu karena menemani anak itu.


Pikiran Kenzo berkecamuk. Siapa sebenarnya anak kecil itu. Bahkan menganggap istrinya adalah mamanya. Lantas siapa pria yang bernama Rezvan. Kenzo masih bertanya-tanya. Bahkan saat Pelangi sudah pamit, Kenzo masih saja dengan pikiran buruknya.


Saat ini keduanya sudah berada di dalam mobil melanjutkan perjalanan pulang. Kenzo masih diam dan memikirkan tentang pria yang bernama Rezvan. Siapa dia? Apakah pria itu masa lalu Pelangi? Apakah mereka pernah menikah.


“Ken?” panggil Pelangi saat mobilonya sudah berhenti di basement.


“Iya? Ada apa?” tanya Kenzo.


“Kamu nggak turun? Sudah sampai loh?” tanya Pelangi.


Kenzo terkejut kalau saat ini mobilnya sudah berada di basement. Bisa-bisanya sejak tadi dia memikirkan nama pria yang mengganjal hatinya. Untung saja dia masih bisa fokus memegang kemudi. Setelah itu mereka berdua masuk ke unit apartemen.


***


Seorang pria berwajah manis, berkulit sawo matang, dengan perawakan tubuh sedang baru saja turun dari pesawat yang baru saja mengantarnya kembali pulang ke negara asalnya.


Setelah berjam-jam dalam pesawat, pria itu merasa lega akhirnya bisa menginjakkan kakinya lagi di negara ini setelah sekian lama terpenjara dalam kehidupan yang memuakkan.


“Aku merindukanmu!” ucapnya sambi memakai kacamata hitamnya yang tadi berada di saku kemeja.


.


.


.

__ADS_1


*TBC


__ADS_2