
“Sebentar lagi dia akan kesini. Dan aku akan mengenalkannya pada kalian.” Ucap Nova.
Pelangi dan Kenzo mengangguk. Dan tak lama kemudian terdengar dering ponsel Nova. Nova segera mengangkat panggilan itu.
“Iya, Will. Kamu langsung masuk saja. Lagi pula baru nanti jam 3 jadwal prektekku.” Ucap Nova dengan sepupunya melalui sambungan telepon.
Dan tak lama kemudian pintu ruangan Nova terketuk. Kemudian Nova mempersilakan masuk sosok pria tampan berwajah oriental dengan status sebagai dokter spesialis kandungan.
“Duduklah, Will! Perkenalkan ini salah satu pasien sekaligus sahabatku. Pelangi, kenalin ini dokter Willy yang akan menggantikan aku nantinya.” Ucap Nova.
Pelangi melongo tak percaya saat melihat pria tampan berwajah oriental itu. Begitu juga dengan Willy alias Jack. Dokter kandungan yang pernah memeriksa kandungan Pelangi saat di London tempo hari. Sedangkan Kenzo yang masih sibuk dengan gadgetnya tidak mempedulikan kedatangan seseorang yang diyakini sebagai sepupu Nova. Bahkan Kenzo menduga kalau sepupu Nova adalah perempuan.
“Dokter Jack!”
“Mrs. Pelangi!” seru mereka berdua bersama.
Seketika Kenzo mengangkat kepalanya setelah mendengar sang istri mengucapkan nama seorang pria. Dia juga mendengar suara seorang pria dalam ruangan itu.
“Kamu!!” seru Kenzo dengan tatapan tajam.
“Ada apa ini? apa kalian saling mengenal sebelumnya?” tanya Nova bingung.
“Oh, dia Nona Pelangi. Salah satu pasienku saat di London, Nov. bukan begitu Nona?” jawab dokter Jack mengabaikan tatapan tajam Kenzo.
“Iya betul, Nov.” jawab pelangi.
“O ya sudah kalau kalian sudah saling mengenal. jadi Willy sudah tahu tentang kehamilan Pelangi, aku tidak perlu susah-susah lagi menjelaskan semua pada mu, Will.” Ucap Nova dan diangguki oleh Jack.
Namun Nova melihat raut wajah Kenzo yang tampak suram saat melihat sepupunya. Nova semakin penasaran ada masalah apa antara sepupunya dengan Kenzo.
Setelah saling berkenalan, Jack berpamitan untuk undur diri terlebih dulu. Karena mulai minggu depan dia baru bertugas menggantikan Nova. Jack mengangguk dan tersenyum tipis pada Pelangi dan Kenzo sebelum keluar dari ruangan itu.
__ADS_1
Setelah itu barulah Nova memeriksa kandungan Pelangi. Bagi Nova, Pelangi adalah pasien istimewanya. Jadi dia harus memberitahukan pada Pelangi terlebih dulu pada dokter yang akan menggantikannya selama dirinya cuti untuk menjalani pengobatan ke luar negeri.
“Terima kasih, Nov. semoga kamu nanti mendapatkan pengobatan yang terbaik dan segera menysulku.” Ucap Pelangi.
“Iya. Terima kasih banyak atas doanya.” Jawab Nova.
Setelah itu Kenzo dan Pelangi berpamitan pulang. Sebelumnya Kenzo menebus beberapa vitamin untuk istrinya. Dia sangat bersyukur bahwa anaknya sangat sehat dan baik-baik saja. Namun ada hal lain yang membuat mood Kenzo hari ini benar-benar buruk.
“Kamu kembali ke kantor lagi atau pulang Ken?” tanya Pelangi saat sudah berada di dalam mobil.
Hening. Tidak ada jawaban dari Kenzo. Pelangi memilih untuk diam saja dari pada memancing amarah sang suami.
Sebenarnya Pelangi tahu kalau suaminya marah karena pertemuannya dengan Dokter Jack tadi. pria yang pernah diberi bogem mentah oleh suaminya saat di London.
Mobil Kenzo berhenti di depan gerbang rumah. Pelangi mengernyitkan kening heran. Kenapa suaminya tidak langsung membawa mobilnya masuk. Dan justru berhenti di depan gerbang rumah.
“Aku mau kembali lagi ke kantor.” ucap Kenzo datar.
Kenzo sama sekali tidak bereaksi. Dia segera melajukan mobilnya meninggalkaan rumah dan menuju kantornya.
Sedangkan Pelangi benar-benar pusing dengan sikap suaminya yang menurutnya masih seperti anak-anak. Mudah sekali marah tanpa alasan. Dan akhirnya Pelangi mempunyai ide untuk tinggal di rumah milik mendiang orang tuanya.
Setelah membereskan beberpa bajunya yang sudah dia masukkan ke dalam tas. Pelangi pergi meninggalkan rumah mertuanya. Beruntungnya keadaan rumah sangat sepi. Mungkin Bik Siti sedang sibuk di belakang. Dan satpam juga tidak terlihat berada di pos.
Kini Pelangi sudah berada di dalam taksi menuju rumah orang tuanya. Mungkin beberapa hari ini dia akan tinggal di rumah itu. Selain ingin menenangkan diri karena ulah sang suami. Pelangi juga sangat merindukan rumah itu. Rumah yang banyak menyimpan kenangan masa kecilnya.
Beberapa saat kemudian, Pelangi sudah tiba di rumah mewah itu. Rumah yang masih terawatt meski tidak ada yang menempati. Hanya saja ada orang yang tiap hari akan datang untuk membersihkan rumah tersebut. Itu semua karena perintah dari Richard.
Pelangi masuk ke dalam rumah dan berhenti tepat di ruang tengah. Dimana ada foto kedua orang tuanya yang terpampang di dinding ruang keluarga.
“Ma, Pa. Pelangi sangat merindukan kalian. Andai saja kalian masih hidup, pasti kalian akan sangat senang melihat Pelangi mengandung cucu kalian.” Ucap Pelangi sambil mengusap kedua sudut matanya yang berair.
__ADS_1
Setelah puas memandangi foto kedua orang tuanya, Pelangi masuk ke dalam kamarnya. Tubuhnya terasa lelah. Jadi dia memilih untuk istirahat sebentar.
Sementara itu Kenzo kini sedang berada di sebuah café sambil menikmati secangkir espresso yang baru saja dia pesan. Setelah jam pulang kantor, Kenzo mengajak Joseph untuk bertemu di café langganan mereka.
“Ada apa? Istri udah balik masih aja wajah ditekuk.” Tanya Joseph yang baru saja datang.
“Lo kok nggak bilang sih kalau sepupu Nova itu laki-laki.” Ucap Kenzo.
“Memangnya kenapa? Lo cemburu kalau istri Lo diperiksa oleh dokter laki-laki? Terlebih wajah Willy 11 12 sama Lo?” Tanya Joseph sambil berusaha menahan tawanya.
“Bukan itu Jos. Jack itu adalah dokter kandungan Pelangi saat di London. Dan dia adalah pria yang pernah gue hadiahi bogem mentah.” Ucap Kenzo.
Joseph benar-benar terkejut saat mendengar penuturan Kenzo. bagaimana bisa keebetulan itu bisa terjadi. Jack yang selama ini tinggal di London bisa bertemu dengan Pelangi sebagai pasiennya. Dan yang membuat Joseph tidak percaya sekaligus penasaran adalah tentang ucapan Kenzo yang pernah menghadiahi bogem mentah pada sepupu istrinya itu.
“Gue marah saat melihat dokter sialan itu melempar senyum pada Pelangi setelah mengantar Pelangi pulang dari makan malam. Terlebih lagi gue melihatnya saat baru saja gue menginjakkan kaki di rumah Om Richard.” Ucap Kenzo seolah mengerti pertanyaan Joseph.
“Gila Lo ya, Ken! Lo jangan berburuk sangka dulu, gue yakin kalau Willy bukan tipe pria perebut istri orang. Gue mau tanya, memangnya Pelangi suka sama Willy?” tanya Joseph dan Kenzo menggelengkan kepalanya.
Kenzo sangat yakin kalau istrinya tidak suka bahkan cinta pada dokter itu. Tapi dia sangat cemburu saat mengingat wajah Jack yang tersenyum ramah pada Pelangi saat di ruangan Nova tadi.
“Gue pulang aja. Malas banget dengerin curhatan pria pencemburu. Dan lebih baik Lo pulang sana. Gue yakin pasti sikap Lo berubah pada Pelangi setelah melihat Willy tadi datang ke rumah sakit. Cepat pulang sana, tahu kan rasanya ditinggal pas lagi sayang-sayangnya? Nanti nangisss!” cibir Joseph dan bergegas pergi.
Setelah itu Kenzo segera pulang. Dia mengingat kalau tadi siang sikapnya datar pada Pelangi. Tapi tidak mungkin kalau Pelangi akan pergi meninggalkannya lagi.
.
.
.
*TBC
__ADS_1