Pelangi'S Love Story

Pelangi'S Love Story
Eps 57


__ADS_3

Hari ini Kenzo berencana datang lagi ke rumah Alex. Pria itu tidak pantang menyerah sebelum bisa menemui Pelangi. Sejak semalam Kenzo tidak bisa tidur karena teringat wajah pucat istrinya saat terakhir dia lihat kemarin. Kenzo sangat khawatir dengan keadaan Pelangi.


Namun saat Kenzo masih sibuk di apartemennya tiba-tiba terdengar bel berbunyi. Dia masih menduga-duga tentang siapa yang datang saat ini. apa mungkin mamanya. Tapi buat apa. Tanpa pikir panjang, kemudian Kenzo membukakan pintu.


Cklek


“Ken!!”


“Ev, ngapain kamu kesini?” tanya Kenzo dingin.


Wajah Eva berubah sendu saat melihat reaksi Kenzo yang sangat dingin terhadapnya.


“Anak ini rindu dengan Papanya. Sejak tadi perutku mual.” Ucap Eva.


Kenzo sebenarnya sangat malas bertemu dengan Eva. Namun mengingat di dalam Rahim wanita itu ada darah dagingnya, membuat Kenzo membatalkan niatnya untuk mengusir Eva. Walau sebenarnya dalam hati Kenzo masih ragu, apakah benar anak dalam kandungan Eva adalah anaknya.


“Tapi aku nggak yakin Ev kalau itu anakku.” Ucap Kezo spontan.


Plakk


Eva menampar Kenzo sambil terisak.


“Tega kamu, Ken! Apa kamu lupa tentang apa yang sudah kamu lihat setelah kita berhubungan? Kamu bisa lihat sendiri kan kalau ada noda bercak darah virgiinku? Hanya kamu satu-satunya pria yang telah mendapatkan itu semua.” Ucap Eva dan segera pergi meninggalkan Kenzo.


“Tunggu, Ev!! Maaf, bukan maksud aku meragukan itu. Tapi jujur saja aku lupa semuanya. Masuklah!” ucap Kenzo akhirnya.


Kemudian Eva masuk ke dalam unit apartemen Kenzo. dia masuk ke dapur dan mulai mengeksekusi bahan-bahan makanan untuk dimasak. Eva sangat yakin kalau Kenzo sangat menyukainya, sama halnya yang dia lakukan dulu.


Sedangkan Kenzo sedang duduk di ruang tengah memijit pelipisnya yang terasa berdenyut. Niatnya ingin datang ke rumah Alex, kini harus batal karena kedatangan Eva.

__ADS_1


“Ken, ayo makan! Aku sudah memsakakanmu.” Ucap Eva.


Tanpa menjawab, Kenzo segera beranjak menuju ruang makan. Disana sudah tersaji makanan yang baru saja dimasak oleh Eva. Bayang-bayang Kenzo teringat pada Pelangi yang sering memasakknya setiap hari dan menyiapkan bekalnya untuk ke kantor.


Kenzo makan makanan yang sudah diambilkan oleh Eva. Eva sangat senang saat melihat Kenzo mulai menyuapakn makanan ke dalam mulutnya. Eva sangat yakin kalau Kenzo akan mudah luluh dengan cara seperti ini.


“Ev, aku ingin bicara sesuatu.” Ucap Kenzo setelah menyelesaikan makannya.


“Bicaralah, Ken!” jawab Eva.


“Ev, kamu nggak usah khawatir aku lari dari tanggung jawab. Aku pasti akan bertanggung jawab, karena dalam rahim kamu ada darah dagingku.” Ucap Kenzo dan membuat Eva bersorak dalam hati.


“Tapi, aku mohon untuk sementara jangan temui aku dulu. Aku ingin menyelesaikan masalahku dengan Pelangi. Kalau kamu terus-terusan datang, urusan perceraianku tidak akan selesai.” ucap Kenzo.


Eva kecewa saat mendengar itu. Namun ada benarnya juga yang dikatakan oleh Kenzo. kalau dirinya lebih baik tidak menemui Kenzo dulu, supaya proses perceraiaannya cepat selesai. itu berarti Kenzo sudah benar-benar siap menjadi suami sekaligus ayah dari anaknya.


“Baiklah, Ken. Jika itu yang kamu inginkan, aku akan menuruti kemauan kamu.” Jawab Eva dan membuat Kenzo sangat lega.


Lagi-lagi saat Kenzo sudah sampai di depan rumah Alex, dia mengepalkan tangannya kuat saat melihat Varell sedang berada disana juga. Kenzo ingin keluar dan menghajar Varell namun dia urungkan niat itu. Dia tidak ingin membuat Pelangi semakin marah jika melakukan tindak kekerasan. Akhirnya Kenzo pergi meninggalkan rumah Alex.


Sementara itu Varell yang sejak tadi mengetuk pintu rumah Alex, beberapa saat kemudian pintu itu terbuka dan muncullah sosok Pelangi.


“Ada apa Rell?” tanya Pelangi datar.


“Bre, bagaimana keadaan kamu? Maaf, aku sangat mengkhawatirkan keadaan kamu setelah aku menemukanmu pingsan kemarin.” Tanya varell.


“Aku baik-baik saja. Dan aku bisa jaga diriku sendiri.” Jawab Pelangi.


“Maaf, kenapa kamu tinggal di rumah Alex? Bukankah-“

__ADS_1


“Sorry Rel! sebaiknya jangan ikut campur dengan urusanku. Kamu ingat bukan kalau kita sudah tidak lagi memiliki hubungan? Dan yang kemarin, aku ucapkan terima kasih karena sudah menolongku. Lebih baik kamu pulang sekarang.” ucap Pelangi dan langsung menutup pintu.


Varell tidak menyangka akan mendapat balasan seperti ini dari Pelangi. Dia pikir perempuan itu berterima kasih dan akan menerimanya kembali. Meskipun tidak bisa menajalin hubungan seperti dulu, setidaknya berteman baik saja sudah membuat Varell senang. Tapi nyatanya Pelangi tidak pernah mau.


***


Sementara itu Kenzo kini kembali lagi ke apartemennya. Dia sudah tidak lagi kerja di kantor milik orang tua Pelangi sejak kejadian itu. Kenzo sudah menyerahkan semua pekerjaannya pada Widya. Dengan alasan dia sibuk di perusahaan Papanya.


Kenzo membuka lemari pakaiannya dimana disana masih ada beberapa pakaian istrinya yang masih teringgal. Kenzo mengambilnya satu dan mencium aroma baju itu. Dada Kenzo kembali sesak saat merasakan rindu yang begitu mendalam pada Pelangi.


“Pelangi!! Kenapa kau memberi warna di hidupku hanya sekejap saja? Aku merindukanmu. Maafkan aku, semua ini memang salahku. Tapi aku mohon dengarkan penjelasanku.” Racau Kenzo sambil menggenggam kuat baju istrinya.


Setelah itu Kenzo mengembalikan baju itu ke dalam lemari, namun tanpa sadar tangannya menyenggol tas slempang milik Pelangi hingga terjatuh. Kenzo melihat tas itu masih ada isinya, karena keadaan tasnya masih terbuka.


***


“Bagaimana? Apa kamu sudah melakukan semua yang aku perintahkan?” tanya seorang wanita paruh baya.


“Maaf Nyonya. Saham terbesar perusahaan ini dipegang oleh perusahaan Al-Vito Corp. jadi Anda tetap harus meminta tanda tangan Tuan Kenzo atau Nona Pelangi jika ingin memutuskan kerjasama dengan perusahaan itu. Lagipula pinalti yang harus dibayar juga sangat banyak.” Jawab seorang pria.


“Gampang kalau maasalah itu. Yang penting sekarang kamu buatkan draftnya dulu dan siapakan beberapa berkasnya. Biar nanti aku yang akan meminta tanda tangan pada Kenzo.” jawab Rosalina.


“Baik, Nyonya. Kalau gitu saya permisi dulu.”


Rosalina tersenyum licik saat membayangkan sebentar lagi perusahaan milik besannya akan jatuh ke tangannya. Rosalina sudah memanfaatkan kesempatan ini semenjak Kenzo vacuum dari perusahaan. Rosalina sudah berhasil menjual beberapa saham milik perusahaan yang dikelola Kenzo. kini tinggal satu lagi yang belum beres. Perusahaan Pelangi yang saat ini sedang menjalin kerjasama dengan perusahaan Al-Vito Corp membuatnya susah untuk menjual beberapa saham lainnya. Karena dia baru tahu ternyata al-Vito Corp juga menanam saham di perusahaan Pelangi dalam jumlah besar. Sehingga membuatnya sedikit kesulitan. Dan berdasarkan saran dari orang suruhannya tadi, dia cukup meminta tanda tangan Kenzo dan Pelangi untuk membatalkan kerjasamanya dulu dengan Al-Vito Corp. setelah semua itu beres, tinggal dia memikirkan cara untuk mengambil saham yang ada di tangan Al-Vito Corp.


.


.

__ADS_1


.


*TBC


__ADS_2