Pelangi'S Love Story

Pelangi'S Love Story
Eps 42


__ADS_3

Setelah adegan peluk-pelukan, keduanya kini sudah berada di dalam apartemen milik Kenzo. Pelangi lebih memilih apartemen Kenzo, karena di unit apartemennya hanya tersedia satu kamar saja.


Waktu sudah sangat malam, dan tubuh Pelangi juga sangat lelah. Akhirnya mereka berdua memutuskan untuk beristirahat di kamar masing-masing.


Kenzo sudah berbaring di atas ranjangnya. Matanya masih terbuka lebar. Dia masih tidak percaya kalau istrinya sudah pulang. Rasanya dia sudah tidak sabar untuk menghadapi hari esok yang pastinya lebih berwarna, karena ada Pelangi.


Kenzo menggulingkan tubuhnya ke kanan dan ke kiri. Matanya masih sulit terpejam. Andai saja saat ini ada Pelangi di dalam kamarnya dan ikut tidur bersamanya, mungkin Kenzo akan bisa tidur dengan cepat dan sangat nyenyak.


“Ah, tidak! Kalau dia sudah mau tidur bersamaku, yang pasti setiap malam aku akan selalu membuatnya tidak bisa tidur.” Gumam Kenzo sambil membayangkan kegiatan mesumnya.


Kenzo sadar, tidak semudah itu mengajak istrinya untuk tidur bersama dan melakukan hubungan suami istri. Dia harus bisa mengambil hati Pelangi dulu, dan membuatnya benar-benar jatuh cinta.


Sedangkan Pelangi yang kamarnya ada di sebelah kamar Kenzo, setelah membersihkan tubuhnya, perempuan itu sudah terlelap begitu saja. Rasanya dia memang sangat kelelahan setelah melakukan perjalanan panjang.


Keesokan paginya, Pelangi bangun terlebih dulu. Badannya sudah lumayan segar untuk memulai aktivitasnya. Dan pagi ini dia sudah memulai menyibukkan diri di dapur.


Inilah yang dirindukan Pelangi saat di London beberapa hari yang lalu. Dia merindukan kegiatannya di dapur, yaitu memasak untuk sarapannya dengan Kenzo. dan juga menyiapkan bekal makan untuknya. Pelangi tersenyum sendiri. Dia merasa sudah seperti istri yang sesungguhnya. melayani semua kebutuhan suami.


“Pagi my Rainbow!” sapa Kenzo tiba-tiba.


“Ken!! Kamu bikin aku jantungan aja.” Jawab Pelangi sambil memegangi dadanya.


“Memangnya apa yang sedang kamu lamunin, hingga terkejut saat mendengar suaraku?” tanya Kenzo yang kini sudah berdiri di hadapan Pelangi dengan tangan yang menopang dagu pada barstool.


Pelangi menghindari tatapan mata Kenzo yang tajam dengan pura-pura melanjutkan masaknya. Namun Kenzo tahu, dan dia segera mencekal tangan Pelangi.


“Katakan! Apa yang sedang kamu lamunkan hmm?” tanya Kenzo lagi.


“Jangan gini Ken, nanti telurnya gosong. Aku belum selesai memasak.” Ucap Pelangi masih menghindari tatapan mata Kenzo.


Klik


Kenzo mematikan kompor, dan kembali menatap mata Pelangi untuk meminta jawabannya. Pelangi sedikit gugup dan tidak menyangka jika Kenzo masih menanyakan tentang hal yang baginya tidak penting.


“Aku nggak melamun apa-apa. Aku hanya fokus memasak saja.” Jawab Pelangi membuang muka.


“Kalau bicara lihat orang yang ngajak bicara, Sayang!” tekan Kenzo.


Seketika wajah Pelangi memerah saat mendengar kata “Sayang” yang diucapkan oleh Kenzo. entah dia harus senang atau Kenzo hanya menggodanya saja.

__ADS_1


“Beneran aku hanya fokus memasak, nggak sedang melamun.” Jawab Pelangi sambil memberanikan diri menatap mata Kenzo.


Kenzo yang melihatnya semakin gemas. Dia justru mendekatkan wajahnya dengan wajah Pelangi. Sontak saja membuat jantung Pelangi berdebar hebat. Dia pun reflex menutup matanya rapat dan mengatupkan bibirnya seolah tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.


Cup


Kenzo mengecup kening Pelangi. Dan membuat Pelangi terkejut, karena dia sudah membayangkan kalau Kenzo akan mencium bibirnya.


“Sorry, aku belum mandi dan hanya cuci muka saja. Yang ini dilanjutkan nanti Ya!” ucap Kenzo sambil menyentuh bibir Pelangi, kemudian berlalu meninggalkannya.


“Bodoh!! Bisa-bisanya aku mengharapkan dia mencium bibirku.” Rutuk Pelangi dalam hati.


Setelah menyelesaikan masakannya dan menyajikan di atas meja makan, Pelangi juga segera menuju kamarnya untuk mandi. hari ini juga dia akan kembali bekerja ke bengkel.


Cklek


Bunyi kedua pintu yang terbuka bersamaan. Pelangi dan Kenzo keluar kamar bersama. Kenzo mencium aroma parfum yang dipakai Pelangi, membuatnya tidak tahan untuk memeluk tubuh perempuan yang sudah menjadi istrinya itu.


Grep


Pelangi yang belum siap dengan pelukan dari Kenzo, badannya sedikit terhuyung dan hampir saja jatuh kalau tidak terkena sandaran sofa.


“Morning kiss! Cup.”


“Jangan Ken!!” tolak Pelangi.


Pelangi berjalan menuju meja makan tanpa mempedulikan Kenzo yang masih diam mematung. Kecewa. Jelas Kenzo kecewa dengan penolakan Pelangi. Kenapa istrinya menolaknya. Apa salah dia. Bukankah itu wajar. Tiba-tiba saja Kenzo mengerti dengan sikap istrinya yang seperti itu.


“Pelangi!” panggil Kenzo saat melihat istrinya sedang mengambil makanan untuk dirinya sendiri.


“Tolong dengarkan aku sebentar.”


“Cepatlah makan Ken! Bukankah kamu juga mau ke kantor? hari ini aku juga akan ke bengkel.” Jawab pelangi acuh.


“Tolong dengarkan aku sebentar saja.” Ucap Kenzo lagi.


Pelangi menghembuskan nafasnya, kemudian meletakkan sendoknya dan bersiap mendengarkan penjelasan Kenzo.


“Aku pernah meminta waktu untuk menyelesaikan semuanya bukan?” tanya Kenzo dan hanya diangguki oleh Pelangi.

__ADS_1


“Aku sudah selesaikan semuanya. Aku sudah memutuskan hubunganku dengan Eva.” Ucap Kenzo.


Pelangi yang tadinya enggan mendengarkan penjelasan Kenzo, kini dia mengangkat kepalanya dan matanya menatap mata Kenzo. apa benar yang dikatakan oleh Kenzo.


“Aku sudah putus dengan Eva. Dan kini perjanjian itu sudah tidak ada lagi.” Ucap Kenzo, setelah itu dia masuk kamarnya untuk mengambil berkas yang berisi surat perjanjian itu.


Kenzo menyobek surat itu di depan Pelangi. Pelangi yang awalnya tidak percaya, kini dia sangat tertegun. Apakah Kenzo benar-benar sudah mencintainya.


“Aku ingin kita menjalani rumah tangga kita seperti pasangan pada umumnya. Apakah kamu mau?” tanya Kenzo.


“Aku hargai keputusanmu Ken. Jujur, hatiku juga sudah sedikit terbuka untuk kamu. Tapi aku belum bisa mencintai kamu seutuhnya. Aku tidak memaksa kamu untuk menungguku.” Ucap Pelangi.


“Aku akan sabar menunggumu. Biarkan berjalan seperti air mengalir. Aku yakin, seiring berjalannya waktu, cinta itu akan hadir di hati kamu.” Ucap Kenzo sambil memegang kedua tangan istrinya.


“Lantas bagaimana dengan Eva? Apa dia tidak kecewa dengan keputusan kamu? Kamu telah melukai hatinya Ken.” Tanya Pelangi.


“Aku tidak bisa memaksakan hatiku untuknya. Kalau kecewa, pasti dia sangat kecewa. Biarlah.” Jawab Kenzo.


Pelangi tidak ingin membahas tentang Eva yang sebenarnya sudah memiliki kekasih. Entah selingkuh atau bagaimana. Namun yang pasti saat ini hatinya sangat lega saat mendengar bahwa Kenzo sudah tidak ada hubungan lagi dengan Eva.


“Apa kamu mau?” tanya Kenzo lagi.


“Iya. Aku mau.” Jawab Pelangi.


***


Selesai sarapan, mereka kembali melakukan aktivitasnya masing-masing. Dan hari ini Kenzo mengantar istrinya ke bengkel, walau sebenarnya Pelangi sudah menolak.


“Nanti pulangnya aku jemput.” Ucap Kenzo.


“Iya. Kamu hati-hati di jalan.” Jawab Pelangi.


Tanpa mereka sadari, ternyata Alex sejak tadi melihat kebersamaan Pelangi dan Kenzo. dia tampak tidak suka melihat sahabatnya menjalin hubungan baik dengan pria yang berstatus sebagai suaminya tapi berselingkuh di belakangnya.


“Hai Lex!” sapa Pelangi, namun Alex hanya terdiam dan menatap Kenzo dengan tajam.


.


.

__ADS_1


.


*TBC


__ADS_2