
Satu pukulan telak tepat mengenai pelipis dokter Jack langsung membuat pria tampan berwajah oriental itu langsung tersungkur.
“Arrgghhh!!!” Teriak Pelangi terkejut saat melihat dokter Jack sudah jatuh.
Tadi saat pergi makan malam bersama Leo, tanpa sengaja Pelangi bertemu dengan dokter Jack. Kemudian Pelangi mengajaknya bergabung sekalian. Di tengah-tengah kegiatan makan malam, Leo mendapat telepon dari salah satu temannya dan memintanya untuk bertemu saat itu juga. alhasil tinggal Pelangi dan dokter Jack saja disana.
Pelangi dan dokter Jack juga tampak berbincang ringan. Mereka berdua juga tampak akrab meski hanya bertemu beberapa kali di ruang pemeriksaan. Setelah menunggu lama dan Leo tak kunjung kembali akhirnya dokter Jack berinisiatif mengantar Pelangi pulang. Karena wanita hamil tidak baik jika terlalu lama menghirup udara malam.
“Dok, dokter nggak apa-apa?” tanya Pelangi dan berusaha membantu dokter Jack bangun.
Pelangi masih panik dengan keadaan dokter Jack. Dia bahkan tidak terlalu mempedulikan siapa orang yang telah menyerang dokter Jack secara tiba-tiba.
“Ah, saya nggak apa-apa Nona.” Ucap Dokter Jack sambil mengusap pelipisnya yang memerah.
“Maaf kenapa anda menyerang saya?” tanya dokter Jack sopan.
Pelangi baru teringat bahwa ada sosok yang berdiri di sampingnya. Dia menoleh dan seketika membelalakkan matanya terkejut saat melihat Kenzo, mantan suaminya ada disini. Namun Pelangi berusaha untuk tetap tenang. Kemudian mengajak dokter Jack masuk ke dalam rumah.
Richard dan Agatha masih terdiam menyaksikan kejadian yang ada di depan matanya. Agatha langsung mencarikan kotak obat untuk mengobati luka dokter Jack.
Di dalam ruang tamu itu sekarang ada lima orang yang sedang duduk di sofa. Kenzo masih terdiam melihat istrinya dengan telaten mengompres luka lebam pada pelipis dokter Jack, kemudian memplesternya.
“Nggak usah diplester Nona!” cegah dokter Jack dan reflek memegang tangan Pelangi.
Kenzo semakin geram melihat adegan itu. Dia memutuskan untuk keluar dan duduk di teras rumah. Belum hilang rasa kesalnya melihat sang istri saling melempar senyum dengan pria lain, kini harus dikejutkan lagi dengan melihat adegan saling pegangan tangan.
Sedangkan di dalam rumah, tampak Pelangi selesai mengobati luka dokter Jack. Setelah meminta maaf pada dokter Jack, pria itu segera berpamitan pulang. Karena sejak tadi sudah merasakan hawa mencekam dari pria asing yang telah menyerangnya.
Kini Pelangi berada di dalam ruang tamu bersama Richard dan Agatha. Pandangannya berailh pada sebuah koper yang ada di samping sofa.
“Om, Tante, Pelangi mau istirahat dulu. Pelangi sangat lelah.” Pamit Pelangi.
“Nak, Kenzo jauh-jauh datang kesini hanya ingin bertemu denganmu. Apa seperti itu sikapmu?” cegah Richard.
Pelangi bingung dengan pernyataan Richard. Sejak kapan pria itu membela mantan suaminya yang telah menorehkan banyak luka. Dan untuk apa juga Kenzo datang ke London menemui dirinya.
“Maaf Om, Pelangi capek.” Ucap Pelangi menghiraukan pertanyaan Richard.
“Pelangi, maafkan aku!” ucap Kenzo yang kini sudah masuk ke ruang tamu.
Richard dan Agatha memilih pergi dari ruang tamu dan membiarkan mereka berdua berbicara. pelangi hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar.
__ADS_1
“Maafkan aku Pelangi. Aku mohon maafkan aku.” ucap Kenzo sambil berlutut di depan Pelangi yang sejak tadi masih berdiri.
Pelangi terkejut melihat tindakan Kenzo. perlahan dia memundurkan langkahnya untuk sedikit menjauhi pria itu.
“Jangan seperti ini Ken! Bangunlah!” ucap Pelangi membuang mukanya.
“Aku nggak akan berdiri sebelum kamu memaafkan aku.” ucap Kenzo.
“Sudahlah, Ken. Hubungan kita sudah berakhir. Tidak ada lagi yang perlu dibahas. Lebih baik kamu pergi saja dari sini.” usir Pelangi.
Entah kenapa dada Pelangi sangat sesak mengingat penghianatan yang dilakukan Kenzo pada dirinya. Dia sudah memberikan seluruh hatinya untuk pria yang sudah dianggap mampu membuat harinya indah, justru semakin dalam menorehkan luka.
“Belum. Hubungan kita belum berakhir. Aku tidak pernah menceraikan kamu, Pelangi.” Ucap Kenzo.
“Surat cerai itu sudah menjadi bukti yang cukup meski kamu tidak pernah mengatakan cerai padaku, Ken.” Jawab Pelangi sinis.
“Tidak. Surat itu palsu. Jadi aku dan kamu masih berstatus suami istri.” Ucap Kenzo.
“Kamu pikir aku percaya begitu saja? Sekali penghianat tetap penghianat. Pergilah sebelum kesabaranku habis.” Usir Pelangi.
“Memang semua itu benar. Surat itu palsu. Perceraian tidak akan sah jika keadaan istri sedang mengandung.” Ucap Kenzo.
Deg
“Maafkan aku. aku tidak tahu kalau kamu sedang hamil anakku.” Ucap Kenzo sendu.
“Jauhkan tangan kamu!! Pergi dari sini. aku benci penghianat. Aku benci kamu, Kenzo. pergi!! Anak ini bukan anak kamu. Ini anakku.” Teriak Pelangi, dan tiba-tiba dia tertunduk meringis sambil memegangi perutnya.
Aawwww….
“Pelangi!” teriak Kenzo saat melihat Pelangi semakin memegangi perutnya dan segera menangkapnya saat Pelangi akan terjatuh.
“Om, Tante!! Tolong!!” teriak Kenzo saat Pelangi sudah pingsan dalam pelukannya.
Leo yang baru saja pulang tampak syok melihat sepupunya pingsan dalam pelukan pria yang belum pernah ia temui sebelumnya.
“Siapa Lo? Kamu apakan Aubre?” tanya Leo tajam.
“Tolongin gue, tiba-tiba istri gue pingsan.” Jawab Kenzo.
Setelah mendengar pernyataan Kenzo, Leo kembali fokus pada sepupunya. Dia menunjukkan kamar Pelangi dan meminta Kenzo membawanya masuk ke dalam. Agatha dan Richard sangat terkejut saat baru saja mendengar teriakan Kenzo.
__ADS_1
“Ada apa ini Ken? Kenapa Pelangi bisa pingsan seperti ini?” tanya Agatha cemas.
“Maaf, tadi Pelangi teriak histeris dan mengusir Kenzo. dan setelah itu dia langsung pingsan.” Jawab Kenzo setelah membaringkan istrinya di atas tempat tidur.
Agatha mengambil minyak aroma terapi dan mengoleskannya pada kening Pelangi dan megoleskannya sedikit pada hidungnya. Kenzo sangat cemas saat melihat wajah istrinya sudah pucat.
“Tante, apa nggak dibawa ke rumah sakit saja?” tanya Kenzo.
“Nggak. Tunggu sampai dia sadar dulu. Kalau masih merasakan pusing atau ada keluhan sakit lagi di punggungnya, baru kita bawa ke rumah sakit.” Jawab Agatha.
“Sakit lagi? Apa Pelangi sering merasakan kesakitan seperti ini?” tanya Kenzo dan ingin memastikan tentang ucapan Alex tempo hari.
Agatha menganggukkan kepalanya. Kemudian dia melirik suaminya sebentar, setelah itu menceritakan pada Kenzo. Agatha meminta untuk mengusap perut Pelangi dan memberikan pijatan lembut pada punggungnya jika nanti Pelangi sudah sadar dan masih merasakan sakit.
“Bagaimana kalau Pelangi masih marah sama Kenzo dan kembali mengusir Kenzo tante?” tanya Kenzo.
“Kamu coba dulu. Jangan menyerah sebelum mencoba.” Jawab Richard dan diangguki oleh Kenzo.
Setelah itu Richard dan Agatha keluar dari kamar Pelangi dan membiarkan Kenzo menunggui istrinya yang sedang pingsan.
Kenzo memandang sendu wajah wanita yang sangat dicintai itu. Rasa bersalah masih belum hilang dari hatinya. Kenzo bahkan tidak bisa membayangkan bagaimana rasanya Pelangi menghadapi kehamilannya selama ini.
Ngghhhh
Perlahan Pelangi mulai mengerjapkan matanya. kepalanya masih terasa berdenyut saat matanya baru saja terbuka sempurna.
“Syukurlah, kamu sudah bangun.” Ucap Kenzo dan membuat Pelangi kaget.
“Untuk apa kamu disini? Pergi dari sini! jangan ganggu aku dan anakku lagi, aawww….”
Dengan cepat Kenzo mengusap perut Pelangi. Dia tidak mempedulikan istrinya yang berusaha menolak dan menyingkirkan tangannya.
Pelangi akhirnya pasrah dan membiarkan tangan Kenzo mengusap perut buncitnya.
“Kamu memang benar-benar anak Kenzo!” umpat pelangi dalam hati saat merasakan perutnya tidak sakit lagi setelah Kenzo mengusapnya dengan lembut.
.
.
.
__ADS_1
*TBC