Pelangi'S Love Story

Pelangi'S Love Story
Eps 47


__ADS_3

Setelah menyelesaikan mandi bersamanya, Kenzo kembali menggendong istrinya dan merebahkannya di atas ranjang. Sebenarnya Pelangi sudah bisa berjalan sendiri meski pelan. Hanya saja Kenzo yang terlalu berlebihan.


“Aku bisa pakai baju sendiri, Ken. Aku tidak sedang sakit.” Ucap Pelangi mencegah Kenzo yang akan memakaikan bajunya.


“Oh, nggak sakit ya. Bararti nanti kita bisa mengulanginya lagi?” tanya Kenzo dengan nada menggoda.


Bugh


Pelangi melemparkan bantal tepat mengenai wajah Kenzo. kenzo hanya terkekeh melihat istrinya yang tampak malu. Kemudian dia membiarkan istrinya memakai bajunya sendiri. Demikian juga dirinya.


Selesai memakai baju, Kenzo mengajak Pelangi untuk turun. Karena dia juga merasa sangat lapar.


Saat sudah menuruni anak tangga, di ruang tengah ada Damian dan Rosalina yang sedang bersantai sambil menonton TV. Damian tersenyum penuh arti pada anak dan menantunya yang terlihat malu-malu meong.


Pelangi bersikap biasa saja seolah tidak terjadi apa-apa. Karena memang dirinya tidak tahu kalau semalam Damian sudah mengerjainya. Sedangkan Kenzo hanya tersenyum kaku pada Papanya. Walau dia ingin mengucapkan terima kasih.


“Pagi Pa, Ma!” sapa Kenzo.


“Ini sudah siang. Dan kalian membuat kami menunggu lama di meja makan.” Jawab Rosalina dengan muka culasnya.


“Sudahlah Ma, biarkan saja. Ya sudah kalian sarapan saja sana. Papa dan Mama sudah makan terlebih dulu tadi.” ucap Damian.


Rosalina hanya mencebik kesal saat mendengar suaminya membela anaknya. tadi pagi Damian juga mengatakan kalau semalam telah memasukkan obat perangsang pada minuman Kenzo dan Pelangi. Rosalina sangat terkejut sekaligus menyesal karena semalam lebih memilih masuk ke kamar terlebih dulu hingga dia tidak bisa menggagalkan rencana sang suami.


Kemudian Rosalina masuk ke kamarnya, mengabaikan suaminya yang sedang tersenyum bahagia.


Sore harinya Kenzo dan pelangi berpamitan pada Papanya untuk pulang ke apartemennya. Damian sebenarnya berat ditinggalkan anak dan menantunya. Tapi dia tidak boleh egois. Anak dan menantunya sudah memiliki kehidupan sendiri. Dan kini dia juga sudah bisa tersenyum lega setelah melihat hubungan rumah tangga anaknya sudah membaik.


“Ini buat Pelangi.” Ucap Damian sambil memberikan botol kecil yang berisi obat.


Pelangi menerima obat itu dengan ragu. Karena dia tidak mengerti dengan apa yang dimaksud oleh Papa mertuanya.


“Tenang saja. Itu hanya vitamin. Papa ingin kalian segera memiliki momongan.” Ucap Damian seolah mengerti dengan kebingungan Pelangi.


Wajah Pelangi memerah karena malu. Dia teringat lagi dengan pertempurannya semalam.

__ADS_1


“Iya, Pa terima kasih.” Jawab Kenzo, karena melihat istrinya hanya terdiam.


Setelah itu mereka mereka berdua mencium tangan Damian dengan takzim. Sedangkan Rosalina sejak tadi tidak kelihatan batang hidungnya.


Dalam perjalanan pulang, Pelangi masih memikirkan tentang obat yang diberikan oleh Papa mertuanya tadi. mungkin dirinya sudah bisa menjalani kehidupan rumah tangganya dengan Kenzo, dan dia juga sudah membuka hatinya untuk Kenzo. tapi dalam lubuk hatinya yang paling dalam, Pelangi masih belum memiliki keinginan untuk mempunyai anak. Karena baginya lebih baik menata hatinya dulu yang baru saja tumbuh untuk Kenzo. kalau soal anak itu urusan belakang.


Pelangi memilih untuk tidak meminum obat itu. Dia beranggapan jika tidak meminumnya, pasti tidak akan mepercepat proses kehamilan. Biar nanti saja dia meminum obat itu jika hatinya sudah mantap untuk memiliki anak.


“Sedang ngelamunin apa?” tanya Kezo tiba-tiba.


“Ah, nggak ko’, Ken. Aku hanya capek saja. Ingin tidur lagi. Tadi tidurku masih kurang lama.” Jawab Pelangi.


“Ya sudah, setelah ini kamu boleh tidur biar nanti malam tenaga kamu sudah pulih.” Jawab Kenzo sambil mengerlingkan matanya nakal.


“Dasar otak mesum!” gerutu Pelangi.


“Mesum sama istri sendiri nggak salah kan?” tanya Kenzo sambil terkekeh. Namun Pelangi hanya mencebik.


Sesampainya di apartemen, Pelangi langsung masuk ke kamar dan segera tidur. Kenzo yang melihatnya hanya bisa mengulum senyumnya. Setahu dia selama ini istrinya sangat kuat dan tangguh. Bahkan tidak pernah mengenal lelah. Itu terlihat dari pekerjaannya. Namun, hanya sekali melakukan pertempuran di atas ranjang, sudah membuat istrinya kelelahan seperti itu. Apa mungkin itu masih permulaan saja, karena Pelangi belum terbiasa.


***


“Apa tante tahu kalau Kenzo sudah memutuskan aku?” ucap Eva.


“Apa?? Kamu bercanda kan?” tanya Rosalina terkejut.


“Eva serius Tante. Bahkan Eva sangat susah untuk bertemu dengan Kenzo setelah dia memutuskanku. Aku benci sama pelakor itu.” Ucap Eva berapi-api.


“Tenanglah Eva. Serahkan semuanya sama Tante. Tante akan memikirkan cara bagaimana agar Kenzo bisa kembali padamu. Semoga rencana Tante tidak gagal.” Ucap Rosalina sambil membayangkan ide liciknya.


***


Keesokan harinya, Pelangi dan Kenzo sudah memulai aktivitasnya seperti biasa. Pelangi juga sudah menyiapkan sarapan untuk dirinya dan sang suami. Dia juga menyiapkan bekal untuk dibawa Kenzo ke kantor.


“Kenapa kamu membawakan aku bekal? Kita nanti bisa makan siang bersama.” Tanya Kenzo.

__ADS_1


“Hari ini saja kamu bawa bekal. Karena nanti aku sama Alex akan keluar untuk belanja keperluan bengkel.” Jawab Pelangi.


“Kamu jangan terlalu akrab dengan Alex bisa nggak?” protes Kenzo.


“Dia itu sahabatku. Kamu tenang saja, Alex sudah memiliki kekasih, jadi jangan beranggapan kalau Alex akan mencintai sahabatnya sendiri.” Jawab Pelangi.


“Ya meskipun dia sudah memiliki kekasih, tapi kamu tahu kan kalau dia tidak suka denganku?”


“Ya, mungkin ada kesalah pahaman diantara kalian. Nanti aku akan mengajak Alex untuk bertemu dengan kamu biar kalian bisa berteman baik.”


Kenzo hanya diam saja. Dia tidak percaya jika Alex akan mau berteman baik dengannya. Dari awal saja laki-laki itu sudah memberikan sinyal permusuhan padanya.


Setelah itu mereka segera pergi untuk bekerja. Kenzo mengantar istrinya ke bengkel terlebih dulu kemudian dia baru pergi ke kantor.


Siang harinya sesuai janjinya pada Alex, hari ini Pelangi akan pergi berbelanja keperluan bengkel yang sudah habis. Namun sebelum itu Pelangi mengajak Alex untuk makan siang terlebih dulu.


“Sepertinya hari ini Lo sedang bahagia.” Ucap Alex tiba-tiba.


“Apa sih Lex, biasa saja.” Jawab Pelangi cuek dan masih memainkan gadgetnya.


“Terserah Lo deh Bre. Kalau Lo bahagia, gue juga ikut bahagia.” Ucap Alex.


Setelah itu datang seorang pelayan restaurant membawakan makanan pesanan mereka berdua. Saat sedang menikmati makan siangnya, tiba-tiba Alex melihat dua orang yang sedang makan siang di tempat yang sama.


“Bre, bukankah itu Bang Dafa?” tanya Alex dan pelangi langsung melihat kemana arah pandang Alex.


“Oh, iya itu Bang Dafa dan Eva, mantan kekasih Kenzo.” ucap Pelangi.


“Apa? Jadi kamu tahu kalau Bang Dafa kekasihnya tuh cewek?” tanya Alex dan Pelangi mengangguk.


.


.


.

__ADS_1


*TBC


__ADS_2