
Kenzo kini sedang berada di kantornya. Dia masih memikirkan perkataan Joseph terakhir sebelum dia pergi dari rumah sakit. Hatinya semakin gamang. Apakah benar dirinya harus melepas Eva dan mempertahankan Pelangi yang notabene adalah istri sahnya.
Dalam diam Kenzo ternyata membandingkan antara Eva dan Pelangi. Dua sosok perempuan yang memiliki perbedaan yang begitu mencolok. Jika Eva selalu berpenampilan semurna, sedangkan Pelangi apa adanya. Dan Eva juga sering banyak maunya, jika Pelangi tidak. Perempuan itu tidak terlalu memikirkan materi. Berbeda dengan Eva, yang selalu saja belanja, belanja, dan belanja.
Tapi bagi Kenzo, Eva adalah perempuan pertama yang membuatnya jatuh cinta. Eva juga lah yang setia menemaninya selama ini. Walau perempuan itu matre, namun tidak masalah bagi Kenzo.
Kenzo mengacak rambutnya kasar. Dia benar-benar bingung saat ini. apa yang harus dia lakukan. Apa harus mengikuti saran Joseph. Atau sebaliknya. Namun yang pasti saat ini dia bisa merasakan kalau dirinya sudah jatuh hati pada Pelangi, istrinya sendiri.
Sementara Pelangi yang sejak tadi dalam kamarnya, kini sudah memutuskan akan pergi ke London. Dan malam ini juga dia akan berangkat kesana.
Entah kenapa Pelangi begitu penasaran dengan maksud Omnya yang tega memutuskan hubungannya dengan Varell saat itu. Apa hanya dengan perjodohan ini. dia juga tidak tahu.
Karena jadwal penerbangan ke London pukul 9 malam. Jadi Pelangi masih sempat untuk mempacking baju-bajunya, dan membuatkan makan malam untuk Kenzo.
“Sorry, yang tadi.” ucap Kenzo yang saat ini sudah menghampiri Pelangi yang sedang berada di dapur.
“Hmm” Jawab Pelangi singkat.
“Aku mohon mengertilah, Pelangi! Aku mohon beri aku waktu untuk menyelesaikan itu semua.” Ucap Kenzo.
Pria itu wajahnya tampak lesu. Seharian pekerjaannya tidak ada yang beres, karena memikirkan nasib rumah tangganya. Dan Kenzo sudah memikirkan untuk memilih istrinya dan mengakhiri hubungannya dengan Eva. Walau baginya itu sangat sulit, namun dia harus mencobanya.
Pelangi masih diam tak merespon apa yang dikatakan oleh Kenzo. dia masih sibuk dengan masakannya. Hingga membuat Kenzo jengah.
“Aku mau ke London.” Ucap Pelangi saat Kenzo akan masuk ke kamarnya.
“Ada apa? Ngapain ke London? Sama siapa? Berapa lama? Kapan?” tanya Kenzo terkejut.
“Aku kangen sama Om dan Tante. Nanti malam aku pergi.” Jawab pelangi semakin membuat Kenzo terkejut.
__ADS_1
“Kenapa mendadak? Kamu pergi sama siapa? Apa kamu akan tinggal selamanya disana? Apa kamu akan menghindariku? Katakan Pelangi! Kenapa kamu melakukan ini semua?” lagi-lagi Kenzo memberikan banyak pertanyaan pada Pelangi. Pria itu memegang kedua bahu istrinya untuk meminta penjelasan.
“Aku pergi sendiri Ken. Aku pergi ke London karena memang aku sangat merindukan Om dan Tante, dan juga Leo sepupuku. Aku kesana tidak lama. Mungkin hanya satu minggu saja.” Jawab Pelangi.
Pelangi tidak mungkin mengatakan pada Kenzo tentang maksud kepergiaanya ke London. Dia berusaha meyakinkan Kenzo kalau kepergiannya memang karena merindukan Om dan Tantenya. Tapi saat melihat mata Kenzo yang menampakkan raut kekecewaan, entah kenapa membuat Pelangi tidak tega pergi meingggalkan pria itu.
“Kenapa harus mendadak seperti ini? kenapa kamu nggak bilang dulu sama aku? apa gara-gara pertengkaran kita tadi pagi yang membuat kamu ingin menhindariku?” lagi-lagi pertanyaan Kenzo berhasil mengusik hati Pelangi.
“Nggak Ken! Aku memang sangat merindukan Om dan Tante. Maaf aku tidak memberitahu kamu.” Jawab pelangi.
Setelah itu Kenzo masu Kenzo masuk ke kamarnya tanpa mengucapkan sesuatu lagi. Sedangkan Pelangi, kembali melanjutkan kegiatan masaknya.
Kini mereka berdua sedang makan malam. Tidak ada hal yang dibicarakan lagi diantara keduanya. Tadi Kenzo sempat mengatakan kalau akan mengantar Pelangi ke bandara. Namun saat Pelangi ingin menolak, dia melihat sorot mata tajam Kenzo hingga membuatnya tak mampu lagi menolak.
Selesai makan malam, Pelangi masuk ke kamar untuk mempersiapkan dirinya yang akan pergi ke bandara. Kenzo yang menunggu di ruang tengah tampak gusar karena sebentar lagi akan ditinggal istrinya bepergian jauh. Belum juga pergi, tapi kenapa hati Kenzo sudah merasakan kesepian yang begitu mendera. Sebelumnya dia tidak pernah merasakan hal seperti ini. Andai saja dirinya tidak sedang banyak pekerjaan, pasti dia akan ikut menemani Pelangi pergi ke London.
Pelangi keluar dari kamarnya dengan membawa tas ransel kecil. Memang tidak banyak yang dibawa. Hanya beberapa setel baju saja. Kenzo yang melihat istrinya keluar dari kamar dan siap berangkat, ingin rasanya dia menahan kepergian pelangi. Tapi tidak bisa.
Saat ini Pelangi dan Kenzo sudah berada dalam mobil menuju ke bandara. Keduanya saling tediam. Tidak ada pembicaraan yang berarti.
“Kamu hati-hati ya!” ucap Kenzo saat mobilnya sudah berhenti di parkiran bandara.
“Iya. Maksih Ken.” Jawab Pelangi.
Tanpa aba-aba, Kenzo dengan cepat menyambar bibir Pelangi. Dia ingin menyalurkan segala perasaannya, terlebih ingin meninggalkan jejak berupa ciuman, agar istrinya selalu mengingat dan merindukannya saat jauh nanti.
Pelangi juga tidak menolak ciuman yang diberikan oleh Kenzo. rasanya dia sudah terbiasa dengan kegiatan itu. Dia juga menikmati pagu tan itu.
“Aku pasti sangat merindukanmu.” Ucap Kenzo yang sudah melepaskan ciumannya dan berganti dengan pelukan hangat.
__ADS_1
“Ya sudah, aku turun dulu. Nanti ketinggalan pesawat.” Jawab Pelangi berusaha mencairkan suasana.
“Tunggu! Aku antar sampai pesawatnya take off.” Ucap Kenzo dan segera keluar dari mobil.
Kini Pelangi sudah berada di depan pintu keberangkatan. Sejak tadi Kenzo memegang tangannya, dan sepertinya enggan untuk melepaskannya.
“Udah Ken, aku mau berangkat.” Ucap Pelangi sambil melirik tangannya yang masih digenggam Kenzo.
“Eh, iya. Hati-hati!” Jawab Kenzo dan segera melepas tautan tangannya.
“Ya sudah aku berangkat dulu. Kamu jangan merindukan aku!” ucap Pelangi sambil terkekeh pelan.
Kenzo membelalakkan matanya terkejut dengan apa yang baru saja diucapkan Pelangi. Selama ini setahu Kenzo, istrinya jarang sekali tersenyum padanya, apalagi sekarang bicara konyol seperti itu. Kenzo hanya bisa mengumpat dalam hati. Kenapa disaat akan berjauhan seperti ini, justru istrinya itu bersikap manis padanya.
“Kamu tahu nggak kalau kata-kata kamu itu justru akan membuatku semakin merindukan kamu Pelangi.” Jawab Kenzo dan memeluknya kembali sambil menghujani ciuman di kepala Pelangi.
Pelangi sangat malu dengan perlakuan Kenzo di depan umum seperti ini. untung saja ada panggilan dari kru bandara yang mengatakan kalau penerbangan menuju London akan segera berangkat beberapa menit lagi. Jadi, pelangi bisa melepaskan diri dari pelukan Kenzo.
“Hati-hati! Salam buat Om Richard dan Tante Agatha.” Ucap Kenzo dan diangguki oleh Pelangi.
“Ya sudah aku berangkat dulu. Kamu juga jaga diri dan hati kamu.” Ucap Pelangi dan di akhir kata suaranya terdengar sangat lirih. Kemudian dia segera berlari meninggalkan Kenzo.
Samar-samar Kenzo mendengar ucapan Pelangi. Dia menarik sudut bibirnya ke atas. Apa itu tandanya bahwa istrinya sudah mulai membuka hati untuknya.
“Manis sekali sih kamu Pelangi.” Gumam Kenzo lirih dan segera pulang.
.
.
__ADS_1
.
*TBC