
“Lepaskan tangan Lo sekarang juga!!” ucap Kenzo yang kini sudah berdiri di belakang Pelangi.
“Siapa Lo? Bukan urusan Lo.” Jawab pria yang ternyata adalah Varell.
“Lepaskan tangan Lo dari tangan istri gue!!” bentak Kenzo dan seketika Varell melepaskannya.
“Istri? Jangan ngaku-ngaku Lo jadi suami perempuan yang gue cintai.” Ucap Varell sambil menunjuk Kenzo dengan jari telunjuknya.
Kenzo tampak semakin geram. Dia mengepalkan tangannya dan hendak melayangkannya pada wajah Varell, namun dengan cepat Pelangi menghentikannya.
“Cukup, Ken! Dan kamu, Rell? Pergilah! Jangan ganggu kehidupanku lagi. Kisah kita sudah lama usai. Dan aku sudah menikah dengannya.” Ucap Pelangi dan segera menggandeng tangan Kenzo pergi menjauhi Varell.
Varell sangat terkejut sekaligus tidak menyangka kalau Pelangi sudah menikah. Pria itu tampak tetunduk kecewa setelah mengetahui kenyataan pahit itu. Dia pikir Pelangi masih mencintainya seperti dulu, ternyata salah.
Sementara itu Kenzo kini sudah mengemudikan mobilnya menuju apartemen. Kenzo masih mendiamkan Pelangi karena sampai saat ini istrinya tidak menjelaskan apapun padanya. Sampai akhirnya mereka tiba di apartemen, dan masih saja diam.
Pelangi pun juga enggan bicara karena memang menurutnya tidak ada yang perlu dijelaskan. Lagipula Varell hanya orang masa lalunya dan tidak perlu dijelaskan lagi. Begitulah menurut Pelangi.
Pelangi dan Kenzo masuk ke kamarnya masing-masing. Niat Kenzo yang ingin mengajak istrinya makan malam diluar pun ia urungkan karena moodnya sedang tidak baik. Sedangkan Pelangi, seperti biasanya dia akan memasak untuk makan malamnya setelah mandi.
Saat dia membuka lemari pendingin ternyata stok sayur dan dagingnya sudah habis. Akhirnya dia memilih untuk delivery makanan saja. Mungkin besok dia akan belanja setelah pulang kerja.
Sambil menunggu pesanan makanannya datang, Pelangi memilih bersantai di ruang tengah sambil memainkan gadgetnya. Dia senyum-senyum sendiri membaca pesan yang dikirm oleh Leo. Pelangi tidak tahu kalau Kenzo sudah keluar dari kamar dan melihat istrinya tampak asyik dengan gadgetnya. Dan dengan cepat Kenzo merebut ponsel istrinya.
“Apaan sih Ken, gak sopan tahu. Mana ponselku!”
“Kamu tuh udah salah tapi malah merasa nggak bersalah. Sekarang malah asyik senyum-senyum sendiri dengan ponsel kamu. Kamu chat sama siapa? Sama cowok tadi?” tanya Kenzo masih menggenggam ponsel Pelangi.
“Ayo kembalikan ponselku! Nggak jelas banget sih kamu. Ini nggak ada hubungannya dengan Varell.” Ucap Pelangi tanpa beban.
__ADS_1
Kenzo yang awalnya sudah tahu sedikit tentang Varell, yang tak lain mantan kekasih Pelangi, kini membuatnya meradang setelah mendengar istrinya menyebut nama Varell seperti tanpa beban.
“Bahkan kamu menyebut nama pria lain di hadapanku? Kamu nggak menghargai perasaanku, Pelangi?” tanya Kenzo dengan tatapan mata yang begitu tajam.
Pelangi pun tak gentar dengan tatapan mata suaminya. Dia masih berusaha mengambil ponselnya dari tangan Kenzo. tapi sayangnya Kenzo masih belum mau memberikannya. Justru dia mengangkat tangannya ke atas, agar Pelangi tidak bisa mengambilnya. Dan saat posisi tubuh Pelangi tepat di hadapannya sambil terus meraih ponselnya di tangannya, tiba-tiba saja Kenzo menjatuhkan ponsel Pelangi ke lantai. Dan tangannya kini justru memegang pinggang Pelangi, lalu menciumnya dengan sangat rakus.
Pelangi yang tidak mengira akan tindakan Kenzo, dia tidak bisa berbuat apa-apa. Berusaha memberontak, namun Kenzo semakin menekankan tubuhnya hingga tak berjarak.
Ting tong
Bunyi suara bel lah yang menghentikan aksi Kenzo yang hampir saja kelewatan. Dengan nafas tersengal dan mengusap bekas saliva pada bibirnya, Pelangi segera berlari membukakan pintu.
“Tunggu! Biar aku yang buka.” Ucap Kenzo karena melihat penampilan istrinya sudah berantakan.
Ternyata seorang kurir mengantar makanan yang sudah dipesan oleh Pelangi. Setelah itu Kenzo kembali masuk dan meletakkan makanan itu ke dapur. Kemudian dia menghampiri istrinya ke ruang tengah.
Kenzo merasa sangat bersalah saat melihat istrinya memunguti bagian ponselnya yang sudah pecah akibat ulahnya. Istrinya pun tampak cuek dan mengabaikannya.
“Semudah itu kamu meminta maaf setelah apa yang kamu lakukan, Ken? Bayangkan saja yang pecah ini hati. Apakah kamu juga akan melakukan hal yang sama? Meminta maaf dan mengganti yang baru? Apakah bisa? Tidak Ken. Kamu jangan seperti ABG. Yang mudah sekali marah dan cemburu tidak jelas. Dengarkan! Aku dan Varell tidak ada hubungan apa-apa. Masa laluku dengan Varell tidak perlu lagi dibahas. Ingat itu. Aku paling tidak suka mengungkit atau menceritakan masa lalu.” Ucap Pelangi panjang lebar dan setelah itu masuk ke kamarnya setelah selesai mengumpulkan serpihan ponselnya yang sudah pecah.
“Pelangi, tunggu! Kamu belum makan malam.” Ucap Kenzo.
“Makanlah. Aku sudah tidak berselera lagi.” Jawab Pelangi dan menutup pintu kamar dengan keras.
Kenzo sekarang merasa sangat bersalah pada istrinya. Padahal seharusnya dia yang marah dan cemburu setelah melihat istrinya bertemu dengan mantan kekasihnya tadi. tapi kenapa sekarang justru dia yang jadi tersangka. Kenzo benar-benar pusing menghadapi istrinya.
Memang selama ini Kenzo tidak pernah seperti ini. dia akan menyogok Eva dengan belanja jika wanita itu sedang marah. Tapi tidak dengan Pelangi. Kenzo bingung bagaimana caranya agar istrinya itu mau memaafkan kesalahannya. Sepertinya dia harus banyak belajar memahami isi hati Pelangi yang baginya sangat berbeda dari perempuan pada umumnya.
Akhirnya Kenzo memutuskan untuk makan sendiri makanan yang telah dibeli oleh istrinya. Selain dia lapar, tidak baik jug ajika menyia-nyiakan makanan.
__ADS_1
Malam harinya Pelangi marasa perutnya lapar. Dia teringat kalau tadi sudah melewatkan makan malamnya. Kemudian dia memutuskan keluar kamar dan masuk ke dapur. Dia melihat di meja makan masih ada satu porsi makanan yang masih utuh. Kemudian dia langsung memakannya.
Di tengah-tengah kegiatan makannya, dia melihat Kenzo keluar kamar dan menghampirinya. Pelangi masih sibuk mengunyah makanannya tanpa mempedulikan Kenzo yang sedang duduk di hadapannya.
Selesai makan, Pelangi membereskan sisa makanannya, kemudian mencuci tangannya. lalu dia kembali duduk di kursi yang ia duduki tadi. Pelangi sengaja memberikan waktu pada suaminya untuk berbicara.
“Maafkan aku yang tadi. aku janji tidak akan mengulanginya lagi. Maafkan aku yang telah mengungkit masa lalu kamu.” Ucap Kenzo.
“Ya. Aku harap kamu bisa memegang ucapan kamu sendiri.” Jawab Pelangi.
“Dan ingat, jika kamu sudah memutuskan untuk menjalani rumah tangga kita dengan serius, bersikaplah dewasa dan jangan pernah mencampur adukkan masa depan kita dengan masa lalu kita yang berbeda.” Lanjut Pelangi.
“Iya, aku janji. Maafkan aku. besok akan aku ganti ponsel kamu." jawab Kenzo.
“Ya sudah, sudah malam. Istirahatlah.” Ucap Pelangi dan segera berdiri namun Kenzo mencekal tangannya.
“Bukankah kita sudah berkomitmen untuk menjalani rumah tangga kita seperti pasangan pada umumnya? Apa kita masih tidur terpisah seperti ini terus?” tanya Kenzo.
“Ehm, kalau soal itu aku…aku belum siap. Maaf.” Ucap Pelangi lirih. Mendadak dirinya sangat gugup.
“Aku janji tidak akan meminta hakku sekarang. aku hanya meminta kita tidur dalam ranjang yang sama.” Pinta Kenzo.
“Baiklah.” Jawab Pelangi.
.
.
.
__ADS_1
*TBC