Pelangi'S Love Story

Pelangi'S Love Story
Eps 46


__ADS_3

Damian tidak ingin mengajak anak dan menantunya berbincang-bincang dalam waktu lama. Dia memutuskan untuk masuk ke kamar terlebih dulu dengan alasan sudah mengantuk. Kenzo pun mengangguk.


“Ken, aku ke kamar dulu ya!” pamit Pelangi.


Pelangi tiba-tiba merasa ada yang aneh dengan tubuhnya. Dia tidak pernah merasa seperti ini sebelumnya. Tidak sakit, tapi badannya panas dan mulai berkeringat. Dia masuk ke kamar mandi dan membasuh mukanya dengan air dingin.


Berulang kali dia melakukannya, namun tetap saja. Yang ada tubuhnya semakin memanas. Tapi rasanya begitu aneh. Seperti ada sesuatu yang ingin dia keluarkan tapi entah itu apa, dia juga tidak mengerti.


Dia melihat cermin yang ada di kamar mandi. keringatnya terus saja keluar. Pelangi merasa semakin tidak nyaman. Kemudian dia melepas cardigannya dan kini tersisa tank top saja. Dia tidak peduli dengan penampilannya. Lagipula dia sedang berada di dalam kamar. yang tahu pasti hanya Kenzo saja.


Sama halnya yang dirasakan Kenzo saat ini. dia masih duduk di sofa ruang keluarga. Kenzo tadi tidak meminum minumannya sampai habis. Jadi efek yang dirasakan lebih lamabt dibandingkan dengan Pelangi yang meminum minuman itu sampai habis.


Kenzo merasa tubuhnya panas dan tidak nyaman. Dia bingung kenapa tiba-tiba merasa seperti ini. yang dia ingat tadi dia tidak makan apa-apa. Kemudian pandangan mata Kenzo tertuju pada dua gelas yang ada di hadapannya.


“Sialll!!!” umpat Kenzo setelah menyadari bahwa ada kesalahan dengan minuman yang baru saja dia minum bersama Pelangi.


“Papa sepertinya sengaja melakukan ini semua.” Gumam Kenzo sambil menahan sesuatu yang begitu terasa sesak.


Seketika dia sadar. Jika minuman itu ada obat perangsangnya, itu bebrarti Pelangi juga meminumnya. Dan bagaimana keadaan istrinya saat ini. dengan cepat Kenzo masuk ke kamarnya, ingin melihat kondisi istrinya.


Cklek


Dengan menahan kuat rasa panas dalam tubuhnya, Kenzo melihat istrinya kini sudah berbaring di atas ranjang. Pakaian yang dikenakan Pelangi sangat terbuka. Dan dia juga terlihat tidak nyaman. Kenzo susah payah menelan salivanya saat melihat tubuh seksii Pelangi.


“Ken!! Bisa nggak aku minta tolong?” ucap Pelangi saat melihat suaminya sudah berdiri di dekat ranjang.


“Minta tolong apa? Katakan saja.” Jawab Kenzo dengan wajah yang sudah memerah karena tubuhnya juga terasa panas.


“Ken, badanku panas sekali. Tapi aku tidak sakit. Aku bingung, bagaimana ini? aku sangat tidak nyaman.” Ucap Pelangi sambil memegang tangan Kenzo.


Ternyata saat kulit mereka bersentuhan. Justru membuat keduanya semakin terbakar gairah. Kenzo berusaha kuat untuk menahannya, agar tidak melakukan hal itu pada istrinya di saat seperti ini.

__ADS_1


“Ken! Aku sudah nggak kuat!” racau Pelangi yang kini sudah memeluk tubuh Kenzo.


Pertahanan Kenzo akhirnya roboh juga. akal sehatnya terus memperingatkan, namun tubuhnya tidak bisa diajak kompromi. Dia pun membalas pelukan Pelangi dengan erat. Bahkan perlahan dia melepas bajunya, agar kulitnya bisa bersentuhan dengan kulit istrinya.


Keduanya kini sama-sama terbakar gairah. Kenzo memberanikan diri memegang kepala Pelangi agar menghadap padanya, kemudian mengecup bibirnya. Namun, Pelangi justru mencium bibir Kenzo bahkan melu matnya dengan kasar. Kenzo pun juga tidak tinggal diam. Dia juga membalas luma tan istrinya tak kalah rakus.


Pelangi menikmati pagu tan itu. Tangan Kenzo juga tidak tinggal diam. Perlahan dia melepaskan baju istrinya, kemudia melepas bajunya sendiri. Pelangi hanya pasrah, karena jujur saka dia juga merasakan nikmat. Dia juga menginginkan yang lebih dari ini.


“Ken! Aku nggak kuat.” Ucap Pelangi melepaskan pagu tannya dengan mata yang sudah dipenuhi gaairahh.


Kenzo tidak menjawab. Dia segera mewujudkan keinginan istrinya. Dengan membaringkan tubuh Pelangi di atas ranjang. Setelah itu dia mulai memberi sentuhan pada tubuh istrinya. Mulai dari atas, turun ke leher, hingga berhenti pada dua buah segar yang sangat menantang. Kenzo memainkan lidahnya di ujung buah yang menyerupai kismis itu. Pelangi merasakan sensasi yang sangat luar biasa yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Dan lagi-lagi dia menginginkan yang lebih dari ini.


“Ken! Please, aku benar-benar nggak tahan.” Ucap pelangi memohon agar Kenzo melakukan lebih dari ini.


Nafas Kenzo tersengal. Dia juga sudah tidak tahan ingin segera melakukan penyatuan, karena sejak tadi rudalnya sudah berdiri tegak.


“Apa kamu nggak akan menyesali ini semua?” Tanya Kenzo berusaha mengumpulkan akal sehatnya.


“Menyesali apa Ken? Bukankah kita pasangan suami istri?” tanya Pelangi dengan wajah yang memerah.


Terdengar suara erangan Pelangi menahan sakit saat Kenzo baru saja melakukan penyatuannya. Ini adalah pertama kalinya bagi Pelangi juga Kenzo. namun rasa sakit lebih dominan dirasakan oleh Pelangi.


“Maafkan aku. aku akan pelan. Kamu tahan ya!” ucap Kenzo sambil memberikan kecupan mesra pada bibir istrinya.


Akhirnya malam itu terjadi juga. malam panas pertama diantara Kenzo dan Pelangi setelah beberapa bulan menjalani hidup berumah tangga. Peluh keringat diantara mereka berdua menjadi saksi bisu perjalanan cinta mereka yang baru saja dimulai.


Kenzo dan Pelangi melakukan pelepasannya berulang kali hingga waktu hampir subuh. Kenzo tidak menyangka dengan reaksi obat yang sengaja diberikan oleh Papanya bisa sampai membuat rudalnya susah sekali tidur. Pelangi juga demikian. Bahkan dia sangat bersemangat malakukannya.


“Tidurlah! Aku akan memelukmu.” Ucap Kenzo setelah pelepasannya yang terakhir.


Pelangi hanya menganggukkan kepalanya. Karena tubuhnya benar-benar terasa remuk. Dia ingin segera tidur.

__ADS_1


Pagi ini Kenzo dan Pelangi bangun sangat siang. Mereka berdua bahkan melewatkan sarapan paginya bersama Papa dan Mamanya. Mungkin efek kerja lembur semalam lah yang membuat mereka berdua masih terlelap saat jam sudah menunjukkan pukul 10.


Ngghhhh


Terdengar suara lenguhan Pelangi sambil mengerjapkan matanya. dia merasakan tangan kekar membelit perutnya, dan hembusan nafas tepat mengenai wajahnya.


Pelangi melihat, ternyata suaminya masih nyenyak dalam tidurnya. Seketika wajahnya memerah seetelah mengingat tentang apa yang telah dia lakukan bersama Kenzo semalam.


Masih jelas dalam ingatan Pelangi kalau dirinya semalam sangat menikmati permainan yang baru pertama kalinya dia lakukan. Bisa-bisanya dia begitu agresif pada Kenzo.


“Apa kamu masih mengingat pertempuran kita semalam, hem?” tanya Kenzo dengan mata masih terpejam.


“Ken! Kamu pura-pura tidur?” tanya Pelangi dengan nada kesal.


Cup


Tiba-tiba Kenzo mengecup bibir istrinya. Pelangi pun tak bisa menghindarinya.


“Lepasin tangan kamu. Aku mau mandi. ini sudah siang.” Ucap Pelangi dan Kenzo pun melepas pelukannya.


“Awww…” Pelangi meringis saat merasa di bagian sensitifnya terasa perih dan sangat sakit jika dibuat untuk bangun.


“Maafkan aku. apa sangat sakit?” tanya Kenzo khawatir dan Pelangi mengangguk.


Setelah itu Kenzo menggendong istrinya ke kamar mandi, dan sekalian membantunya untuk mandi.


.


.


.

__ADS_1


*TBC


Goallll🤣🤣🤣


__ADS_2