Pelangi'S Love Story

Pelangi'S Love Story
Eps 30


__ADS_3

Saat ini Pelangi sedang duduk berhadapan dengan Varell. Tanpa sengaja tadi Varell dan Pelangi bertemu di café. Varell yang akan pulang terpaksa mengurungkan niatnya saat tiba-tiba bertemu dengan Pelangi. Perempuan yang dia cari.


Varell adalah mantan kekasih Pelangi. Sudah dua tahun mereka menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih disaat Pelangi masih duduk di bangku kuliah. Pelangi yang saat itu sangat menggantungkan kebahagiaannya pada Varell terpaksa harus menerima kenyataan pahit saat tidak ada kabar dari Varell. Awalnya Pelangi mengira kalau mantan kekasih yang juga kakak tingkatnya itu sedang sibuk dengan pendidikan S2 nya di luar negeri. Tapi dia sangat terkejut saat mendengar kabar bahwa kekasihnya itu sudah menikah.


Dari pengalaman pahit itulah Pelangi sudah tidak lagi mau membuka hatinya untuk siapapun. Sepertinya mulut laki-laki sudah tidak bisa dipercaya lagi.


Saat ini baik Pelangi dan Varell masih duduk terdiam tanpa mengucapkan sesuatu. Meski sudah tersedia minuman di hadapannya namun tak kunjung diminumnya.


“Apa kabar kamu Bre?” tanya Varell memecah keheningan.


“Baik.” Jawab Pelangi datar.


Varell menghembuskan nafasnya pelan. Dia bingung bagaimana hasrus bersikap pada perempuan yang ada di hadapannya itu. Yang pasti saat ini Varell sangat senang bisa dengan mudah menemukan Pelangi. Namun dia masih belum ingin mengatakan sesuatu yang sejak kemarin ingin dia utarakan.


“Aku sibuk.” Ucap Pelangi tiba-tiba dan segera berdiri. Namun dengan cepat Varell mencekal pergelangan tangannya.


“Maafkan aku Bre! Maafkan aku karena-“


“Sorry. Aku buru-buru.” Ucap Pelangi cepat dan segera pergi meninggalkan Varell.


Pelangi segera menyalakan mesin motornya dan kembali ke bengkel. Dan tanpa dia sadari, Varell diam-diam mengikutinya. Setelah mengetahui keberadaan Pelangi yang tak lain di bengkel, Varell segera pulang. Setidaknya dia tahu keberadaan Pelangi jika suatu saat ingin menemuinya.


***


Sedangkan saat ini Kenzo sedang makan siang diluar bersama Eva. Dia merasa bersalah setelah tadi sempat membuat Eva bersedih setelah mengetahui kepergiannya bersama Pelangi saat reuni di puncak tempo hari. Jadi untuk menebus kesalahannya, dia mengajak kekasihnya keluar untuk makan siang.


“Maafkan aku Ev. Kamu jangan bersedih lagi ya.” Ucap Kenzo sambil memegang tangan Eva.


“Kamu masih ingat kan Ken kalau setelah 7 bulan pernikahan kamu dengan dia, kamu akan menikahiku?” tanya Eva mengingatkan.


Kepala Kenzo mendadak pening. Pembahasan yang sama seperti dengan Pelangi tadi malam kini dibahas lagi oleh Eva. Kenzo benar-benar merasa dilema saat ini. di satu sisi dia sudah memiliki kekasih. Di sisi lain dia juga tidak ingin kehilangan Pelangi jika saat itu tiba.


“Ken!” seru Eva tampak tak senang.


“Iya aku masih ingat Ev. Kamu sabar ya.” Jawab Kenzo tersenyum tipis.

__ADS_1


Selesai makan siang Kenzo mengantar Eva kembali ke butiknya. Setelah itu dia juga kembali lagi ke kantor. Kenzo benar-benar pusing saat ini. namun dia tidak punya solusi yang tepat untuk masalahnya ini.


Sesampainya di kantor, di segera masuk ke ruangannya. Dan tak lama kemudian, Widya masuk dengan memberikan beberapa dokumen yang membutuhkan tanda tangan Kenzo.


“Apa tadi ada tamu yang mencariku?” tanya Kenzo pada Widya.


Sebab selama ini Kenzo hampir tidak pernah makan siang di luar kecuali sedang meeting. Dan biasanya kalau sebelum jam makan siang pasti ada yang mencarinya. Entah itu kliennya atau salah satu karyawan bagian divisi tertentu.


“Tidak ada Tuan. Hari ini anda tidak ada janji. Hanya Aubre saja. Eh maksud saya Nona Pelangi.” Ucap Widya.


“Pelangi? Istriku kesini?” tanya Kenzo bingung.


“Iya. Bukankah Tuan sudah tahu. Tadi Nona Pelangi kesini sebelum jam makan siang. Dan anda masih ada disini.” Jawab Widya.


Deg


Sebelum jam makan siang, itu berarti saat ada Eva. Tapi kenapa dia tidak tahu kalau Pelangi datang. Apa jangan-jangan Pelangi apa yang dilakukan bersama Eva tadi.


“Apa kamu tahu sendiri Pelangi datang?” tanya Kenzo memastikan.


“Shittt!!! Pelangi tahu aku sedang memeluk Eva.” Gumam Kenzo sambil mengacak rambutnya.


“Baiklah kamu boleh keluar.” Ucap Kenzo pada Eva setelah selesai menandatangani dokumen itu.


Kenzo merutuki kebodohannya saat mengetahui istrinya tadi datang kesini. Setelah ini dia akan melarang Eva datang lagi ke kantor. bagaimanapun juga kantor ini juga milik istrinya. Walau Kenzo masih bingung ada apa istrinya tiba-tiba datang. Apakah ada hal penting yang ingin disampaikan. Mungkin nanti saat pulang akan ia tanyakan langsung.


Tepat jam pulang kantor, Kenzo segera pulang ke apartemennya. Sesampainya, dia tidak lantas masuk ke kamarnya. Namun masuk ke dapur karena dia mencium aroma lezat masakan Pelangi. Dan benar saja di atas meja makan sudah tersaji menu makan malamnya. Setelah itu Kenzo masuk kamarnya dan cepat-cepat mandi.


Selesai mandi Kenzo keluar kamar dan menuju ruang makan. Dan dia tidak menemukan keberadaan Pelangi disana. Di dalam kamarnya pun juga tidak ada. Saat Kenzo akan menghubunginya, tiba-tiba ada pesan dari Pelangi.


“Malam ini aku tidur di unitku sendiri. Jangan kesini. Aku nggak enak badan. Dan aku tadi sudah siapkan makan malam untukmu.”


Kenzo segera makan masakan yang sudah disiapkan oleh istrinya dengan cepat. Setelah itu dia akan mendatangi unit apartemen Pelangi. Kenzo tidak peduli jika dilarang pergi kesana. Saat ini dia sangat mengkhawatirkan keadaan istrinya yang sedang sakit.


Cklek

__ADS_1


Kenzo sudah masuk ke unit apartemen Pelangi. Dan dia melihat istrinya sedang duduk santai sambil memainkan gadgetnya dengan fokus. Kenzo melihat raut wajah istrinya baik-baik saja dan tidak seperti sedang sakit.


“Kalau sakit itu buat istirahat.” Ucap Kenzo dan membuat Pelangi terkejut.


“Ken!! Kenapa kamu disini? Bukankah aku sudah bilang kalau-“


“Kalau kamu sedang tidak enak badan? Apa begini namanya tidak enak badan? Sibuk memainkan gadget dan berpakaian terbuka seperti ini yang akan semakin membuat kamu masuk angin.” Ucap Kenzo dan segera mendudukkan diri tepat disamping istrinya.


Pelangi sadar dengan pakaian yang dia kenakan saat ini. dia hanya memakai atasan tanpa lengan berbahan tipis dan sangat longgar. Kemudian celana pendek di atas lutut. Pelangi merasa sangat tidak nyaman setelah Kenzo duduk tepat di sampingnya.


“Ngapain kamu kesini?” tanyanya untuk menghilangkan kegugupannya.


“Maafkan aku. aku nggak tahu kalau kamu tadi ke kantor, dan-“


“Dan melihat adegan mesra kamu dan kekasihmu. Sudahlah Ken, tenang saja. Nggak perlu khawatir seperti itu. Bukankah aku sering melihat adegan itu. Jadi aku sudah terbiasa.” Ucap Pelangi tanpa melihat wajah Kenzo.


Kenzo merasa ada yang aneh dengan nada bicara Pelangi. Kemudian dia meraih tubuh Pelangi agar menghadap padanya.


“Kalau kamu sudah biasa, lantas kenapa kamu justru pergi dan mengurungkan niat kamu yang ingin menemuiku?” tanya Kenzo menatap tajam mata Pelangi.


“Ak…aku aku nggak mau mengganggu saja.” Jawab pelangi terbata.


“Katakan kalau kamu cemburu! Benar kan kamu cemburu?” tanya Kenzo.


“Ck, memangnya buat apa aku cembu- hmmmpppp”


Kenzo dengan cepat membungkam bibir Pelangi dengan bibirnya. dia tahu apa yang akan diucapkan oleh istrinya dan dia tidak mau mendengarnya. Kenzo mencium dan melu mat lembut bibir Pelangi. Dia ingin menyalurkan segala rasa pada Pelangi yang selama ini masih terasa abu-abu. Pelangi pun juga demikian. Entah kenapa dia tidak menolak dan ikut menikmati ciuman yang diberikan oleh pria yang berstatus suaminya.


.


.


.


*TBC

__ADS_1


__ADS_2