Pelangi'S Love Story

Pelangi'S Love Story
Eps 26


__ADS_3

Selama Kenzo ada acara reuni di puncak, selama itu juga Eva mengabiskan waktu berduanya dengan sang kekasih yaitu Dafa. Kebetulan juga Dafa sedang pulang. Jadi dia bisa menghabiskan waktu bersama kekasihnya. Entah kenapa dua pria itu sangat bodoh. Bisa-bisanya percaya dengan cinta yang diberikan oleh wanita seperti Eva.


Eva juga mengajak Dafa jalan-jalan. Padahal biasanya waktu mereka habiskan di kamar hotel untuk memadu kasih. Berhubung Kenzo sedang bepergian, jadi Eva tidak perlu khawatir lagi jika keluar bersama Dafa.


Dan saat ini Eva baru saja menyelesaikan mandinya setelah melakukan keguatan panasnya dengan Dafa. Eva sedang duduk santai sambil memainkan gadgetnya. Dia melihat story dari beberapa teman social medianya. Namun saat tanpa sengaja Eva melihat story Kenzo yang sebenarnya dia hanya ditandai oleh akun salah satu temannya yang kebetulan sedang reuni bersama di puncak. Dalam story itu tampak kebersamaan Kenzo bersama teman-temannya tampak asyik menikmati acara barbeque di halaman Vila.


Eva menajamkan matanya saat menelisik foto yang dibuat dalam story Kenzo. meski dalam kegelapan malam dan penerangan cahaya yang tidak begitu terang, Eva daapat melihat sosok perempuan yang tidak asing baginya. Dan dia sangat kenal dengan perempuan itu. Siapa lagi kalau bukan rivalnya yaitu Pelangi yang tak lain adalah istri dari kekasihnya.


“Sial!! Kamu membohongiku Ken. Kamu bilang pergi sendiri ke acara reuni itu. Tapi nyatanya kamu mengajak pelakor itu.” Gumam Eva penuh amarah.


“Kamu kenapa sayang?” tanya Dafa yang baru saja keluar dari kamar mandi.


Eva dengan gaya cerdiknya segera meletakkan ponselnya namun masih dengan wajah cemberut. Tapi wajah cemberutnya itu dibuat alasan sebaik mungkin untuk menjawab pertanyaan Dafa.


“Ah, aku kesal sekali dengan salah satu artis yang sangat aku kagumi ternyata tidak sebaik yang aku kira.” Jawab Eva cemberut.


Dafa yang semula menaruh curiga dengan Eva, kini hanya bisa menggeleng tak percaya. Hanya karena artis yang dikaguminya hingga membuat Eva murung seperti itu. Tapi setidaknya dia sangat lega mendengarnya.


Sementara itu Kenzo yang saat ini sedang menikmati acara barbeque dengan teman-temannya di halaman Vila. Kenzo sejak tadi melirik istrinya yang sedang berbaur dengan teman-teman Kenzo yang perempuan dan juga istri dari teman-temannya.


Kenzo senyum-senyum sendiri melihat wajah Pelangi tersenyum dan bercanda dengan orang-orang yang baru dikenalnya. Kenzo tidak menyangka jika Pelangi adalah sosok perempuan yang sangat hangat dan care dengan sesama. Dan itu sangat berbeda jauh saat dirinya baru pertama kali kenal dengan Pelangi.


Semakin kesini, semenjak hubungan pertemanannya terjalin, Pelangi bersikap layaknya manusia normal pada umumnya meski masih dengan ciri khasnya yang terkesan cuek walau sebenarnya sangat care.


“Nggak usah dilihatin mulu istri sendiri!” goda Joseph yang sejak tadi melihat Kenzo memandangi istrinya.


“Apaan sih lo!” gerutu Kenzo.

__ADS_1


“Nggak usah ngeles gitu deh. Gue tahu lama-lama lo tertarik juga sama istri lo kan?” tanya Joseph.


“Nggak. Gue sama Pelangi hanya berteman. Bukankah lo denger sendiri dia bilang apa.” Ucap Kenzo.


“Ya juga sih tapi itu kan hanya di mulut. Lain lagi di hati. Lagipula apa salahnya sih membuat istri sendiri jatuh cinta?” tanya Joseph.


“Nggak mungkin Jos. Gue nggak mungkin hianatin Eva.” Jawab Kenzo menerawang sambil mengingat hubungannya dengan Eva yang sudah terjalin lama.


“Ck, terserah lo Ken. Gue heran sama lo. Ada permata di depan mata malah memilih batu apung. Coba kamu pikir, apa selama lo disini, tuh cewek menghubungi lo? Kalau cinta dia pasti akan khawatir saat sedang jauh dengan kekasihnya. Apa jangan-jangan dia sedang melakukan hal yang sama dengan yang lo lakukan sekarang?” ucap Joseph.


“Apa maksud lo?” tanya Kenzo menatap Joseph tajam.


“Sama-sama menghianati.” Jawab Joseph sambil tersenyum sinis kemudian meninggalkan Kenzo yang masih terdiam.


Waktu beranjak semakin malam. Mereka semua masih tampak asyik dengan kebersamaan reuni itu. Selain barbeque, sebagian ada juga yang saling bersautan suara dalam nada yang indah diiringi dengan petikan gitar yang dibawa oleh salah satu teman Kenzo.


Selesai acara tersebut. Satu per satu orang-orang pada masuk ke kamar masing-masing. Tinggallah Pelangi dan Kenzo yang masih duduk berdua di halaman Villa. Pelangi masih bingung dimana dirinya nanti akan tidur. Sementara kamarnya hanya tersedia single bed. Bodohnya baru sekarang dia menyadarinya. Mau tidur di bawah pun tidak mungkin karena udaranya sangat dingin. Kalau di sofa tidak mungkin juga. karena sofa itu tidak bisa digunakan untuk tidur.


“Kamu nggak ngantuk?” tanya Kenzo yang kini sudah duduk di sebelah istrinya.


“Belum. Kamu kalau ngantuk tidur dulu sana.” Jawab Pelangi.


“Nggak mungkinlah aku biarin kamu sendirian disini. Ada apa sih? Kamu nggak kerasan disini?” tanya Kenzo.


Pelangi masih diam. Dia bingung bagaimana cara mengatakan ini pada Kenzo. tapi kalau tidak, apa dia harus tiduran di luar yang udaranya semakin dingin.


“Ken, kamu tahu nggak penjaga Vila ini dimana?” tanyanya dan membuat Kenzo bingung.

__ADS_1


“Aku mau minta bed tambahan aja. Barangkali bisa.” Ucap Pelangi lagi.


Kenzo yang tadinya bingung kini sudah mengerti dengan kegelisahan yang sedang dipikirkan oleh Pelangi. Namun dia juga tidak tahu dimana penjaga Vila itu berada. Dan ini juga sangat malam.


“Ya udah ayo masuk aja.” Kenzo tiba-tiba menarik tangan Pelangi masuk ke kamar.


Pelangi bingung apa yang akan dilakukan oleh Kenzo. tapi dia tetap mengikuti langkah kaki pria itu.


“Kita tidur satu ranjang. Kamu nggak usah takut dan khawatir. Aku janji nggak akan macam-macam. Percayalah. Bukankah kita sudah berteman?” ucap Kenzo.


Kenzo berusaha meyakinkan Pelangi agar mau tidur satu ranjang dengannya. Karena baik dirinya maupun Pelangi tidak mungkin tidur di lantai yang sangat dingin itu. Awalnya Pelangi ragu, namun matanya sudah tidak bisa diajak kompromi lagi dan sudah sangat mengantuk.


“Aku percaya sama kamu.” Jawab Pelangi dan segera merebahkan tubuhnya dengan posisi memunggungi Kenzo.


Kenzo hanya diam saja dan tak lama kemudian dia mendengar dengkuran halus istrinya hingga membuat Kenzo menarik sudut bibirnya ke atas. Setelah itu dia menyelimuti tubuh istrinya.


“Bolehkah aku egois? Aku juga ingin memilikimu. Aku juga bingung dengan perasaanku saat ini pada Eva.” Gumam Kenzo sambil menatap punggung Pelangi.


Memang akhir-akhir ini Kenzo merasa hubungannya dengan Eva terasa hambar. Terlebih mulai saat pernikahannya dengan Pelangi.


.


.


.


*TBC

__ADS_1


__ADS_2