Pelangi'S Love Story

Pelangi'S Love Story
Eps 53


__ADS_3

Terhitung lima bulan usia pernikahan Pelangi dan Kenzo. dan tepat satu bulan yang lalu mereka baru memulai hubungan rumah tangga mereka yang sesungguhnya. semakin hari Kenzo semakin mencintai istrinya. Pelangi pun juga mersakan nyaman dengan cinta dan kasih sayang yang diberikan oleh Kenzo. keduanya sama-sama belajar menjadi suami istri yang saling mendukung, menerima kekurangan, dan saling meminta maaf jika melakukan kesalahan. Pelangi juga masih tetap bekerja di bengkel, Kenzo pun tidak mempermasalahkannya.


“Kamu ngagetin aja sih Ken!” pekik Pelangi saat tiba-tiba Kenzo memeluk dirinya dari belakang.


“Ngapain sih minggu-minggu gini kamu malah sibuk di dapur?” tanya Kenzo sambil menopang dagunya di ceruk leher Pelangi.


“Iya nih, nggak tahu kenapa tiba-tiba bangun tidur tadi aku ingin makan bubur.” Jawab pelangi.


Kemudian Kenzo menegakkan tubuhnya sambil memegang kening Pelangi.


“Kamu nggak sedang sakit kan? Tumben banget makan bubur.” Ucap Kenzo.


“Nggak lah. Memangnya makan bubur kalau sedang sakit saja? Aneh deh kamu ini Ken.” Gerutu Pelangi.


“Iya iya maaf. Apa sudah selesai? aku mau lagi. Mumpung cuaca mendukung saat gerimis seperti ini.” ucap Kenzo sambil mengerling nakal.


Pelangi menghela nafasnya pelan melihat tingkah suaminya. Dia juga nggak habis pikir dengan tenaga suaminya yang begitu kuat. Padahal semalam suaminya sudah meminta jatah.


Dan pagi ini ingin mengulanginya lagi. Pelangi yang juga merasakan nikmat, dia tak kuasa menolak ajakan suaminya.


Selesai membuat bubur, Pelangi langsung digendong Kenzo masuk ke dalam kamar. selagi menunggu buburnya dingin, mereka berdua melakukan kegiatan yang sangat melelahkan namun juga sangat nikmat.


Kurang lebih selama satu jam mereka melakukan pertempuran lanjutan dari yang semalam. Kini Pelangi sedang terkulai lemas. Dia langsung menutup matanya untuk tidur sejenak. Kenzo hanya tersenyum tipis melihat istrinya yang sudah tidak berdaya sang sangat kelelahan.


Cup


Kenzo mengecup kening Pelangi, setelah itu dia membersihkan tubuhnya di kamar mandi. selesai mandi, Kenzo mendapat panggilan dari seseorang. Sepertinya obrolan Kenzo sangat serius. Beberapa saat kemudian, Kenzo berganti pakaian dan pergi. Sebelumnya dia sudah menyiapkan bubur yang sudah dan meletakkannnya di atas nakas.


Satu jam kemudian Pelangi bangun dari tidurnya. Dia memegangi kepalanya yang sedikit berdenyut. Kemudian melihat sekitar yang tampak sepi, lalu dia melihat ada semangkok bubur di atas nakas.


“Kenzo kemana?” gumam Pelangi.


Pelangi segera memakan buburnya karena dia sangat lapar. Setelah itu dia bangun dan berniat mencari keberadaan sang suami.


Sepi. Di ruang kerjanya Kenzo juga tidak ada. Kemudian Pelangi menghubungi ponsel suaminya tapi tidak ada jawaban.


Waktu sudah beranjak malam. Jam sudah menunjukkan pukul 10 malam. Sejak pagi sampai malam ini hujan juga tak kunjung berhenti. Entah kenapa Pelangi tiba-tiba merasakan sesak di dadanya karena sampai saat ini Kenzo juga belum pulang. Bahkan ponselnya tidak aktif. Pelangi takut terjadi sesuatu dengan suaminya.

__ADS_1


Pelangi tak kunjung tidur meski waktu sudah sangat malam. Dia mencoba menghubungi Widya. Mungkin saja suaminya tadi pergi ke kantor atau ada pekerjaan mendadak. Tapi sayangnya Widya mengatakan kalau tidak.


Karena kelelahan menunggu suaminya, akhirnya mata Pelangi terpejam dengan sendirinya. Dia berharap saat bangun pagi, sudah ada Kenzo disampingnya.


Pagi sudah menjelang. Pelangi bangun tidur dan langsung berlari ke kamar mandi. tiba-tiba saja perutnya bergejolak dan memuntahkan semua isinya. Badannya pun tiba-tiba terasa lemas.


“Apa mungkin asam lambungku naik. Kenapa masih terasa mual.” Gumamnya sambil membasuh mulutnya.


Cklek


Pelangi keluar dari kamar mandi dan lagi-lagi dia merasakan keheningan. Harapannya tak menjadi kenyataan. Sampai pagi ini suaminya tak kunjung menampakkan batang hidungnya. Pelangi merasakan dadanya semakin sesak, tanpa sadar air matanya meluncur begitu saja.


“Ngapain juga sih aku jadi secengeng ini.” gumamnya sambil mengusap sudut matanya.


Tak ingin berlama-lama dalam kesepian, dia segera membersihkan tubuhnya kemudian pergi ke bengkel. Dia juga tidak mau menghubungi Kenzo. biarkan saja Kenzo yang lebih dulu menghubunginya.


***


“Woy, ngapain sih dari tadi ngelamun terus? Kayak orang lagi patah hati saja.” Ucap Alex.


Pelangi hanya melirik sekilas tanpa menjawab ucapan sahabatnya. Alex pun sangat terkejut dengan reaksi Pelangi yang seperti itu. Kemudian Pelangi memutuskan untuk masuk di ruang belakang. Dia ingin istirahat karena badannya sangat lelah.


“Nggak. Gue capek saja.” Jawab pelangi.


Akhirnya Alex membiarkan sahabatnya untuk istirahat. Tapi jauh dalam lubuk hatinya, Alex seolah tahu kalau sahabatnya sedang ada masalah. Tapi dia memilih untuk bungkam. Mungkin saja Pelangi belum ingin berbagi dengannya.


Sore harinya Pelangi pulang kerja dia melihat mobil Kenzo sudah terparkir di basement. Pelangi tersenyum, akhirnya suaminya pulang juga.


“Kamu baru pulang, Ken?” tanya Pelangi saat melihat Kenzo sedang duduk sambil memainkan ponselnya.


“Iya.” Jawab Kenzo tanpa melihat wajah istrinya.


Pelangi yang mau menanyakan kepergian suaminya sejak kemarin tanpa kabar pun ia urungkan. Dia merasakan Kenzo berubah tidak seperti biasanya. Dan entah kenapa hatinya begitu sakit. Pelangi mencoba untuk tegar dan selalu siap dengan kemungkinan terburuknya.


Pelangi pun akhirnya memutuskan untuk masuk ke dalam kamarnya karena merasa diabaikan oleh Kenzo. namun langkahnya terhenti saat mendengar suara Kenzo.


“Aku mau keluar kota. Ada pekerjaan yang sangat penting.” Ucap Kenzo datar.

__ADS_1


“Kapan? Berapa lama?” tanya Pelangi.


“Sebentar lagi. Mungkin 3 atau 4 minggu.” Jawab Kenzo masih tak mau melihat wajah Pelangi.


“Oh, ya sudah. Hati-hati.” Jawab Pelangi dan segera masuk ke kamar.


Pelangi tidak tahan. Akhirnya air matanya luruh begitu saja. Kenapa hatinya begitu lemah. Dan kenapa sikap Kenzo berubah dingin seperti saat pertama kali dulu mengenalnya. Dada Pelangi sangat sesak.


“Aku pergi dulu. Jaga diri kamu baik-baik!” pamit Kenzo dengan membawa kopernya.


Pelangi hanya mengangguk. Bahkan pria yang berstatus suaminya itu hanya berpamitan tanpa mencium atau mengecup keningnya. Tapi Pelangi tidak bisa berbuat apa-apa.


Kini Kenzo sudah ada di dalam mobilnya. Dia mengacak rambutnya frustasi. Dia merasa sangat bersalah pada istrinya. Dia sangat takut dan tidak mau kehilangan wanita yang sangat dicintainya.


Kemudian Kenzo mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.


“Halo, Bro! ada apa?” sapa Joseph.


“Jos, apa gue boleh tinggal sementara di villa Lo?” tanya Kenzo.


“Wah.. apa kalian mau bulan madu? Cih, cari gratisan.” Gerutu Joseph.


“Gue mau pakai sendiri.” Jawab Kenzo frustasi.


Joseph dapat mendengar helaan nafas sahabatnya yang terdengar begitu kacau. Ada apa sebenarnya. Begitu banyak pertanyaan dalam benak Joseph. Tapi dia memilih untuk bungkam.


“Ya, pakailah. Disana ada penjaga yang selalu tidur disana. Bilang saja kalau Lo temen gue. Nanti gue hubungi orangnya.” Ucap Joseph.


“Thanks Jos.” Ucap Kenzo dan segera menutup panggilannya.


.


.


.


*TBC

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan like dan komentar kalian untuk menyemangati othor ya🤗🤗😘😘😘


follow akun ig othor @dee_k9191 disana sudah ada visualnya Pelangi dan Kenzo. di instastory PLS.. maaf jika tdk sesuai ekspektasi kalian. tp othor sdh sangat jatuh cinta pada babang Kenzo😂😂😍😍😍❤️❤️❤️


__ADS_2